f Renungan HKBP Minggu, 1 Mei 2022 - MARHAPOSAN TU JAHOWA MA HAMU / PERCAYALAH KEPADA TUHAN - Ev. Psalmen 4:2-9 - Ep. Pangungkapon 5:11-14 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 4676 kali

Daud mengadu kepada Allah, Ia kemudian berbicara kepada anak-anak manusia, untuk meyakinkan dan mempertobatkan mereka, yang masih merupakan orang-orang asing bagi Allah, yang tidak menghendaki Mesias, Anak Daud, memerintah atas mereka

Minggu, 1 Mei 2022
Tema: LAS NI ROHA HAROROAN NI GOGO / SUKACITA SUMBER KEKUATAN
Ayat Bulanan : Poda 15:13
BE 754:1 GOK LAS NO ROHA DO AU

MISERICORDIAS DOMINI
GOK ASI NI ROHA NI JAHOWA DO TANO ON
(Psalmen 33:5b)

Ev. Psalmen 4:2-9
Ep. Pangungkapon 5:11-14

Tutup Langgatan : Na Bontar

Topik: MARHAPOSAN TU JAHOWA MA HAMU / PERCAYALAH KEPADA TUHAN

Jamita Sikkola Minggu :  Mateus 20:29-34
PHD Remaja : 5 Musa 28:13
PHD Naposobulung :  Parjamita 4:7-10
PHD Ina : 1 Petrus 5:6-11
PHD Ama : Psalmen 119:113-128
PHD Lansia : Epesus 2:7-10


Ev. Psalmen 4:2-9
4:2 Sai alusi ma ahu, ale Debata ni hatigoranku, ia hujou Ho, jala palumbang ahu jumpa hagogotan, asi
ma roham di ahu, jala tangihon ma tangiangki.
4:3 Ia hamu, pinompar ni jolma, sadia leleng on do lea rohamu di hasahalaonki, sadia leleng on do haholongan ni rohamuna na so hasea, jala dioronmuna gabus. Sela.
4:4 Unang so boto hamu: Marhasurungan do dibahen Jahowa angka hasianna, matua ditangihon Jahowa do, molo hujou Ibana.
4:5 Holsohon hamu hian ma, asa unang dapotan dosa, marhusari ma rohamuna, dung ro di podoman hamu,
asa sonang hamu. Sela.
4:6 Pelehon hamu ma pelean hatigoran, jala marhaposan tu Jahowa ma hamu.
4:7 Lan do angka ma mandok: Tung ise ma manumpakkon na denggan tu hita? Alai ale Jahowa, sai pasondangkon ma tu hami sondang ni bohim!
4:8 Gumodang do las ni rohangku dilehon Ho, sian di nasida di hamamasa ni gotilon eme dohot anggur na gabe situtu.
4:9 Sonang do ahu hupapeak huhut mamintor nok; ai sasada Ho do, ale Jahowa, pasonang ahu maringanan.  

Mazmur 4:2-9
Mazmur Daud.
(#4-#2) Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku! 4:2 (#4-#3) Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? Sela 4:3 (#4-#4) Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya. 4:4 (#4-#5) Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela 4:5 (#4-#6) Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN. 4:6 (#4-#7) Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?" Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN! 4:7 (#4-#8) Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur. 4:8 (#4-#9) Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.  


Penjelasan:
* Daud mengadu kepada Allah (ay. 2). Tidak peduli apakah anak-anak manusia, yang kepada mereka ia hendak berbicara, akan mendengar atau mengelak, ia berharap dan berdoa saja agar Allah mau berbaik hati mendengarkannya, dan memberinya jawaban damai sejahtera: “Apabila aku berseru, jawablah aku, dan terimalah pujian pemujaanku, kabulkanlah permohonan-permohonanku, dan hakimilah sesuai dengan seruan-seruanku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.” Segala perkenan yang ditujukan Allah atas doa-doa kita, dan segala jawaban yang berkenan diberikan-Nya atas doa-doa itu, terjadi bukan karena jasa kita melainkan murni karena belas kasihan-Nya. “Dengarkanlah doaku demi belas kasihan-Mu” merupakan seruan terbaik yang dapat kita suarakan. Dua hal yang diserukan lebih lanjut oleh Daud di sini:

    1. “Engkaulah Allah yang membenarkan aku. Engkau bukan saja Allah yang benar, tetapi juga yang menciptakan sifat-sifat benar dalam diriku, yang dengan anugerah telah mengerjakan apa yang baik dalam diriku, dan telah menjadikanku sebagai orang benar. Oleh sebab itu, dengarkanlah aku, dan dengan demikian teguhkanlah pekerjaan-Mu sendiri di dalam diriku. Engkaulah juga yang membela perkaraku yang benar, yang melindungi ketidakbersalahanku yang ditindas. Kepada-Mu-lah aku percayakan jalanku, dan Engkau sajalah yang kupercaya untuk memunculkan kebenaranku seperti terang.” Apabila manusia menghukum kita secara tidak adil, inilah yang menjadi penghiburan kita, Allah-lah yang membenarkan. Dialah Allah yang membenarkan orang yang percaya kepada-Nya.
    2. “Di dalam kesesakanku dulu Engkau memberi kelegaan kepadaku, melapangkan hatiku dengan sukacita dan penghiburan yang kudus saat hatiku sesak, melegakanku dengan membawa aku keluar dari kesesakan-kesesakanku. Oleh sebab itu sekarang, ya Tuhan, kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.” Pengalaman akan kebaikan Allah bagi kita saat Dia melegakan kita dari kesesakan, bukan saja menjadi dorongan yang besar bagi iman dan pengharapan kita akan masa depan, tetapi juga merupakan seruan yang baik yang bisa kita sampaikan kepada Allah saat berdoa. “Engkau telah melakukannya; masakan Engkau tidak akan melakukannya lagi? Sebab Engkau adalah Allah dan tidak berubah. Pekerjaan-Mu sempurna.”

* Ia kemudian berbicara kepada anak-anak manusia, untuk meyakinkan dan mempertobatkan mereka, yang masih merupakan orang-orang asing bagi Allah, yang tidak menghendaki Mesias, Anak Daud, memerintah atas mereka.
    1. Ia berusaha meyakinkan mereka betapa bodohnya ketidaksalehan mereka itu (ay. 3). “Hai orang-orang” (orang-orang besar, yang berkedudukan tinggi, para pengikut Saul atau Absalom -” menurut sebagian orang), “berapa lama lagi engkau akan menentang aku dan pemerintahanku, dan tetap tidak mau setia? Berapa lama lagi engkau mau saja dipengaruhi usulan-usulan keliru dan tidak berdasar dari orang-orang yang ingin berbuat jahat terhadapku?” Atau ini dapat dimengerti secara lebih umum. Allah, melalui si pemazmur, di sini berbantah dengan orang-orang berdosa agar mereka bertobat. “Engkau yang terus mengabaikan Allah dan tidak mau menyembah Dia, terus saja menghina Kerajaan Kristus dan pemerintahan-Nya, pikirkan apa yang engkau lakukan itu.”

    2. Ia menunjukkan kepada mereka kebaikan khusus yang disediakan Allah bagi orang-orang benar, perlindungan khusus yang menaungi mereka, dan hak-hak istimewa yang mereka dapatkan (ay. 4).

    3. Ia memperingatkan mereka akan dosa, dan menasihati mereka agar takut dan menimbang-nimbang sendiri untuk meninggalkan perbuatan dosa (ay. 5): “Takutlah dan jangan berdosa” (kjv), (biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa, demikian menurut Septuaginta, dan sebagian orang berpikir bahwa Rasul Paulus mengambil nasihat itu dari si pemazmur di sini, Ef. 4:26); “Berkata-katalah dalam hatimu; bertobatlah, dan, untuk mencapainya, pikirkanlah dan takutlah.” Perhatikanlah,

    4. Ia menasihati mereka untuk menjalankan kewajiban mereka secara sadar berdasarkan hati nurani (ay. 6): Persembahkanlah korban yang benar kepada TUHAN. Kita bukan saja harus berhenti berbuat jahat, tetapi juga harus belajar berbuat baik. Orang-orang yang membenci Daud dan pemerintahannya akan segera bersikap lebih baik dan kembali setia kepadanya, jika saja mereka mau menyembah Allah dengan benar. Demikian pula, mereka yang tahu persoalan apa yang terdapat antara mereka dan Allah pasti akan senang menyambut kedatangan Sang Pengantara, Anak Daud. Di sini dituntut dari setiap kita,
        (1) Untuk melayani-Nya: “Persembahkanlah korban kepada-Nya, pertama-tama dirimu sendiri, dan korban-korban persembahanmu yang terbaik.” Tetapi korban-korban itu haruslah korban yang benar, yaitu perbuatan-perbuatan baik dan segala buah kasih yang memerintah dalam hati kita sehingga kita mengasihi Allah dan sesama. Juga, segala contoh perilaku saleh. Semua ini lebih baik daripada semua korban bakaran dan persembahan. “Biarlah ibadahmu datang dari hati yang lurus. Semoga amal sedekahmu menjadi korban-korban persembahan yang benar.” Korban-korban persembahan orang yang fasik tidak akan diterima Allah. Korban persembahan mereka merupakan kekejian bagi-Nya (Yes. 1:11, dst.).
        (2) Untuk mengandalkan Dia. “Pertama-tama, persembahkanlah korban dengan hati nurani yang benar, maka engkau bisa mempercayai dengan hati tenang. Layanilah Tuhan tanpa ragu sedikit pun, dan jangan takut kehilangan Dia. Hormatilah Dia, dengan hanya percaya kepada-Nya, dan bukan kepada kekayaanmu atau kepada tangan manusia. Percayalah akan pemeliharaan-Nya, dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri. Percayalah akan anugerah-Nya, dan janganlah mengandalkan hikmat atau kemampuanmu sendiri.”

* Dalam menyanyikan ayat-ayat ini, kita harus menyampaikan kepada diri kita sendiri ajaran tentang sifat dosa yang membangkitkan amarah Tuhan, kesia-sian dunia yang penuh dusta, dan kebahagiaan tak terperikan yang akan dialami umat Allah. Kita harus mewajibkan pada diri kita sendiri untuk sunguh-sungguh takut kepada Allah, untuk berbincang-bincang dengan hati kita sendiri, dan untuk mempersembahkan korban-korban rohani. Selain itu, dalam mendoakan ayat-ayat ini, kita harus memohonkan anugerah Allah agar kita dimampukan untuk memikirkan dan melakukan semuanya itu.

* Mzm 4:1-8 - Tidur nyenyak walau ...

Makin banyak orang yang hanya bisa tidur dengan pertolongan obat tidur. Kekhawatiran hidup yang berlebihan sering menjadi momok yang harus dihadapi dan dilalui setiap malam bagi orang-orang tertentu. Bagaimana kita bisa menutup hari yang berat dengan tidur nyenyak, seperti yang pada akhirnya dialami oleh pemazmur (ayat 9)?

Kenalilah apa yang menjadi penyebab kegelisahan kita! Mungkin karena dosa: sesuatu yang kita perbuat melanggar firman Tuhan, atau menyakiti sesama manusia. Hanya pertobatan sungguh-sungguh yang dapat memulihkan perasaan bersalah yang menekan hati nurani kita. Mulailah dengan meminta ampun kepada Tuhan, lalu upayakan memperbaiki kesalahan yang kita lakukan kepada orang lain. Bangun kembali relasi yang benar dan akrab dengan Tuhan maka kita bisa kembali menikmati tidur nyenyak kita.

Bisa terjadi masalah bertubi-tubi menimpa kita padahal kita hidup sesuai firman Tuhan. Sementara orang lain justru memfitnah kita secara keji seakan-akan masalah itu hadir disebabkan dosa kita (ayat 3, 7). Tak heran kalau kita tertekan, marah, tidak terima, dan ingin membalas. Nasihat pemazmur patut kita resapkan dalam hati (ayat 5): biarpun marah, tetaplah kendalikan emosi sehingga tidak sampai menghujat. Sebaliknya, berdoalah dalam hati, serahkan perasaan kita pada Tuhan agar kemarahan reda, sehingga tidur menyelimuti kita.

Berdoalah sebelum kita mengakhiri hari ini. Belajarlah menyerahkan semua kekhawatiran, kegelisahan, dan kekecewaan kita kepada Tuhan. Percayalah dan berpeganglah pada janji firman-Nya bahwa Tuhan mengasihi dan peduli pada kita (ayat 4). Ingatlah bahwa Tuhan Yesus dulu pernah mengalami pergumulan serta pencobaan melawan dosa, dan Dia menang (Ibr. 4:15). Kuasa kemenangan-Nya atas dosa akan memampukan kita mengatasi semua pergumulan kita. Bersama Yesus, kita mengarungi badai kehidupan hari lepas hari. Bersama Yesus kita bisa tidur nyenyak setiap malam.



Ep. Pangungkapon 5:11-14
5:11 Dung i mamereng ma ma ahu, gabe hubege ma songon soara ni torop surusuruan humaliang habangsa i, nang soara ni angka parngolu i dohot angka sintua i; ia toropnasida marloksaloksa jala marriburibu.
5:12 Marsoara na gogo nasida mandok: Na tama do Birubiru naung tarbunu i manjalo hagogoon dohot hamoraon dohot hapistaran dohot sahala dohot hamuliaon dohot hasangapon dohot pujipujian!
5:13 Gabe hubege ma soara ni nasa na tinompa, angka na di banua ginjang, di tano, ditoru ni tano ro di na di laut, tung saluhutna na di bagasan angka i mandok: Pujipujian dohot hamuliaon dohot hasangapon dohot hagogoon ro di salelenglelengna ma di Ibana, na hundul di habangsa i dohot di Birubiru i!
5:14 Jadi didok na opat parngolu i ma: Amen! Laos manungkap ma angka sintua i huhut marsomba.  

5:11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, 5:12 katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" 5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" 5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah. 












NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 8 Mei 2022 JUBILATE - HUASO NI DEBATA NA PANGOLUHON / KUASA TUHAN YANG MENGHIDUPKAN - Ev. Ulaon ni Apostel 9:36-43 - Ep. 1 Rajaraja 17:17-24


PREV:
Tata Ibadah Minggu Misericordias Domini, Minggu, 1 Mei 2022

All Tata Ibadah HKBP 2022
(71)




NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 8 Mei 2022 JUBILATE - HUASO NI DEBATA NA PANGOLUHON / KUASA TUHAN YANG MENGHIDUPKAN - Ev. Ulaon ni Apostel 9:36-43 - Ep. 1 Rajaraja 17:17-24


PREV:
Tata Ibadah Minggu Misericordias Domini, Minggu, 1 Mei 2022

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de