f Khotbah HKBP Minggu, 20 Nopember 2016 - Kolose 1:11-20 - Minggu Ujung Taon Pahuriaon - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 4452 kali

Download MP3 Music
Kolose 1:11-20
1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, 1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. 1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
Keutamaan Kristus
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.


Penjelasan:
* Kol 1:11 - dikuatkan ... kekuatan ... kuasa // tekun,
Untuk menekankan sebuah konsep, sang rasul memakai cara pengulangan: dikuatkan ... kekuatan ... kuasa. Yang bekerja di dalam diri orang Kristen tidak kurang daripada kuasa Allah yang Mahakuasa itu sendiri, sekarang ini bukan untuk meninggikan, tetapi untuk menjadi tekun, tabah dan ulet. Para filsuf Stoa juga mengajarkan kebajikan-kebajikan ini, tetapi mereka memadukan semua itu dengan sikap acuh tak acuh yang mutlak. Yang dimaksudkan oleh Paulus ialah penantian dengan penuh harapan dan penderitaan yang penuh sukacita. Ini merupakan ciri khas Kristen! Sukacita yang tidak berakar di tanah penderitaan adalah dangkal (C. F. D. Moule, The Epistles of Paul the Apostle to the Colossians and to Philemon).

* Kol 1:12-14 - melayakkan // untuk mendapat bagian, // Terang // kegelapan // terang, // kegelapan // kerajaan // penebusan
Kuasa Allah melayakkan kita untuk mendapat bagian, maksudnya, memberi, kuasa kepada kita dan menjadikan kita layak. Terang dan kegelapan merupakan istilah-istilah teologis yang umum dipakai di kalangan keagamaan dan paling akhir dijumpai juga dalam Gulungan Naskah Laut Mati. Di sini Paulus rupanya membedakan kenyataan atau alam zaman baru - terang, dengan kenyataan zaman sekarang, lingkungan atau kuasa (exousia) jahat yakni kegelapan. Di bagian lain, lingkungan jahat ini disamakan dengan kuasa Iblis (bdg. 2:15; Luk. 22:53; Kis. 26:18; Ef. 2:2).

Ayat-ayat yang mengemukakan kelepasan pada waktu yang lalu dan pemindahan ke dalam kerajaan Kristus serta penebusan yang sudah dimiliki orang Kristen saat ini merupakan ciri-ciri khas dari "eskatologi yang sudah direalisasikan," yaitu, bahwa zaman baru sudah datang dengan kebangkitan Kristus dan bahwa orang-orang Kristen memasukinya ketika bertobat. Hubungan di antara kerajaan yang sudah direalisasikan dengan kerajaan yang masih akan datang telah menimbulkan perdebatan panjang dan menghasilkan adanya berbagai pandangan. Apakah keduanya merupakan konsep terpisah yang mencerminkan tahap-tahap perkembangan di dalam pemikiran para penulis Perjanjian Baru? Karena pada dasarnya hampir semua lapisan penulisan Perjanjian Baru mengandung kedua konsep ini, solusi tersebut di atas tampaknya dipaksakan. Apakah aspek sekarang dari kerajaan ini merupakan sebagian dari perwujudan kerajaan yang akan datang? Paulus tampaknya beranggapan bahwa orang-orang Kristen sepenuhnya berada di dalam suasana zaman. baru melalui kedudukan bersama mereka di dalam Kristus, yang diwujudkan di dalam diri perseorangan oleh Roh Kudus; sekalipun, begitu suasana zaman baru tersebut baru akan terwujud sepenuhnya secara pribadi hanya ketika parusia, yakni kedatangan kembali Kristus (lih. Pendahuluan).
Di dalam Gnostik yang belakangan, diadakan perbedaan antara pengampunan sebagai tahap awal, dan penebusan sebagai lolosnya jiwa ke alam baka. Di sini Paulus berbicara tentang penebusan yang menghasilkan pengampunan dosa-dosa. (Lih. Leon Morris, The Apostolic Preaching of the Cross, hlm. 43).

* Kristus Sebagai Tuhan (1:15-19)
Berbagai pernyataan di dalam bagian ini mengandung aspek mengejutkan, yaitu pembahasannya tentang seorang Yahudi muda yang dihukum sebagai penjahat baru tiga puluh tahun yang lalu. Yesus dilukiskan dengan bahasa yang mengingatkan kita akan hikmat ilahi dalam Perjanjian Lama (bdg. Ams. 8:22-30; Mzm. 33:6), dalam tulisan-tulisan masa intertestamental, dan dalam nas-nas Perjanjian Baru yang sejenis (bdg. Yoh. 1:1; I Kor. 1:30; Ibr. 1:1 dst). Di sini Yesus bukan hanya menengahi ciptaan tetapi merupakan pujian dari seluruh tatanan ciptaan. Kehebatan dari kontras yang tajam ini ditangkap oleh seorang yang menulis:

Siapakah Dia yang tergantung di kayu itu,

Mati dalam kepedihan dan penderitaan?

Dialah Tuhan! Oh, kisah yang menakjubkan!

Dialah Tuhan, Raja Kemuliaan!

Di kaki-Nya kita jatuh tersungkur;

Mahkotakan Dia! Mahkotakan Dia Sebagai Tuhan atas semuanya!

* Kol 1:15-17 - Gambar Allah // di dalam Dia - // untuk Dia
Gambar Allah menunjukkan lambang Kristus - Adam (bdg. Kej. 1:27; Mzm. 8; Ibr. 2:5-18), di mana Kristus dipandang sebagai manusia sejati yang memenuhi rancangan Allah dalam penciptaan. Dengan demikian menjadi serupa dengan Kristus adalah tujuan semua orang Kristen (bdg. Rm. 8:28; I Kor. 11:7; 15:49; II Kor. 3:18; 4:4; Kol. 3:10). Sekalipun demikian, Putra Ilahi itu adalah pola dasar, yang keluar dari kemuliaan Allah dan bukan, seperti manusia lainnya. hanya gambarnya saja (Ibr. 1:3). Karena manusia "merupakan gambar Khaliknya, maka Putra Allah dapat menjelma menjadi manusia dan di dalam keadaan-Nya sebagai manusia menunjukkan kemuliaan dari Allah yang tidak kelihatan" (Bruce dalam The Epistle to the Ephesians and the Colossians oleh E. K. Simpson dan F. F. Bruce).
Yang sulung (prototokos) oleh penganut Arianisme ditafsirkan sebagai berarti "yang pertama dari jenisnya," maksudnya, Kristus merupakan makhluk pertama. Kata ini memang bisa diartikan demikian (bdg. Rm. 8:29): tetapi penafsiran semacam ini tidak sesuai dengan tema Paulus yang di sini menekankan keutamaan dan keunggulan Mesias (bdg. Mzm. 89:27): Kristus adalah "yang terutama" sebab di dalam Dia - wilayah kekuasaan-Nya atau mungkin melalui perantaraan diri-Nya - tatanan ciptaan ini menjadi ada (bdg. Yoh. 1:3; Ibr. 1:2) dan tatanan tersebut ada untuk Dia. Kekuatan apa pun yang ada di dunia ini tidak memiliki kuasa apa-apa atas seorang Kristen: di dalam Kristus orang Kristen memiliki segala hal (bdg. Rm. 8:38, Ef. 1:10).

* Kol 1:18 - kepala, tubuh, sulung, // kepala // tubuh // jemaat
Istilah-istilah kepala, tubuh, sulung, menunjukkan keutamaan Kristus dalam ciptaan baru yang berawal pada saat kebangkitan-Nya (I Kor. 15:22; Why. 1:5; 3:14). Sekalipun kepala sebagai tempat pengendalian tubuh bukan merupakan sesuatu yang asing bagi para ahli kesehatan abad I, pengertian Perjanjian Lama tentang "yang terutama" atau "asal-usul" adalah yang dimaksudkan oleh kata tersebut di sini. Sebagai tubuh Kristus (bukan 'tubuh orang Kristen') jemaat (gereja) bukan sekadar sekumpulan orang tertentu tetapi didefinisikan menurut hubungan organiknya dengan Kristus (lihat Pendahuluan).

* Kol 1:19 - kepenuhan // kepenuhan,
Sebagaimana kosmos (alam) ini diciptakan di dalam dan melalui Kristus, demikian juga halnya ciptaan baru. Keduanya menurut pemahaman Paulus, bukan hanya mencakup umat manusia (bdg. Rm. 8:22-23). Sekalipun demikian kepenuhan (pleroma) dari segala sesuatu ada di dalam Kristus. Selama ini ada anggapan bahwa pleroma di sini sama seperti yang digunakan oleh Gnostik yang belakangan, berarti keseluruhan kekuatan kosmik yang menengahi penebusan kepada manusia; semua ini kata Paulus, berbeda dengan pengajaran Gnostik, adalah milik Kristus dan berdiam dalam Kristus. Sekalipun demikian, mengingat pemakaian kata Yunani ini di dalam LXX dan di bagian lain dari tulisan Paulus, pandangan teknis ini tidak mungkin. Penafsiran yang tepat tampak dalam 2:9 di mana kata pleroma hanya bisa berarti kepenuhan segala kuasa dan sifat Allah. Di dalam kitab ini Kristus dipandang sebagai memiliki dan mewakili segenap keberadaan Allah. Selanjutnya, kepenuhan, seperti halnya "gambar" (bdg. 1:15), di bagian lain dipakai untuk menunjuk kepada orang Kristen dalam keadaan terakhir yakni dimuliakan dalam Kristus (Ef. 3:19; 4:12, 13; bdg. Yoh. 17:22, 23).

* Kol 1:20 - darah salib Kristus // segala sesuatu // memperdamaikan
Di dalam Efesus 2:14-18 Paulus memandang damai sejahtera yang dihasilkan oleh kurban darah salib Kristus sebagai mencakup dan mempersatukan orang Yahudi dan orang bukan Yahudi. Di sini yang diutamakan adalah umat manusia dan segala sesuatu di alam semesta ini (bdg. Yes. 11:6-9; Rm. 8:19-23). Kenyataan bahwa Allah melalui Kristus akan memperdamaikan alam semesta oleh Origenes (ketika menafsirkan Yoh. 1:35) disamakan dengan penebusan universal. Apakah yang dimaksudkan di sini ialah "diperdamaikan dengan Allah" ataukah (lebih mungkin lagi) "diperdamaikan dalam Kristus," yaitu dipersatukan dengan tujuannya ada dalam Kristus, tidak jelas (bdg. Arndt). Namun pandangan Origenes nyaris tidak sesuai dengan ajaran Paulus (dan juga ajaran Perjanjian Baru secara umum) tentang penghakiman Allah. Jemaat di Kolose diperdamaikan melalui penebusan, tetapi Kolose 2:15 menunjukkan bahwa makhluk-makhluk dan aneka kekuatan jahat lainnya "diperdamaikan" melalui kekalahan dan penghancuran (bdg. I Kor. 15:24-28). Bagi kalangan tertentu salib merupakan "bau kematian yang mematikan" (II Kor. 2:16).











NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 27 Nopember 2016 - Yesaya 2:1-5


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 13 Nopember 2016 - Maleakhi 4:1-2a


All Garis Besar:
All Khotbah HKBP 2016
(12)
1 Timotius 6:6-19 (1)
2 Timotius 1:1-14 (1)
2 Timotius 2:8-15 (1)
Filipi 4:4-9 (1)
Ibrani 11:29--12:2 (1)
Kejadian 15:1-6 (1)
Kejadian 32:22-31 (1)
Lukas 10:1-11 (1)
Lukas 10:25-37 (1)
Lukas 11:1-13 (1)
Lukas 13:10-17 (1)
Lukas 14:1, 7-14 (1)
Lukas 14:25-33 (1)
Lukas 15:1-10 (1)
Lukas 16:1-13 (1)
Lukas 19:28-40 (1)
Lukas 2:22-40 (1)
Lukas 3:15-17 (1)
Lukas 3:15-22 (1)
Lukas 4:14-21 (2)
Lukas 4:21-30 (2)
Lukas 8:26-39 (1)
Lukas 9:28-36 (1)
Matius 27:57-66 (1)
Matius 6:1-21 (1)
Roma 15:4-13 (1)
Roma 1:1-7 (1)
Yesaya 1:10-18 (1)
Yesaya 35:1-10 (1)
Yohanes 12:1-11 (1)
Yohanes 12:1-8 (1)
Yohanes 12:20-36 (1)
Yohanes 13:21-32 (1)
Yohanes 20:1-18 (2)
Yohanes 2:1-11 (2)
Yohanes 3:13-17 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 27 Nopember 2016 - Yesaya 2:1-5


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 13 Nopember 2016 - Maleakhi 4:1-2a

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de