f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Download MP3 Music Kejadian 24:7 Konteks 24:7 TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah memanggil aku dari rumah ayahku serta dari negeri sanak saudaraku, dan yang telah berfirman kepadaku, serta yang bersumpah kepadaku, demikian: kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ini -- Dialah juga akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu, sehingga engkau dapat mengambil seorang isteri dari sana untuk anakku. Penjelasan: * Kisah mengenai pernikahan Ishak dengan Ribka berasal dari tradisi Yahwista. Dalam tradisi itu ceritera ini mengakhiri riwayat Abraham. Kej 24:1-9 mengandalkan bahwa Abraham sedang menghadapi ajalnya, bdk Kej 47:29-31. Kisah asli agaknya berkata juga tentang kematian Abraham. Tetapi dalam sadurannya yang terakhir berita tentang kematian Abraham dihilangkan, supaya Kej 25:1-6 dapat ditambahkan. Selain itu dalam ceritera ini terdapat juga bekas-bekas penyaduran yang lain: Ribka menurut Kej 24:48 adalah anak Nahor, saudara Abraham. Berita ini sesuai dengan Kej 29:5. Tetapi menurut tradisi lain Ribka adalah anak Betuel, Kej 25:20; 28:2,5, bin Nahor, Kej 22:22-23. Atas dasar tradisi itu Betuel disebut dalam Kej 24:15,24,47,50, meskipun sebenarnya Laban bertindak sebagai kepala keluarga. Laban sendiri adalah saudara Ribka, Kej 24:29, dan anak Nahor, Kej 29:5 (Ibrani). * Pernikahan dan pemakaman adalah perubahan-perubahan di dalam keluarga, dan merupakan berita yang biasa terdengar di tengah-tengah masyarakat. Dalam pasal sebelumnya, kita mendapati Abraham menguburkan istrinya, di sini kita mendapati dia menikahkan puteranya. Cerita-cerita tentang keluarganya ini, beserta rincian dari peristiwa-peristiwa kecil yang melingkupinya, disampaikan secara panjang lebar, sementara sejarah tentang kerajaan-kerajaan dunia yang ada pada waktu itu, beserta segala pergolakannya, terkubur dalam kebisuan. Sebab, Tuhan mengenal orang-orang kepunyaan-Nya. Pernikahan Ishak yang terjadi mengikuti pemakaman Sara (dengan satu rujukan khusus padanya, ay. 67) menunjukkan kepada kita bahwa seiring "keturunan yang satu pergi, keturunan yang lain datang." Dengan demikian kelangsungan baik dari kodrat manusia maupun kovenan ilahi tetap dijaga. Inilah, I. Perhatian Abraham terhadap perkawinan anaknya, dan perintah yang diberikannya kepada hamba-hambanya berkenaan dengan itu (ay. 1-9). II. Perjalanan hambanya ke negeri asal Abraham, untuk mencari seorang istri bagi tuan mudanya dari antara sanak saudaranya sendiri (ay. 10-14). III. Pemeliharaan ilahi yang baik yang membawa hamba itu berkenalan dengan Ribka, yang ayahnya adalah sepupu jauh Ishak (ay. 15-28). IV. Perjanjian pernikahan dengan saudara-saudaranya dibuat (ay. 29-49). V. Persetujuan dari mereka diperoleh (ay. 50-60). VI. Pertemuan dan pernikahan yang membahagiakan antara Ishak dan Ribka (ay. 61, dst.). Perintah-perintah Abraham kepada Hambanya (Kejadian 24:1-9) Tiga hal dapat kita amati di sini berkenaan dengan Abraham: I. Kepeduliannya terhadap seorang anak yang baik, untuk menikahkan dia, menikah dengan baik-baik. Sudah mendesak waktunya untuk memikirkan itu sekarang, sebab Ishak berumur sekitar empat puluh tahun, dan sudah menjadi kebiasaan para bapa leluhurnya untuk menikah pada usia tiga puluh, atau sebelumnya (11:14, 18, 22, 24). Abraham percaya akan janji bahwa keluarganya akan dibangun, dan oleh sebab itu ia tidak bertindak secara terburu-buru. Tidak terburu-buru, tetapi terlebih secara cepat-cepat sebagaimana mestinya. Dua pertimbangan menggerakkan Abraham untuk memikirkan hal itu sekarang (ay. 1): 1. Bahwa ia sendiri kemungkinan akan meninggal dunia dengan segera, sebab ia telah tua dan lanjut umurnya, dan ia akan merasa puas bila melihat anaknya sudah hidup mapan sebelum ia mati, dan, 2. Bahwa ia mempunyai harta yang banyak untuk ditinggalkan, sebab ia diberkati TUHAN dalam segala hal, dan berkat Tuhan menjadikan ia kaya. Lihatlah betapa agama dan kesalehan berteman dengan kemakmuran lahiriah. Nah, kepedulian Abraham yang saleh berkenaan dengan anaknya ini adalah, (1) Bahwa ia tidak boleh menikahi perempuan Kanaan, melainkan harus salah seorang kerabatnya. Ia melihat bahwa orang-orang Kanaan merosot ke dalam kefasikan yang besar, dan ia tahu melalui wahyu Allah bahwa mereka ditentukan untuk hancur, dan oleh sebab itu ia tidak ingin menikahkan anaknya dengan salah seorang dari mereka, supaya jangan mereka menjadi jerat bagi jiwanya, atau setidak-tidaknya membawa noda pada namanya. (2) Bahwa untuk sekarang anaknya tidak boleh meninggalkan negeri Kanaan, untuk pergi sendiri ke tempat sanak saudaranya, sekalipun dengan tujuan untuk memilih seorang istri, supaya jangan ia tergoda untuk tinggal menetap di sana. Peringatan ini diberikan (ay. 6), dan diulangi (ay. 8). " Jangan kaubawa anakku itu kembali ke sana, apa pun yang terjadi. Lebih baik dia tidak punya istri daripada menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam godaan itu." Perhatikanlah, orangtua, dalam mengatur anak-anak mereka, haruslah dengan hati-hati mengutamakan kesejahteraan jiwa mereka, dan kemajuan mereka di jalan menuju sorga. Orang-orang yang melalui anugerah sudah terluput dari rusaknya dunia ini oleh hawa nafsu, dan sudah mendidik anak-anak mereka sebagaimana mestinya, harus berjaga-jaga untuk tidak melakukan apa saja yang dengannya mereka bisa terlibat lagi, dan ditaklukkan di dalamnya (2Ptr. 2:20). Berhati-hatilah untuk tidak membawa mereka ke sana lagi (Ibr. 11:15). II. Perintah yang diberikannya kepada seorang hamba yang baik, mungkin Eliezer orang Damsyik itu, salah seorang yang perilaku, kesalehan, dan perhatiannya kepada Abraham dan keluarganya sudah lama dikenal Abraham. Abraham mempercayakan kepada dia urusan besar ini, dan bukan kepada Ishak sendiri, karena ia tidak mau Ishak pergi sama sekali ke negeri itu, tetapi harus menikah dari jauh melalui perantaraan wali. Dan tidak ada wali yang begitu pantas seperti pengurus rumahnya ini. Persoalan ini diselesaikan antara tuan dan hambanya dengan sangat hati-hati dan sungguh-sungguh. 1. Hamba itu harus diikat dengan sumpah untuk berbuat semampunya dalam mendapatkan seorang istri bagi Ishak dari antara sanak saudaranya (ay. 24). Abraham membuatnya bersumpah untuk itu, baik sebagai jaminan bagi dirinya sendiri maupun untuk mengikat hambanya agar mengurus perkara ini dengan sehati-hati dan setekun mungkin. Demikianlah Allah membuat hamba-hamba-Nya bersumpah untuk pekerjaan mereka, supaya, setelah bersumpah, mereka dapat menjalankannya. Di sini ada kehormatan yang diberikan kepada Allah yang kekal, sebab demi Dialah orang bersumpah, dan hanya kepada Dialah seruan-seruan harus dinyatakan. Dan sebagian orang berpikir bahwa ada juga kehormatan yang diberikan kepada kovenan sunat melalui upacara yang digunakan di sini ketika hamba itu meletakkan tangannya di bawah pangkal paha Abraham. Perhatikanlah, karena sumpah merupakan sebuah ketetapan upacara yang bukan hanya milik jemaat saja, tetapi sudah merupakan hal yang biasa bagi umat manusia, maka sumpah itu harus diucapkan dengan tanda-tanda yang sudah ditetapkan dan sudah biasa digunakan di negeri kita, untuk mengikat orang yang disumpah. 2. Ia harus dilepaskan dari sumpah ini jika, setelah ia berbuat semampunya, ia tidak berhasil. Ketentuan ini diajukan dengan bijak oleh si hamba (ay. 5), dalam kasus apabila perempuan itu tidak mau mengikutinya. Dan Abraham menerima perkecualian itu (ay. 8). Perhatikanlah, sumpah harus diucapkan dengan sangat hati-hati, dan perkara yang dijadikan sumpah harus dipahami dan dibatasi dengan benar, sebab merupakan suatu jerat bagi manusia kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus," dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar, sementara seharusnya itu dilakukan sebelumnya. III. Keyakinannya kepada Allah yang baik, yang tidak diragukannya, akan memberikan keberhasilan kepada hambanya dalam pekerjaan ini (ay. 7). Ia ingat bahwa Allah secara menakjubkan telah membawa mereka keluar dari negeri asalnya, dengan panggilan anugerah-Nya yang berhasil guna. Dan oleh sebab itu, tidak diragukan lagi bahwa Allah akan membuatnya berhasil dalam usahanya untuk tidak membawa anaknya ke sana lagi. Ia juga ingat akan janji yang sudah dibuat Allah dan diteguhkan-Nya kepada dia bahwa Allah akan memberikan tanah Kanaan kepada keturunannya, dan dari situ ia menyimpulkan bahwa Allah akan merestui usaha-usahanya untuk menjodohkan anaknya, bukan dengan salah seorang dari bangsa-bangsa yang tidak setia itu, melainkan dengan bangsa yang pantas untuk menjadi ibu dari keturunannya itu. "Oleh sebab itu, janganlah takut. Ia akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu untuk membuat jalanmu berhasil." Perhatikanlah, 1. Mereka yang dengan hati-hati tetap berjalan di jalan kewajiban, dan menguasai diri mereka sendiri dengan asas-asas agama dalam segala rancangan dan pekerjaan mereka, mempunyai alasan yang baik untuk mengharapkan kelancaran dan keberhasilan dalam segala rancangan dan pekerjaan mereka itu. Allah akan membuat usaha kita berakhir bagi penghiburan kita, jika di dalam usaha itu kita dengan tulus bertujuan untuk mendatangkan kemuliaan bagi-Nya. 2. Janji-janji Allah, dan pengalaman-pengalaman kita sendiri, cukup untuk mendorong kita agar bergantung kepada Allah, dan berharap kepada-Nya, dalam semua perkara hidup ini. 3. Malaikat-malaikat Allah adalah roh-roh yang melayani, yang diutus, bukan hanya untuk melindungi, melainkan juga untuk membimbing ahli-ahli waris perjanjian (Ibr. 1:14). " Dia akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu, sehingga tujuanmu akan tercapai." Label: Kejadian 24:7
