f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2023 Renungan HKBP Minggu, 05 Februari 2023 - Pendengar atau Pelaku Firman - Yakobus 1:22-25 Yakobus 1:22-25 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. 1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. 1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. 1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Penjelasan: * Jadilah pelaku Firman Tetapi jadilah pelaku firman dan bukan hanya pendengar, yang menipu diri sendiri. Sebab jika seorang adalah pendengar firman dan bukan pelaku, dia seperti orang yang mengamati mukanya yang sebenarnya di cermin, karena dia melihat dirinya, keluar dan langsung lupa rupanya. Tetapi orang yang meneliti hukum kemerdekaan yang sempurna, dan tetap melakukannya -”bukan sebagai pendengar yang lupa, melainkan sebagai pelaku yang bertindak - orang ini akan berbahagia dalam perbuatannya. ay. 22 Jadilah -” Perintah ini bersifat terus menerus, yaitu mendorong mereka untuk makin lama, makin menjadi pelaku firman.78 Yang menipu diri sendiri -” Menipu di sini bersifat terus menerus,79 yaitu terus menipu diri sendiri. ay. 23 Adalah -”Kata eimi (adalah) di sini bersifat terus menerus,80 terikat pada kata pendengar dan juga pelaku. Jadi disimpulkan bahwa ayat ini bicara mengenai kebiasaan. Yakobus sangat jelas di 3:2 bahwa orang tidak selalu mentaati firman, tetapi di ay. 23 ini, kita melihat orang yang terus saja tidak peduli mengenai kehendak Allah. Dia seperti orang yang mengamati mukanya yang sebenarnya di cermin -” Bagian ini bicara secara umum mengenai orang yang mengamati mukanya. Baru di ayat berikut kita melihat masalahnya. ay. 24 Melihat-” Kata katanoeo berarti mengamati, melihat.81 Imbuhan dari kata ini boleh memberi kesan bahwa orang ini tidak lama melihat dirinya, atau tidak terlalu mementingkan hal itu. Jadi boleh diterjemahkan melihat sedetik/sekilas.82 Walaupun demikian, bukan hal itu yang ditekankan, melainkan bahwa orang ini langsung lupa, karena dia hanya melihat saja. Hal ini dibedakan dengan orang yang melihat DAN mempraktekkan di bawah83 Dirinya -” Kata homoios berarti rupa/jenis84 dan bersifat kata ganti orang, yaitu genis/sifat orang. Kata kerja eimi (adalah) bersifat terus menerus,85 Jadi orang ini lupa dirinya seperti apa. ay. 25 Meneliti -” Kata parakypto berarti tunduk untuk melihat, dan mempunyai makna melihat dengan teliti. Hukum kemerdekaan yang sempurna -” Ada cukup banyak pembahasan mengenai arti dari frase ini, tetapi kalau kita melihat di Yak 2:12, lalu membaca di atasnya, sangat jelas bahwa Hukum Tauratlah yang dimaksudkan. Ingat bahwa surat Yakobus adalah surat yang pertama di seluruh Perjanjian Baru, jadi kalau dia bicara mengenai Firman Tuhan, tentu maksudnya adalah Perjanjian Lama. Kalau demikian, kita harus mengerti dengan jelas apa peran dari Hukum Taurat di dalam kehidupan orang percaya. Sangat jelas bahwa orang TIDAK menjadi selamat karena mentaati Hukum Taurat (Lihat Gal 2:16-21). Tetapi jelas juga bahwa orang percaya diselamatkan supaya mereka berbuat baik (Efe 2:10, 2 Kor 5:15). Kita melihat di ay. 21 bahwa Firman Tuhan dapat membebaskan orang percaya dari kuasa dosa dan dengan demikian tepat istilah firman kemerdekaan. Kita melihat hal ini di Yoh 17:17 juga, di mana firman menguduskan orang yang sudah percaya. Jadi kesimpulan kita adalah Hukum Taurat merupakan kabar buruk bagi orang yang belum percaya, karena fungsinya adalah untuk menyatakan dosa. Akan tetapi, bagi orang yang sudah percaya, fungsinya tersebut menjadi kabar baik, karena kita rindu diubahkan/dikuduskan dan dosa yang dinyatakan bisa langsung diakui, ditanggalkan dan diampuni. Dengan demikian kita menjadi makin lama, makin merdeka dari dosa. Proses ini harus berlangsung dalam keyakinan bahwa kita sudah sempurna di hadapan Allah karena pengorbanan Kristus. Nah, dengan mengerti semuanya itu, ada gunanya kalau kita memikirkan sedikit mengenai Hukum Taurat dan apa maksudnya Yesus di Matius 5:17-20 di mana dari satu sisi Dia mengatakan bahwa Dia menggenapi Hukum tersebut, tetapi dari sisi lain mengatakan bahwa Hukum Taurat tidak akan berlalu dan harus diajarkan semuanya. Kalau kita membaca Perjanjian Lama, kita melihat tiga macam hukum: (1) Hukum Bait Allah, (2) Hukum Negeri, dan (3) Hukum Moral. Hukum Bait Allah menyangkut Imamat, pengorbanan, dll. Hukum Negeri menyangkut sistem legal, kebersihan, gaya pakaian, pembalasan dll. Hukum Moral menyangkut Kesepuluh Hukum, kehidupan bersama, kekudusan dll. Melalui pengorbanan Kristus mengganti kita, dia memenuhi sepenuhnya Hukum Bait Allah dan menggantikan Imamat dengan jalan menjadi Imam kita yang satu-satunya, sekaligus korban sekali untuk selama-lamanya. Dia juga memulakan lembaga baru, yang tidak identik dengan Negara Israel, yaitu Gereja, yang, antara lain, Dia sebut sebagai Tubuh-Nya dan Mempelai-Nya. Lembaga baru ini bukan Negara, sehingga tidak perlu ada hukum mengenai pembalasan kalau orang dirugikan, hukuman mati, peraturan pakaian, dll. Nah, bagaimana kalau hukum moral? Seperti kita lihat, Kristus mati sebagai korban bagi setiap dosa kita, sehingga jalan keselamatan hanya menuntut iman kepada Kristus saja, bukan ketaatan pada Hukum Taurat (Gal 2:16) -” Hukum Taurat menyatakan dosa kita sehingga kita berseru kepada Allah untuk mendapatkan pengampunan melalui Kristus. Tetapi kita lihat di dalam Yakobus bahwa, bagi orang percaya, Hukum Moral adalah indah, yaitu alat yang menyatakan dosa supaya kita dapat mengerti dan menanggalkan perilaku yang menyinggung hati Allah. Dalam konteks itulah, Paulus, yang begitu kuat menyampaikan Injil anugerah, juga mengatakan “Semuayang tertulis dalam Alkitab,diilhami oleh Allah dan bergunauntuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah.” (2 Tim 3:16 BIS) Dan tetap melakukannya -” Kata parameno berarti tetap/tinggal. Jadi gaya hidup orang ini adalah menghargai Firman Tuhan sehingga tetap memperhatikannya. Sifat ini yang dibandingkan dengan orang yang memandang diri di cermin, lalu langsung lupa. Pendengar…lupa -” Secara literal: Pendengar yang menjadi pelupa. Kata-kata ini adalah kata benda, bukan kata kerja. Menjadi -”Imbuhan menekankan bahwa mereka sendiri menjadi…86 Orang lain tidak boleh dipersalahkan. Melainkan -” Kata alla membawa arti sebaliknya atau melainkan. Pelaku yang bertindak -”Lit: Pelaku tindakan -” Kata-kata ini adalah kata benda, membawa arti orang yang bertindak, yaitu tidak pasif. Cara yang paling tepat untuk kita menunjukkan bahwa kita menghargai Firman Tuhan adalah dengan mentaatinya. Orang ini berbahagia dalam perbuatannya -”Ketaatan pada Firman Tuhan tidak menyelamatkan, kecuali kepada Injil, tetapi orang yang mentaati Firman akan diberkati Allah sehingga dia berbahagia. Apakah ada yang sudah mendengar banyak dari Firman Tuhan, sehingga mereka mempunyai pengetahuan, tetapi belum terlalu serius mentaatinya? Apakah ada orang yang percaya bahwa ketaatan pada Hukum Taurat yang menyelamatkan, atau membuat mereka tetap selamat? Apakah orang mencari kebahagiaan dengan kompromi terhadap kebenaran Firman Tuhan? Mudah untuk kita berkata bahwa kita menjunjung tinggi Firman Tuhan, tetapi itu hanya omong kosong, bahkan bohong, kalau kita tidak rela mentaatinya.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Renungan HKBP Sabtu, 11 Februari 2023 - Amsal 28 : 27 PREV: Renungan HKBP Minggu, 29 Januari 2023 - DEBATA HAROROAN NI GOGO DOHOT BISUK - Job 12:13-25 All Renungan HKBP 2023
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Renungan HKBP Sabtu, 11 Februari 2023 - Amsal 28 : 27 PREV: Renungan HKBP Minggu, 29 Januari 2023 - DEBATA HAROROAN NI GOGO DOHOT BISUK - Job 12:13-25 Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |