f Renungan HKBP Minggu, 19 Februari 2023 - JESUS RAJA NA SANGAP NA BADIA - 2 Petrus 1:16-21 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 3158 kali
2 Petrus 1:16-21
Bahasa Batak:
1:16 Ai ndada huihuthon hami angka turiturian na piningkir ni na bisuk, di na hupabotohon hami tu hamu hagogoon dohot haroro ni Tuhanta Jesus Kristus; tung diida matanami do hatongamonna i.
1:17 Ai dijalo do hamuliaon dohot hasangapon sian Debata Ama, di na masa tu Ibana sian hasangapon na tongam i soara on: "On do Anakku, haholongan ni rohangku; na lomo do rohangku di Ibana!"
1:18 I ma soara, na hubege hami ro sian banua ginjang i, uju rap hami dohot Ibana di dolok na badia i.
1:19 Jadi lam hot ma, antong, hata panurirangon i di hami; jala tama marsitiopan tusi ma hamu, songon na tu palito na marsinondang di inganan na holom, paima tarida siulubalang ari i, jala binsar siboan hatiuron di bagasan rohamuna.
1:20 On ma parjolo boto hamu: Ndang dapot hatorangan ni nasa panurirangon na tarsurat, anggo sian roha ni jolma.
1:21 Ai ndang dung sian tahi ni jolma haroroan ni panurirangon; alai tinogihon ni Tondi Parbadia do, umbahen na marsoara angka jolma, disuru Debata.  

Bahasa Indonesia:
Nubuat tentang kemuliaan Kristus telah digenapi
1:16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. 1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." 1:18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. 1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. 1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Penjelasan:
* Berani mengatakan karena menyaksikan.
Menurut ilmu jiwa perkembangan anak, anak usia batita sampai balita belum dapat membedakan antara hitam dan putih, salah dan benar. Artinya, bila mereka melakukan kesalahan maka hal itu dapat dimengerti.

Perkembangan praktik hukum di Indonesia nampaknya memiliki kecenderungan sama seperti anak usia batita - balita. Buktinya, pada beberapa kasus tertentu, yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan. Keputusan tersebut selalu diambil berdasarkan pemaparan bukti oleh saksi. Ada indikasi dalam praktik hukum di Indonesia yaitu bahwa kesaksian seorang saksi tidak lagi memiliki peranan penting tetapi hanya sekadar formalitas yang mengikuti aturan prosedur saja. Artinya, kesaksian bukan lagi ajang untuk mendengar fakta yang menentukan langkah pengambilan keputusan.

Untungnya, jemaat Tuhan saat itu tidak bertindak seperti anak usia batita-balita. Mereka membutuhkan kesaksian sebagai hal yang paling menentukan untuk diterima atau tidaknya sebuah pemberitaan. Dan kesaksian tersebut harus dikisahkan oleh seseorang yang menyaksikan peristiwa tersebut dengan mata kepalanya sendiri. Petrus tahu bahwa jemaat Tuhan menuntut pembuktian untuk fakta yang dipaparkannya tentang Yesus Kristus. Sebab itu Petrus menyebut dirinya bersama dengan rasul lainnya sebagai saksi hidup terhadap perbuatan ajaib dan mulia Yesus Kristus. Pernyataan ini didukung oleh keberadaan Petrus sebagai murid yang terlibat dalam perjalanan pelayanan Yesus Kristus selama + 3 tahun. Dalam kesaksian ini, Petrus memaparkan bahwa ada dua tiang pancang yang mampu meneguhkan dan mengokohkan kehidupan rohani jemaat Tuhan. Pertama, setiap orang yang berjalan bersama Kristus dan mempercayakan seluruh hidupnya pada pemeliharaan-Nya, niscaya akan menyaksikan dan mengalami hidup dengan Tuhan secara nyata. Kedua, pengalaman-pengalaman yang dialami Petrus dan rasul lainnya merupakan penggenapan firman Allah. Firman itu sendiri adalah wahyu Illahi. Jadi dengan mempercayakan diri seutuhnya kepada kesaksian Alkitab akan Kristus, hidup jemaat Tuhan mengarah pada keteguhan dan kekokohan.

Renungkan: Jangan mudah terpengaruh pada ajaran yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Sebaliknya, percaya dan teguhlah berpegang pada ajaran Kristus, karena telah terbukti kebenarannya.

* Kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia ... tetapi kami adalah saksi mata // Inilah Anak yang Ku-kasihi

Kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia ... tetapi kami adalah saksi mata. Keaslian dari kesaksian rasuli diperkuat dengan kesaksian tersebut. Petrus di sini berbicara tentang pelayanan sebelumnya kepada orang-orang ini. Mungkin yang dimaksudkan adalah khotbahnya pada hari Pentakosta, ketika mana beberapa di antara mereka hadir, atau bisa juga saat pelayanannya di Asia Kecil. Inilah Anak yang Ku-kasihi. Acuan kepada saat Yesus dimuliakan ini sangat mungkin merupakan sebuah teguran implisit terhadap para guru palsu yang jika saat Kolose melukiskan satu keadaan yang sama, cenderung menyembah malaikat, dengan demikian merendahkan keunggulan Kristus. Karena pada peristiwa pemuliaan Yesus di bukit itu yang hadir hanya Petrus. Yakobus dan Yohanes, maka pernyataan ini juga memperkuat pengakuan bahwa surat ini ditulis oleh Petrus.

* 2Ptr 1:19-21 - Kami makin diteguhkan oleh Firman yang telah disampaikan para nabi // menurut kehendak sendiri. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah

Kami makin diteguhkan oleh Firman yang telah disampaikan para nabi. Bersama dengan apa yang dikemukakan di ayat 21, yang diacu oleh ayat-ayat ini rupanya adalah Perjanjian Lama. Merupakan suatu penilaian yang menakjubkan tentang keabsahan Kitab Suci ketika Petrus menyatakan bahwa Kitab Suci lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan suara dari surga yang didengar dengan telinga jasmani. Tersimpul di dalamnya teguran kepada para pengajar yang bertindak jauh melampaui apa yang dikatakan dalam Kitab Suci, dengan menyusun teori-teori mistik menurut kehendak sendiri. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah atau berbicara dari Allah, dengan didorong oleh Roh Kudus. Nas ini secara kuat mengingatkan kita akan ulasan mengenai pengilhaman nubuat yang terdapat dalam I Petrus 1:10-12, sebuah kaitan lagi di antara kedua surat ini.













NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 26 Februari 2023 - DEBATA DO SILEHON BASABASA DINGOLUNTA - 2 MUSA 33:15-23


PREV:
Renungan HKBP Senin, 13 Februari 2023 - 1 Korintus 13:13

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 26 Februari 2023 - DEBATA DO SILEHON BASABASA DINGOLUNTA - 2 MUSA 33:15-23


PREV:
Renungan HKBP Senin, 13 Februari 2023 - 1 Korintus 13:13

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de