f Renungan HKBP SELASA, 06 FEBRUARI 2024 - KETAATAN KEPADA SANG PENCIPTA - BACAAN PAGI (LUKAS 7:31-35) - BACAAN MALAM (ULANGAN 29:25-29) - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
View : 1276 kali
SELASA, 06 FEBRUARI 2024
KETAATAN KEPADA SANG PENCIPTA
BE. 116:1-2 DITOMPA HO DO AU
Di tompa Ho do au, sondangi rohangkon;
Tung basa-basaMi sude na di au on.
Gomgomi pamatangku, naeng Ho do oloanku,
Sai lehon ma gogongku, lomoM naeng ulaonku.
Urupi tatap au tutu, Panompa na burju.
Tuhan Sihophop au, sai buri tondingkon.
Marhite mudarMi torusi ngolungkon.
Pinuji ma GoarMu, arga ma pangkophopMu,
Dibaen pangalahongku, nang nasa ulaonku.
O Jesus Sipalua au, tu Ho ma au patau.
BACAAN PAGI (LUKAS 7:31-35)
BACAAN MALAM (ULANGAN 29:25-29)
“Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membentuknya: “Bukan dia yang membentuk aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa.”" (Yesaya 29:16)
Sahabat ikutlah Aku yang dikasihi Tuhan Yesus! Manusia digambarkan sebagai tanah liat yang pada dirinya tidak ada harganya, selain kotor tanpa bentuk dan lemah. Tuhan Allah di sini digambarkan sebagai pemberi bentuk-bentuk yang manis dan fungsi yang berharga menjadi alat-alat yang berguna untuk segala kebutuhan manusia. Bagaimana bumi ini dapat menyombongkan dirinya terhadap si tukang penjunan ( tukang periuk ) itu. Jelas bahwa tanah liat itu tidak dapat menyangkal si tukang penjunan.
Relasi kita dengan Allah harus selalu dipelihara. Relasi itu akan rusak ketika kita memilih mengikuti jalan dan kehendak pribadi daripada kehendak Allah. Kita mungkin sangat rajin ke gereja dan bersaat teduh. Namun, bisa jadi kita melakukannya hanya sebatas kewajiban tanpa mengenai maknanya. Hubungan antara tanah liat dengan si tukang penjunan sangatlah erat tidak dapat dipisahkan, tanah liat akan selalu diam dalam bentuk apapun dia akan dibuat. Seperti itulah kita tetaplah diam dan selalu taat kepada sang pencipta kita, karena Tuhan tahu apa yang akan diperbuatNya untuk kita, yaitu yang terbaik tentunya. Tetaplah setia dan taat serta bersikaplah dan berbicara dengan jujur karena Tuhan sangat menyukai hal itu. Amin.
DOA :
“Tuhan ajarkan kami untuk selalu setia dan taat serta bersikap dan berkata yang jujur dalam hidup kami, agar kami dapat menjadi pemberita yang tidak memutarbalikan yang sebenarnya, Amin”













NEXT:
Renungan HKBP RABU, 07 FEBRUARI 2024 - SUKACITA DALAM MEMBERI - BACAAN PAGI (LUKAS 7:36-40) - BACAAN MALAM (2 SAMUEL 7:15-16)


PREV:
Renungan HKBP SENIN, 05 FEBRUARI 2024 - BERTOBATLAH - BACAAN PAGI (LUKAS 7:24-30) - BACAAN MALAM (ULANGAN 6:4-9)


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de