f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2024 Renungan HKBP Minggu, 3 Maret 2024 - Sun Denggan Do Patik Ni Jahowa - Psalm 19:8-15 5 (Lima) Keagungan Kitab Suci Mazmur 19:8-15 19:7 (#19-#8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. 19:8 (#19-#9) Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. 19:9 (#19-#10) Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, 19:10 (#19-#11) lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. 19:11 (#19-#12) Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar. 19:12 (#19-#13) Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. 19:13 (#19-#14) Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar. 19:14 (#19-#15) Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku. Penjelasan: * Perhatikan, pemazmur memakai nama "Allah" (ayat 2) ketika berbicara mengenai ciptaan dan memakai nama Tuhan (ayat 8-10) ketika berbicara tentang Taurat. Kata Tuhan (ditulis dengan huruf kapital) berasal dari kata Yahweh. Jika Allah (berasal dari kata Elohim) lebih menggambarkan Dia sebagai Pencipta langit dan bumi, maka Yahweh (yang merupakan nama pribadi Allah) lebih menggambarkan Tuhan, Allah perjanjian yang memberikan Taurat. Pemazmur memaparkan tujuh (menunjukkan angka sempurna) karakter Taurat yaitu sempurna, teguh, tepat, murni, suci, benar, dan adil. Umat Allah yang merenungkan Taurat akan mendapatkan banyak faedah: disegarkan, diberi hikmat dan bersuka cita (ayat 8-9). Sebab itu pemazmur menganggap Taurat lebih indah daripada emas dan lebih manis daripada madu (ayat 11). Bukan itu saja, umat Allah yang berpegang pada Taurat akan terhindar dari banyak hal negatif termasuk kesesatan, pelanggaran, dan tipuan orang jahat (ayat 12-14). * Keagungan Kitab Suci (19:8-15) Kemuliaan Allah (yaitu, kebaikan-Nya kepada manusia) banyak terlihat dalam karya-karya ciptaan, tetapi lebih-lebih lagi di dalam dan melalui wahyu ilahi. Karena merupakan aturan yang mengatur kewajiban kita kepada Allah dan pengharapan kita dari Dia, Kitab Suci teramat sangat berguna dan memberi banyak manfaat kepada kita, lebih daripada siang atau malam, daripada udara yang kita hirup, atau cahaya matahari. Pengenalan akan Allah melalui karya-karya-Nya bisa berguna bagi manusia, jika manusia itu mempertahankan kejujuran dan ketulusannya. Akan tetapi, untuk memulihkan keadaannya yang telah jatuh, maka suatu tindakan lain perlu diambil, dan hal itu harus dilakukan melalui firman Allah. Dan di sini, I. Sang pemazmur menguraikan sifat-sifat dan segala kegunaan firman Allah yang sangat unggul dalam enam kalimat (ay. 8-10). Dalam setiap kalimat itu, nama Yehovah disebut berulang-ulang, dan tidak ada yang sia-sia dengan pengulangan ini, sebab hukum itu memiliki wewenang dan kuasanya dan semua keunggulannya dari Sang Pembuat hukum itu sendiri. Di sini terdapat enam sebutan bagi firman Allah yang mencakup keseluruhan pewahyuan, janji dan ketentuan ilahi, terutama Injil. Di sini terdapat beberapa sifat baik firman Allah yang membuktikan asal-usul ilahinya, yang mendorong kita untuk menggemarinya dan menjunjungnya tinggi-tinggi melebihi hukum-hukum lain apa saja. Di sini dinyatakan beberapa akibat baik yang ditimbulkan oleh hukum itu terhadap akal budi manusia, yang menunjukkan tujuan perancangannya, dan bagaimana kita harus memanfaatkannya, serta betapa ampuhnya anugerah ilahi yang menyertai dan bekerja melaluinya. 1. Taurat TUHAN itu sempurna, benar-benar bersih dari segala kenajisan, benar-benar dipenuhi oleh segala hal yang baik dan betul-betul cocok dengan tujuan yang telah dirancangkan baginya, dan akan membuat hamba Allah sempurna (2 Tim. 3:17, tl). Tidak boleh ada yang ditambahkan atau dikurangi darinya. Taurat Tuhan dipakai untuk menyegarkan jiwa, untuk menyadarkan dan mengembalikan kita kepada Allah kita dan tugas kita. Sebab Taurat itu menunjukkan kepada kita keberdosaan dan kesengsaraan kita akibat telah menjauh dari Allah. Ia juga menunjukkan betapa perlunya kita untuk kembali kepada Dia. 2. Peraturan TUHAN itu (yang bersaksi kepada kita mengenai Dia) teguh, betul-betul teguh dan tidak dapat diragukan lagi sehingga kita dapat menghormati, mengandalkan dan merasa yakin bahwa hal itu tidak akan menipu kita. Peraturan Tuhan itu merupakan temuan yang pasti akan kebenaran ilahi, merupakan petunjuk yang pasti untuk melaksanakan tugas kita. Peraturan itu merupakan dasar penghiburan yang teguh di dalam hidup ini dan juga dasar yang teguh bagi pengharapan yang kekal. Peraturan itu berguna untuk membuat kita menjadi bijak, bijak untuk mendapatkan keselamatan (2 Tim. 3:15). Peraturan itu akan memberi kita pengetahuan mendalam mengenai hal-hal ilahi dan penglihatan mengenai hal-hal yang akan datang. Peraturan itu membuat kita bekerja sebaik mungkin dan menjaga kita untuk tetap mengerjakan kepentingan kita yang sejati. Bahkan, peraturan itu akan memberikan hikmat kepada orang-orang yang tak berpengalaman (yang mungkin tidak bisa berbuat banyak bagi keadaan dunia di masa kini) mengenai jiwa dan kekekalan mereka. Orang-orang yang tidak berpengalaman dan merendahkan hati mereka, yang sadar mengenai kebodohan mereka dan bersedia untuk diajar, akan dijadikan bijaksana oleh firman Allah ( 25:9). 3. Titah TUHAN itu(yang ditegakkan oleh wewenang-Nya dan mengikat semua orang dari mana pun mereka berasal) tepat, benar-benar sesuai dengan aturan-aturan dan pegangan-pegangan kekal mengenai hal yang baik dan yang jahat, yaitu sesuai dengan akal sehat manusia dan hikmat Allah yang benar. Semua titah Allah mengenai segala sesuatu itu benar ( 119:128), seperti yang seharusnya. Titah itu akan membimbing kita kepada kebenaran jika kita menerima dan mematuhinya, sebab titah Tuhan itu tepat dan menyukakan hati. Hukum Tuhan, sebagaimana seperti yang kita lihat di tangan Kristus, memberi kita alasan untuk bersukacita. Dan, bila dituliskan di dalam hati kita, titah Tuhan itu meletakkan dasar bagi sukacita yang kekal, dengan memulihkan kita kembali ke akal budi yang benar. 4. Perintah TUHAN itu murni. Jernih, tanpa sedikit pun kegelapan di dalamnya. Bersih, tanpa noda atau kotoran. Perintah itu sendiri telah dimurnikan dari segala kecemaran dan bersifat menyucikan semua orang yang menerima dan memeluknya. Perintah itu merupakan sarana biasa yang dipakai Roh untuk membuat mata terang. Perintah itu membukakan mata dan menyadarkan kita mengenai dosa dan kesengsaraan kita, serta mengarahkan kita untuk menjalankan kewajiban kita. 5. Takut akan TUHAN itu (agama dan kesalehan sejati yang dituliskan dalam firman, berkuasa di dalam hati dan dijalankan dalam kehidupan) suci, bersih, dan akan membersihkan kita (Yoh. 15:3). Ia akan mempertahankan kelakuan bersih kita (Mzm. 119:9). Dan takut akan Tuhan itu tetap ada untuk selamanya, merupakan kewajiban yang harus dilakukan terus-menerus dan tidak bisa dibatalkan. Hukum lahiriah (yang hanya berupa upacara semata) telah lama berlalu, tetapi hukum tentang takut akan Allah selalu tetap sama. Waktu tidak akan mengubah sifat moral yang baik dan yang jahat. 6. Hukum-hukum TUHAN itu (segenap ketetapan-Nya, yang dibingkai dalam hikmat yang tidak terbatas) benar. Hukum-hukum itu didasarkan pada kebenaran yang paling sakral dan tidak dapat dipungkiri lagi. Hukum-hukum itu adil, seluruhnya berkesuaian dengan keadilan alamiah, dan semuanyademikian adanya: tidak ada kecurangan di dalam hukum-hukum itu, semuanya merupakan satu kesatuan. II. Daud mengungkapkan rasa penghargaannya yang tinggi terhadap firman Allah, dan juga keuntungan besar yang ia miliki dan ia harapkan dari firman-Nya itu (ay. 11-12). 1. Lihatlah betapa tingginya dia menghargai perintah-perintah Allah. Orang-orang yang saleh memang lebih menyukai agama mereka dan firman Allah, (1) Jauh melebihi segala kekayaan di dunia ini. Firman Allah lebih indah dari pada emas, emas tua, bahkan dari pada banyak emas tua. Emas berasal dari dunia ini, jadi bersifat duniawi, tetapi anugerah merupakan gambaran dari sorga. Emas hanya diperuntukkan bagi tubuh dan bersifat sementara, tetapi anugerah diperuntukkan bagi jiwa dan berlangsung selamanya. (2) Jauh melebihi kesenangan dan kenikmatan tubuh. Firman Allah, bila diterima dengan iman, akan terasa manis bagi jiwa, lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. Kenikmatan tubuh merupakan kesenangan manusia-manusia yang bejat, dan karena itulah merusakkan jiwa manusia. Tetapi, kenikmatan rohani merupakan kesenangan para malaikat dan meninggikan jiwa. Kenikmatan tubuh penuh tipuan, mudah memuncak tetapi tidak pernah memuaskan. Sebaliknya, kenikmatan rohani amatlah penting dan memuaskan, dan tidak berbahaya untuk direguk sebanyak-banyaknya. 2. Lihatlah bagaimana ia mempergunakan ketetapan-ketetapan dalam firman Allah itu: hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu. Firman Allah merupakan firman yang memperingatkan anak-anak manusia. Firman itu mengingatkan kita mengenai kewajiban yang harus kita laksanakan, marabahaya yang harus kita hindari, dan arus deras pencobaan yang harus kita hadapi (Yeh. 3:17; 33:7). Firman itu memperingatkan orang jahat supaya tidak terus berada di jalannya yang sesat, dan memperingatkan orang benar untuk tidak berpaling dari jalannya yang lurus. Semua orang yang benar-benar merupakan hamba Allah mengindahkan peringatan ini. 3. Lihatlah keuntungan apa yang ia janjikan kepada dirinya sendiri dengan kepatuhannya terhadap ketetapan-ketetapan Allah: Orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar. Orang-orang yang bersungguh-sungguh melaksanakan kewajiban mereka bukan saja tidak akan dijadikan pecundang, tetapi juga akan mendapatkan upah yang tak terperikan. Mereka memperoleh upah yang tidak saja akan diberikan setelah mematuhi, tetapi bahkan sudah terasa ketika mereka sedang mematuhi perintah Allah, imbalan besar yang langsung diperoleh karena kepatuhan. Agama merupakan kesehatan dan kehormatan. Ia memberi damai sejahtera dan kenikmatan. Agama akan membuat penghiburan kita terasa manis dan salib kita terasa ringan. Ia membuat hidup sungguh menjadi berharga dan kematian sungguh dirindukan. III. Dia menarik beberapa kesimpulan bagus dari perenungan khidmatnya mengenai keagungan firman Allah itu. Buah pikiran seperti itu sangat berguna dan selayaknya membangkitkan rasa kasih kita. 1. Di sini dia mengambil kesempatan untuk merenungkan dan menyesali dosa-dosanya. Sebab, oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. “Bukankah perintah itu kudus, adil dan baik? Kalau begitu, siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Aku tidak dapat, siapakah yang dapat?” Dari kebenaran hukum ilahilah dia belajar untuk menyebut dosa-dosanya sebagai kesesatannya. Jika perintah Allah itu benar dan adil, maka setiap penyimpangan dari perintah itu berarti sebuah kesesatan, diperbuat berdasarkan kesalahan. Setiap tindakan jahat muncul dari prinsip yang bejat, yang merupakan penyimpangan dari peraturan yang seharusnya kita taati, atau jalan yang seharusnya kita tempuh. Dari lingkup, keketatan dan kerohanian hukum ilahi, Daud menyadari bahwa dosa-dosanya begitu banyak sehingga dia tidak mampu menghitungnya, dan begitu berat sampai-sampai dia tidak dapat menyelami betapa cemar dan menjijikkannya dosa-dosa tersebut. Kita telah melakukan banyak dosa akibat kelalaian dan keinginan diri, sampai kita tidak sadar lagi dengan apa yang kita perbuat itu. Banyak dosa yang kita lakukan telah kita lupakan, sehingga ketika suatu saat kita mengakui suatu dosa kita, kita hanya bisa menutup pengakuan itu dengan perkataan et cetera -” dan lainnya seperti itu. Sebab Allah lebih mengetahui kejahatan kita daripada diri kita sendiri. Kita telah melakukan kesalahan dalam banyak hal, siapa yang dapat mengetahui seberapa sering manusia melakukan dosa? Syukurlah kini kita berada di bawah anugerah dan tidak lagi di bawah hukum Taurat. Jika tidak begitu, maka kita semua pasti sudah binasa. 2. Dia mempergunakan kesempatan ini untuk berdoa memerangi dosa. Kesadaran mengenai dosa-dosa kita harus mendorong kita untuk bersimpuh di bahwa takhta anugerah dan berdoa di sana, seperti yang dilakukan Daud di sini, (1) Untuk meminta belas kasihan supaya diampuni. Setelah mendapati dirinya tidak mampu menjelaskan secara terinci semua pelanggaran yang telah ia lakukan, Daud pun berseru, Tuhan, bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. Artinya, semua itu bukanlah berarti hal-hal yang dirahasiakan dari hadapan Allah (karena tidak akan satu pun yang demikian), bukan juga rahasia di mata dunia ini, melainkan hal-hal yang luput dari pengamatannya sendiri. Orang-orang yang terbaik sekalipun harus mencurigai diri sendiri telah bersalah atas banyak kesalahan yang tidak mereka sadari dan harus berdoa kepada Allah supaya dibersihkan dari semuanya itu, dan supaya segenap pelanggaran tersebut tidak ditimpakan ke atas mereka. Sebab, dosa-dosa akibat kelemahan dan kecerobohan kita, serta dosa-dosa kita yang tersembunyi, akan tetap membinasakan kita, seandainya saja Allah memperlakukan kita sesuai dengan yang layak kita terima. Bahkan, kesalahan yang tidak disadari pun bisa mencemari dan membuat kita tidak layak untuk masuk dalam persekutuan dengan Allah. Akan tetapi, jika segala kesalahan itu telah diampuni, maka kita pun dibersihkan dari semuanya itu (1 Yoh. 1:7). (2) Untuk meminta anugerah yang mampu menolong saat dibutuhkan. Setelah berdoa bagi pengampunan dosa-dosa yang tidak ia sadari, dia pun berdoa supaya dihindarkan dari kecongkakan (ay. 14). Semua orang yang benar-benar menyesali dosa-dosa mereka dan telah diampuni, akan berhati-hati supaya tidak kembali tergelincir di dalamnya atau kembali menjadi bebal, sebagaimana yang tampak dalam doa mereka yang serupa dengan doa Daud di sini. Perhatikanlah: - Permintaannya: “Jauhkanlah aku dari dosa yang disengaja.” Kita harus berdoa supaya dijauhkan dari dosa-dosa akibat kelemahan kita, tetapi terutama dari dosa-dosa yang disengaja, yang paling menyakiti hati Allah dan melukai hati nurani, yang memudarkan penghiburan kita dan menghancurkan pengharapan kita. “Dan, jangan biarkan aku dikuasai oleh satu pun dosa seperti itu, jangan biarkan aku tunduk kepada dosa apa pun, dan jangan biarkan aku diperbudak olehnya.” - Alasannya: “Supaya aku menjadi tak bercela. Aku akan tampil tanpa cela. Aku akan memelihara bukti dan penghiburan dari keadaanku yang tidak bercela, dan aku akan bebas dari pelanggaran besar.” Di sini dia menyebutnya sebagai dosa yang disengaja, sebab tidak ada korban persembahan yang dapat diterima untuk itu (Bil. 15:28-30). Perhatikanlah: Pertama, dosa yang disengaja begitu menjijikkan dan berbahaya. Orang-orang yang berdosa melawan keyakinan dan peringatan hati nurani mereka sendiri berarti menentang hukum Taurat dan hukuman-hukuman di dalamnya. Mereka yang berbuat dosa dengan tangan teracung, berdosa dengan sengaja, dan hal itu merupakan pelanggaran besar. Kedua, bahkan orang-orang yang saleh harus selalu memeriksa diri mereka sendiri dan takut melakukan dosa secara sengaja, sekalipun selama ini mereka selalu dijauhkan dari semua itu oleh karena anugerah Allah. Janganlah ada seorang pun yang tinggi hati, tetapi biarlah semuanya merasa takut. Ketiga, karena kedudukan kita yang begitu rawan, maka kita sangat perlu berdoa kepada Allah saat kita terdorong untuk melakukan dosa yang disengaja, supaya kita bisa ditarik mundur darinya, oleh pemeliharaan ilahi yang mencegah pencobaan itu, atau oleh anugerah-Nya yang memberi kita kemenangan dalam bergumul melawannya. 3. Dia menggunakan kesempatan ini untuk dengan rendah hati memohon penerimaan ilahi atas buah pikiran dan perasaan kasihnya itu (ay. 15). Perhatikanlah hubungan antara hal ini dengan hal-hal sebelumnya. Dia berdoa kepada Allah untuk menjauhkannya dari dosa, lalu kemudian memohon supaya Allah menerima ibadahnya. Sebab, jika kita menyukai dosa, maka kita tidak dapat berharap Allah akan menyukai kita atau pelayanan kita ( 66:18). Perhatikanlah: (1) Apa yang menjadi pelayanannya -” ucapan mulutnya dan renungan hatinya, kasih sayang kudus yang ia persembahkan kepada Allah. Perenungan hati yang khidmat tidak boleh dipendam, melainkan harus diungkapkan melalui ucapan mulut kita, demi kemuliaan Allah dan juga untuk membangun orang lain. Dan, ucapan mulut kita melalui doa dan pujian tidak boleh kaku, melainkan harus meluap dari perenungan hati kita ( 45:2). (2) Apa yang terpenting baginya mengenai pelayanan tadi -” supaya pelayanan itu berkenan di hati Allah. Sebab, jika pelayanan kita tidak diterima di hadapan Allah, maka apa gunanya kita melakukan itu? Jiwa-jiwa yang terberkati pastilah mendapatkan apa yang mereka kehendaki jika mereka mendapat perkenan Allah, sebab itulah yang menjadi kebahagiaan mereka. (3) Apa yang mendorong dia sehingga dia berpengharapan seperti itu, yaitu karena Allah adalah Gunung Batu dan Penebusnya. Jika melalui kewajiban-kewajiban ibadah kita, kita mencari bantuan dari Allah sebagai Gunung Batu kita, maka kita boleh mengharapkan perkenan dari Allah saat kita telah selesai melakukan kewajiban kita itu. Sebab, melalui kekuatan-Nyalah kita memiliki kuasa dari-Nya. Saat menyanyikan mazmur ini, kita harus membiarkan hati kita tergugah dengan keagungan firman Allah dan ditarik mendekatnya. Kita juga harus disadarkan mengenai betapa jahatnya dosa itu, dan betapa berbahaya kita karenanya, sehingga kita harus meminta pertolongan dari sorga untuk mengatasinya.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Renungan HKBP SENIN, 04 MARET 2024 - MENGENAL KASIH TUHAN DARI KEJATUHAN - BACAAN PAGI (1 KORINTUS 6:1-11) - BACAAN MALAM (1 PETRUS 2:8-12) PREV: Renungan HKBP Sabtu, 02 Maret 2024 - Wahyu 15:4 Minggu, 26 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI - Kisah Rasul 2:22-28 Minggu, 19 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 19 April 2026 - Marlas Roha di Bagasan Tuhan (Bersukacita dalam Tuhan) - Habakuk 3:10-19
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |