f Renungan HKBP Selasa, 02 Mei 2023 - UPAH MENGASIHI - Matius 5:46 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 1046 kali
Matius 5:46
5:46 Ai molo holong rohamuna holan di angka na mangkaholongi hamu, dia ma upamuna? Gari angka sijalobeo, nda songon i do dibahen?

5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

5:46 "For if you love those who love you, what reward have you? Do not even the tax collectors do the same?

Penjelasan:
* Supaya dalam hal ini kita dapat berbuat lebih banyak daripada orang lain (ay. 46-47).

    Pertama, pemungut cukai pun mengasihi teman-teman mereka. Secara alami mereka akan cenderung bersikap demikian, kepentingan membawa mereka ke situ. Berbuat baik kepada mereka yang berbuat baik kepada kita adalah sikap umum manusia, yang bahkan sangat terbukti juga dalam diri orang-orang yang dibenci dan dianggap hina oleh orang Yahudi. Para pemungut cukai bukanlah tokoh yang terkenal baik, namun mereka juga sangat bersyukur kepada orang-orang yang telah menolong mereka, dan bersikap ramah kepada orang-orang pada siapa mereka bergantung. Bukankah sepantasnya kita harus berbuat lebih baik lagi dari mereka? Dengan melakukan hal ini, kita melayani diri dan mendatangkan keuntungan bagi diri sendiri. Bukan pahala, tetapi rasa hormat terhadap Allah dan kewajibanlah yang harus mendorong kita untuk melakukan lebih dari kecenderungan alami dan minat keduniawian kita.

    Kedua, itulah sebabnya kita harus mengasihi musuh-musuh kita, supaya kita dapat melebihi mereka. Jika kita harus lebih baik daripada para ahli Taurat dan orang Farisi, maka kita harus jauh lebih baik lagi daripada para pemungut cukai. Perhatikanlah, Kekristenan lebih daripada sekadar perikemanusiaan. Pertanyaan yang harus sering kita ajukan kepada diri sendiri adalah, "Hal apa yang kita lakukan lebih sering daripada orang lain? Hal baik apa yang kita kerjakan melebihi mereka?" Kita tahu lebih banyak daripada orang lain. Kita bicara lebih banyak mengenai Allah daripada orang lain. Kita mengakui dan telah berjanji lebih banyak daripada orang lain. Allah telah melakukan lebih banyak bagi kita, dan oleh sebab itu layak mengharapkan lebih banyak dari kita dibandingkan dari orang lain. Kemuliaan Allah lebih banyak dinyatakan di dalam diri kita daripada orang lain. Namun, apakah yang kita lakukan lebih banyak daripada orang lain? Di dalam hal apa kita hidup melebihi orang dunia? Bukankah kita masih bersifat duniawi, dan bukankah kita masih menjalani hidup dengan sifat orang duniawi yang jauh di bawah karakter Kristen yang sesungguhnya? Dalam hal inilah kita terutama harus melebihi orang lain: bahwa sementara semua orang ingin membalas kebaikan dengan kebaikan, kita harus membalas kejahatan dengan kebaikan. Hal ini berbicara tentang asas kebenaran yang lebih mulia dan sesuai dengan peraturan yang lebih agung daripada yang dianut kebanyakan orang. Orang lain memberi salam kepada saudara-saudara mereka. Mereka menerima orang-orang yang segolongan, sejalan, dan sependapat dengan mereka, tetapi kita tidak boleh membatasi rasa hormat kita seperti ini, sebaliknya, kita harus mengasihi musuh-musuh kita, sebab bila tidak, apakah upah kita? Kita tidak dapat mengharapkan upah sebagai orang Kristen bila kita tidak melebihi kebajikan pemungut cukai. Perhatikanlah, orang-orang yang menjanjikan upah melebihi orang lain kepada diri sendiri harus belajar berbuat lebih baik daripada orang lain.

    Terakhir, Juruselamat kita menutup pokok ini dengan nasihat berikut (ay. 48): "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." Hal ini dapat dipahami sebagai 1) Secara umum, termasuk segala sesuatu yang harus kita ikuti untuk menjadi pengikut Allah sebagai anak-anak yang terkasih. Perhatikanlah, sudah menjadi kewajiban orang Kristen untuk menginginkan, mengarahkan diri, dan berusaha hidup sempurna dalam anugerah dan kekudusan (Flp. 3:12-14). Atau, 2) Dalam hal khusus yang disebutkan tadi, yaitu untuk berbuat baik kepada musuh-musuh kita (Luk. 6:36). Kesempurnaan Allah adalah mengampuni kesalahan, menolong orang asing, dan berbuat baik kepada orang yang jahat dan yang tidak tahu berterima kasih. Semua hal ini merupakan kewajiban kita supaya kita menjadi serupa dengan Dia. Kita, yang berutang begitu banyak hingga berutang seluruh keberadaan kita pada kelimpahan Allah, patut meneladani hal ini semampu kita.


* UPAH MENGASIHI

Nats ini mengatakan kepada kita tidak ada upah dari Tuhan apabila kita mengasihi orang yang mengasihi kita juga. Suatu hal yang biasa terjadi apabila kebaikan dibalas dengan kebaikan dan sebaliknya kejahatan dibalas dengan kejahatan, tetapi saat ini kita diajak agar dapat menjadi seorang yang luar biasa, mampu membalas segala kejahatan dengan kebaikan. Mampu mengasihi orang yang menyakiti hati kita ataupun mengampuni orang yang mem-bully bahkan menghina kita, di sinilah kita akan mendapat upah dari Bapa di Surga. Karena sesama orang jahat saja mereka memiliki rasa kasih yang baik, bahkan mereka sangat memiliki hubungan yang erat untuk dapat saling mengasihi. Tuhan menginginkan kita mampu melakukan seperti yang dikatakan di dalam Matius 22:37-39, mampu mengasih Tuhan dengan baik dan benar serta mampu mengasihi terhadap sesama dengan apa adanya, bukan dengan ada apanya tanpa harus menunggu orang lain berbuat baik dahulu kepada kita baru kita mengasihi mereka. Memang secara teori semua ini sangat mudah diucapkan, tetapi secara prakteknya hal ini sulit untuk dilaksanakan. Mari kita mencoba untuk mulai mampu mengampuni orang yang telah melakukan hal jahat kepada kita. Kita doakan agar apa yang diperbuat jahat kepada kita, tidak kita balaskan kepadanya. Karena Tuhan sudah sangat mengasihi kita dengan memberikan banyak pengampunan, marilah kita berusaha untuk mampu mengampuni dan mengasihi orang yang telah melakukan kejahatan bagi kita, karena upah kita besar di surga dengan melakukan hal itu Amin.
DOA ;
“Tuhan Yesus ingatkan kepada kami betapa pengorbananMu yang luar biasa, sehingga sudah seharusnya kami harus saling mengasihi. Amin”

BE. 481:1+3 GODANG DOPE
Godang dope siguruhononmi, asa tu dos ho dohot Tuhanmi
Sai tong na hurang hatigoranmi. So tuk do pe haporseaonmi.
Dirim sambing, dihaholongi ho. Donganmu laos dihalupahon ho.
Tatiru holong ni rohaNa i, pinatuduhon ni Tuhanta i,
Tahaholongi ma donganta i, ai ruas ni Tuhanta do nang i!
Mardame ma, marsijalangan ma; Tatuju ma solhot tu Debata!

BACAAN PAGI (1 PETRUS 5:1-7)
BACAAN MALAM (1 KORINTUS 15:42-45)











NEXT:
Renungan HKBP Rabu, 03 Mei 2023 - DENGARKANLAH SUARANYA, IA AKAN MENGANGKATMU - Ulangan 28:1


PREV:
Renungan HKBP Senin, 01 Mei 2023 - PUJIAN DARI SELURUH CIPTAAN ALLAH - Yesaya 61:11

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Rabu, 03 Mei 2023 - DENGARKANLAH SUARANYA, IA AKAN MENGANGKATMU - Ulangan 28:1


PREV:
Renungan HKBP Senin, 01 Mei 2023 - PUJIAN DARI SELURUH CIPTAAN ALLAH - Yesaya 61:11

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de