f Renungan HKBP - Minggu, 04 FEBRUARI 2024 - TUHAN ADALAH ALLAH YANG KEKAL - EVANGELIUM (YESAYA 40:21-31) - MINGGU SEXAGESIMA - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
View : 1080 kali
MINGGU SEXAGESIMA, 04 FEBRUARI 2024
TUHAN ADALAH ALLAH YANG KEKAL
BE. 559:1-2 DEBATA NA SONGKAL
Debata na songkal Sitolu sada,
Di songot ni ari hupuji GoarMi,
Debata na songkal Siparasi roha
Si Tolu sada, Na badia i. Amen.
Debata na songkal, surusuruanMu
Saluhut marsomba pasahat tumpalMi
Angka na badia ro tu adopanMu
Mamuji-muji salelengna i
EPISTEL (MARKUS 1:29-39)
EVANGELIUM (YESAYA 40:21-31)
Sahabat Ikutlah Aku yang dikasihi Tuhan Yesus ! Dalam nats ini diberitakan tentang umat Israel dalam pembuangan yang hidup menderita. Nabi Yesaya dengan keras bertanya kepada bangsa Israel sampai tiga kali: tidakkah kamu tahu; tidakkah kamu dengar; tidakkah kamu mengerti. Tampak dalam pertanyaan ini nabi Yesaya kecewa terhadap bangsa Israel yang semangat dan pengharapan mereka mulai menurun dalam pembuangan. Mereka merasa putus asa dan kecewa secara berlebihan oleh situasi itu. Perasaan depresi menghantam semua orang. Melalui nabi Yesaya, Firman Tuhan ingin menyadarkan umat Israel untuk melihat kembali bahwa kejatuhan mereka ke pembuangan bukanlah karena kehebatan bangsa Babel, tapi akibat dosa dan pelanggaran atas perintah Allah. Oleh karena itu janji keselamatan yang Tuhan janjikan kepada bangsa Israel, bukan karena usaha dan kebaikan bangsa Israel, tetapi semata-mata karya keselamatan dari Tuhan yang mengasihi umatNya. Janji keselamatan kepada umat Israel ini menyadarkan bahwa seberat apapun penderitaan yang mereka alami saat itu, ada Allah yang berkuasa di atas segalanya. Tidak ada guna untuk bersungut-sungut atas apa yang terjadi dalam hidup ini, kita dipanggil untuk menyerahkan diri kepadaNya. Tuhan yang penuh kuasa mampu memberikan kekuatan kepada kita sehingga beban itu dapat kita tanggung dan menghasilkan kebaikan, bagaikan kekuatan sayap burung yang mampu mengangkat burung rajawali. Orang yang menyerahkan hidup kepada Tuhan adalah orang-orang yang mampu menghadapi penderitaan dengan mengandalkan kuasa dan kasih Tuhan. Untuk itu ingatlah bahwa bukan karena kemampuan kita bisa menghadapi pergumulan, tetapi Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya. Amin


Ev. YESAYA 40:21-31
40:21 Tung so mamoto hamu? Tung so dibege hamu ma i? Tung so pinaboaan tu hamu sian mulamula? Tung so ditimbangi hamu ma angka ojahan ni tano on?
40:22 Marhabangsa ibana di atas ni liat portibi on, jala doshon sihapor angka pangisina i. Ibana pahembang angka langit songon dagangan na halus, dipahire nasida songon abit undungundung bahen inganan.
40:23 Ibana pasahathon angka panggomgom gabe soada, angka panguhum di tano on gabe marlea dibahen.
40:24 Ipe nasida disuan, ipe nasida disaburhon, ipe marurat pangkalnasida di tano i, asal mangombus ibana dompak nasida, nunga malos, gabe dihabangkon habahaba i nasida songon rapanrapan.
40:25 Tung tu ise ma patudosonmu ahu, paboa suman ahu tusi ninna na badia i.
40:26 Manaili ma matamuna dompak ginjang, jala ida hamu, tung ise ma na manompa angka i? Tung ise ma paruar parangannasida marbilangan? Ibana tahe manjou luhutna i di goarna be, marguru tu hinagodang ni gogona, jala ibana do na sun hinagogo, ndang tagamon lilis nanggo sada.
40:27 Boasa ma dohononmu ale Jakkob, jala didok ho ale Israel: Buni do dalanku maradophon Jahowa, jala ndang maruli uhum ahu sian Debatangku.
40:28 Atehe, ndang diboto ho, manang ndang dung dibege ho? Debata salelenglelengna do Jahowa, sitompa angka ujung ni tano on, ndang olo loja manang mandate ibana, jala ndang hadodoan pingkiranna i.
40:29 Ibana balik mangalehon gogo tu na loja, jala dipargogoi situtu angka na so margellok.
40:30 Loja pe angka dolidoli jala mandate, jala tarsulandit angka na mardaging na tambos.
40:31 Alai angka na marhaposan tu Jahowa maruli hagogoon mardapotdapot, gabe marhabong ni lali laho manaek. Marlojongi nasida ndang olo loja, mardalani nasida ndang olo mandate.  

Bahasa:
40:21 Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan? 40:22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman! 40:23 Dia yang membuat pembesar-pembesar menjadi tidak ada dan yang menjadikan hakim-hakim dunia sia-sia saja! 40:24 Baru saja mereka ditanam, baru saja mereka ditaburkan, baru saja cangkok mereka berakar di dalam tanah, sudah juga Ia meniup kepada mereka, sehingga mereka kering dan diterbangkan oleh badai seperti jerami. 40:25 Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. 40:26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat. 40:27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" 40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Penjelasan:
* Meragukan kemampuan Tuhan sama halnya tidak mempercayai-Nya sebagai Tuhan yang sesungguhnya. Secara teori, Yehuda percaya bahwa Allah Yahweh adalah Tuhan, tetapi dalam penerapan, mereka ragu bahwa Allah itu sungguh hidup dan mendengar mereka. Tidak heran, bila mereka terpengaruh bangsa sekitar yang menyembah dewa, yang nyata mereka lihat, pegang, dan rasakan kehadirannya. Sedangkan Allah Yahweh, sama sekali tidak terlihat. Mereka lupa bagaimana Allah bertindak sedemikian rupa dengan kedahsyatan dan kehebatan-Nya, menuntun umat. Mereka tetap tidak merasakan kehadiran Allah karena nilai kepekaan mereka tertutup oleh dosa (bdk. Yes. 59:1-2).

Gambaran nyata. Kondisi Yehuda menggambarkan kehidupan kita juga. Kita harus berhati-hati, karena pengetahuan tentang Allah yang benar ternyata sering tidak membawa kita pada kehidupan yang benar. Tahu bahwa tidak boleh menyembah ilah-ilah lain, tetapi realitanya, banyak ilah-ilah lain yang tanpa sadar menjadi sembahan kita.

Tahu dan dengar. Tahu tapi tak mengenal, dengar tapi tak mengerti. Itulah pernyataan Allah pada umat. Penyataan kehadiran Allah begitu konkrit namun sederhana, yaitu melalui ciptaan dan Firman-Nya, tetapi masih saja keberadaan Allah diragukan. Kita lebih bergantung pada kecukupan materi ketimbang berserah pada Allah. Lebih mengandalkan kekuatan dan hikmat manusia ketimbang mengandalkan Allah, meskipun Allah berkali-kali telah Allah tegaskan bahwa: "Tuhan ialah Allah kekal; yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung" (ayat 28b). Bila demikian, kepada siapa kita berharap? Bukan kepada yang sia-sia tetapi kepada Allah. Setialah dalam pengharapan menantikan tindakan tangan Allah dalam hidup kita karena Allah pun setia dalam setiap tindakan-Nya.

Doa: Ya Tuhan, ampunilah kami yang selama ini hanya pandai bicara tentang penyertaan Tuhan, tetapi yang sulit memasrahkan diri sepenuhnya pada Engkau. Berikan pengharapan baru agar kami setia.

* Keagungan dan Belas Kasih Tuhan (40:27-31)
Di sini,
I. Sang nabi menegur umat Allah, yang saat itu diduga masih menjadi tawanan di Babel, atas ketidakpercayaan dan keyakinan mereka terhadap Allah, dan atas patah semangat dan tawar hati mereka di bawah penderitaan mereka itu (ay. 27): “Mengapa engkau berkata demikian, hai Yakub, kepada dirimu sendiri dan semua orang di sekelilingmu, hidupku tersembunyi dari TUHAN? Mengapa engkau sampai berpikir bahwa dirimu dan persoalanmu itu begitu sukar dan menyedihkan, sampai seolah-olah tiada harapan apa-apa lagi?”

1. Sebutan-sebutan yang ia pakai terhadap mereka itu cukup untuk membuat mereka malu akibat semua ketidakpercayaan mereka: Hai Yakub! Hai Israel! Biarlah mereka ingat kembali dari mana mereka ambil nama-nama itu. Yaitu dari seorang yang telah mengalami sendiri bahwa Allah itu setia kepadanya dan baik hati ketika ia ada dalam kesesakan. Dan juga, biarlah mereka ingat mengapa mereka memakai nama-nama itu, yaitu karena mereka adalah umat percaya milik Allah, umat yang ada dalam perjanjian dengan-Nya.
2. Cara yang dipakai sang nabi dalam menegur mereka adalah dengan bersoal jawab dengan mereka: “Mengapa? Pikirkan apa alasanmu berkata demikian.” Banyak kecemasan dan ketakutan kita yang bodoh akan lenyap begitu kita memeriksa dengan saksama penyebab-penyebabnya.
3. Yang menjadi penyebab mereka ditegur adalah perkataan buruk, tidak pada tempatnya, yang mereka ucapkan mengenai Allah, seolah-olah Dia telah membuang mereka. Tampaknya ada sorotan khusus terhadap apa yang mereka katakan itu: Mengapa engkau berkata dan berbicara begitu. Tidaklah baik bila ada pikiran-pikiran jahat muncul di benak, tetapi lebih buruk lagi bila sampai menjatuhkan imprimatur ” hukuman atas pikiran-pikiran jahat itu dan mewujudkannya dalam kata-kata yang jahat. Raja Daud merenungkan dengan menyesal apa yang telah dikatakannya dengan terburu-buru ketika ia ada dalam kesesakan.
4. Perkataan buruk yang mereka katakan adalah sebuah perkataan putus asa akan keadaan penuh malapetaka yang sedang mereka alami saat itu. Mereka siap menyimpulkan,
(1) Bahwa Allah tidak memperhatikan mereka: “Hidupku tersembunyi dari TUHAN. Dia tidak peduli dengan semua kesesakan kami, dan tidak merasa prihatin lagi dengan kepentingan kami. Ada kesukaran hebat dalam perkara kami ini sampai hikmat dan kuasa ilahi pun menjadi kehabisan akal.” Orang laki-laki yang jalannya tersembunyi adalah dia yang dikepung Allah (Ayb. 3:23).
(2) Bahwa Allah tidak bisa menolong mereka: Hakku tidak diperhatikan Allahku. Perkaraku tidak mendapat pertolongan, begitu jauh dari pertolongan sampai Allah sendiri tidak dapat memulihkan kepedihannya. Tulang-tulang kami sudah menjadi kering (Yeh. 37:11).


II. Sang nabi mengingatkan mereka akan hal-hal yang, 
jika direnungkan baik-baik, akan cukup untuk meredakan semua ketakutan dan ketidakpercayaan mereka. Untuk meyakinkan mereka, seperti sebelumnya untuk meyakinkan para penyembah berhala (ay. 21), ia menyerukan apa yang telah mereka ketahui dan telah mereka dengar. Yakub dan Israel adalah orang-orang yang penuh pengetahuan, dan pengetahuan mereka datang melalui pendengaran. Sebab, Hikmat berseru-seru di atas tembok-tembok. Nah, dari sekian banyak hal, mereka telah mendengar bahwa satu kali Allah berfirman, dua hal, ya banyak kali mereka telah dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya (Mzm. 62:12). 

Artinya,
1. Dia sendiri ialah satu Allah yang Mahakuasa. Ia pasti demikian adanya, sebab Ia itu TUHAN, Allah kekal. Ia ada dari sejak kekekalan, dan Dia akan ada sampai kekekalan. Dan kerena itu pada-Nya tidak ada kemerosotan, tidak ada penuaan atau pelapukan. Keberadaan-Nya adalah dari diri-Nya sendiri, dan karenanya segala kesempurnaan-Nya pastilah tanpa batas. Ia ada tanpa permulaan hari atau akhir hidup, dan karena itu pada-Nya tidak ada perubahan. Ia juga yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung, maksudnya seluruh bumi dan semua yang ada di dalamnya dari ujung ke ujung. Karena itu Dia adalah pemilik dan penguasa yang sebenarnya atas segala sesuatu, dan pastilah Ia memiliki kuasa mutlak atas segalanya dan mahamencukupi untuk membantu umat-Nya dalam kesesakan mereka yang hebat. Tak diragukan lagi, Ia masih terus mampu menyelamatkan jemaat-Nya seperti Ia mampu menjadikan dunia pada mulanya.

(1) Ia memiliki hikmat untuk mengadakan keselamatan, dan hikmat-Nya tidak pernah kehabisan akal: tidak terduga pengertian-Nya, sehingga mampu menyusun nasihat dan rencana dan mencapai maksud-maksudnya. Ia menentukan apa yang akan diperbuat-Nya, sebab Ia memiliki jalan-jalan sendiri, melalui laut jalan-Nya. Tidak ada orang yang bisa berkata, “Sampai sejauh itu saja hikmat Allah, dan tidak bisa lebih lagi.” Sebab, kita ini tidak tahu apa yang harus kita lakukan, tetapi Dia tahu.

(2) Ia memiliki kekuatan untuk mendatangkan keselamatan, dan kekuatan-Nya itu tidak pernah habis: Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Ia menopang seluruh ciptaan, dan mengatur dan menguasai semua makhluk dan benda ciptaan, dan tidak pernah lelah dan kehabisan tenaga. Dan karena itu, tidak diragukan lagi, Ia memiliki kuasa untuk melepaskan jemaat-Nya ketika mereka terpuruk, tanpa menjadi lelah lesu.

2. Ia memberi kekuatan dan kuasa kepada umat-Nya, 
dan membantu mereka dengan memampukan mereka untuk menolong diri sendiri. Dia yang adalah Allah yang kuat menjadi kekuatan Israel.
(1) Ia dapat menolong yang lemah (ay. 29). Banyak kali Dia memberi kekuatan kepada yang lelah, kepada mereka yang sudah hampir tak berdaya sama sekali. Dan bukan itu saja, Ia menambah semangat kepada yang tiada berdaya, lagi dan lagi setiap kali mereka membutuhkannya. Banyak yang secara ajaib pulih dari kelemahan tubuh jasmani, dan dikuatkan, oleh tindakan pemeliharaan Allah. Dan banyak yang lemah semangat, tidak percaya diri lagi dan tawar hati, tidak sanggup untuk melayani dan menanggung derita, dikuatkan oleh kasih karunia Allah dengan kekuatan penuh dalam diri manusia batiniah. Bagi yang sadar dengan kelemahan mereka, dan siap mengakui bahwa mereka tidak berdaya, maka dengan cara yang istimewa Allah akan menambah kekuatan kepada mereka. Sebab, ketika kita lemah, maka kita kuat di dalam Allah.
(2) Ia akan menolong orang yang mau membantu dirinya sendiri, dengan bergantung kepada-Nya dengan rendah hati. Ia akan berbuat baik kepada mereka yang mau berusaha sebaik-baiknya bagi diri mereka sendiri (ay. 30-31). Orang yang percaya pada kemampuan dan kecukupan diri sendiri, dan karena begitu yakin sampai hanya mengandalkan usaha sendiri dan tidak mencari kasih karunia Allah, mereka itu seperti orang-orang muda dan teruna-teruna, yang kuat-kuat, tetapi cenderung menganggap diri mereka lebih kuat daripada yang sebenarnya. Dan mereka akan menjadi lelah dan lesu, ya, mereka akan jatuh tersandung dalam pelayanan mereka, dalam pergumulan mereka, dan ditindih beban-beban mereka. Mereka akan dibuat segera melihat betapa bodohnya untuk percaya pada diri sendiri. Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN, yang sadar akan kewajiban mereka kepada-Nya, dan dengan iman bersandar kepada-Nya dan berserah pada bimbingan-Nya, akan mengalami bahwa Allah tidak akan mengecewakan mereka.

- Mereka akan mendapat kasih karunia yang cukup bagi mereka: 
Mereka akan mendapat kekuatan baru saat pekerjaan mereka dibaharui, saat ada kebutuhan untuk itu. Mereka akan diminyaki, diurapi, dan pelita mereka akan dipenuhi, dengan minyak yang baru. Allah akan melindungi mereka setiap pagi dengan tangan-Nya (Yes. 33:2). Jika suatu waktu mereka kehabisan akal dan menjadi lemah, mereka akan pulih kembali sendiri, dan dengan begitu memperbarui kekuatan mereka. Mereka akan mengganti kekuatan mereka, ketika pekerjaan mereka diubah, melakukan pekerjaan, menanggung pekerjaan. Mereka akan mendapat kekuatan untuk bekerja, kekuatan untuk bergumul, kekuatan untuk melawan, kekuatan untuk menanggung. Selama umurmu kiranya kekuatanmu.

- Mereka akan memakai kasih karunia ini untuk tujuan-tujuan yang terbaik. 
Dengan dikuatkan, pertama, mereka akan terbang tinggi, ke atas menuju Allah: Mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, begitu kuat, begitu cepat, begitu tinggi dan ke arah sorga. Di dalam kekuatan kasih karunia ilahi, jiwa mereka akan naik mengatasi dunia, dan bahkan masuk ke dalam tempat kudus. Perasaan dan kasih sayang yang saleh dan penuh peribadatan adalah sayap-sayap rajawali yang dengannya jiwa-jiwa yang mulia terbang tinggi (Mzm. 25:1). Kedua, mereka akan mendesak maju, maju ke arah sorga. Mereka akan berjalan, mereka akan berlari, di jalan perintah-perintah Allah, dengan riang gembira (mereka tidak akan menjadi lesu), dengan tekun dan gigih (mereka tidak akan menjadi lelah). Dan karena itu pada waktunya mereka akan menuai. Hendaklah, karena itu, Yakub dan Israel, dalam segala kesesakan mereka yang besar, terus saja menanti-nantikan Allah, dan tidak putus asa menantikan kelepasan dan pertolongan dari-Nya yang akan datang pada waktunya dan dengan keberhasilan besar.













NEXT:
Renungan HKBP SENIN, 05 FEBRUARI 2024 - BERTOBATLAH - BACAAN PAGI (LUKAS 7:24-30) - BACAAN MALAM (ULANGAN 6:4-9)


PREV:
Renungan HKBP SABTU, 03 FEBRUARI 2024 - AGAR RUMAH KITA TIDAK RUBUH - BACAAN PAGI (LUKAS 7:18-23) - BACAAN MALAM (KEJADIAN 12:1-3)


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de