f Khotbah HKBP Sabtu, 26 Maret 2016 - Yesus dikuburkan - Matius 27:57-66 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 6452 kali

Download MP3 Music
Holy Saturday
Sabtu, 26 Maret 2016
Job 14:1-14 or Lamentations 3:1-9, 19-24
Psalm 31:1-4, 15-16
1 Peter 4:1-8
Matius 27:57-66 or John 19:38-42
Matius 27:57-66
Konteks
Yesus dikuburkan
27:57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. 27:58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. 27:59 Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, 27:60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. 27:61 Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.
Kubur Yesus dijaga
27:62 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, 27:63 dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. 27:64 Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." 27:65 Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya." 27:66 Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.


Penjelasan:
* Kristus Dikuburkan (27:57-66)

    Di sini diceritakan mengenai penguburan Kristus, bagaimana Ia dikuburkan dan bagaimana keadaan pada saat itu. Mengenai hal-hal ini kita mendapati:

        . Kebaikan hati dan maksud baik para sahabat-Nya yang membaringkan Dia di dalam kubur.
        . Kedengkian dan maksud jahat para musuh-Nya yang sangat menginginkan Dia untuk tetap ada di dalam kubur itu.
    I. Para sahabat Yesus mengadakan penguburan yang layak bagi-Nya.

    Perhatikan:

        . Secara umum, Yesus Kristus dikuburkan. Saat jiwa-Nya yang mulia itu pergi ke Firdaus, tubuh-Nya yang terberkati itu ditempatkan di dalam kuburan. Supaya Dia menggenapi tanda Nabi Yunus, dan nubuat Yesaya, orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik. Jadi, dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, hanya saja Ia tidak berbuat dosa, dan seperti juga kita, Dia harus kembali menjadi debu. Dia dikuburkan supaya kematian-Nya benar-benar dapat dipastikan, sehingga kebangkitan-Nya jadi lebih bersinar. Pilatus tidak mau memerintahkan mayat-Nya untuk dikuburkan sampai ia benar-benar yakin bahwa Yesus telah mati. Saat mayat kedua saksi itu tergeletak dan tidak dikuburkan, masih ada secercah harapan untuk mereka (Why. 11:8), akan tetapi Kristus, Sang Saksi Agung, adalah seorang yang merdeka di antara orang mati, seperti korban pembantaian yang terbaring di kubur. Dia dikuburkan, supaya Dia dapat menghapus kengerian alam kubur, dan menjadikannya lebih mudah untuk kita tanggung, juga supaya Dia dapat menghangatkan serta mengharumkan tempat peristirahatan yang dulu dingin dan berbau busuk itu, sehingga kita dapat dikuburkan bersama-sama dengan Dia.
        . Berbagai keadaan khusus pada waktu penguburan-Nya.
            (1) Waktu penguburan-Nya, yaitu sore menjelang malam, sore yang sama pada hari Dia mati, sebelum matahari terbenam, seperti kebiasaan dalam menguburkan para penjahat. Penguburan-Nya tidak ditunda sampai keesokan harinya, karena waktunya bertepatan dengan hari Sabat, dan tidak layak menguburkan orang mati di hari Sabat, yang merupakan hari peristirahatan dan juga hari perayaan.
            (2) Orang yang mengurusi penguburan-Nya adalah Yusuf dari Arimatea. Semua rasul-Nya telah kabur, dan tidak ada seorang pun yang menampakkan diri untuk menunjukkan penghormatan kepada Guru mereka, seperti yang ditunjukkan para murid Yohanes Pembaptis setelah kepalanya dipenggal, waktu mereka mengambil mayatnya dan menguburkannya (14:12). Para wanita yang mengikuti Dia juga tidak berani mengambil langkah untuk melakukan-Nya. Lalu, Allah pun menggerakkan orang baik ini untuk melakukan penguburan itu, sebab apa pun pekerjaan yang ingin Allah lakukan, Dia pasti akan menemukan alat untuk melakukannya. Yusuf adalah orang yang tepat, sebab:
                [1] Sebagai seorang yang kaya, dia memiliki segala sesuatu yang diperlukan untuk melakukan itu. Kebanyakan murid Kristus adalah orang-orang miskin, yang cocok untuk berkeliling negeri dan memberitakan Injil. Tetapi di sini ada seorang yang kaya, siap untuk dipakai Allah untuk melakukan tugas yang membutuhkan seseorang yang berkelimpahan harta. Perhatikan, kekayaan duniawi, meskipun bagi banyak orang merupakan halangan dalam beragama, sebenarnya dapat juga menjadi sebuah keuntungan dan kesempatan untuk melayani Kristus. Jadi, baiklah bagi orang yang memiliki harta untuk juga memiliki hati untuk memakainya bagi kemuliaan Allah.
                [2] Yusuf sangat mengasihi Tuhan Yesus, karena dia sendiri juga adalah murid-Nya, yang percaya kepada-Nya, sekalipun dia tidak secara terang-terangan mengakui imannya itu. Perhatikan, Kristus memiliki banyak murid yang mengikuti-Nya secara sembunyi-sembunyi, lebih dari yang kita sadari, bahkan ada tujuh ribu jumlahnya di antara orang Israel (Rm. 11:4).
            (3) Izin dari Pilatus untuk menyerahkan mayat itu (ay. 58). Yusuf pergi menghadap Pilatus, yaitu orang yang tepat untuk dimintai izin mengenai hal ini, karena Pilatuslah yang memiliki hak pengurusan atas mayat Yesus. Dalam segala hal di mana kuasa pembesar hukum terkait, rasa hormat harus ditunjukkan untuk kekuasaan mereka, serta tidak diperkenankan untuk melanggar wewenang mereka. Hal baik apa pun yang kita perbuat, hendaklah dilakukan dengan damai, dan jangan menimbulkan kekacauan. Pilatus berkenan untuk memberikan mayat Yesus kepada seseorang yang akan menguburkan-Nya dengan layak, untuk menebus rasa bersalah yang mendera hati nuraninya sendiri karena telah menghukum orang yang tidak bersalah. Kemuliaan bagi Kristus dinyatakan dalam permintaan Yusuf akan mayat Kristus dan pengabulan yang diberikan oleh Pilatus, dan hal ini juga merupakan sebuah kesaksian mengenai integritas atau ketulusan Kristus.
            (4) Mayat Yesus dikafani dengan kain lenan yang putih bersih (ay. 59). Sekalipun dia adalah seorang ahli hukum yang terhormat, Yusuf sendiri pergi mengambil mayat itu, bahkan sepertinya dengan tangannya sendiri, dan menurunkan-Nya dari kayu salib yang hina dan terkutuk itu (Kis. 13:29). Di mana ada kasih sejati bagi Kristus, tidak ada sesuatu pun yang dianggap terlalu rendah untuk dilakukan bagi Dia. Setelah mengambil mayat-Nya, Yusuf mengafani tubuh Yesus dengan kain lenan yang putih bersih, sebab begitulah kebiasaan umum pada waktu itu, dan Yusuf juga melakukannya. Perhatikan, mayat orang benar harus diurusi dengan baik, karena mereka akan menerima kemuliaan di hari kebangkitan, dan kita harus menyatakan kepercayaan kita mengenai hal ini dengan membungkus mayat mereka sebaik mungkin, yang sudah ditetapkan untuk menempati tempat yang lebih baik. Perbuatan manusiawi yang lumrah seperti ini, jika dilakukan sesuai dengan kesalehan budi pekerti, dapat diterima sebagai sebuah tindakan Kekristenan yang baik.
            (5) Mayat Kristus dibaringkan di dalam kubur (ay. 60). Di sini tidak didapati upacara besar yang khidmat sebagaimana yang sering dilaksanakan saat para pembesar di dunia ini dibawa ke kuburan, dan jirat mereka dirawat orang (Ayb. 21:32). Penguburan dengan cara yang sederhana memang paling sesuai bagi Dia yang Kerajaan-Nya datang secara tidak terlihat.
                [1] Dia dibaringkan dalam kuburan yang dipinjam dari orang lain, yaitu di tempat penguburan milik Yusuf. Dia tidak pernah memiliki rumah sendiri untuk membaringkan kepala-Nya semasa hidup-Nya, dan begitu pula, ketika mati, Dia tidak memiliki kuburan-Nya sendiri untuk membaringkan mayat-Nya. Inilah contoh kemiskinan-Nya. Akan tetapi, dalam hal ini mungkin tersimpan sebuah misteri. Kuburan adalah peninggalan khusus dari seorang pendosa (Ayb. 24:19). Tidak ada apa pun yang dapat kita sebut sebagai milik kita sendiri kecuali dosa dan kuburan kita. Ia kembali ke tanah (Mzm. 146:4). Saat kita pergi ke alam kubur, kita pergi ke tempat kita sendiri. Tetapi Tuhan kita Yesus, yang tidak pernah melakukan dosa apa pun, juga tidak memiliki kubur-Nya sendiri. Dia mati karena dosa yang dilimpahkan kepada-Nya, sehingga pantaslah jika Ia pun dikuburkan dalam kubur yang dipinjam dari orang lain. Orang-orang Yahudi merancangkan supaya kuburnya ditempatkan di antara orang-orang fasik, supaya Dia dikuburkan bersama-sama dengan kedua penyamun yang disalibkan bersama-Nya, tetapi Allah menempatkan-Nya sedemikian rupa sehingga dalam matinya ia ada di antara orang-orang kaya (Yes. 53:9, KJV). (TB: "Dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat" -- pen.).
                [2] Dia dibaringkan di sebuah kubur yang baru, yang mungkin dibuat Yusuf untuk dirinya sendiri kelak. Bagaimanapun juga, bukanlah sesuatu yang merugikan untuk membaringkan Dia di sana, sebab Dia akan dibangkitkan dengan segera, malah justru hal itu sangat menguntungkan, sebab dengan membaringkan Dia di sana, sifat kubur itu kini telah diubahkan dan kubur itu dijadikan baru, diubah menjadi tempat pembaringan yang tenang, bahkan yang harum baunya, yang diperuntukkan bagi semua orang kudus.
                [3] Dalam sebuah kubur yang digali di dalam bukit batu.

                Tanah di sekeliling Yerusalem memang pada umumnya berbatu-batu. Kubur Sebna juga digali di dalam bukit batu (Yes. 22:16). Allah menghendaki kubur Kristus ada di dalam bukit batu yang kokoh, sehingga tidak ada alasan apa pun yang bisa dikarang untuk merasa curiga bahwa para murid-Nya memiliki jalan masuk ke dalam kubur tersebut melalui jalan bawah tanah, atau mendobrak dinding belakang kubur itu, untuk mencuri mayat-Nya. Jadi, memang tidak ada jalan masuk ke dalam kubur itu, selain melalui pintu depan yang dijaga dengan ketat.

                [4] Sebuah batu besar digulingkan ke pintu kubur itu. Hal ini juga sesuai dengan kebiasaan orang Yahudi dalam mengubur orang mati, seperti yang tampak dari uraian mengenai kuburan Lazarus (Yoh. 11:38), yang menunjukkan bahwa mereka yang telah mati menjadi terpisah dan direnggut dari segala yang hidup. Seandainya saja kuburan itu adalah sebuah penjara, maka kini pintunya telah dikunci dan digembok. Bagi orang Yahudi, penggulingan batu besar ke pintu kubur itu sama seperti menutupi lubang kubur bagi kita, karena hal itu melengkapi keseluruhan proses penguburan. Setelah menempatkan tubuh kudus Yesus di dalam kuburan, yaitu rumah yang ditetapkan untuk segala yang hidup, dengan penuh keheningan dan kesedihan, mereka pun kemudian pergi dari situ tanpa mengadakan upacara lainnya. Saat seperti itu merupakan situasi yang paling mengharukan dalam pemakaman teman-teman seiman kita, yaitu saat kita telah selesai membaringkan mereka dalam kubur yang gelap dan sunyi, lalu kita pun harus pulang dan meninggalkan mereka sendirian di sana. Tetapi, aduh, sesungguhnya, bukanlah kita yang pulang dan meninggalkan mereka, melainkan merekalah yang pulang ke tempat tinggal yang lebih baik dan meninggalkan kita di sini.
            (6) Rombongan orang yang menghadiri pemakaman itu, yaitu hanya segelintir orang biasa. Tidak ada kerabat yang mengiringi jenazah untuk turut berkabung, tidak ada upacara-upacara formal untuk membuat suasana lebih khidmat, melainkan hanya ada sekelompok wanita tulus yang benar-benar berdukacita, yaitu Maria Magdalena dan Maria yang lain (ay. 56). Sebagaimana mereka telah menemani Dia di dekat salib, mereka juga tetap mengikuti Dia sampai ke kubur-Nya. Mereka duduk di depan kubur itu, seakan-akan sedang mencoba menghapus kesedihan yang mereka rasakan. Mereka ada di sana bukan untuk menonton apa yang dilakukan orang untuk mengubur Dia, tetapi untuk mengosongkan sungai air mata mereka. Perhatikan, kasih sejati terhadap Kristus akan memampukan kita untuk tetap setia dalam mengikuti-Nya, sampai ke ujung dunia. Maut tidak dapat memadamkan nyala api Tuhan (Kid. 8:6-7).
    II. Para musuh-Nya berupaya sedapat mungkin untuk mencegah kebangkitan-Nya. Mereka melakukan hal itu pada keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan (ay. 62). Hari itu merupakan hari ketujuh dalam seminggu, yaitu hari Sabat orang Yahudi, namun tidak secara langsung disebutkan demikian, melainkan digambarkan dengan beberapa kata lain, sebab hal ini tidak lama lagi akan menyiapkan jalan bagi hari Sabat orang Kristen, yang dimulai satu hari sesudahnya.
        . Sepanjang hari itu, Kristus terbaring mati di dalam kubur. Setelah enam hari bekerja dan melakukan segala pekerjaan-Nya, maka pada hari ketujuh Ia pun berhenti untuk beristirahat.
        . Pada hari itu, imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus untuk membicarakan tentang pengamanan kubur Yesus, padahal saat itu seharusnya mereka sedang beribadah untuk memohon pengampunan bagi dosa-dosa yang mereka lakukan selama seminggu sebelumnya. Dengan demikian mereka menambah pemberontakan dosa mereka. Mereka yang dulu begitu sering berdebat dengan Kristus mengenai perbuatan belas kasihan besar yang dilakukan pada hari Sabat, kini malah sibuk melakukan perbuatan kedengkian besar di hari yang sama.

        Perhatikan di sini:

            (1) Apa yang mereka katakan kepada Pilatus. Mereka kesal karena mayat Yesus diserahkan kepada seseorang yang bersedia menguburkan-Nya secara layak. Tetapi, karena hal itu sudah terlanjur terjadi, maka mereka menghendaki supaya kubur itu dijaga ketat.
                [1] Alasan yang mereka kemukakan adalah bahwa, si penyesat itu (begitulah mereka memanggil Dia yang adalah kebenaran itu sendiri) berkata, "Sesudah tiga hari Aku akan bangkit." Dia telah berkata demikian, dan para murid-Nya mengingat perkataan itu untuk meneguhkan iman mereka, tetapi para penganiaya-Nya mengingat itu untuk menghasut orang lain karena kebencian dan kedengkian mereka terhadap-Nya. Jadi, firman Kristus yang sama dapat menyelamatkan hidup seseorang, tetapi juga dapat mendatangkan maut bagi orang lainnya. Lihatlah bagaimana mereka menjilat Pilatus dengan memanggilnya Tuan, sedangkan mereka menghina Kristus dengan menyebut-Nya si penyesat. Demikianlah para pemfitnah orang benar biasanya juga suka menjilat orang besar.
                [2] Kedengkian mereka terus berlanjut. Jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati.
                    Pertama, hal tersebut menunjukkan apa yang mereka amat takutkan, yaitu kebangkitan-Nya. Sesuatu yang merupakan kehormatan terbesar Kristus serta sukacita bagi umat-Nya adalah kegentaran besar yang dialami para musuh-Nya. Yang membuat Yusuf dibenci saudara-saudaranya adalah ramalan mengenai kejayaanya yang akan membuat dia berkuasa atas mereka (Kej. 37:8), sehingga apa yang mereka upayakan adalah segala hal untuk mencegah hal itu terjadi. "Ayo," kata mereka, "marilah kita bunuh dia dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu." Begitulah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi itu berusaha mematikan nubuat mengenai kebangkitan Kristus dengan berkata seperti yang dikatakan musuh-musuh Daud terhadapnya (Mzm. 41:9), sekali ia berbaring, ia takkan bangun-bangun lagi. Jika Ia bangkit, maka segala tindakan yang telah mereka lakukan itu akan menjadi sia-sia. Perhatikan, musuh-musuh Kristus masih tetap takut kehilangan sesuatu yang bahkan telah mereka dapatkan. Mungkin para imam merasa terkejut melihat bagaimana Yusuf dan Nikodemus, dua penasihat yang terhormat, begitu menaruh hormat pada mayat Kristus sehingga mereka menganggap hal tersebut sebagai gelagat yang kurang baik. Mereka juga tidak bisa melupakan bagaimana Kristus membangkitkan Lazarus dari antara orang mati, yang membuat mereka begitu tercengang.
                    Kedua, mereka sangat takut kalau murid-murid-Nya akan datang pada malam hari untuk mencuri Dia, yang sesungguhnya merupakan hal yang sungguh tidak mungkin dilakukan, sebab:
                        . Mana mungkin kematian-Nya itu bisa membangkitkan keberanian dalam diri murid-murid-Nya yang pengecut itu untuk menculik mayat-Nya, sedangkan semasa Dia masih hidup saja, mereka tidak berani mengakui Dia.
                        . Apa yang bisa mereka janjikan bagi diri mereka sendiri dengan mencuri mayatnya dan membuat semua orang percaya bahwa Dia telah bangkit? Bukankah mereka akan melempar semua kesalahan kepada-Nya jika seandainya Dia tidak pernah bangkit? Karena kalau seandainya Dia tidak pernah bangkit, maka hal itu akan membuktikan diri-Nya sebagai seorang pendusta, dan murid-muridlah, yang telah menyerahkan segalanya untuk mengikuti Dia dan mengharapkan imbalan di dunia yang lain, yang akan menanggung semua akibatnya. Keuntungan apa yang akan diperoleh jika mereka menipu diri mereka sendiri dengan mencuri mayat-Nya dan mengatakan, "Dia telah bangkit?" Sebab jika Dia tidak bangkit, sia-sialah iman mereka, dan mereka akan menjadi orang-orang yang paling malang di antara segala manusia. Imam-imam kepala memahami bahwa jika pengajaran mengenai kebangkitan Kristus disebarkan dan dipercayai, maka penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama, yang artinya, kita semua akan hancur dan celaka. Mereka menganggap selama ini mereka sudah melakukan kesalahan dengan begitu lama membiarkan Dia mengajar dan membuat mujizat-mujizat, dan kekeliruan itu telah mereka perbaiki dengan membunuh-Nya. Namun jika orang terbujuk untuk mempercayai kebangkitan-Nya, hal itu akan menghancurkan kembali semua yang telah mereka usahakan, sehingga pamor-Nya akan naik lagi, sedangkan pamor mereka yang telah membunuh-Nya dengan kejam harus tenggelam. Perhatikan, mereka yang menentang Kristus dan Kerajaan-Nya, bukan saja akan menyaksikan segala upaya mereka dipatahkan, tetapi juga akan sangat direndahkan dan dipermalukan. Kekeliruan mereka selalu bertambah buruk, dan yang terakhir malah akan menjadi yang paling buruk (Mzm. 2:4-5).
                [3] Dengan pertimbangan, mereka pun akhirnya meminta supaya kubur itu dijaga sampai pada hari ketiga. Perintahkanlah untuk menjaga kubur itu. Pilatus harus tetap menjadi antek mereka, yang kekuasaan sipil dan militernya harus dimanfaatkan untuk melayani kedengkian mereka. Seharusnya tawanan yang telah mati tidak perlu dijaga lagi, sebab kubur itu sendiri akan menjamin bahwa dia tidak akan lepas lagi. Tetapi, hal apa yang tidak akan ditakuti mereka yang sadar bahwa mereka telah bersalah dan tidak berdaya karena telah menentang Allah serta orang yang telah diurapi-Nya?
            (2) Jawaban Pilatus terhadap nasihat dan permintaan mereka (ay. 65), Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya. Dia bersedia mengabulkan permintaan teman-teman Kristus untuk mengambil mayat-Nya, dan juga permintaan musuh-musuh-Nya untuk menjaga kubur-Nya, sebab dia selalu ingin menyenangkan semua pihak. Padahal, mungkin saja diam-diam dia menertawakan mereka semua karena begitu ricuh mempertentangkan seseorang yang sudah mati. Mungkin ia geli melihat yang satu penuh dengan pengharapan tertentu dan yang lainnya penuh dengan rasa takut. Ini penjaga-penjaga bagimu, yaitu penjaga-penjaga yang ditempatkan di menara Antonia. Hal itu berarti, mereka dapat menyuruh sebanyak mungkin penjaga yang mereka inginkan untuk tujuan itu. Namun, Pilatus menyerahkan seluruh urusan itu sepenuhnya kepada mereka, seakan-akan merasa malu jika diketahui umum bahwa dia terlibat dalam hal semacam itu. Menurut saya sendiri, kalimat jagalah kubur itu sebaik-baiknya, terlihat seperti ejekan, baik terhadap:
                [1] Ketakutan mereka, "Pastikanlah penjagaan yang ketat terhadap seseorang yang sudah mati," maupun terhadap
                [2] Harapan mereka; "Lakukan apa saja, cobalah dengan seluruh akal dan tenagamu, tetapi jika Dia benar adalah Tuhan, Dia tetap akan bangkit, walaupun kamu semua menjaga kubur-Nya dengan banyak penjaga." Saya cenderung berpikir bahwa saat itu pastilah Pilatus telah berbicara dengan kepala pasukan, yaitu bawahannya sendiri, menanyakan bagaimana orang benar yang terpaksa telah dia hukum itu mati, dan bahwa si kepala pasukan itu pasti menceritakan kejadian yang membuat dia berkesimpulan bahwa sungguh, Ia itu adalah anak Allah. Dan tentu saja Pilatus akan lebih mempercayai dia daripada ribuan imam kepala yang iri hati dan menyebut-Nya sebagai si penyesat. Jika benar demikian, tidak mengherankan kalau diam-diam dia menertawakan rencana mereka untuk mengamankan kubur-Nya yang baru saja membelah gunung-gunung batu dan mengguncangkan bumi. Mengenai Pilatus, sejarawan Tertullion berkata, "Ipse jam pro suā conscientiā Christianus -- Sebenarnya ia memiliki hati nurani seorang Kristen," dan mungkin saja pada waktu itu dia benar-benar telah diyakinkan melalui laporan si kepala pasukan, namun tidak sampai terbujuk untuk menjadi seorang Kristen sejati seperti Raja Agripa atau Feliks.
            (3) Bagaimana mereka mengamankan kubur itu dengan saksama (ay. 66). Mereka memeterai kubur itu, mungkin dengan meterai agung Mahkamah Agama (Sanhedrin) yang biasanya mereka pakai untuk menyatakan wewenang mereka, sebab siapakah yang dapat mematahkan meterai umum? Tetapi, untuk berjaga-jaga seandainya meterai itu kurang mempan, mereka juga menempatkan para penjaga supaya para murid Kristus tidak dapat datang untuk mencuri Dia, dan juga, jika mungkin, untuk mencegah Dia keluar dari kubur-Nya. Setidaknya, begitulah maksud mereka. Namun, Allah merancangkan sesuatu yang baik dari rencana mereka itu, sehingga para penjaga yang ditempatkan untuk menghalangi kebangkitan-Nya, dengan demikian memiliki kesempatan untuk menyaksikan kebangkitan-Nya itu, dan mereka memang benar-benar menyaksikannya, lalu melaporkan segala apa yang telah mereka lihat kepada para imam kepala, dan dengan begitu perbuatan mereka semakin tidak termaafkan. Demikianlah segala kuasa di bumi dan neraka bergabung untuk menjaga Kristus tetap menjadi seorang tawanan, tetapi semuanya sia-sia bila saat-Nya telah tiba. Maut dan semua pengikutnya, tidak dapat lagi mencengkeram Dia, dan tidak lagi berkuasa atas-Nya. Menjaga kubur-Nya dari tindakan para murid-Nya yang lemah itu adalah sebuah tindakan bodoh yang tidak perlu. Lebih dari itu, menjaganya dari kuasa Allah juga merupakan suatu kebodohan, karena hal itu tidak akan membawa hasil dan tidak ada gunanya. Meski begitu, mereka tetap berpikir bahwa mereka telah bertindak bijaksana.

Label:   Matius 27:57-66 











NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 27 Maret 2016 - Kebangkitan Yesus - Yohanes 20:1-18


PREV:
Khotbah HKBP Rabu, 23 Maret 2016 - Yesus memperingatkan Yudas - Yohanes 13:21-32


All Garis Besar:
All Khotbah HKBP 2016
(12)
1 Timotius 6:6-19 (1)
2 Timotius 1:1-14 (1)
2 Timotius 2:8-15 (1)
Filipi 4:4-9 (1)
Ibrani 11:29--12:2 (1)
Kejadian 15:1-6 (1)
Kejadian 32:22-31 (1)
Lukas 10:1-11 (1)
Lukas 10:25-37 (1)
Lukas 11:1-13 (1)
Lukas 13:10-17 (1)
Lukas 14:1, 7-14 (1)
Lukas 14:25-33 (1)
Lukas 15:1-10 (1)
Lukas 16:1-13 (1)
Lukas 19:28-40 (1)
Lukas 2:22-40 (1)
Lukas 3:15-17 (1)
Lukas 3:15-22 (1)
Lukas 4:14-21 (2)
Lukas 4:21-30 (2)
Lukas 8:26-39 (1)
Lukas 9:28-36 (1)
Matius 27:57-66 (1)
Matius 6:1-21 (1)
Roma 15:4-13 (1)
Roma 1:1-7 (1)
Yesaya 1:10-18 (1)
Yesaya 35:1-10 (1)
Yohanes 12:1-11 (1)
Yohanes 12:1-8 (1)
Yohanes 12:20-36 (1)
Yohanes 13:21-32 (1)
Yohanes 20:1-18 (2)
Yohanes 2:1-11 (2)
Yohanes 3:13-17 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 27 Maret 2016 - Kebangkitan Yesus - Yohanes 20:1-18


PREV:
Khotbah HKBP Rabu, 23 Maret 2016 - Yesus memperingatkan Yudas - Yohanes 13:21-32

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de