f Renungan HKBP Sabtu, 22 April 2023 - PENGHARAPAN DALAM PERGUMULAN - Ayub 14:14 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 1150 kali
Renungan HKBP 2023
Renungan HKBP Sabtu, 22 April 2023 - PENGHARAPAN DALAM PERGUMULAN - Ayub 14:14

Konsep kebangkitan bukan kunci untuk membuka rahasia penderitaan Ayub ketika itu, Dia merasa terperosok ke dalam lubang maut karena telah putus asa menghadapi sengsara dan penyakitnya

BE. 3:2-3 PUJI JAHOWA ALE TONDINGKU
Tubu ni jolma do nang na sangap jala na mulak tu tano i
Tahitahina pe laho do monjap molo dibondut tanoman i
Ndang jolma hasonanganki Debata do haposanki Haleluya, Haleluya
Martua halak na niondingan ni Debatanta Jahowa i
Angka na hot marhaporseaon di Jesus Kristus Tuhanta i
Molo Debata donganmu ndang adong hurang tuamu Haleluya, Haleluya.

Ayub 14:14

14:14 Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi? Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku;

Penjelasan:
* Ketika bangkit dari kesuraman tersebut, Ayub berseru, "Ah kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati ... kemudian mengingat aku pula" (14:13). Seandainya keinginan ini terwujud, dan seandainya dunia orang mati hanya merupakan tempat untuk singgah saja dan benar-benar suatu tempat untuk bebas dari permusuhan Allah yang tidak dapat dipahami saat itu (ay. 13);

seandainya di balik dunia orang mati ada giliran kebangkitan (ay. 14c) yang muncul karena ada pembaharuan belas kasihan oleh sang Khalik (ay. 15) - betapa bahagianya masa depan yang akan mengubah pergumulan yang dihadapi saat itu (ay. 14b)!

Konsep kebangkitan bukan kunci untuk membuka rahasia penderitaan Ayub ketika itu, namun konsep tersebut memberikan kerangka untuk berharap. Kerinduan Ayub ini belakangan menjadi keyakinannya (19:25 dst.), dan harapan semacam itu mulia adanya. Namun, harapan tertinggi berupa keselamatan bukan merupakan tema utama Kitab Ayub. Kitab ini memang menantang dan mendorong kita untuk bertahan terus dengan senantiasa berharap. Namun kitab ini memperhadapkan kita dengan tuntutan yang malah lebih besar lagi. Kitab ini berisi panggilan utama dan abadi untuk menyerahkan diri dengan sukacita, apa pun akibatnya, kepada Tuhan perjanjian.


* PENGHARAPAN DALAM PERGUMULAN

Inilah perenungan iman yang mendalam dari Ayub di kala ia sakit dan menderita. Dia merasa terperosok ke dalam lubang maut karena telah putus asa menghadapi sengsara dan penyakitnya. Orang yang menderita tekanan batin dan tersiksa memang cenderung memerhatikan diri sendiri saja, dan acap tidak dapat memahami sesuatu yang lain di luar penderitaannya. Hanya kekelaman saja yang serasa melingkupi hidupnya. Dia putus asa. Harga dirinya hilang. Susah tidur, selera makan hilang, tak ada keinginan untuk berbuat bahkan timbul keinginan untuk mati saja untuk segera keluar dari penderitaan itu. Lalu, kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi ?

Nah, di sinilah Ayub bergulat dalam imannya. Kita memang hanya sekali saja dalam episode hidup di dunia ini. Hidup di dunia ini tidak dapat diulangi. Kita akan berlalu dan mati meninggalkan dunia ini. Namun, Ayub juga memberi kita sebuah pengalaman iman yang luar biasa, yakni menaruh harap selama hari-hari pergumulan itu hingga tiba pada gilirannya menyelesaikan episode hidup di dunia ini. Sebatang pohon, kalaupun ditebang, masih ada harapan akan bertunas kembali (ay 7). Bagaikan tunas pohon tadi, Ayub menaruh harapan hidup setelah kematian, yakni kebangkitan. Hidup di dunia yang indah ini bukanlah sekedar hidup di semenanjung yang tandus. Hidup ini adalah “kairos” akan anugerah Tuhan. Karena itu, tetaplah berharap dalam pergumulanmu, seberat apapun itu. Jangan sampai pengharapan itu redup dan mati. Pengharapan akan membuat hidup kita indah dan senantiasa optimis. Amin

DOA :
“Ya TUHAN, tolonglah aku agar tetap memiliki pengharapan dalam berbagai pergumulan bahkan kesengsaraan dalam hidup ini, di kala hidupku sedang merana dan tersiksa. Ya Tuhan, jangan biarkan aku putus asa dalam hidup ini. Amin !”

BACAAN PAGI (1 PETRUS 1:17-21)
BACAAN MALAM (2 KORINTUS 4:1-6)












NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 23 April 2023 - MANGULAHI TUBU DI BAGASAN HATA NI DEBATA (DILAHIRKAN KEMBALI OLEH FIRMAN ALLAH) - Ev. 1 Petrus 1:17-23 - MISERECORDIAS DOMINI


PREV:
Renungan HKBP Jumat, 21 April 2023 - PERINTAH UNTUK HIDUP DALAM KASIH - 2 Yohanes 1:6

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 23 April 2023 - MANGULAHI TUBU DI BAGASAN HATA NI DEBATA (DILAHIRKAN KEMBALI OLEH FIRMAN ALLAH) - Ev. 1 Petrus 1:17-23 - MISERECORDIAS DOMINI


PREV:
Renungan HKBP Jumat, 21 April 2023 - PERINTAH UNTUK HIDUP DALAM KASIH - 2 Yohanes 1:6

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de