f Renungan HKBP Minggu Estomihi - Minggu, 27 Februari 2022 - Hata Ni Debata Mual Ni Hagogogon Mangulahon SangkapNa - Jesaya 55:10-13 Epistel: Mateus 13:18-23 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 3451 kali
Jesaya 55:10-13
55:10 Ai songon hadadabu ni udan dohot ambolas sian langit, jala ndada mulak boti tusi, nda jolo dibornohi tano i jala dipagabe, asa martumburi, jala dilehon boni tu halak panabur dohot roti tu halak na manganhon.
55:11 Ingkon songon i do hatangki na ruar sian pamanganku: Ndang mulak boti tu ahu, ingkon bahenonna do lomo ni rohangku, jala manjadi tu na hutongos.
55:12 Ai ingkon di bagasan las ni roha hamu borhat, jala di bagasan hadameon hamu pataruon; pangiaron ni angka dolok dohot robean soarana marolopolop di jolomuna, jala nasa hau di ladang martopaptopap tangan.
55:13 Singkat ni tadatada tubu ma sampinur, jala singkat ni latong tubu ma bunga na hushus; i ma bahen barita di goar ni Jahowa, bahen tanda salelenglelengna, na so olo hambar.  
---------------------------------------

Yesaya 55:10-13
55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. 55:12 Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. 55:13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.  

Penjelasan:
* ay. 10-11)
- Keberhasilan firman Allah di dalam kerajaan alam. Ia berkata kepada salju, turunlah engkau ke bumi. Ia menetapkan kapan ia harus datang, seberapa banyak, dan berapa lama ia akan terhampar di sana. Ia berkata demikian kepada hujan lebat dan hujan deras (Ayb. 37:6). Dan sesuai perintah-Nya mereka turun dari langit, dan melakukan di permukaan bumi segala yang diperintahkan-Nya, baik untuk menjadi pentung bagi isi bumi-Nya maupun untuk menyatakan kasih setia (Ayb. 37:12-13). Hujan tidak kembali re infectâ -” tanpa mencapai maksudnya, tetapi mengairi bumi, yang karena itu dikatakan dilakukan-Nya dari kamar-kamar loteng-Nya (Mzm. 104:13). Dan mengairi bumi dilakukan supaya bumi menjadi subur. Demikianlah Ia membuat bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, sebab hasil-hasil bumi bergantung pada embun-embun dari langit. Dan dengan demikian bumi tidak hanya memberikan roti kepada orang yang mau makan, memelihara kehidupan si pemilik roti dan keluarganya untuk saat ini, tetapi juga memberikan benih kepada penabur, supaya ia mempunyai makanan untuk tahun depan. Petani harus menjadi penabur dan juga orang yang makan, sebab kalau tidak, ia akan segera melihat habisnya apa yang dia miliki.

- Keberhasilan firman-Nya di dalam kerajaan pemeliharaan dan anugerah ilahi, yang pasti seperti di dalam kerajaan alam: “Demikianlah firman-Ku, berkuasa di mulut para nabi sebagaimana ia berkuasa di tangan pemeliharaan ilahi. Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, karena tidak mampu melaksanakan apa yang ditugaskan kepadanya, atau menjumpai perlawanan yang tidak dapat diatasi. Tidak, ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki” (sebab firman-Nya adalah pernyataan kehendak-Nya, yang sesuai dengan keputusan kehendak-Nya itu Ia mengerjakan segala sesuatu) “dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Ini meyakinkan kita,
        [1] Bahwa janji-janji Allah akan digenapi secara penuh pada waktunya, dan satu iota atau satu titik pun tidak ada yang tidak dipenuhi (1Raj. 8:56). Janji-janji rahmat dan anugerah ini akan berdampak nyata pada jiwa orang-orang percaya, untuk menguduskan dan menghibur mereka, seperti hujan berdampak pada bumi, untuk menyuburkannya.
        [2] Bahwa sesuai dengan macam-macam tugas-tugas berbeda yang disuruhkan kepadanya, ia akan memberikan dampak-dampak yang berbeda pula. Jika bukan bau kehidupan yang menghidupkan, ia akan menjadi bau kematian yang mematikan. Jika tidak menginsafkan nurani dan melembutkan hati, ia akan membuat hati nurani mati rasa dan mengeraskan hati. Jika tidak matang untuk sorga, ia akan matang untuk neraka. Lihat pasal (6:9). Entah mana yang terjadi, ia tetap akan memberikan dampak.
        [3] Bahwa kedatangan Kristus ke dalam dunia, seperti embun dari langit (Hos. 14:6), tidak akan sia-sia. Sebab, kalaupun Israel tidak dikumpulkan, Ia akan dipermuliakan dalam pertobatan bangsa-bangsa bukan Yahudi. Oleh karena itu, kepada merekalah tawaran-tawaran anugerah harus diberikan apabila orang-orang Yahudi menolaknya, supaya perjamuan pernikahan dipenuhi dengan tamu-tamu undangan dan Injil tidak kembali dengan hampa.

* Jika kita melihat jemaat secara khusus, kita akan mendapati perkara-perkara besar apa yang telah, dan yang akan, diperbuat Allah untuknya (ay. 12-13): Kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai. Hal ini merujuk,

    (1) Pada pembebasan dan kepulangan kembali orang-orang Yahudi dari Babel. Mereka akan berangkat dari pembuangan, dan dihantarkan kembali ke negeri mereka sendiri. Allah akan berjalan di depan mereka dengan pastinya, meskipun tidak secara terlihat seperti ketika Ia berjalan dahulu di depan nenek moyang mereka dalam tiang awan dan tiang api. Mereka akan berangkat, bukan dengan gemetar, melainkan dengan sorak-sorai, bukan dengan menyesal karena berpisah dari Babel, atau takut akan dijemput kembali, melainkan dengan sukacita dan damai. Perjalanan pulang mereka melalui gunung-gunung akan terasa menyenangkan, dan mereka akan memperoleh itikad baik dan keinginan baik dari semua negeri yang mereka lewati. Bukit-bukit dan para penghuninya, seperti orang yang meluap-luap dalam sukacita, akan bergembira dan bersorak-sorai. Dan, kalaupun semua orang diam sama sekali, maka segala pohon-pohonan di padang akan mengiringi mereka dengan tepuk tangan dan sambutan gembira. Dan, apabila mereka sudah tiba di negeri mereka sendiri, negeri itu akan siap menyambut mereka. Sebab, walaupun mereka menduga akan mendapati seluruh negeri itu ditumbuhi kecubung dan semak duri, negeri itu akan ditumbuhi dengan pohon sanubar dan pohon murad. Sebab, meskipun sudah dibiarkan sunyi, negeri itu menikmati tahun-tahun sabatnya (Im. 26:34), dan setelah tahun-tahun itu berakhir, seperti halnya tanah sesudah tahun sabatnya, ia menjadi lebih baik karenanya. Dan hal ini akan membawa kehormatan besar bagi Allah dan akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi-Nya. Tetapi,

    (2) Tanpa diragukan lagi, hal ini melihat lebih jauh. Berangkatnya mereka dengan sukacita dan dihantarkannya mereka dengan damai akan terjadi sebagai tanda abadi, yaitu,

        [1] Penebusan orang-orang Yahudi dari Babel akan menjadi pengesahan terhadap janji-janji yang berhubungan dengan zaman Injil. Penggenapan dari nubuat-nubuat tentang pembebasan yang agung itu akan menjadi ikrar dan jaminan bagi pelaksanaan semua janji lainnya. Sebab dengan ini akan tampak bahwa Ia, yang menjanjikannya, setia.
        [2] Hal ini akan menjadi gambaran dari berkat-berkat yang dijanjikan serta perlambang dan bayangan darinya. Pertama, anugerah Injil akan memerdekakan orang-orang yang diperbudak oleh dosa dan Iblis. Mereka akan berangkat dan dihantarkan. Kristus akan memerdekakan mereka, dan barulah mereka akan benar-benar merdeka. Kedua, hal ini akan memenuhi orang-orang yang murung dengan sukacita. Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita (Mzm. 14:7). Bumi dan benda-benda ciptaan yang lebih rendah akan berbagi dalam sukacita keselamatan ini (Mzm. 106:11-12). Ketiga, hal ini akan membawa perubahan besar dalam sifat-sifat manusia. Orang-orang yang dulunya seperti semak duri dan kecubung, tidak berguna sama sekali selain untuk dibakar, bahkan, yang menyakiti dan mengusik, akan menjadi indah dan berguna seperti pohon sanobar dan pohon murad. Semak duri dan rumput duri muncul sebagai akibat dosa, dan merupakan buah-buah dari kutukan (Kej. 3:18). Bertumbuhnya pohon-pohon yang menyukakan hati sebagai ganti semak duri dan kecubung menandakan dihapusnya kutuk hukum Taurat dan diperkenalkannya berkat-berkat Injil. Musuh-musuh jemaat adalah seperti semak duri dan kecubung. Tetapi, sebagai gantinya, Allah akan membangkitkan sahabat-sahabat untuk melindungi dan menghiasinya. Atau itu mungkin menunjukkan dunia yang akan bertumbuh lebih baik. Sebagai ganti angkatan semak duri dan kecubung, akan muncul angkatan pohon sanubar dan pohon murad. Anak-anak akan lebih bijak dan lebih baik daripada orangtua mereka. Dan, keempat, dalam semuanya ini Allah akan dipermuliakan. Hal itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi-Nya, yang melaluinya Ia akan dikenal dan dipuji, dan olehnya umat Allah akan disemangati. Itu akan menjadi tanda abadi dari perkenanan Allah kepada mereka, yang memberi jaminan kepada mereka bahwa, meskipun mungkin untuk sementara waktu perkenanan-Nya tertutup awan, ia tidak akan pernah lenyap. Perjanjian anugerah adalah perjanjian kekal, sebab berkat-berkatnya untuk saat ini adalah tanda dari berkat-berkat yang kekal.











NEXT:
Renungan HKBP Minggu Invocavit - Minggu, 6 Maret 2022 - JOUONNA MA AHU, JADI ALUSANHU MA IBANA Ev: Rom 10:8-13 - Ep: 5 Musa 26:6-10a


PREV:
Renungan HKBP Minggu Sexagesima - Minggu, 20 Februari 2022 - Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan / Mangalo Hajahaton Marhite Nadenggan - Khotbah: Lukas 6:27-37 Epistel: Kejadian 45:3-16

All Renungan HKBP 2022
(231)




NEXT:
Renungan HKBP Minggu Invocavit - Minggu, 6 Maret 2022 - JOUONNA MA AHU, JADI ALUSANHU MA IBANA Ev: Rom 10:8-13 - Ep: 5 Musa 26:6-10a


PREV:
Renungan HKBP Minggu Sexagesima - Minggu, 20 Februari 2022 - Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan / Mangalo Hajahaton Marhite Nadenggan - Khotbah: Lukas 6:27-37 Epistel: Kejadian 45:3-16

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de