f Khotbah HKBP Minggu, 11 Oktober 2015 MINGGU XIX SESUDAH TRINITATIS Markus 10:17-31 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 65576 kali

Download MP3 Music
Minggu, 11 Oktober 2015
MINGGU XIX SESUDAH TRINITATIS
Proper 23 (28)
Job 23:1-9, 16-17 and Psalm 22:1-15
Amos 5:6-7, 10-15 and Psalm 90:12-17
Hebrews 4:12-16

Markus 10:17-31

Konteks
Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah
10:17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 10:18 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. 10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" 10:20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." 10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 10:22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. 10:23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." 10:24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 10:26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 10:27 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."
Upah mengikut Yesus
10:28 Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" 10:29 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, 10:30 orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. 10:31 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."


Penjelasan:
* datanglah seorang berlari-lari, // hidup yang kekal
17. Percakapan dengan pemimpin muda yang kaya terjadi pada saat Yesus meninggalkan rumah tempat Dia menginap, mungkin di suatu tempat di Perea (bdg. ay. 10). Markus sekadar menyatakan bahwa pada saat itu datanglah seorang berlari-lari, tetapi ia tidak menyebutkan bahwa orang itu adalah seorang pemimpin. Kenyataan ini diberikan oleh Matius dan Lukas. Orang kaya ini menganggap bahwa hidup yang kekal diperoleh dengan berbuat baik (Mat. 19:16).

* Mengapa kau mengatakan Aku baik?
18. Pertanyaan Mengapa kau mengatakan Aku baik? dimaksudkan untuk membuat orang muda itu berpikir tentang identitas Kristus yang sebenarnya. Pertanyaan itu merupakan pernyataan tidak langsung tentang keilahian diri-Nya, sebab kebaikan atau keadaan tidak berdosa hanya dimiliki oleh Allah sendiri.

* perintah Allah
19. Kristus menyebutkan beberapa perintah Allah tanpa memperhatikan urutannya dalam Keluaran

* Jangan mengurangi hak orang
20. Jangan mengurangi hak orang mungkin dimaksudkan untuk menunjuk pada perintah kesepuluh, yang berhubungan dengan keserakahan. Tujuan Yesus dalam meminta perhatian kepada Hukum ialah menunjukkan kepada orang muda itu ketidakmampuannya untuk memperoleh hidup yang kekal dengan melakukan perbuatan baik.

* Semuanya itu telah kuturuti
20. Semuanya itu telah kuturuti. Pemuda ini dapat membuat pernyataan tersebut tanpa berbohong, tetapi kebenarannya merupakan ketaatan yang lahiriah saja. Suatu kebenaran yang sama dengan kebenaran para ahli taurat dan orang Farisi (Mat. 5:20; bdg. Flp. 3:6).

* Memandang dia // menaruh kasih kepadanya // satu lagi kekuranganmu // ikut
21. Memandang dia. Yesus memandang orang muda itu dengan sungguh-sungguh dan dengan menyelidik, dan Yesus menaruh kasih kepadanya. Tidak diragukan bahwa Yesus mengetahui kesungguhan orang itu dalam mencari sesuatu untuk memenuhi kebutuhan rohaninya; Yesus melihat potensi yang ada di dalam pemimpin muda yang jujur ini. Yesus kemudian memasuki inti dari permasalahan pemimpin muda itu, yakni keterikatannya pada harta kekayaannya dan bukan pada Allah. Di sinilah letak satu lagi kekuranganmu. Untuk ikut Yesus, orang itu harus menyingkirkan halangannya, yaitu kasihnya akan uang. Perbuatan baik tidak akan membuat seseorang memperoleh hidup yang kekal; hidup kekal diperoleh dengan menjadi serupa dengan Kristus.

* Kerajaan Allah
23. Tuhan tidak menyangkal kemungkinan bahwa orang bisa diselamatkan; Dia hanya mengatakan bahwa hal itu sulit sekali. Kerajaan Allah ialah kerajaan rohani yang ada saat ini, yang beranggotakan umat Allah yang sudah dilahirkan kembali (Yoh. 3:3, 5).

* lubang jarum // jarum // seekor unta melewati lubang
25. Ide bahwa lubang jarum yang dimaksudkan di sini adalah sebuah gerbang kecil yang hanya dapat dimasuki seekor unta apabila hewan itu berjalan memakai lututnya, merupakan pandangan yang tidak berdasar. Kata yang dipakai untuk jarum secara khusus mengacu kepada jarum yang dipakai untuk menjahit. Selanjutnya, Yesus tidak berbicara mengenai apa yang dianggap mungkin oleh manusia, tetapi apa yang tampaknya mustahil (bdg. ay. 27). Bagi manusia mustahil seekor unta melewati lubang jarum jahit.

* Sesungguhnya // Seratus kali lipat // Zaman yang akan datang
29, 30. Sesungguhnya mengawali sebuah pernyataan tentang jaminan yang sungguh-sungguh. Seratus kali lipat. Pokok-pokok yang disebutkan di sini dapat dianggap secara harfiah mengacu kepada hal-hal seperti banyak rumah yang akan dibukakan bagi hamba-hamba Allah dan banyak hubungan baru di dalam rumah tangga Allah. Atau pokok-pokok ini secara kiasan dapat dianggap sebagai melukiskan banyak berkat rohani yang dicurahkan Allah atas orang-orang yang mengikuti Dia dengan pengorbanan. Zaman yang akan datang. Yang dimaksudkan ialah keadaan abadi yang akan datang bersama kedatangan Mesias yang kedua kali dan rangkaian peristiwa yang terkait dengan kedatangan tersebut, seperti Hari Tuhan, Kerajaan Seribu Tahun, rangkaian penghakiman dengan bencana besar dan penghakiman terakhir.


* Pengharapan Seorang Muda yang Tidak Dapat Masuk Sorga (10:17-31)

    I. Di sini kita menyaksikan suatu pertemuan yang memberikan pengharapan antara Kristus dan seorang muda. Begitulah ia digambarkan sebagai seorang pemuda (Mat. 19:20, 22), dan juga seorang pemimpin (Luk. 18:18), seseorang yang berkualitas. Beberapa keadaan yang digambarkan di sini, yang tidak kita dapatkan dalam Injil Matius, tampaknya membuat perjumpaan orang muda ini dengan Kristus menjadi semakin menjanjikan.
        . Ia datang dengan berlari-lari untuk menjumpai Kristus, yang memperlihatkan bahwa ia seorang yang rendah hati. Ia mengesampingkan daya tarik dan kebesarannya sebagai seorang pemimpin, ketika ia datang kepada Kristus, yang menandakan bahwa ia sangat bersungguh-sungguh dan dalam kesusahan besar. Ia berlari dengan tergesa-gesa, sangat rindu untuk berbicara dengan Kristus. Sekarang ia memiliki kesempatan untuk memperoleh nasihat dari Nabi yang besar ini, mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kedamaiannya, dan ia tidak mau kehilangan kesempatan tersebut.
        . Orang itu mendatangi Kristus ketika ia sedang di tengah jalan, di tengah-tengah banyak orang. Ia tidak bersikeras untuk berbicara secara pribadi dengan Yesus di waktu malam, seperti yang dilakukan Nikodemus. Walaupun ia seorang pemimpin sama seperti Nikodemus, tanpa rasa malu ia langsung menggunakan kesempatan untuk mendapatkan nasihat Yesus ketika menemukan-Nya.
        . Ia bertelut di hadapan-Nya, yang menandakan besarnya penghargaan dan penghormatannya kepada Yesus sebagai seorang Guru yang datang dari Allah, dan kesungguhannya untuk belajar pada Yesus. Ia bertelut di hadapan Tuhan Yesus, sebagai seorang yang tidak hanya menghormati-Nya, tetapi juga akan selalu menaati-Nya. Ia bertelut, sebagai seorang yang sungguh-sungguh menyerahkan jiwanya kepada Yesus.
        . Pertanyaannya kepada Yesus sangat serius dan berbobot, yakni, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Hidup yang kekal merupakan suatu inti dari pengakuan imannya, walaupun pada masa itu disangkal oleh orang-orang Saduki, salah satu partai yang berkuasa. Ia bertanya, apakah yang harus dilakukannya sekarang supaya ia bisa hidup bahagia selamanya. Kebanyakan orang bertanya apakah yang selamanya bisa mereka miliki di dalam dunia ini (Mzm. 4:7), semua yang baik; sedangkan ia bertanya apa yang selamanya harus ia lakukan di dalam dunia ini, supaya bisa menikmati hal-hal yang sangat baik di dalam dunia yang lain. Ia tidak bertanya, siapakah yang dapat membuat kita bisa melihat yang baik? Tetapi yang ditanyakannya adalah, "Siapakah yang bisa membuat kita melakukan yang baik?" Ia menanyakan sesuatu yang bisa membuatnya bahagia dalam pengertian perbuatan yang harus dilakukannya, yaitu summum bonum -- inti dari yang baik, seperti yang dicari-cari Raja Salomo, apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk mereka lakukan (Pkh. 2:3). Pertanyaan ini adalah:
            (1) Pertanyaan yang sangat serius, yang menyangkut hal-hal yang kekal, dan yang menjadi keprihatinannya. Perhatikanlah, pengharapan akan mulai muncul bagi orang-orang ketika mereka mulai sungguh-sungguh bertanya-tanya apakah yang harus mereka lakukan supaya bisa masuk sorga.
            (2) Pertanyaan tersebut ditanyakan kepada Orang yang tepat, Seorang yang dalam segala hal pantas untuk menjawabnya, karena Dia sendirilah Jalan, Kebenaran, dan Hidup itu, jalan yang benar untuk hidup, untuk hidup yang kekal; yang datang dari sorga dengan tujuan, pertama, untuk membuka jalan bagi kita, dan kemudian menunjukkannya kepada kita; pertama untuk membuat dan kemudian untuk menunjukkan jalan ke sorga. Perhatikanlah, siapa yang ingin mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk dapat diselamatkan, dia sendiri harus datang kepada Kristus dan bertanya kepada-Nya; inilah kekhasan agama Kristen, untuk memperlihatkan kehidupan kekal dan menunjukkan jalan menuju ke sana.
            (3) Pertanyaan tersebut diajukan dengan maksud yang baik, yaitu untuk menerima pengajaran mengenainya. Kita menjumpai pertanyaan yang sama ditanyakan oleh seorang ahli Taurat, tidak dengan bertelut, tetapi berdiri (Luk. 10:25), dengan maksud yang buruk, untuk bersoal jawab dengan Yesus; ia mencobai Dia, dengan berkata, Guru, apa yang harus kuperbuat? Yesus melihat pertanyaan si ahli Taurat ini tidaklah baik karena maksudnya tidak benar.
        . Kristus menghargai dan mendukung pertanyaan orang muda ini:
            (1) Dengan membantu menumbuhkan imannya (ay. 18). Ia memanggil Yesus dengan sebutan Guru yang baik, dan Kristus melihat bahwa ia sungguh-sungguh dengan sebutannya ini, bahwa ia memandang Yesus sebagai Allah, karena tidak ada yang baik selain satu saja, yaitu Allah, yang esa dan satu saja nama-Nya (Zak. 14:9). Kata Allah dalam bahasa Inggris God tidak diragukan lagi berhubungan erat dengan kata good "baik," seperti orang Ibrani memanggil Allah sesuai dengan kekuatan-Nya, yaitu Elohim, Allah yang kuat. Demikianlah, dalam bahasa Inggris, kita memanggil Allah mengikuti sifat baik-Nya, Allah yang baik.
            (2) Dengan mengarahkan perbuatannya (ay. 19); Lakukanlah segala perintah dan engkau akan mengetahui apa yang harus dilakukan. Yesus menyebutkan enam perintah dari loh batu yang kedua (dari 10 Perintah Allah), yang menetapkan kewajiban kita terhadap sesama. Ia membalikkan urutannya, dengan meletakkan perintah yang ketujuh sebelum yang keenam, untuk menunjukkan bahwa perzinahan adalah dosa yang tidak kurang kejam daripada pembunuhan itu sendiri. Di sini perintah yang kelima diletakkan terakhir, supaya diingat dan diperhatikan secara khusus, untuk menjaga kita supaya tidak melalaikan perintah yang lain. Alih-alih menyebut perintah yang kesepuluh sebagai jangan mengingini milik orang lain, Penyelamat kita memakai perkataan, "Jangan mengurangi hak orang." Mē aposterēsēs -- yang artinya, menurut Dr. Hammond, "Janganlah merasa tidak puas dengan apa yang ada padamu, dan janganlah berusaha menambahkannya dengan mengurangi hak orang lain." Inilah hukum keadilan supaya tidak meningkatkan atau memperkaya diri sendiri dengan melakukan yang salah atau melukai yang lain.
        . Orang muda itu tampaknya layak masuk sorga, karena bebas dari segala pelanggaran perintah ilahi. Sejauh ini ia dapat menuruti perintah-perintah tersebut (ay. 20), Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku. Ia pikir bahwa ia telah menuruti semua perintah itu, dan teman-temannya juga berpikir demikian. Perhatikanlah, kurangnya pengetahuan akan keluasan dan sifat rohani dari hukum ilahi, membuat orang-orang berpikir bahwa diri mereka berada dalam keadaan yang lebih baik daripada yang sebenarnya. Rasul Paulus sendiri hidup tanpa hukum Taurat. Tetapi, ketika ia melihat hukum tersebut sebagai sesuatu yang rohani, ia melihat dirinya bersifat duniawi (Rm. 7:9, 14). Namun, siapa yang berkata bahwa dirinya bebas dari dosa yang memalukan, ia sudah berjalan lebih jauh di jalan yang menuju kehidupan kekal daripada banyak orang lain. Walaupun kita tidak sadar akan sesuatu, itu bukan berarti bahwa kita bisa dibenarkan karena ketidaktahuan tersebut (1Kor. 4:4).
        . Kristus menaruh kasih kepadanya; Yesus memandang dia, menaruh kasih kepadanya (ay. 21). Kristus senang mendapatkan orang muda itu hidup dengan benar, dan senang melihat bahwa dia ingin mengetahui bagaimana memiliki kehidupan yang lebih baik. Kristus sangat senang melihat orang-orang muda dan juga orang-orang kaya menanyakan jalan ke sorga serta mengarahkan pandangan mereka ke sana.
    II. Inilah bagian yang menyedihkan antara Kristus dan orang muda tersebut.
        . Kristus memberikan perintah untuk menguji dia, supaya dengan perintah tersebut akan tampak apakah dia benar-benar menginginkan kehidupan yang kekal dan berusaha keras untuk mendapatkannya. Tampaknya hati orang muda itu sangat menginginkannya, dan jika benar begitu, seharusnya dia bertindak demikian. Tetapi, apakah dia menginginkan kehidupan kekal itu dengan sepenuh hati? Baiklah dia diuji untuk itu.
            (1) Dapatkah ia berpisah dengan kekayaannya demi mengikuti Kristus? Ia mempunyai harta kekayaan yang banyak. Pada masa Gereja Kristen yang mula-mula, keadaan yang mendesak mengharuskan mereka yang mempunyai tanah untuk menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul (Kis. 4:34-35); dan bagaimana orang muda tersebut, apakah ia mau melakukan hal demikian juga? Pada saatnya nanti, kesusahan dan penganiayaan akan terjadi karena firman dan memaksanya untuk menjual hartanya, atau hartanya itu akan diambil darinya, dan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan ini? Jadi, biarkan ia mengetahui hal yang terburuk sekarang, dan jika ia tidak sanggup memenuhi persyaratan ini, biarkan ia mundur dengan ketidaksungguhannya itu, baik sekarang maupun di kemudian hari. "Juallah apa yang kaumiliki yang jumlahnya melebihi apa yang cukup bagi dirimu." Barangkali ia tidak mempunyai keluarga yang menjadi tanggungannya, kalau begitu halnya, biarlah ia menjadi bapa untuk yang miskin, dan menjadikan mereka sebagai ahli-ahli warisnya. Setiap orang, menurut kemampuannya, harus menolong yang miskin, dan sedapatnya berusaha membatasi dirinya sehingga dapat melakukan hal tersebut. Kekayaan dunia diberikan kepada kita, bukan hanya untuk memelihara kehidupan kita di dalam dunia ini, sesuai dengan kedudukan kita di dalamnya, tetapi juga sebagai talenta, yang harus digunakan untuk kemuliaan Guru besar kita di dalam dunia ini, yang telah mengatur, bahwa orang miskin selalu ada bersama kita sebagai pihak penerima.
            (2) Sanggupkah ia melaksanakan tugas pelayanan yang paling sukar dan mahal ini sebagai seorang murid Kristus dan hanya mengandalkan Dia sebagai imbalan di sorga? Ia bertanya kepada Kristus apa lagi yang harus ia lakukan lebih dari yang telah dikerjakannya selama ini untuk memperoleh kehidupan kekal, dan Kristus menguji dia, apakah dia sungguh percaya dan menghargai kehidupan kekal yang dicarinya itu? Apakah ia sungguh-sungguh percaya bahwa terdapat harta sejati di sorga yang cukup untuk menggantikan semua yang ia tinggalkan, atau kehilangan, atau sisihkan, bagi Kristus? Apakah ia bersedia untuk percaya kepada kata-kata Kristus? Dapatkah ia mempercayai Dia untuk semua yang layak diterimanya dan bersedia untuk memikul salibnya sekarang, dengan pengharapan akan mendapat mahkota nanti?
        . Orang muda itu pergi setelah mendengar perkataan Yesus (ay. 22); Ia pergi dengan sedih. Ia merasa menyesal tidak dapat menjadi pengikut Kristus dengan cara yang lebih mudah daripada meninggalkan segalanya untuk mengikuti Dia, bahwa ia tidak dapat memperoleh kehidupan kekal dan sekaligus dapat menjaga harta miliknya yang bersifat sementara itu. Akan tetapi, walaupun tidak dapat memenuhi syarat menjadi seorang murid, ia tidak menunjukkan sifat munafik. Sejujurnya, Ia pergi dengan sedih. Di sini kita dapat melihat kebenaran dalam penyataan bahwa kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon (Mat. 6:24) karena ketika dia berpegang kepada Mamon, sebenarnya dia telah merendahkan Kristus, seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang lebih memilih dunia di hadapan-Nya. Ia berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan di pasar, dan sekarang ia pergi dengan sedih hati dan meninggalkan keinginannya itu, karena ia tidak sanggup membayar harga untuk mendapatkan kehidupan kekal itu. Ada dua kata yang berlaku dalam penawaran, pernyataan saja bukanlah suatu persetujuan. Yang menghancurkan orang muda ini adalah, ia mempunyai harta yang banyak; demikianlah kekayaan orang bodoh menghancurkan mereka, dan orang-orang yang menghabiskan hari-hari mereka dalam kekayaan akan tergoda untuk berkata kepada Allah, "Tinggalkanlah kami!," atau kepada hati mereka, "Tinggalkan Allah!"
    III. Inilah pembicaraan Kristus dengan murid-murid-Nya. Kita terdorong untuk menginginkan Kristus memperhalus perkataan-Nya yang membuat laki-laki muda ini merasa takut untuk mengikuti Dia. Kita juga mungkin tergoda untuk meminta Kristus memberikan penjelasan yang bisa menghilangkan sifat keras dari perkataan-Nya itu. Namun, Ia mengetahui hati manusia. Karena itu, Ia tidak mau membujuk orang muda itu supaya mengikuti Dia hanya karena dia seorang yang kaya dan juga seorang pemimpin. Jadi, kalau ia mau pergi, biarkan ia pergi saja. Kristus tidak akan menghalangi siapa pun untuk melakukan kehendaknya. Karena itu, kita tidak mendapati Kristus memanggilnya kembali, tetapi Dia menggunakan kesempatan ini untuk mengajarkan murid-murid-Nya mengenai dua hal.
        . Keselamatan sulit didapatkan oleh mereka yang hidup dalam kelimpahan di dunia ini. Hanya ada sedikit orang saja yang bersedia meninggalkan kekayaannya, yang dapat diyakinkan untuk meninggalkan segalanya itu demi Kristus, atau membagi-bagikannya untuk berbuat amal.
            (1) Kristus menegaskan hal ini. Ia memandang murid-murid-Nya, karena Ia ingin mereka semua memperhatikan apa yang disampaikan-Nya itu, agar mereka bisa menilai diri mereka sendiri, dan membetulkan kesalahan mereka mengenai hal kekayaan duniawi, yang mungkin sangat dihargai oleh mereka. Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah! (ay. 23). Mereka bergumul dengan banyak cobaan dan berhadapan dengan banyak kesulitan yang tidak terdapat di jalan orang miskin. Kepada murid-murid-Nya Ia langsung menjelaskan perihal masalah ini (ay. 24), dengan menyapa mereka sebagai anak-anak, karena sebagai anak, mereka harus diajar dan diwarisi-Nya dengan hal-hal yang lebih baik daripada yang dipegang erat oleh orang muda yang meninggalkan Kristus itu. Ketika Ia berkata, "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah" Ia memaksudkan bahwa yang sangat berbahaya dari mempunyai kekayaan adalah bahwa orang bisa menaruh kepercayaan mereka kepada kekayaannya itu dan meletakkan keyakinan mereka kepadanya, mengharapkan perlindungan, persediaan, dan perbekalan darinya, hingga mereka berkata kepada emas mereka itu, dan bukannya kepada Allah, Engkaulah pengharapanku (Ayb. 31:24). Mereka yang memiliki penghargaan seperti itu kepada kekayaan dunia tidak akan memberikan penghargaan yang benar kepada Kristus dan anugerah-Nya. Orang yang mempunyai kekayaan yang sangat banyak, tetapi tidak menaruh kepercayaan mereka kepadanya, karena melihat kesemuan dan ketidakmampuan kekayaan itu untuk membuat jiwa mereka bahagia, bisa mengatasi kesulitan ini dan dengan mudah dapat berpisah darinya demi Kristus. Akan tetapi, sebaliknya, orang yang walaupun hanya memiliki sedikit harta saja, tetapi sangat menaruh hati mereka kepada hartanya yang sedikit itu dan meletakkan kebahagiaan mereka di dalamnya, ini juga akan menjauhkan mereka dari Kristus. Ia menguatkan pernyataan ini dengan, Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum dari pada seorang kaya yang percaya kepada kekayaan, atau cenderung melakukannya, untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (ay. 25). Ukuran besar unta dan lubang jarum tampak begitu tidak seimbang (walaupun sebenarnya ketidakseimbangan ini lebih menjelaskan ketidakmungkinan tersebut) sehingga beberapa orang berusaha memberikan penjelasan yang masuk akal mengenai perbandingan ini:
                [1] Beberapa orang membayangkan hal ini berkaitan dengan suatu gerbang atau pintu kecil yang menuju Yerusalem. Gerbang ini umumnya terkenal dengan nama lubang jarum, karena ukurannya yang kecil dan sempit, yang tidak bisa dilewati seekor unta jika bebannya tidak dilepaskan dan dibuat berjalan dengan cara berlutut (Kej. 24:11). Seperti unta-unta tersebut, orang-orang kaya tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga jika ia tidak mau melepaskan beban kekayaan duniawinya, dan merendahkan diri mengikuti berbagai kewajiban rohani yang sederhana, sehingga bisa melewati gerbang yang sempit.
                [2] Yang lain menyarankan bahwa kata yang kita terjemahkan dengan seekor unta kadang-kadang berarti tali tambang, yang walaupun tidak dapat memasuki lobang jarum, masih sangat berhubungan dengannya. Seorang kaya, bila dibandingkan dengan seorang miskin, seperti seutas tali tambang dibandingkan sehelai benang, lebih kuat, tetapi tidak terlalu lentur, dan tidak bisa memasuki lubang jarum, jika tidak diurai-uraikan. Jadi orang kaya tersebut harus dilepaskan dan dipisahkan dari kekayaannya, dan barulah ada harapan baginya, sehingga helai demi helai, ia dapat masuk ke dalam lobang jarum, jika tidak, ia tidak akan berguna, selain hanya untuk berakar-akar di dunia ini.
            (2) Kebenaran ini sangat mengejutkan murid-murid. Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu (ay. 24). Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain, Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan? Mereka tahu pandangan teguh guru-guru Yahudi pada umumnya, bahwa Roh Allah memilih untuk tinggal pada orang-orang kaya. Mereka juga tahu ada banyak janji-janji dalam Perjanjian Lama mengenai hal-hal baik yang bersifat sementara. Mereka juga tahu bahwa semua orang memang kaya atau ingin menjadi kaya dan bahwa mereka yang kaya mempunyai lebih banyak kesempatan untuk berbuat baik. Oleh karena itu, mereka tertegun saat mendengar bahwa sangatlah sulit bagi orang kaya untuk masuk sorga.
            (3) Kristus mendamaikan hati mereka, dengan menunjukkan kemahakuasaan Allah yang dapat menolong bahkan orang kaya sekalipun untuk mengatasi kesulitan yang menghalangi keselamatan mereka (ay. 27). Ia memandang mereka, untuk menarik perhatian mereka, dan berkata, "Bagi manusia hal itu tidak mungkin; orang kaya tidak dapat menggunakan kemampuan atau usaha mereka sendiri untuk mengatasi kesulitan itu, tetapi anugerah Allah dapat melakukannya, karena segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." Jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, bagaimana jadinya dengan orang kaya? Karena itu, bila ada yang masuk sorga nanti, mereka harus memberikan seluruh kemuliaan kepada Allah, yang telah mengerjakan baik keinginan maupun perbuatan baik di dalam mereka.
        . Kemuliaan dalam keselamatan yang akan diterima oleh mereka yang hanya memiliki sedikit kekayaan di dunia ini tetapi mau meninggalkan kepunyaannya itu demi Kristus. Hal ini disinggung Kristus sehubungan dengan perkataan Petrus bahwa dia dan murid-murid yang lain telah meninggalkan segalanya untuk mengikuti Dia, Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau (ay. 28). "Kamu telah melakukan yang baik," kata Kristus, "dan akan terbukti di kemudian hari pada akhirnya bahwa kamu telah melakukan yang baik bagi dirimu sendiri; kamu akan mendapat ganti rugi yang melimpah, dan bukan itu saja, kamu yang sudah meninggalkan segalanya ini, walaupun hanya memiliki sedikit, kamu akan memperoleh lebih banyak melebihi apa yang dapat dimiliki oleh orang seperti anak muda ini, yang tidak bisa meyakinkan dirinya untuk melepaskan segala miliknya itu."
            (1) Kehilangan yang akan dialami dianggap sangat besar. Ia memerincinya:
                [1] Kekayaan duniawi; di sini rumah disebutkan pertama, dan ladang yang terakhir. Jika seseorang meninggalkan rumahnya, yang menjadi tempat tinggalnya, dan ladangnya, yang menjadi sumber penghidupannya, ia membuat dirinya menjadi pengemis dan terlunta-lunta. Cara hidup demikian telah menjadi pilihan orang kudus yang suka hidup menderita; mereka mengucapkan selamat tinggal kepada rumah dan ladang mereka, walaupun begitu nyaman dan menyenangkan, yang didapat melalui warisan orangtua, hanya demi mendapatkan rumah yang dari sorga dan warisan dari orang-orang kudus dalam terang, di mana ada banyak tempat tinggal.
                [2] Kerabat dekat; Bapa dan ibu, istri dan anak-anak, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Di dalam hal-hal ini terdapat kenyamanan hidup, sama banyaknya seperti yang terdapat dalam berkat-berkat lainnya yang bersifat fana atau sementara. Tanpa hal-hal ini dunia tampak bagaikan padang belantara. Tetapi, pada saat kita harus memilih antara meninggalkan saudara-saudara kita ini atau Kristus, kita harus ingat bahwa hubungan kekerabatan kita jaraknya lebih dekat dengan Kristus daripada dengan makhluk ciptaan lainnya. Karena itu kita harus tetap bersama Dia, dengan mengalahkan dunia, dan berkata kepada ayah dan ibu, seperti yang dilakukan Lewi, Aku tidak mengenalmu. Ujian terbesar bagi ketabahan hati seorang yang baik adalah ketika kasihnya kepada Kristus harus bersaing dengan kasih yang sah menurut hukum, yaitu yang merupakan kewajibannya. Mudah bagi seseorang untuk meninggalkan nafsunya demi Kristus, karena dalam dirinya terdapat kuasa untuk melawannya; tetapi untuk meninggalkan bapa, saudara laki-laki, dan istri demi Kristus, yaitu untuk membuang mereka yang ia tahu harus ia kasihi, sangatlah sulit. Dan hal ini harus dilakukannya daripada menyangkal atau menolak Kristus. Jadi betapa besarnya kehilangan yang akan menimpa orang itu. Tetapi ini terjadi untuk Kristus, supaya Ia dimuliakan, dan untuk Injil, supaya disampaikan dan disebarluaskan. Bukan penderitaan, tetapi alasan, yang membuat seseorang menjadi martir. Dan karena itu,
            (2) Keuntungannya akan sangat besar.
                [1] Mereka akan menerima seratus kali lipat saat ini, rumah-rumah, dan saudara-saudara laki-laki, dan saudara-saudara perempuan; bukan dalam bentuk yang sama, tetapi yang seharga dengan itu. Ia akan memiliki penghiburan yang berlimpah saat ia hidup, cukup untuk mengganti semua kehilangannya; hubungannya dengan Kristus, persahabatannya dengan orang-orang kudus, dan haknya atas kehidupan kekal, akan diberikan kepadanya, termasuk saudara-saudara laki-laki, dan saudara-saudara perempuan, dan rumah-rumah, dan semuanya. Dalam pemeliharaan-Nya, Allah memberi Ayub dua kali lipat dari apa yang pernah dimilikinya, tetapi orang-orang Kristen yang menderita akan memperoleh seratus kali lipat dalam penghiburan Roh yang membuat berkat di dunia ini sangat manis. Tetapi perhatikanlah, dalam Injil Markus ini ditambahkan, dengan penganiayaan. Bahkan ketika kita menjadi pemenang-pemenang oleh Kristus, kita harus tetap siap sedia untuk menjadi orang yang menderita bagi Dia, dan kita tidak akan berada di luar jangkauan penganiayaan, sampai kita masuk sorga kelak. Begitulah, penganiayaan tampaknya datang bersama-sama ketika kita menerima berkat kita pada masa sekarang; karena kepadamu diberikan, bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga untuk menderita karena nama-Nya; tetapi ini bukanlah segalanya,
                [2] Mereka akan memperoleh kehidupan kekal dalam dunia yang akan datang. Jika orang sudah menerima seratus kali lipat di dunia ini, dia mungkin tidak akan berharap untuk menerima lebih dari itu lagi. Namun mereka akan menerima hidup yang kekal, yang harganya lebih dari sepuluh ribu kali lipat, sepuluh ribu kali disebut, sebagai ganti dari semua kehilangan yang diderita. Tetapi, karena murid-murid Yesus menuntut terlalu banyak, melebihi apa yang benar-benar telah mereka tinggalkan demi Kristus, maka Ia memberitahukan kepada mereka, bahwa walaupun mereka yang pertama dipanggil, akan ada murid-murid lain lagi yang akan dipanggil setelah mereka, yang akan lebih dipilih daripada mereka, misalnya Rasul Paulus, seorang anak yang lahir terlambat dari waktunya, dan walaupun begitu, telah bekerja lebih keras daripada rasul-rasul yang lain (1Kor. 15:10). Maka yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.


Label:   Markus 10:17-31 











NEXT:
Khotbah HKBP Senin, 12 Oktober 2015 Ibrani 12:15


PREV:
Khotbah HKBP Sabtu, 10 Oktober 2015 Lukas 18:7


All Garis Besar:
All Khotbah HKBP
(32)
1 Korintus 12:6 (1)
1 Korintus 4:5 (1)
1 Petrus 1:3 (1)
1 Petrus 5:10 (1)
1 Raja-raja 8:29 (1)
1 Samuel 14:6 (1)
1 Samuel 16:7b (1)
1 Samuel 2:1-10 (1)
1 Tesalonika 4:17-18 (1)
1 Tesalonika 5:17 (1)
1 Tesalonika 5:18 (1)
1 Timotius 4:12 (1)
1 Timotius 4:16 (1)
1 Yohanes 1:3 (1)
2 Kor 12:2-10 (1)
2 Kor 4:13-5:1 (1)
2 Kor 5:6-10 (1)
2 Raja-Raja 5:17 (1)
2 Samuel 15:26 (1)
2 Tawarikh 18:4 (1)
2 Tes 3:16 (1)
2 Timotius 4:17 (1)
Amsal 16:33 (1)
Amsal 20:9 (1)
Amsal 4:7 (1)
Bilangan 14:19 (1)
Efesus 2:14 (1)
Efesus 4:1-16 (1)
Efesus 5:19 (1)
Efesus 6:13 (1)
Epesus 3:14-21 (1)
Filipi 1:6 (1)
Filipi 2:27 (1)
Filipi 4:19 (1)
Filipi 4:5 (1)
Galatia 4:14 (1)
Galatia 5:13 (1)
Ibrani 12:15 (1)
Ibrani 13:7 (1)
Kejadian 12:4 (1)
Kejadian 16:13 (1)
Kejadian 24:7 (1)
Kis 10:44-48 (1)
Kis 1:1-11 (1)
Kis 2:1-21 (1)
Kisah Para Rasul 10:28 (1)
Kisah Para Rasul 17:27 (1)
Kisah Para Rasul 4:5-12 (1)
Kisah Para Rasul 6:1-15 (1)
Kisah Para Rasul 8:26-40 (1)
Kisah Para Rasul 9:3-4 (1)
Kisah Rasul 11:23 (1)
Kolose 1:12 (1)
Kolose 3:17 (1)
Kor 8:7-15 (1)
Lukas 15:20b (1)
Lukas 18:7 (1)
Lukas 19:2-3 (1)
Lukas 1:30 (1)
Lukas 1:39-45 (1)
Lukas 1:51-52 (1)
Lukas 1:68 (1)
Lukas 21:25-36 (1)
Lukas 3:1-6 (1)
Lukas 3:7-18 (1)
Mark 10:2-16 (1)
Mark 12:28-34 (1)
Mark 6:14-29 (1)
Markus 10:17-31 (1)
Markus 10:35-45 (1)
Markus 10:46-52 (1)
Markus 13:1-8 (1)
Markus 4:38 (1)
Markus 5:36 (1)
Markus 6:30-34, 53-56 (1)
Markus 9:38-50 (1)
Matius 10:30-31 (1)
Matius 14:19-20 (1)
Matius 25:31-32 (1)
Matius 25:35-36 (1)
Matius 5:11 (1)
Matius 5:16 (1)
Matius 5:45 (1)
Matius 5:9 (2)
Matius 6:13 (1)
Mazmur 100:2 (1)
Mazmur 102:25 (1)
Mazmur 118:25 (1)
Mazmur 119:2 (1)
Mazmur 121:5-6 (1)
Mazmur 135:14 (1)
Mazmur 139:5 (1)
Mazmur 147:3 (1)
Mazmur 148:7,12 (1)
Mazmur 14:3 (1)
Mazmur 17:7 (1)
Mazmur 25:12 (1)
Mazmur 25:5 (1)
Mazmur 33:11 (1)
Mazmur 34:8 (1)
Mazmur 89:16-27 (1)
Mazmur 97:10 (1)
Ratapan 3:25 (2)
Roma 10:14 (1)
Roma 11:33 (1)
Roma 12:2 (1)
Roma 5:20 (1)
Roma 5:3-4 (1)
Roma 7:24-25 (1)
Roma 8:8 (1)
Ulangan 11:7 (1)
Ulangan 18:10,12 (1)
Ulangan 28:1a,6 (1)
Ulangan 6:1-2 (1)
Ulangan 6:6-7 (1)
Wahyu 11:15 (1)
Wahyu 16:7 (1)
Wahyu 21:6 (1)
Wahyu 3:8 (1)
Yakobus 1:19 (1)
Yakobus 5:13 (1)
Yakobus 5:8 (1)
Yehezkiel 11:19 (1)
Yehezkiel 34:2 (1)
Yehezkiel 37:14 (1)
Yehezkiel 37:26 (1)
Yeremia 10:6 (1)
Yeremia 29:13-14 (1)
Yeremia 2:27 (1)
Yeremia 31:8 (1)
Yeremia 32:19 (1)
Yeremia 9:23-24 (1)
Yesaya 2:11 (1)
Yesaya 40:29 (1)
Yesaya 45:15 (1)
Yesaya 52:10 (1)
Yesaya 53:11 (1)
Yesaya 53:5 (1)
Yesaya 54:8 (1)
Yesaya 66:2 (1)
Yesaya 9:1-6 (1)
Yoel 2:13 (1)
Yohanes 14:6 (1)
Yohanes 15:14 (1)
Yohanes 18:33-37 (1)
Yohanes 1:1-14 (1)
Yohanes 3:13-17 (1)
Yohanes 3:14 (1)
Yohanes 6:25, 41-51 (1)
Yohanes 6:37 (1)
Yohanes 6:51-58 (1)
Yohanes 6:56-69 (2)
Yohanes 8:12-19 (1)
Yosua 24:24 (1)
Yosus 24:14 (1)
Yunus 2:8 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Senin, 12 Oktober 2015 Ibrani 12:15


PREV:
Khotbah HKBP Sabtu, 10 Oktober 2015 Lukas 18:7

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de