f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2022 Renungan HKBP Senin, 26 Desember 2022 - Ev. Titus 2:11-15 (Penjelasan) - Ep. Jesaya 9:1-6 (Penjelasan) - PESTA NATAL II PESTA PADUAHON PARNINGOTAN ARI HATUTUBU NI TUHAN YESUS Senin, 26 Desember 2022 PESTA NATAL II PESTA PADUAHON PARNINGOTAN ARI HATUTUBU NI TUHAN YESUS Ev. Titus 2:11-15 Ep. Jesaya 9:1-6 Tutup Langgatan : Na Bontar Topik : NUNGNGA PATAS ASI NI ROHA NI DEBATA (KASIH KARUNIA ALLAH TELAH NYATA) Jamita Sikkola Minggu : 1 Johannes 4:14-15 PELEAN TU RADIO BONA PASOGIT HKBP Baca Juga: Ev. Titus 2:11-15 2:11 Ai nunga tarida asi ni roha ni Debata, sibahen haluaon ni saluhut jolma. 2:12 Diajari do hita, asa tasoadahon roha na so daulat ro di angka hisaphisap tano on, asa taparangehon hatomanon, hatigoran dohot hadaulaton, tagan di hasiangan on. 2:13 Laos diajari do hita, paipaimahon hatuaon na tahirim i dohot hapapatar ni hasangapon ni Debata na balga i dohot Kristus Jesus, Sipalua i. 2:14 Ai dilehon do dirina humongkop hita, asa ditobus hita sian nasa hajahaton, asa urasonna di dirina bangso, naung Ibana nampunasa, na olo mangkapadothon angka ulaon na denggan. 2:15 I ma hatahon, paingothon jala ajarhon sian nasa gomos ni roham! Unang ma adong na marhu ni roha mida ho! Kasih karunia Allah menyelamatkan semua manusia 2:11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 2:12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini 2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 2:14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. 2:15 Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah. Penjelasan: * Memberitakan Doktrin yang Benar: Kasih Karunia Allah (2:11-15). Kasih Karunia (3:7; I Tim. 1:14; II Tim. 1:9; 2:1) senantiasa merupakan istilah kunci yang agung di dalam keselamatan. Yang menyelamatkan aslinya hanya merupakan satu kata saja yang artinya "menyelamatkan." Semua manusia, mengandung nada penginjilan yang universal yang demikian menonjol di dalam Surat-surat Penggembalaan. Keselamatan tersebut sudah nyata di dalam Yesus Kristus (II Tim. 1:10). Semua janji Allah dam seluruh karya penyelamatan-Nya sejak semula telah mengungkapkan kasih karunia ini; semua berkat dan karunia-Nya telah dirancang untuk menuntun manusia kepada pertobatan (Rm. 2:4). * Tit 2:12 - Mendidik // Meninggalkan // Bijaksana, adil dan beribadah // Dunia sekarang ini Mendidik. Kasih karunia itu menyelamatkan, tetapi juga mengajar dan mendidik orang untuk hidup bijaksana dan saleh. Meninggalkan. Penolakan yang kuat dan tegas yang menyangkal kasih karunia (1:16; I Tim. 5:8; II Tim. 2:12; 3:5). Bijaksana, adil dan beribadah. Ketiga kata ini secara jitu merangkum tema dari semua Surat Penggembalaan. Dunia sekarang ini. Hanya dipakai satu kali di dalam masing-masing Surat Penggembalaan (lih. I Tim. 6:17, II Tim. 4:10). Kata-kata ini mengungkapkan orientasi dasar dari pemikiran Paulus kehidupan terdiri alas kehidupan di dunia ini dan di dunia yang akan datang. * Tit 2:13 - Pengharapan ... penyataan kemuliaan Paulus mengungkapkan atas pemikirannya dengan mengacu kepada peristiwa besar di dunia yang akan datang: kedatangan Kristus yang kedua kali. Pengharapan ... penyataan kemuliaan merupakan suatu konsep. Kembali dua pengertian membentuk satu konsep, seperti halnya banyak kala majemuk yang menjadi nama ilahi dalam Perjanjian Lama. * Tit 2:14 - Yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita // Membebaskan // Umat kepunyaan-Nya sendiri Yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita. Pendamaian memiliki acuan khusus kepada orang pilihan dan juga acuan universal kepada semua orang (lih. tafsiran atas I Tim. 2:6). Membebaskan. Pengertiannya di sini ialah membebaskan seorang budak dengan membayar harga tertentu (dipakai di Luk. 24:21, I Ptr. 1:18; dan di sini). Di dalam pendamaian itu yang ditekankan adalah soal membeli (bdg. Gal. 3:13, Why. 5:9). Pembebasan dari kesalahan dan kutukan bukan hal utama di sini. melainkan pembebasan dari gaya hidup yang tidak benar. Dengan demikian ciri khas dari umat Allah muncul - yaitu semangat mereka untuk melakukan perbuatan baik. Umat kepunyaan-Nya sendiri dipakai dalam Keluaran 19:5 di LXX. Kata yang diterjemahkan sebagai "kepunyaan-Nya sendiri" di sini dan di I Petrus 2:9 mengandung arti milik yang diperoleh melalui pembelian. Perbuatan baik merupakan buah Roh. meterai dari kepemilikan Allah. * Tit 2:15 - Beritakanlah semuanya itu Beritakanlah semuanya itu. Kasih karunia Allah adalah dasar dari semua perbuatan baik, tetapi penting bagi hamba Tuhan untuk terus-menerus menyatakan kasih karunia ini, dengan menasihati dan menegur, berdasarkan otoritas Firman Allah. Jangan sampai pelayanan kita membuat orang mempunyai alasan untuk menghina kita. Ep. Jesaya 9:1-6 9:1 Bangso na mardalani di bagasan haholomon marnida sada panondang na bolon. Binsar do sada panondang di angka na mangingani tano linggoman ni hamatean. 9:2 Nunga dipatorop ho bangso i. Nunga dipadiri ho di ibana halalas ni roha na bolon: Marlas ni roha nasida di jolo ni bohim, songon las ni roha di gotilon, songon parolopolopon di na marbagi tabantaban. 9:3 Ai nunga diponggolhon ho auga na ampe tu ibana, dohot batahi ni abarana dohot linsinglinsing ni na mangadu ibana, songon uju di ari Midian. 9:4 Ai masoksok do sogot nasa sinjata ni parsinjata di hatuturtar ni tongtangan, ro di ulos na marsapu mudar, gabe sipanganon ni api. 9:5 Ai nunga tubu di hita sada posoposo dilehon tu hita sada Anak, pampe tu abarana do sogot harajaon, jala bahenonna goarna: Sipartahi Halongangan, siulubalang ni Debata, Ama saleleng ni lelengna, Raja ni hadameon. 9:6 Bahen hagaganda ni harajaon dohot hadameon na so marujung di habangsa ni si Daud dohot di harajaonna i, pahothon dohot patoguhon marhitehite patik dohot hatigoran, olat nion ro di salelenglelengna. Hamuruhon ni Jahowa Zebaot patupahon songon i. 9:2 (#9-#1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 9:3 (#9-#2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. 9:4 (#9-#3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. 9:5 (#9-#4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. 9:6 (#9-#5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 9:7 (#9-#6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Penjelasan: * Penghakiman dan Belas Kasihan; Janji Anugerah Injil; Janji Mesias; Gelar-gelar Mesias (Yesaya 8:23; 9:1-6) Kata-kata pertama dalam pasal ini jelas merujuk pada penutup pasal sebelumnya,* di mana segala sesuatunya tampak kelam dan pilu: Sesungguhnya hanya ada kesesakan, dan kegelapan, dan kesuraman. Semuanya sangat buruk, namun tidaklah sepenuhnya begitu karena di dalam gelap terbit terang bagi orang benar (Mzm. 112:4) dan malampun menjadi siang (Za. 14:7). Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman (baik dalam hal jenisnya ataupun derajatnya) seperti yang pernah ada sebelumnya. Perhatikanlah, dalam masa-masa terburuk umat Allah dapat menghibur diri dengan suatu pengecualian, suatu tetapi, sesuatu yang menenangkan dan mengimbangi kesusahan-kesusahan mereka. Mereka dianiaya, tetapi tidak ditinggalkan sendirian (2Kor. 4:9), berdukacita, namun senantiasa bersukacita (2Kor. 6:10). Suatu penghiburan bagi kita, ketika segala sesuatu tampak teramat gelap, bahwa Dia yang menjadikan terang dan menciptakan gelap (45:7) telah menetapkan batas-batas pada keduanya, dan menetapkan yang satu melawan yang lain (Kej. 4:4). Ia dapat berkata, “Sampai di sini saja kesuraman itu ada, sampai sedemikian lama saja ia akan berlangsung, dan tidak lebih, tidak lagi.” Footnote: Berkenaan dengan pasal 9 ini, ada perbedaan penomoran ayat antara KJV dan LAI. Ayat 9:1 versi KJV merupakan ayat 8:23 (ayat penutup pasal 8) versi LAI -” ed. I. Tiga hal dijanjikan di sini, dan semuanya pada akhirnya menunjuk pada anugerah Injil. Dengan harapan-harapan akan anugerah Injil itulah orang-orang kudus pada zaman itu harus menghibur diri setiap kali hari tampak mendung dan gelap. Seperti halnya sekarang kita harus menghibur diri di masa sulit dengan harapan-harapan akan kedatangan Kristus yang kedua, meskipun hal itu sekarang, sebagaimana kedatangan-Nya yang pertama pada waktu itu, merupakan hal yang masih sangat jauh. Belas kasihan yang juga disediakan Allah bagi jemaat-Nya pada akhir zaman dapat menjadi sokongan bagi mereka yang berkabung dengan jemaat-Nya karena malapetaka-malapetaka yang menimpanya sekarang. Di sini kita mendapati janji, 1. Tentang terang yang besar, yang akan meredam, dan secara perlahan-lahan menghilangkan kesuraman itu, sehingga kesuraman itu tidak akan seperti yang sudah-sudah: Tidak seperti ketika negeri itu terimpit. Tidak akan ada saat-saat gelap seperti sebelumnya, ketika dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali (yang terletak jauh dan paling rentan terhadap serangan-serangan musuh di sekitarnya), dan di kemudian hari Ia akan lebih lagi menyengsarakan tanah itu (KJV) melalui jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain (8:23). Ini mungkin merujuk pada zaman ketika TUHAN mulai menggunting daerah Israel, dan mengalahkan bangsa itu di seluruh daerah mereka (2Raj. 10:32). Perhatikanlah, Allah mencoba dulu apa yang akan dihasilkan oleh penghakiman-penghakiman yang lebih ringan sebelum Ia mendatangkan penghakiman-penghakiman yang lebih berat kepada suatu bangsa. Tetapi jika penderitaan yang ringan tidak berhasil bagi kita, untuk merendahkan dan memperbarui diri kita, maka kita harus bersiap-siap untuk menderita secara lebih berat. Sebab apabila Allah menghakimi, Ia akan berhasil. Ya, itu adalah masa-masa yang gelap bagi tanah Zebulon dan Naftali, dan ada kesuraman yang mengimpit di wilayah bangsa-bangsa lain, baik menyangkut ketidaktahuan (mereka tidak berkata-kata menurut pengajaran dan kesaksian, dan bagi mereka tidak terbit fajar, [8:20]) maupun menyangkut kesusahan, serta keadaan lahiriah mereka yang tanpa harapan. Kita mendapati keduanya dalam 2 Tawarikh 15:3, 5. Lama sekali Israel tanpa Allah yang benar, tanpa ajaran dari pada imam dan tanpa hukum, pada zaman itu tidak dapat orang pergi dan pulang dengan selamat. Tetapi kesuraman yang diancam itu (8:22) tidak akan menang sampai sedemikian rupa. 2. Tentang pertumbuhan yang besar, dan sukacita yang timbul darinya di mana-mana (ay. 2) “Engkau, ya Allah! telah menimbulkan banyak sorak-sorak (KJV: Engkau telah menumbuhkan bangsa itu), yaitu bangsa Yahudi yang untuknya Engkau sediakan belas kasihan. Meskipun bangsa itu telah berkurang karena penghakiman pedih yang datang silih berganti, namun sekarang Engkau mulai menumbuhkannya lagi.” Jumlah penduduk dalam sebuah bangsa adalah kekuatan dan kekayaannya, kalau jumlah yang banyak itu tekun. Dan Allah-lah yang membuat bangsa-bangsa bertumbuh (Ayb. 12:23). Namun dikatakan selanjutnya “Engkau tidak menumbuhkan sukacita” (KJV) -” sukacita dan kegembiraan duniawi, dan perkara-perkara yang biasanya menimbulkannya. Walaupun begitu, mereka bersukacita di hadapan-Mu. Ada banyak sukacita rohani yang sungguh-sungguh di antara mereka, sukacita di hadapan Allah, dengan mata yang tertuju pada-Nya.” Hal ini sangat dapat diterapkan pada zaman terang Injil, seperti yang dibicarakan dalam ayat 1. Pada waktu itu Allah membuat bangsa itu bertumbuh, yaitu Israel Injil. “Dan baginya” (demikian menurut Masoretik [Alkitab berbahasa Ibrani -” pen.]) “Engkau telah memperbesar sukacita, bagi setiap orang yang menerima terang itu.” Kata-kata berikut mendukung bacaan ini: “Mereka bersukacita di hadapan-Mu. Mereka datang ke hadapan-Mu di dalam ketetapan-ketetapan kudus dan dengan sukacita yang besar. Kegembiraan mereka tidak seperti kegembiraan Israel di bawah pohon anggur dan pohon ara mereka (Engkau tidak menumbuhkan sukacita itu). Sebaliknya, sukacita itu ada di dalam perkenanan Allah dan tanda-tanda anugerah-Nya.” Perhatikanlah, Injil, ketika datang dalam terang dan kuasanya, membawa serta sukacita, dan orang-orang yang menerimanya dengan benar akan sungguh-sungguh bersukacita di dalamnya, bahkan akan bersorak-sorai. Oleh karena itulah pertobatan bangsa-bangsa dinubuatkan dengan hal ini (Mzm. 67:5), kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai. 3. Tentang kebebasan dan kelegaan yang mulia (ay. 3-4): “Mereka akan bersukacita di hadapan-Mu, dan dengan alasan yang baik, sebab kuk yang menekannya Kaupatahkan, dan Engkau membuatnya ringan, karena ia tidak lagi berada dalam perbudakan. Dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan, tongkat orang fasik itu, yang telah lama merampas hak orang benar,” seperti kuk orang Midian dipatahkan dari tengkuk Israel melalui tangan Gideon. Jika Allah menjadikan pembebasan-pembebasan terdahulu sebagai pola-Nya dalam bekerja bagi kita, kita harus menjadikannya sebagai dorongan-dorongan untuk berharap pada-Nya dan mencari Dia (Mzm. 83:10). Perlakukanlah mereka seperti Midian. Pembebasan lahiriah apa yang dirujuk di sini tidaklah jelas, mungkin dicegahnya Sanherib yang ingin menjadikan dirinya penguasa atas Yerusalem, yang dilakukan, seperti pada hari kekalahan Midian, oleh tangan Allah secara langsung. Dan, sementara pertempuran-pertempuran lain biasanya dimenangkan dengan suara bergemuruh dan dengan mengorbankan banyak lumuran darah, pertempuran ini akan dilakukan dengan diam dan tanpa keributan. Segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala (10:16). Api yang tidak ditiup memakan dia (Ayb. 20:26). Tetapi tidak diragukan lagi bahwa hal itu melihat lebih jauh, pada buah-buah dan dampak-dampak terberkati dari terang besar itu, yang akan melawat orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan. Terang itu akan membawa serta kebebasan, pembebasan kepada orang-orang tawanan (Luk. 4:19). II. Tetapi siapa, di mana, Dia yang akan melaksanakan dan menyelesaikan perkara-perkara besar ini bagi jemaat? Sang nabi memberi tahu kita (ay. 5-6) bahwa itu akan dilakukan oleh Mesias, Imanuel, Anak seorang dara yang kelahiran-Nya sudah dia nubuatkan itu (7:14), dan yang sekarang sedang dibicarakannya, dengan gaya kenabian, sebagai hal yang sudah terjadi: Anak itu telah lahir, bukan saja karena itu sudah pasti, dan ia yakin akan hal itu seolah-olah itu sudah terjadi, melainkan juga karena jemaat sebelum inkarnasi-Nya menuai banyak manfaat dan keuntungan dari pekerjaan-Nya yang didasarkan pada janji pertama mengenai keturunan perempuan itu (Kej. 3:15). Seperti halnya Dia adalah Anak Domba yang disembelih, demikian pula Dia adalah Anak yang telah lahir, sejak dunia dijadikan (Why. 13:8). Semua hal besar yang dilakukan Allah bagi jemaat Perjanjian Lama dilakukan oleh Dia sebagai Firman yang kekal, dan demi Dia sebagai Pengantara. Dia adalah Yang Diurapi, yang kepada-Nya Allah memandang dengan hormat (Mzm. 84:10), dan demi Tuhanlah, demi Kristus Tuhanlah, Allah membuat wajah-Nya bersinar atas tempat kudus-Nya (Dan. 9:17). Bangsa Yahudi, khususnya keluarga Daud, dijaga berkali-kali dari kehancuran yang sudah dekat hanya karena berkat yang ada di dalam mereka. Oleh sebab itu, keamanan lebih besar seperti apa lagi yang dapat diberikan kepada jemaat Allah, bahwa ia akan dijaga, dan secara khusus dirawat oleh pemeliharaan ilahi, selain ini: bahwa Allah mempunyai belas kasihan yang begitu besar yang disediakan untuk jemaat-Nya? Alkitab bahasa Aram memahami ini sebagai manusia yang akan hidup selama-lamanya, yaitu Kristus. Itu merupakan nubuat terkenal tentang Dia dan kerajaan-Nya. Dan tidak diragukan lagi, bahwa orang-orang yang menantikan penghiburan bagi Israel dibangun di atas nubuat ini sering kali merujuk padanya dan membacanya dengan senang hati.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Renungan HKBP Sabtu, 31 Desember 2022 - Ev. Rom 11:33-36 (Penjelasan) - Ep. 1 Rajaraja 8:54-61 (Penjelasan) - PARPUNGUAN BODARI UJUNG TAON PREV: Renungan HKBP Minggu, 25 Desember 2022 - Ev. Johannes 1:1-14 (Penjelasan) - Ep. Jesaya 9:1-6 - PESTA NATAL I PESTA PARJOLO PARNINGOTAN ARI HATUTUBU NITUHAN YESUS All Renungan HKBP 2022
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Renungan HKBP Sabtu, 31 Desember 2022 - Ev. Rom 11:33-36 (Penjelasan) - Ep. 1 Rajaraja 8:54-61 (Penjelasan) - PARPUNGUAN BODARI UJUNG TAON PREV: Renungan HKBP Minggu, 25 Desember 2022 - Ev. Johannes 1:1-14 (Penjelasan) - Ep. Jesaya 9:1-6 - PESTA NATAL I PESTA PARJOLO PARNINGOTAN ARI HATUTUBU NITUHAN YESUS Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |