f Renungan HKBP Minggu, 14 Agustus 2022 - POLIN MANGIHUTHON JESUS (MENGIKUT YESUS SECARA TOTAL) - Ev. Lukas 12:49-53 (Penjelasan) - Ep. Psalmen 82:1-8 - MINGGU IX DUNG TRINITAS - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 4475 kali
MInggu, 14 Agustus 2022
MINGGU IX DUNG TRINITAS
Ev. Lukas 12:49-53
Ep. Psalmen 82:1-8
Tutup Langgatan : Na Ratarata
Topik : POLIN MANGIHUTHON JESUS (MENGIKUT YESUS SECARA TOTAL)
Jamita Sikkola Minggu : 1 Musa 3:17-19
PHD Remaja : Markus 10:28-31
PHD Naposobulung : 1 Petrus 1:1-16
PHD Ina : 1 Rajaraja 19:19-21
PHD Ama : Kesaya 5:1-7
PHD Lansia : Jesaya 27:1-13

Ev. Lukas 12:49-53
------------------------
12:49 Na ro do Ahu mandanggurhon api tu tano on. Dihasiholi nasa rohangku do, anggiat haru galak nian!
12:50 Alai didihononhon do tu Ahu paridion; jala mansai bobos do rohangku, saleleng so tulus dope i.
12:51 Na dirimpu rohamuna do, na laho mangalehon dame Ahu tu atas tano on, umbahen na ro? Nda tung, hudok ma di hamu: Panirangon do tahe.
12:52 Ai olat ni on ma maralo lima halak na di sada jabu: Na tolu maralohon na dua, jala na dua maralohon na tolu.
12:53 Maralo ma ama tu anakna, anak i tu amana; ina tu boruna, boru i tu inana; simatua boru tu parumaenna, parumaen i tu namboruna.

Yesus membawa pemisahan
12:49 "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! 12:50 Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! 12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. 12:52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. 12:53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."

Penjelasan:
* Luk 12:49 - Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Tuhan kita menyadari bahwa misi-Nya mendatangkan pemisahan dan menggelisahkan. Dia melihat dengan jelas bahwa salib akan merupakan pokok pertentangan dan perdebatan, dan betapa Ia ingin bahwa peninggian diri-Nya (Yoh. 12:32) itu sudah terjadi.

* Luk 12:50 - Aku harus menerima baptisan
Aku harus menerima baptisan. Kristus mengacu kepada kematian-Nya (bdg. Mrk. 10:38). Dia merasa bahwa kuasa-Nya akan dibatasi hingga karya salib diselesaikan.

* Luk 12:51 - Bukan damai, melainkan pertentangan
Bukan damai, melainkan pertentangan. Yudaisme merupakan agama keluarga di mana para penganutnya beribadah menurut kesatuan rumah tangga dan bukan perseorangan. Yesus sudah melihat sebelumnya bahwa pernyataan-pernyataan-Nya akan memisahkan keluarga dan akan mengharuskan dibuatnya keputusan pribadi.

* Pembicaraan lebih lanjut tentang penderitaan-penderitaan-Nya sendiri, yang sudah disadari-Nya, dan tentang penderitaan-penderitaan para pengikut-Nya, yang Ia ingin agar mereka pun terus menyadarinya dalam kehidupan mereka. Secara umum (ay. 49), "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi." Sebagian orang mengartikan perkataan ini dengan pemberitaan Injil dan pencurahan Roh Kudus, api suci. Api ini dikirim Kristus dengan tugas untuk memurnikan dunia, untuk mengangkat sisa-sisa kotoran di dalamnya, dan untuk membakar sekamnya, dan api itu telah menyala. Injil sudah mulai diberitakan, dan sudah ada persiapan bagi pencurahan Roh Kudus. Kristus membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api. Roh ini turun dalam lidah-lidah api. Namun demikian, dari perkataan selanjutnya, tampak bahwa api ini harus lebih dimengerti sebagai api penganiayaan. Kristus bukanlah penyebab dari penganiayaan ini, sebab penganiayaan terjadi karena dosa para pengacau, para penganiaya. Namun, Ia mengizinkannya, bahkan menugaskannya, sebagai api yang memurnikan untuk menguji mereka yang dianiaya. Api itu telah menyala dalam bentuk permusuhan orang-orang Yahudi yang tidak saleh terhadap Kristus dan para pengikut-Nya. "Betapakah Aku harapkan api itu telah menyala! Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera. Jika api itu telah menyala, apakah yang hendak Kuperbuat? Haruskah Aku menunggu sampai api itu dipadamkan? Tidak, sebab api itu harus melekat kepada-Ku dan kepada semua orang, dan dengannya Allah akan semakin dipermuliakan."
        . Ia sendiri harus menderita banyak hal, Ia harus melewati api yang telah menyala ini (ay. 50), "Aku harus menerima baptisan." Penderitaan-penderitaan biasanya dibandingkan dengan api atau air (Mzm. 66:12; 69:2-3). Penderitaan-penderitaan Kristus adalah keduanya, api dan air. Ia menyebut penderitaan-penderitaan-Nya ini sebuah baptisan (Mat. 20:22), sebab Ia dibenamkan di dalam air atau diperciki dengan air, seperti Israel yang dibaptis dalam awan dan dibenamkan ke dalamnya, seperti Israel yang dibaptis dalam laut (1Kor. 10:2). Ia harus diperciki dengan darah-Nya sendiri, dan dengan darah musuh-musuh-Nya (Yes. 63:3).

        Perhatikanlah di sini:

            (1) Kristus sudah melihat sebelumnya penderitaan-penderitaan-Nya. Ia tahu apa yang harus dialami-Nya, dan bagaimana pentingnya Dia mengalami penderitaan-penderitaan itu: "Aku harus menerima baptisan." Ia menyebut penderitaan-Nya dengan sebuah istilah yang membuatnya terdengar ringan. Penderitaan itu adalah baptisan, bukan luapan air. Aku harus dibenamkan, bukan ditenggelamkan, di dalamnya. Ia menyebutnya dengan suatu istilah yang menguduskan segala penderitaan-Nya itu, sebab baptisan adalah nama yang menguduskan penderitaan itu, sebab baptisan adalah upacara yang kudus. Kristus dalam penderitaan-Nya mempersembahkan diri-Nya bagi kehormatan Bapa-Nya, dan menahbiskan diri-Nya sebagai imam untuk selama-lamanya (Ibr. 7:27-28).

            (2) Keberanian Kristus dalam menghadapi penderitaan-Nya: "Betapakah Aku harapkan api itu telah menyala!" Ia rindu akan saat Ia harus menderita dan wafat, mata-Nya tertuju pada kemuliaan yang akan diperoleh dari penderitaan-penderitaan-Nya. Secara tidak langsung, ini seperti keadaan seorang wanita di dalam penderitaannya hendak melahirkan, ia menyambut rasa sakitnya, karena penderitaan itu mempercepat kelahiran anaknya, ia berharap rasa sakit itu menusuk tajam dan hebat, supaya ia tidak usah berlama-lama menderita. Penderitaan-penderitaan Kristus adalah kesengsaraan jiwa-Nya, yang dengan senang hati dijalani-Nya, dengan harapan bahwa melalui penderitaan itu Ia akan melihat keturunan-Nya (Yes. 53:10-11). Betapa hati-Nya terpatri pada penebusan dan keselamatan umat manusia.
        . Ia memberi tahu mereka yang ada di sekeliling-Nya bahwa mereka juga harus menanggung berbagai kesusahan dan kesulitan (ay. 51): "Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi, untuk memberimu ketenangan dalam memiliki bumi, dan hidup berkelimpahan secara lahiriah di dalamnya?" Di sini tersirat bahwa mereka cenderung berpikiran seperti ini, malah bahwa mereka terus beranggapan demikian, bahwa Injil akan diterima di mana-mana, bahwa semua orang akan memeluknya dengan suara bulat dan bahwa oleh sebab itu mereka akan berusaha membuat para pengabarnya merasa tenang dan hebat, bahwa Kristus, kalaupun Ia tidak memberi mereka kemegahan dan kekuasaan, setidaknya akan memberi mereka kedamaian. Dalam hal ini mereka didorong oleh bacaan-bacaan dari Perjanjian Lama yang berbicara tentang kedamaian dalam kerajaan Mesias, yang hanya ingin mereka mengerti sebagai kedamaian lahiriah. "Tetapi," kata Kristus, "kamu keliru, sebab apa yang akan terjadi justru bertentangan dengan itu, dan karena itu janganlah kamu menghibur dirimu dengan gambaran Firdaus orang-orang bodoh.


Ep. Psalmen 82:1-8
------------------------
82:1 Tindang do Debata di bagasan luhutan ni Debata, mandabu uhum do Ibana di tongatonga ni angka panguhum.
82:2 Sadia leleng on do pageduhonmuna uhum, jala dingkan an muna angka parjahat i? Sela!
82:3 Patingkos hamu ma uhum tu na metmet dohot tu na sopot so marama, ondihon hamu ma na dangol dohot na pogos.
82:4 Palua hamu ma na metmet dohot na pogos, sian tangan ni angka parjahat ma palua hamu nasida.
82:5 Ndang mananda nasida, jala ndang olo nasida parrohaon, sai mardalani di haholomon do nasida, jadi reberebe ma sude angka ojahan ni tano on.
82:6 Ianggo ahu, nunga pola hudok nian: Angka Debata do hamu, jala anak ni Natumimbul do hamu sudena.
82:7 Alai atik pe songon i mate do hamu songon jolma hian, jala tinggang do hamu sogot songon raja na asing sada.
82:8 Hehe ma Ho, ale Debata, sai uhum ma tano on, ai guru di Ho hian do angka parbegu sudena!  

Allah dalam sidang ilahi
82:1 Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi: 82:2 "Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela 82:3 Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! 82:4 Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!" 82:5 Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi. 82:6 Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. -- 82:7 Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas." 82:8 Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.  













NEXT:
Renungan HKBP Senin, 15 Agustus 2022 - 1 Timoteus 6:12 - Jakobus 3:13-18 - 1 Johannes 3:19-24


PREV:
Renungan HKBP Sabtu, 13 Agustus 2022 - 1 Samuel 7:3 - Lukas 16:10-13 - 1 Johanees 3:11-18

All Renungan HKBP 2022
(231)




NEXT:
Renungan HKBP Senin, 15 Agustus 2022 - 1 Timoteus 6:12 - Jakobus 3:13-18 - 1 Johannes 3:19-24


PREV:
Renungan HKBP Sabtu, 13 Agustus 2022 - 1 Samuel 7:3 - Lukas 16:10-13 - 1 Johanees 3:11-18

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de