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Khotbah HKBP Jumat, 2 Oktober 2015 Roma 10:14 PREV: Khotbah HKBP Rabu, 30 September 2015 - 1 Petrus 1:3 All Garis Besar: All Khotbah HKBP 1 Korintus 12:6 (1) 1 Korintus 4:5 (1) 1 Petrus 1:3 (1) 1 Petrus 5:10 (1) 1 Raja-raja 8:29 (1) 1 Samuel 14:6 (1) 1 Samuel 16:7b (1) 1 Samuel 2:1-10 (1) 1 Tesalonika 4:17-18 (1) 1 Tesalonika 5:17 (1) 1 Tesalonika 5:18 (1) 1 Timotius 4:12 (1) 1 Timotius 4:16 (1) 1 Yohanes 1:3 (1) 2 Kor 12:2-10 (1) 2 Kor 4:13-5:1 (1) 2 Kor 5:6-10 (1) 2 Raja-Raja 5:17 (1) 2 Samuel 15:26 (1) 2 Tawarikh 18:4 (1) 2 Tes 3:16 (1) 2 Timotius 4:17 (1) Amsal 16:33 (1) Amsal 20:9 (1) Amsal 4:7 (1) Bilangan 14:19 (1) Efesus 2:14 (1) Efesus 4:1-16 (1) Efesus 5:19 (1) Efesus 6:13 (1) Epesus 3:14-21 (1) Filipi 1:6 (1) Filipi 2:27 (1) Filipi 4:19 (1) Filipi 4:5 (1) Galatia 4:14 (1) Galatia 5:13 (1) Ibrani 12:15 (1) Ibrani 13:7 (1) Kejadian 12:4 (1) Kejadian 16:13 (1) Kejadian 24:7 (1) Kis 10:44-48 (1) Kis 1:1-11 (1) Kis 2:1-21 (1) Kisah Para Rasul 10:28 (1) Kisah Para Rasul 17:27 (1) Kisah Para Rasul 4:5-12 (1) Kisah Para Rasul 6:1-15 (1) Kisah Para Rasul 8:26-40 (1) Kisah Para Rasul 9:3-4 (1) Kisah Rasul 11:23 (1) Kolose 1:12 (1) Kolose 3:17 (1) Kor 8:7-15 (1) Lukas 15:20b (1) Lukas 18:7 (1) Lukas 19:2-3 (1) Lukas 1:30 (1) Lukas 1:39-45 (1) Lukas 1:51-52 (1) Lukas 1:68 (1) Lukas 21:25-36 (1) Lukas 3:1-6 (1) Lukas 3:7-18 (1) Mark 10:2-16 (1) Mark 12:28-34 (1) Mark 6:14-29 (1) Markus 10:17-31 (1) Markus 10:35-45 (1) Markus 10:46-52 (1) Markus 13:1-8 (1) Markus 4:38 (1) Markus 5:36 (1) Markus 6:30-34, 53-56 (1) Markus 9:38-50 (1) Matius 10:30-31 (1) Matius 14:19-20 (1) Matius 25:31-32 (1) Matius 25:35-36 (1) Matius 5:11 (1) Matius 5:16 (1) Matius 5:45 (1) Matius 5:9 (2) Matius 6:13 (1) Mazmur 100:2 (1) Mazmur 102:25 (1) Mazmur 118:25 (1) Mazmur 119:2 (1) Mazmur 121:5-6 (1) Mazmur 135:14 (1) Mazmur 139:5 (1) Mazmur 147:3 (1) Mazmur 148:7,12 (1) Mazmur 14:3 (1) Mazmur 17:7 (1) Mazmur 25:12 (1) Mazmur 25:5 (1) Mazmur 33:11 (1) Mazmur 34:8 (1) Mazmur 89:16-27 (1) Mazmur 97:10 (1) Ratapan 3:25 (2) Roma 10:14 (1) Roma 11:33 (1) Roma 12:2 (1) Roma 5:20 (1) Roma 5:3-4 (1) Roma 7:24-25 (1) Roma 8:8 (1) Ulangan 11:7 (1) Ulangan 18:10,12 (1) Ulangan 28:1a,6 (1) Ulangan 6:1-2 (1) Ulangan 6:6-7 (1) Wahyu 11:15 (1) Wahyu 16:7 (1) Wahyu 21:6 (1) Wahyu 3:8 (1) Yakobus 1:19 (1) Yakobus 5:13 (1) Yakobus 5:8 (1) Yehezkiel 11:19 (1) Yehezkiel 34:2 (1) Yehezkiel 37:14 (1) Yehezkiel 37:26 (1) Yeremia 10:6 (1) Yeremia 29:13-14 (1) Yeremia 2:27 (1) Yeremia 31:8 (1) Yeremia 32:19 (1) Yeremia 9:23-24 (1) Yesaya 2:11 (1) Yesaya 40:29 (1) Yesaya 45:15 (1) Yesaya 52:10 (1) Yesaya 53:11 (1) Yesaya 53:5 (1) Yesaya 54:8 (1) Yesaya 66:2 (1) Yesaya 9:1-6 (1) Yoel 2:13 (1) Yohanes 14:6 (1) Yohanes 15:14 (1) Yohanes 18:33-37 (1) Yohanes 1:1-14 (1) Yohanes 3:13-17 (1) Yohanes 3:14 (1) Yohanes 6:25, 41-51 (1) Yohanes 6:37 (1) Yohanes 6:51-58 (1) Yohanes 6:56-69 (2) Yohanes 8:12-19 (1) Yosua 24:24 (1) Yosus 24:14 (1) Yunus 2:8 (1)
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Khotbah HKBP Jumat, 2 Oktober 2015 Roma 10:14 PREV: Khotbah HKBP Rabu, 30 September 2015 - 1 Petrus 1:3 Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |