f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2022 Minggu, 21 Agustus 2022Renungan HKBP Minggu, 21 Agustus 2022 - HADAULATON NA HINALOMOHON NI DEBATA (Ibadah Yang Berkenan Kepada Tuhan) - Ev. Jesaya 58:9b-14 (Penjelasan) - Ep. Heber 12:18-29 - MINGGU X DUNG TRINITATIS MINGGU X DUNG TRINITATIS Ev. Jesaya 58:9b-14 Ep. Heber 12:18-29 Tutup Langgatan : Na Ratarata Topik : HADAULATON NA HINALOMOHON NI DEBATA (Ibadah Yang Berkenan Kepada Tuhan) Jamita Sikkola Minggu : Markus 12:41-44 PHD Remaja : Johannes 4:23-24 PHD Naposobulung : Amos 5:6-14 PHD Ina : Lukas 6:1-4 PHD Ama : Psalmen 71:1-16 PHD Lansia : Epesus 1:3-14 Ev. Jesaya 58:9b-14 --------------------------- 58:9b Ida ma, dison do ahu! Molo dipaholang ho sian tongatongam pangarupaon, tudutudu ni jarijari dohot pangkuling hajahaton. 58:10 Jala dilehon ho asi ni roham tu na male, jala dipasabam ho roha ni na dangol, jadi binsar ma hatiuronmu di bagasan haholomon, jala hagolaponmu tudoshon hos ni ari. 58:11 Jadi sai tongtong ma togutoguon ni Jahowa ho jala pasabamonna roham di angka inganan na rahar, jala papironna holiholim, gabe tudoshon porlak na siniram do ho, jala songon mual, na so dung marsik. 58:12 Jadi paulion ni angka anakmu ma angka pasipasi sian narobi, patindangonmu ma angka ojahan marsundutsundut, jala goaron ni halak ma ho: Sipauli angka riga, sitotas angka dalan balobung asa hainganan. 58:13 Molo tung ditait ho patmu sian ari Sabbat mangulahon lomo ni roham di ari habadiaonku, jala digoar ho ari Sabbat: Ari hasoloan, marmulia di angka jolma na badia ni Jahowa; jala dipasangap ho ibana, unang diulahon ho angka dalanmu, unang diihutihut ho lomo ni roham manang marhata rari. 58:14 Jadi marlas ni roha ma ho mida Jahowa, jala ahu manogunogu ho di atas ni angka buntulbuntul ni tano on, jala parmudumuduonku ma ho marhitehite parjambaran ni Jakkob ompumuna i, ai pamangan ni Jahowa do mandok songon i. 58:9 Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, 58:10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. 58:11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. 58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni". Menghormati hari Sabat 58:13 Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, 58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya. Penjelasan: * Yes 58:9 - Menunjuk-nunjuk orang dengan jari; Menunjuk-nunjuk orang dengan jari; yakni menuduh orang yang tidak bersalah. * Yes 58:10 - Kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari; Kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari; artinya "keadaan kemalangan dan kesusahanmu sekarang akan diganti sinar terang kebaikan Allah." * Yes 58:11 - Mata air Mata air. Pengaruh kesalehan yang terus mengalir dari orang beriman yang simpatik yang membagi berkatnya dengan orang lain. * Yes 58:12 Persemakmuran baru (sesudah Pembuangan) akan dibangun oleh orang-orang beriman yang tulus dan penuh penyerahan yang bersungguh-sungguh dengan Allah. Mereka akan memperbaiki kejahatan yang ditimbulkan oleh kemunafikan jahat nenek moyang mereka. * Yes 58:13 Bukti paling penting mengenai kasih yang tulus kepada Tuhan ialah kesukaan para penyembah menyucikan hari Sabat untuk melayani dan memuji Allah (bukan untuk tujuan melayani diri sendiri dan hari kerja). * Yes 58:14 - Puncak bukit-bukit Puncak bukit-bukit. Kemuliaan dan keberhasilan rohani. * Dakwaan terhadap Umat Allah; Dorongan terhadap Orang-orang Israel Sejati (58:8-12) Di sini ada janji-janji yang mulia bagi mereka yang menjalankan puasa dengan tulus dan hati yang ceria dan dengan iman seperti yang dikehendaki Allah. Hendaklah mereka tahu bahwa Allah akan membalas puasa mereka. Inilah, I. Gambaran lebih jauh tentang kewajiban yang harus dilakukan supaya kita mempunyai kepentingan dalam janji-janji ini (ay. 9-10). Dan di sini, seperti sebelumnya, dituntut supaya kita berlaku adil dan mencintai belas kasih, supaya kita berhenti berbuat jahat dan belajar berbuat baik. 1. Kita harus menjauhkan diri dari semua tindak kekerasan dan penipuan. “Kekerasan dan penipuan itu harus dijauhkan dari tengah-tengah kamu, dari tengah-tengah pribadimu, dari hatimu” (demikian menurut sebagian orang). “Engkau tidak hanya harus menahan diri dari perbuatan mencelakakan orang, tetapi juga mematikan dalam dirimu semua kecenderungan dan kecondongan terhadapnya.” Atau dari tengah-tengah bangsamu. Pihak yang berwenang itu sendiri bukan hanya tidak boleh menindas, tetapi juga harus melakukan semua yang dapat mereka lakukan untuk mencegah dan menahan penindasan terhadap semua orang di dalam wilayah kekuasaan mereka. Mereka tidak hanya harus mematahkan kuk (ay. 6), tetapi juga menjauhkannya, supaya orang-orang yang sudah ditindas tidak akan pernah diperbudak lagi (seperti yang pernah terjadi, Yer. 34:10-11). Mereka juga harus menjauhkan ancaman (Ef. 6:9) dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari, yang tampaknya pada waktu itu, seperti kadang-kadang bagi kita, merupakan tanda rasa tidak senang terhadap orang lain dan mau menghakimi orang. Janganlah menunjuk-nunjuk dengan jari terhadap orang-orang yang miskin dan menderita, dan dengan demikian membahayakan diri mereka untuk dihina. Ungkapan-ungkapan mencaci yang menyulutkan amarah seperti itu, dan buah-buah dari sifat yang jahat, harus dilenyapkan dari semua masyarakat. Dan janganlah mereka memfitnah, menyanjung atau menipu, satu terhadap yang lain, tetapi hendaklah semua perilaku dikuasai oleh ketulusan hati. Mungkin kepura-puraan dalam berperilaku yang merupakan racun yang mematikan persahabatan yang dimaksud dengan perkataan menunjuk-nunjuk orang dengan jari (seperti Ams. 6:13, menunjuk-nunjuk dengan jari). Atau menunjuk-nunjuk dengan jari yang memakai cincin, yang merupakan lambang kewenangan, dan yang karena itu mereka perlihatkan ketika mereka mengatakan kejahatan, yaitu memberikan keputusan-keputusan yang tidak benar. 2. Kita harus melimpah dalam segala perbuatan amal dan kebaikan. Kita tidak hanya harus memberikan amal sesuai kebutuhan orang miskin, tetapi juga, (1) Kita harus memberi dengan cuma-cuma dan gembira hati, dan atas dasar kasih. Kita harus menyerahkan kepada orang lapar apa yang kita inginkan sendiri (ay. 10), tidak hanya mengeluarkan uang dan mengulurkan tangan, tetapi juga melakukannya dari hati, sepenuh hati, dan tanpa bersungut-sungut, atas dasar belas kasihan dan kasih sayang terhadap orang-orang yang kita lihat sedang sengsara. Biarlah hati ikut menyertai pemberian itu. Sebab Allah senang dengan orang yang memberi dengan sukacita, demikian pula dengan orang miskin. Ketika Yesus Tuhan kita menyembuhkan dan memberi makan banyak orang, Ia melakukannya karena berbelas kasihan terhadap mereka. (2) Kita harus memberi dengan berlimpah dan banyak, bukan untuk menggoda, melainkan untuk memuaskan hati orang yang tertindas: “Jangan hanya memberi makan orang yang lapar, tetapi puaskanlah keinginan orang yang tertindas, dan jika kamu punya kuasa untuk melakukannya, buatlah mereka tenang.” Untuk apa kita dilahirkan, dan untuk apa kemampuan jasmani, pikiran, dan harta benda kita kalau bukan untuk berbuat segala kebaikan yang dapat kita perbuat di dunia ini dengannya? Dan orang miskin akan selalu ada bersama kita. II. Inilah penjelasan penuh tentang berkat-berkat dan keuntungan-keuntungan yang menyertai pelaksanaan kewajiban ini. Jika seseorang, keluarga, sebuah bangsa sedemikian condong hatinya kepada segala sesuatu yang baik, hendaklah mereka tahu bagi penghiburan mereka bahwa mereka akan mendapati Allah sebagai pemberi upah yang berlimpah bagi mereka, dan apa yang sudah mereka keluarkan dalam amal akan dikembalikan secara berlimpah kepada mereka. 1. Allah akan mengejutkan mereka dengan kembalinya belas kasihan setelah penderitaan yang besar, yang akan disambut seperti orang menyambut cahaya pagi setelah malam yang panjang dan gelap (ay. 8): “Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan (ay. 10) terangmu akan terbit dalam gelap. Meskipun kamu sudah lama terkubur hidup-hidup, kamu akan menemukan keunggulanmu pulih kembali. Walaupun lama terbenam dalam kesedihan, kamu akan terlihat menyenangkan lagi seperti fajar.” Orang-orang yang bergembira hati dalam berbuat baik akan dibuat ceria oleh Allah dalam menikmati kebaikan. Dan ini pun merupakan pemberian Allah (Pkh. 2:24). Orang yang sudah menunjukkan belas kasihan akan mendapatkan belas kasihan. Ayub, yang dalam kemakmurannya sudah melakukan banyak hal yang baik, mempunyai teman-teman yang dibangkitkan untuknya oleh Tuhan ketika ia berkekurangan, yang membantunya dengan harta benda mereka, sehingga terangnya terbit dalam kegelapan. “Bukan hanya terangmu, yang manis, tetapi juga kesehatanmu, atau kesembuhan atas luka-luka yang sudah lama kamu keluhkan, akan muncul dengan segera. Semua keluhanmu akan ditebus, dan kamu akan memperbarui masa mudamu dan memulihkan semangatmu.” Siapa yang sudah membantu orang lain keluar dari masalah akan mendapatkan pertolongan Allah apabila tiba giliran mereka. 2. Allah akan memberikan kehormatan kepada mereka. Perbuatan-perbuatan baik akan dibalas dengan nama baik. Ini termasuk dalam pernyataan, terangmu akan terbit dalam gelap. Meskipun asal usul seseorang hina, keluarganya tidak ternama, dan ia tidak memiliki keuntungan-keuntungan lahiriah untuk membuatnya dihormati, namun, jika ia berbuat baik di tempatnya, itu akan mendatangkan kepadanya rasa hormat dan pujian, dan kegelapannya dengan demikian akan menjadi seperti rembang tengah hari, yaitu ia akan menjadi sangat terkemuka dan bersinar terang dalam angkatannya. Lihatlah di sini jalan yang paling pasti bagi seseorang untuk membuat dirinya terkemuka. Hendaklah ia berusaha berbuat baik. Siapa yang ingin menjadi terbesar dari semuanya, dan paling dikasihi, hendaklah ia dengan kerendahan hati dan ketekunan menjadikan dirinya hamba bagi semua. “Kejujuranmu akan terbukti di kemudian hari (seperti kata Yakub [Kej. 30:33]), yaitu kejujuranmu akan membungkam celaan-celaan, bahkan, akan dipuji-puji melebihi kerendahan hatimu.” Orang yang telah memberikan kepada orang miskin, kebajikannya (yaitu kehormatan dari perbuatan itu) tetap untuk selama-lamanya (Mzm. 112:9). 3. Mereka akan selalu aman di bawah perlindungan ilahi: “Kebenaranmu menjadi barisan depanmu sebagai ujung tombakmu, untuk melindungimu dari musuh-musuh yang menghadangmu di depan, dan kemuliaan TUHAN menjadi barisan belakangmu, pasukan pengumpul, untuk membawa orang-orang yang lelah dan tertinggal dari antaramu, dan untuk mengamankan engkau dari musuh-musuh, yang seperti orang Amalek, menyergapmu dari belakang.” Amatilah, betapa orang-orang baik aman di segala sisi. Biarlah mereka melihat ke mana saja mereka mau, di belakang mereka atau di depan mereka. Biarlah mereka melihat ke belakang atau ke depan. Mereka melihat diri mereka aman, dan mendapati diri mereka tenang dan tenteram dari ketakutan terhadap yang jahat. Dan amatilah apa yang menjadi pelindung mereka. Pelindung mereka adalah kebenaran mereka, dan kemuliaan TUHAN, yaitu, seperti menurut anggapan sebagian orang, Kristus. Sebab oleh Dialah kita dibenarkan, dan Allah dimuliakan. Dialah yang pergi mendahului kita, dan yang menjadi pemimpin keselamatan kita, sebab Dia adalah Tuhan keadilan kita. Dialah yang berada di barisan belakang kita, yang hanya pada-Nya kita dapat bergantung supaya aman ketika dosa-dosa kita mengejar kita dan siap mencengkeram kita. Atau, “Allah sendiri dalam pemeliharaan dan anugerah-Nya akan berjalan di depanmu sebagai pemandumu untuk membimbingmu dan juga menyertaimu di barisan belakangmu untuk melindungimu. Ini akan menjadi upah bagi kebenaranmu, dan dengan demikan itu akan membawa kemuliaan bagi Tuhan sebagai pemberi upah untuk itu.” 4. Allah akan selalu dekat dengan mereka, untuk mendengar doa-doa mereka (ay. 9). Sama seperti, pada satu sisi, orang yang menutup telinganya terhadap jeritan orang miskin dengan sendirinya akan menjerit dan Allah tidak akan mendengarkannya, demikian pula, pada sisi lain, orang yang murah hati terhadap orang miskin, doa-doanya akan naik dengan amal sedekahnya ke hadirat Allah, dan Allah akan mengingatnya, seperti yang terjadi pada Kornelius (Kis. 10:4): “Pada waktu itulah engkau akan memanggil, pada hari-hari puasamu, yang seharusnya menjadi hari-hari doa, dan TUHAN akan menjawab, akan memberimu hal-hal yang untuknya engkau memanggil Dia. Engkau akan berteriak minta tolong ketika engkau berada dalam kesusahan apa saja atau tiba-tiba dilanda ketakutan, dan Ia akan berkata: Ini Aku.” Ini merupakan ungkapan yang sangat merendah tentang kesiapan Allah untuk mendengar doa. Ketika Allah memanggil kita dengan firman-Nya, maka sudah selayaknya kita menjawab, ini kami. Apa yang hendak dikatakan Tuanku kepada hamba? Tetapi bahwa Allah sampai berkata kepada kita, lihat Aku, ini Aku, itu tidaklah biasa. Ketika kita berseru kepada-Nya, seolah-olah Ia jauh, Ia akan membuat kita tahu bahwa Ia dekat, bahkan di sisi kanan kita, lebih dekat daripada yang kita pikirkan. Aku ini, jangan takut! Ketika bahaya sudah dekat, pelindung kita lebih dekat lagi, Penolong dalam kesesakan sangat terbukti. “Ini Aku, siap untuk memberimu apa yang engkau mau, dan melakukan untukmu apa yang engkau inginkan. Apa yang hendak kaukatakan kepada-Ku?” Allah menaruh perhatian pada doa-doa orang jujur (Mzm. 130:2). Tidak lama setelah mereka memanggil Dia, Ia pun menjawab, siap, siap. Di mana pun mereka berdoa, Allah berkata, “Di sini Aku mendengar. Aku berada di tengah-tengah kamu.” Ia dekat kepada mereka dalam segala hal (Ul. 4:7). 5. Allah akan menuntun mereka dalam semua keadaan yang sulit dan meragukan (ay. 11): TUHAN akan menuntun engkau senantiasa. Selama kita di sini, di padang gurun dunia ini, kita senantiasa memerlukan bimbingan dari sorga. Sebab, jika pada saat kapan saja kita dibiarkan sendiri, kita pasti akan kehilangan arah. Oleh karena itu, kepada orang-orang yang baik dalam pandangan-Nyalah Allah memberikan hikmat yang dalam segala keadaan bermanfaat untuk membimbing, dan Ia akan menjadi penunjuk jalan bagi mereka (Bil. 10:31). Pemeliharaan-Nya akan membuat jalan mereka terang, baik itu mengenai apa kewajiban mereka maupun apa yang akan memberi mereka penghiburan terbesar. 6. Allah akan memberi mereka berlimpah kepuasan dalam pikiran mereka sendiri. Sama seperti dunia adalah padang gurun dalam kaitannya dengan pengembaraan, sehingga mereka senantiasa perlu dituntun, demikian pula dunia adalah padang gurun dalam kaitannya dengan kebutuhan, sehingga penting bagi mereka untuk senantiasa memiliki persediaan. Seperti Israel di padang gurun tidak hanya memiliki tiang awan untuk membimbing mereka terus-menerus, tetapi juga manna dan air dari batu untuk memuaskan jiwa mereka yang kekeringan, di tanah yang kering dan tandus, tiada berair (Mzm. 63:2). Bagi orang baik, Allah tidak hanya memberikan hikmat dan pengetahuan, melainkan juga sukacita. Ia puas dalam dirinya dengan kesaksian hati nuraninya dan jaminan-jaminan perkenanan Allah. “Hikmat dan pengetahuan ini akan memuaskan hatimu, akan memberikan kegembiraan dalam hatimu, bahkan di tanah penderitaan yang kering. Hikmat dan pengetahuan ini akan membaharui kekuatanmu, dan memenuhi tulang sum-summu, akan memberimu kesenangan yang akan menjadi penopang bagimu seperti tulang-tulang bagi tubuh, sukacita Tuhan yang akan menjadi kekuatanmu. Ia akan membuat tulang-tulangmu beristirahat” (demikian sebagian orang membacanya), “beristirahat dari sakit penyakit yang sudah dideritanya dan yang dengannya ia sudah dihajar.” Demikianlah hal itu sesuai dengan janji yang dibuat untuk orang yang murah hati. Tuhan akan memulihkan dia sama sekali dari sakitnya di tempat tidurnya (Mzm. 41:4). “Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik, sedemikian mekar dan subur dalam anugerah dan penghiburan, dan seperti mata air, seperti taman yang memiliki mata air di dalamnya, yang airnya tidak pernah mengecewakan entah di musim kering atau di musim salju.” Azas kasih yang kudus dalam orang-orang yang baik akan menjadi mata air hidup (Yoh. 4:14). Seperti halnya mata air, meskipun terus-menerus memancarkan aliran-alirannya, namun selalu penuh, demikian pula orang yang penuh kasih melimpah dalam kebaikan seperti ia melimpah dalam berbuat baik dan tidak pernah menjadi miskin karena kemurahannya. Orang yang mengairi dengan sendirinya akan diairi. 7. Mereka dan keluarga-keluarga mereka akan menjadi berkat untuk masyarakat. Suatu upah yang baik bagi orang-orang yang berbuah dan berguna untuk menjadi lebih berbuah dan berguna lagi, terutama jika keturunan mereka juga demikian. Hal ini dijanjikan di sini (ay. 12): “Orang-orang yang sekarang berasal darimu, raja-rajamu, bangsawan-bangsawanmu, dan para pembesarmu akan memiliki kewenangan dan pengaruh yang sedemikian rupa seperti yang tidak pernah mereka miliki selama ini.” Atau, “Mereka yang setelah ini datang darimu, yaitu anak-cucumu, akan berguna bagi angkatan mereka, seperti engkau bagi angkatanmu.” Lengkap sudah kepuasan orang baik, berkenaan dengan dunia ini, kala ia berpikir bahwa orang-orang yang akan datang sesudah dia akan melakukan kebaikan ketika dia sudah tiada. Ep. Heber 12:18-29 --------------------------- 12:18 Ai ndang didapothon hamu na tarjama, na marsigorgor di bagasan api, manang hagolapon, haholomon ro di habahaba, 12:19 manang pangkuling ni sarune dohot saringar ni hata, pola mangelehelek angka na umbegesa, unang tu nasida dipatongon hata i. 12:20 Ai ndang tartaon nasida Paksa i na mandok: Molo dais dorbia tu dolok, ingkon mate i dangguran. 12:21 Pola didok si Musa, dibahen songkal ni na tarida i: Hatahutan do ahu jala angka dotdot! 12:22 Alai dolok Sion i do didapothon hamu dohot huta ni Debata na mangolu i, i ma Jerusalem na di banua ginjang i, dohot surusuruan na marloksaloksa, i ma loloan pesta bolon i, 12:23 dohot huria ni na parjolo tubu, angka na tarsurat di banua ginjang i, dohot Debata, Siuhumi saluhut, dohot tondi ni angka partigor naung rimpas, 12:24 dohot Jesus, pangulu ni parpadanan na imbaru i, dohot mudar na mangurasi i, parsoara na dumenggan unang mudar ni si Abel. 12:25 Jaga ma hamu, so tung dijua hamu Ibana na mangkuling i! Ai molo gari so malua nasida na manjua Ibana na mamaksa di tano on, lam hita ma, anggo tatundalhon Ibana na sian banua ginjang i! 12:26 Tano on do dihutur soarana uju i; alai anggo nuaeng marbagabaga do Ibana songon on: "Sahali nari do Ahu mangkuturi, ndada holan tano on, dohot ma banua ginjang i!" 12:27 Alai hata na mandok sahali nari patuduhon: Na naeng muba ma na tarhutur, i ma na tinompa on, asa hot na so tarhutur i! 12:28 Dibahen i, mauliate ma rohanta, ala tajalo harajaon na so tarhutur; marhitehite i do gabe hita parhalado halomoan ni Debata mardongan biar dohot hadaulaton. 12:29 Ai api na mangallang do Debatanta i! 12:18 Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, 12:19 kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, 12:20 sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: "Bahkan jika binatangpun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu." 12:21 Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar." 12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, 12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, 12:24 dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel. 12:25 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga? 12:26 Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." 12:27 Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. 12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. 12:29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Renungan HKBP Senin, 22 Agustus 2022 - 2 Korint 4:8 - Nehemia 4:1-15 - 1 Johannes 5:13-21 PREV: Renungan HKBP Sabtu, 20 Agustus 2022 - Jesaya 30:18 - 1 Timoteus 2:1-7 - 1 Johannes 5:6-12 All Renungan HKBP 2022
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Renungan HKBP Senin, 22 Agustus 2022 - 2 Korint 4:8 - Nehemia 4:1-15 - 1 Johannes 5:13-21 PREV: Renungan HKBP Sabtu, 20 Agustus 2022 - Jesaya 30:18 - 1 Timoteus 2:1-7 - 1 Johannes 5:6-12 Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |