f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Roma 12:20 “Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya" Penjelasan: * Dengan perbuatan (ay. 20): “Jika seterumu lapar, jika engkau memiliki kemampuan dan kesempatan, bersiaplah dan bersungguh-sungguhlah untuk menunjukkan kebaikan apa saja kepadanya dan lakukan pekerjaan kasih apa saja demi kebaikannya. Jangan sampai engkau kurang bersungguh-sungguh karena ia adalah seterumu, tetapi lebih bersungguh-sungguhlah, supaya dengan demikian engkau dapat menunjukkan ketulusan pengampunanmu kepadanya.” Itulah yang dikatakan oleh Uskup Agung Cranmer (tokoh reformasi dari Gereja Inggris abad keenam belas -” pen.), bahwa cara untuk menjadikan seseorang sebagai sahabat adalah dengan cara membalas kejahatannya dengan kebaikan. Pengajaran ini dikutip dari Amsal 25:21-22. Walaupun pengajaran ini tampak tinggi, tetapi pengajaran itu sudah tidak asing lagi dalam Perjanjian Lama. Amatilah di sini, Pertama, Apa yang harus kita lakukan. Kita harus berbuat baik kepada musuh-musuh kita. “Jika seterumu lapar, janganlah menghinanya dan berkata, Sekarang Allah sedang membalas dendam untukku kepadanya, dan membela perkaraku. Jangan membuat tafsiran seperti itu dari keadaannya yang berkekurangan ini. Tetapi berilah ia makan.” Kemudian, apabila ia membutuhkan pertolonganmu, dan engkau mempunyai kesempatan untuk membuatnya tetap kelaparan dan memperlakukannya dengan semena-mena, maka berilah ia makan (psōmize auton, sebuah kata yang sangat penting). “Berilah ia makan berlimpah-limpah, bahkan, berilah ia makan hati-hati dan sabar,” frustulatim pasce -” berilah ia makan sedikit-sedikit, “berilah ia makan dengan penuh kelembutan, seperti kita memberi makan anak-anak dan orang sakit. Berusahalah sedemikian rupa sehingga kamu dapat mengungkapkan kasihmu. Jika ia haus, berilah dia minum, potize auton -” minumkan kepadanya, sebagai bukti pendamaian dan persahabatan. Jadi tegaskan kasihmu kepadanya.” Kedua, mengapa kita harus melakukan hal ini. Sebab dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Ada dua arti yang diberikan orang mengenai perkataan ini, yang saya kira keduanya harus dipahami bersama, yaitu, “Kamu akan,” 1. “Melembutkan hatinya ke dalam pertobatan dan persahabatan, serta menenangkan hatinya terhadapmu,” (meminjam istilah orang-orang yang pekerjaannya melebur logam, mereka tidak saja menaruh bara api di bawah logam, tetapi juga menumpukkan bara api di atasnya). Seperti itulah hati Saul dilembutkan dan ditaklukkan oleh kebaikan Daud (1Sam. 24:16; 26:21). “Engkau akan memenangkan seorang sahabat dengan cara itu, dan jika kebaikanmu tidak memengaruhinya, maka,” 2. “Hal itu akan memperburuk penghukumannya dan membuat kejahatannya kepadamu menjadi lebih tidak dapat diampuni. Dengan ini engkau akan mempercepat tanda-tanda kemurkaan dan pembalasan Allah.” Hal ini tidak harus menjadi tujuan kita dalam menunjukkan kebaikan kepadanya, tetapi untuk membesarkan hati kita bahwa hal-hal seperti itu akan terjadi. Inilah maksud dari nasihat yang ada pada ayat terakhir, yang menunjukkan adanya suatu hal yang bertentangan yang tidak mudah dimengerti oleh dunia ini. Bahwa dalam semua perselisihan dan perbantahan, mereka yang melakukan pembalasan adalah orang-orang yang kalah, sedangkan mereka yang mengampuni adalah orang-orang yang menang. (1) “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan. Jangan biarkan kejahatan dari hasutan mana pun menguasai dirimu, atau menimbulkan kesan seperti itu kepadamu, sampai membuat engkau hilang kendali, mengganggu kedamaianmu, menghancurkan kasihmu, mengganggu dan membingungkan hatimu, membuatmu melakukan hal-hal yang tidak patut atau merencanakan atau berusaha melakukan pembalasan.” Orang yang tidak sanggup menanggung sakit hati dengan tenang berarti sudah benar-benar dikalahkan olehnya. (2) “Tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan, dengan kebaikan dari kesabaran dan tahan diri, bahkan, dengan kasih sayang dan kemurahan hati kepada mereka yang telah berbuat jahat kepadamu. Carilah cara untuk mengalahkan rancangan jahat mereka kepadamu, dan juga cara untuk mengubah mereka, atau setidaknya untuk memelihara damaimu sendiri.” Orang yang memegang peraturan ini di dalam hatinya lebih baik daripada orang yang kuat. 3. Sebagai penutup masih ada dua nasihat yang masih belum disentuh. Nasihat-nasihat ini bersifat umum, yang menasihatkan hal-hal selebihnya supaya mereka memiliki kehidupan diri yang baik dan dipuji. (1) Memiliki kehidupan diri yang baik (ay. 9): Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Allah telah menunjukkan apa yang baik kepada kita. Kewajiban Kristen yang ini berbentuk larangan terhadap hal-hal yang jahat, yang bertentangan dengan diri mereka. Nah, perhatikan baik-baik, [1] Kita tidak saja dilarang untuk berbuat jahat, tetapi kita juga harus menjauhi yang jahat. Kita harus membenci dosa dengan rasa benci yang tak terhingga dan tanpa mengenal damai dengannya, memiliki rasa permusuhan terhadapnya sebagai yang buruk dari segala yang terburuk, yang berlawanan dengan sifat kita yang baru dan kepentingan kita yang sejati. Kita harus membenci semua bentuk penampilan dosa, bahkan pakaian penutup badan yang tercemar dengan kedagingan. [2] Kita tidak saja harus melakukan apa yang baik, tetapi juga harus berpaut kepada yang baik. Hal ini menunjukkan sebuah pilihan yang sengaja, kasih sayang yang tulus, dan ketekunan terhadap apa yang baik. “Berpautlah kepada Dia yang baik, tetaplah setia kepada Tuhan (Kis. 11:23), dengan rasa ketergantungan dan kerelaan.” Hal ini ditambahkan kepada perintah kasih persaudaraan, sebagai petunjuk pelaksanaannya. Kita harus mengasihi saudara-saudara kita, tetapi tidak berarti mengasihi mereka sedemikian rupa karena mereka melakukan berbagai dosa, atau karena mengabaikan berbagai kewajiban. Jangan membenarkan dosa apa pun karena orang yang telah melakukan dosa itu, tetapi tinggalkanlah semua teman-teman di dalam dunia ini, untuk berpaut kepada Allah dan kewajiban-kewajiban-Nya. (2) Menjadi orang yang dikenal baik (ay. 17, TL): “Pikirkanlah barang yang baik di dalam pemandangan orang sekalian, artinya, tidak saja melakukan, tetapi berusaha mencari dan memikirkan, serta melakukannya dengan sangat berhati-hati hal-hal yang menunjukkan keramahan dan patut dipuji, dan dengan demikian meninggikan iman kepercayaan kita kepada semua orang yang berhubungan denganmu,” (lihat Flp. 4:8). Perbuatan-perbuatan kebajikan dan kemurahan hati ini merupakan cara yang khusus supaya kita sebagai orang kudus dapat dikenal baik di antara orang banyak, dan itulah sebabnya perbuatan ini harus dilakukan dengan rajin oleh semua orang yang mempertimbangkan kemuliaan Allah dan penghargaan atas pekerjaan mereka. * MENGASIHI YANG TIDAK LAYAK Secara alkitabiah, Firman Tuhan hendak mendidik, mengajar, menasihati dan mengingatkan kita dan semua orang percaya agar hendaknya apabila seteru kita lapar, berilah dia makan, dan jika ia haus, berilah dia minum. Orang percaya diminta untuk mengasihi musuh (orang yang tidak disukai atau tidak menyukai) yang tidak layak menerima kasih dan diajarkan berdoa untuk mereka. Tuhan mengajarkan kepada orang-orang yang mendengarkan khotbahnya di bukit bagaimana makna kasih yang sesungguhnya. terkadang ketika mambahas kasih memang sangatlah mudah untuk dikatakan tetapi sulit untuk dilakukan. Kasih yang saudara miliki tidak boleh redup karena perasaan tidak suka dengan orang lain atau perlakukan orang lain. Tuhan Yesus telah menunjukkan kasih tanpa syarat, Dia tidak memandang setiap kesalahan yang saudara lakukan. Memang berat untuk mengasihi orang yang tidak layak tetapi bukanlah tidak mungkin. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Roma: Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:2-21). Kita tidak boleh kalah oleh kejahatan, lawanlah kejahatan itu dengan kasih. Melakukan seperti yang Yesus lakukan dalam mengasihi membuat orang-orang akan tersentuh dan menyadarkan dirinya bahwa kasih-Nya ada dalam diri saudara. Amin DOA : “Tuhan Yesus Kiranya kami semakin memngambil baian dalam setiap injil yang kami dengar sehingga kami mampu mengasihi dan membantu sesama manusia. Amin” BE. 481:2-3 GODANG DOPE Tuhanta Jesus tiruanmu do. Na holong roha di au nang di ho; Ai diseahon do diriNa i, Singkatta lao tu hamatean i, Ndang na dialang holong roha i, ai naeng di hita hangoluan i. Tatiru holong ni rohaNa i, pinatuduhon ni Tuhanta i, Tahaholongi ma donganta i, ai ruas ni Tuhanta do nang i! Mardame ma, marsijalangan ma; Tatuju ma solhot tu Debata! BACAAN PAGI (1 TIMOTIUS 3:14-16) BACAAN MALAM (1 KORINTUS 7:17-19)
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Renungan HKBP Minggu, 14 Mei 2023 - MARTANGIANG MARDONGAN MAULIATE (BERDOA DAN MENGUCAP SYUKUR) - Ev. Pilippi 4:1-7 - ROGATE PREV: Renungan HKBP Selasa, 09 Mei 2023 - TUHAN GUNUNG BATUKU - 1 Samuel 2:2 All Renungan HKBP 2023
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Renungan HKBP Minggu, 14 Mei 2023 - MARTANGIANG MARDONGAN MAULIATE (BERDOA DAN MENGUCAP SYUKUR) - Ev. Pilippi 4:1-7 - ROGATE PREV: Renungan HKBP Selasa, 09 Mei 2023 - TUHAN GUNUNG BATUKU - 1 Samuel 2:2 Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |