f Renungan HKBP Minggu, 16 Juli 2023 - PANGARAMOTION NI DEBATA TU BANGSO NA PINILLITNA - Ev. Psalmen 65:1-9 - VI DUNG TRINITATIS - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 2004 kali
Minggu, 16 Juli 2023
VI DUNG TRINITATIS

Tutup Langgatan : Na Ratarata

Ev. Psalmen 65:1-9 | Mazmur 65:1-9
65:1 Ende sian si Daud.
65:2 Ingkon nalom ni roha di Ho do pujipujian, ale Debata di Sion, jala gararon do tu Ho bagabaga.
65:3 Ale sitangihon tangiang! Tu Ho do ro nasa sibuk.
65:4 Gumogo do angka alualu ni hajahaton asa ahu, sai Ho ma manesa angka pangalaosionnami.
65:5 Martua ma halak na pinillitmi, jala niloasmi dumonok, manginganhon angka alamanmi! Sai pasabam ma
rohanami binahen ni hinadenggan ni bagasmu, jorom na badia i.
65:6 Tung na songkal do pangalusim tu hami di bagasan hatigoran, ale Debata ni hatuaonnami, haposan ni saluhut ujung ni tano on dohot laut, angka na dao i.
65:7 Ho do sipaojak angka dolok marhitehite gogom, marhohos hagogoon.
65:8 Ho do sipaso hasak di angka laut, hasak ni angka galumbangna i dohot ogaoga ni angka bangso.
65:9 Jadi mabiar ma angka partopi laut maradophon tanda angka na binahenmi, marolopolop ma dibahen Ho angka parmulaan ni habinsaran dohot hasundutan.

Nyanyian syukur karena berkat Allah 65:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. (#65-#2) Bagi-Mulah puji-pujian di Sion, ya Allah; dan kepada-Mulah orang membayar nazar. 65:2 (#65-#3) Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup 65:3 (#65-#4) karena bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami, Engkaulah yang menghapuskannya. 65:4 (#65-#5) Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. 65:5 (#65-#6) Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh; 65:6 (#65-#7) Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang pinggang-Mu berikatkan keperkasaan; 65:7 (#65-#8) Engkau, yang meredakan deru lautan, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa! 65:8 (#65-#9) Sebab itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai.

Penjelasan:
* Mzm 65:1-4 - Bagi-Mulah puji-pujian // semua yang hidup

Puji-pujian karena Kebaikan Allah. Bagi-Mulah puji-pujian. Sebagaimana ditunjukkan oleh versi-versi kuno, ini lebih baik diterjemahkan menjadi patutlah puji pujian bagi-Mu. Puji-pujian dilantunkan karena Allah menjawab doa, mengampuni dosa, dan menyokong secara rohani. Di sini ada nada universal yang kuat, karena semua yang hidup tercakup.

* Mzm 65:5-8 - Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan

Pujian bagi Kuasa Allah. Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan. Digambarkan bahwa perbuatan-perbuatan Allah adalah adil dan membangkitkan kekaguman, bahkan bagi orang-orang di ujung bumi. Pemerintahan-Nya atas ciptaan dan kuasa-Nya untuk meredakan badai hanyalah dua ilustrasi tentang kedaulatan Allah atas bumi.

* Mzm 65:9-13 - Engkau mengindahkan tanah itu ... Engkau mengairi alur bajaknya // Engkau memahkotai tahun

Pujian untuk Panen yang diberikan Allah. Engkau mengindahkan tanah itu ... Engkau mengairi alur bajaknya. Pujian tersebut membawa kepada pujian utama karena datangnya musim panen. Jelas bahwa Allah-lah yang mengairi bumi, menyediakan benih, dan mempersiapkan lahan. Ini semua menghasilkan rekor panen - Engkau memahkotai tahun. Ada kebahagiaan yang begitu rupa sehingga bukit-bukit, padang-padang rumput, dan lembah-lembah ikut bersorak-sorai.

*  Menikmati berkat-berkat Tuhan melalui relasi yang indah bersama-Nya.
Mazmur ini merupakan nyanyian syukur atas berkat dan pertolongan Tuhan bagi bangsa Israel. Perasaan nyaman, aman, dan tentram yang mengalir dalam lagu ini bersumber pada relasi mereka dengan Tuhan. Relasi yang indah ini dapat terbentuk karena Dia yang dihormati, dipercaya, dan bekerja secara univesal melintasi batasan wilayah dan sejarah, secara khusus memperhatikan tanah perjanjian yang diberikan kepada umat-Nya (ayat 6c, 9, 10). Ini merupakan relasi yang sangat istimewa karena Dia yang mencipta dan menopang alam semesta, yang mengendalikan pergolakan bangsa-bangsa dan menaklukkan berbagai kekuatan yang menakutkan (ayat 7-8), mengindahkan serta memberikan kesuburan yang melimpah kepada mereka (ayat 10-14).

Namun terlebih dari semuanya itu, relasi ini bukan hanya dibangun melalui pemberian berkat-berkat istimewa, tetapi juga melalui upaya-Nya untuk membawa umat-Nya mendekat dan bersekutu dengan-Nya (ayat 5). Dia bukan hanya memenuhi kebutuhan mereka, namun juga menyediakan diri-Nya untuk mendengarkan doa (ayat 3), menghapuskan kesalahan (ayat 4), menjawab seruan (ayat 6a), dan menyelamatkan umat-Nya (ayat 6b).

Berdasarkan karya-Nya yang dahsyat pada arena penciptaan dan perhatian khusus bagi umat-Nya ini, maka mereka yang dipilih untuk masuk dalam persekutuan dengan-Nya akan berbahagia (ayat 5a) dan menikmati persekutuan yang indah dengan Tuhan pada jamuan makan yang disediakan di rumah-Nya (ayat 5b). Meresponi berkat-berkat ini maka umat-Nya bernyanyi, memuji-muji, bersorak-sorai, dan menepati janjinya kepada Tuhan (ayat 2, 14c).

Renungkan: Di manakah letak kebahagiaan Anda yang sejati? Apakah hal itu terletak pada pemenuhan kebutuhan Anda ataukah dalam persekutuan Anda dengan Tuhan? Memang bukan sesuatu yang salah bila kita menikmati berkat-berkat yang Tuhan sediakan karena itu merupakan wujud dari perhatian-Nya, namun demikian apakah yang sebenarnya menjadi pusat perhatian Anda ketika bersekutu dengan Tuhan? Berkat-berkat-Nya, keindahan pemulihan hubungan yang dikerjakan- Nya, ataukah pribadi Tuhan yang melakukan semuanya itu? Apakah hal ini telah mendorong Anda untuk bernyanyi memuji Tuhan serta menepati janji kepada-Nya?


Ep. Mateus 13:1-9 | Matius 13:1-9
13:1 Di na sadari ruar ma Jesus sian bagas i, laho hundul tu pasir ni tao.
13:2 Jadi marpungu ma torop halak tu jolona, gabe dipanaek Ibana ma sada parau laho hundul tusi, jala sude natorop i jongjong do di pasir i.
13:3 Dung i godang ma dihatahon tu nasida, huhut pangke umpama, ninna ma: Na laho tu balian do sahalak panabur laho manabur.
13:4 Jadi di na manabur i ibana, adong ma boni i deba na mamiltik tu dalan, dung i ro ma angka pidong mamarguti.
13:5 Alai anggo na deba, tu tano na batu on do madabu, di na so sadia hapal tano, jadi tibu ma tubu, dibahen na so bagas tano disi.
13:6 Alai di na lam timbo mata ni ari, rahar ma; gabe mate, ala so marurat.
13:7 Anggo na deba, tu parsihupian do madabu, laos tubu do angka sihupi i, gabe dipisati ma eme i.
13:8 Alai na deba nari, tu tano na denggan i do madabu, gabe saut ma marparbue, saratus lompit do na deba, onompulu lompit do na deba, jala tolupulu lompit do na deba.
13:9 Hamu angka na marpinggol, pinggol hamu ma i!

13:1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. 13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. 13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. 13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. 13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"












NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 23 Juli 2023 - MARHAPORSEAON JALA MAGODANG DIBAGASAN TUHAN I (BERIMAN DAN BERTUMBUH DI DALAM TUHAN) - Ev. Mateus 13:31-35 Ep. Psmen 86:1-11 - VII DUNG TRINITATIS


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 9 Juli 2023 - MANGHALOMOHON PATIK NI DEBATA (MENCINTAI HUKUM ALLAH) - Ev. Rom 7:15-25 - V DUNG TRINITATIS

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 23 Juli 2023 - MARHAPORSEAON JALA MAGODANG DIBAGASAN TUHAN I (BERIMAN DAN BERTUMBUH DI DALAM TUHAN) - Ev. Mateus 13:31-35 Ep. Psmen 86:1-11 - VII DUNG TRINITATIS


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 9 Juli 2023 - MANGHALOMOHON PATIK NI DEBATA (MENCINTAI HUKUM ALLAH) - Ev. Rom 7:15-25 - V DUNG TRINITATIS

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de