f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2024 Khotbah HKBP Minggu, 17 Maret 2024 - Hot Do Holong Ni Roha Ni Jahowa - Yeremia 31:35-37 Baca Juga: Yeremia 31:35-37 31:35 Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, -- TUHAN semesta alam nama-Nya: 31:36 "Sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapan-Ku untuk sepanjang waktu. 31:37 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seperti langit di atas tidak terukur dan dasar-dasar bumi di bawah tidak terselidiki, demikianlah juga Aku tidak akan menolak segala keturunan Israel, karena segala apa yang dilakukan mereka, demikianlah firman TUHAN. Penjelasan: * Janji Allah PAsti Digenapi dan Tak Pernah Berubah Jika matahari terbit dari barat, maka aku akan memberikan apa pun yang engkau minta. Bagaimana respons Anda jika ada orang yang mengatakan ini kepada Anda? Pasti Anda akan berpendapat bahwa orang itu memang tidak pernah berniat untuk memberi Anda apa pun. Mengapa? Sebab tidak mungkin matahari terbit dari barat. Bagaimana jika seseorang berjanji sepasti hukum alam? Kita yakin bahwa orang itu pasti akan menepati. Demikianlah janji Allah kepada Israel dan keturunannya. Mereka tidak akan pernah habis atau berhenti menjadi umat Allah. Kasih setia Allah yang seluas langit tak berbatas memberikan kepastian bahwa Israel tidak akan pernah ditolak sebagai umat-Nya. Tidak hanya itu Israel akan membangun kembali kota-kotanya dan wilayahnya akan semakin luas. Janji yang diucapkan Allah ini masih merupakan bagian dari perjanjian baru yang ditetapkan oleh Allah. Karena itu penggenapannya tetap merujuk kepada karya Kristus. Ini berarti Israel di sini menunjuk kepada Israel rohani yaitu Gereja Tuhan. Yesus sendiri pernah menegaskan hal ini (Mat. 16:18). Artinya Gereja Tuhan di dunia ini tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun. Sejarah sudah membuktikan bahwa usaha apa pun untuk melenyapkan Gereja Tuhan tidak akan terlaksana. Bahkan gereja terus berkembang dalam arti penjangkauan berdasarkan wilayah. Banyak daerah yang dulunya belum terjangkau oleh Injil sekarang mulai dijangkau. Banyak gereja didirikan di tempat terpencil untuk menjangkau siapa pun yang belum mendengar Injil. Penggenapan yang lebih utama dan yang sangat menguatkan iman kristen adalah hanya orang yang percaya kepada Yesus yang Allah akui sebagai umat-Nya. Artinya manusia dapat menjadi umat Allah jika ia percaya kepada Yesus. Janji Allah ini pasti dan tidak akan berubah sampai kapan pun seperti hukum alam. * Janji-janji Injili; Pembangunan Kembali Yerusalem (31:35-40) Hal-hal yang mulia telah dikatakan dalam ayat-ayat sebelumnya mengenai jemaat Injil. Dan pada jemaat Injillah masa jemaat Yahudi yang dimulai dari kembalinya mereka dari pembuangan akhirnya akan berhenti, dan dalam jemaat Injillah semua janji itu akan digenapi secara penuh. Tetapi dapatkah kita bergantung pada janji-janji ini? Ya, di sini kita mendapati pengesahannya, dan diberikan jaminan yang sepasti-pastinya tentang kelanggengan berkat-berkat yang termuat di dalamnya. Perkara besar yang dijamin kepada kita di sini adalah bahwa selama dunia berdiri, Allah akan memiliki jemaat di dalamnya. Meskipun adakalanya jemaat itu diturunkan ke tempat yang sangat rendah, namun akan ditinggikan kembali, dan kepentingan-kepentingannya akan ditegakkan kembali. Jemaat didirikan di atas batu karang, dan alam maut tidak akan menguasainya. Sekarang inilah dua hal yang diberikan untuk meneguhkan iman kita akan perkara ini, yaitu dibangunnya dunia dan dibangunnya kembali Yerusalem. Dibangunnya dunia, dan teguh serta abadinya bangunan itu, adalah bukti-bukti dari kuasa dan kesetiaan Allah yang telah mengerjakan pendirian jemaat-Nya. Yang membangun segala sesuatu pada mulanya ialah Allah (Ibr. 3:4), dan Dia jugalah yang menciptakan segala sesuatunya sekarang. Tetapnya kemuliaan-kemuliaan kerajaan alam dapat mendorong kita untuk bergantung pada janji ilahi akan keberlanjutan kemuliaan-kemuliaan kerajaan anugerah, sebab keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh (Yes. 54:9). Marilah kita amati di sini, 1. Kemuliaan-kemuliaan kerajaan alam, dan simpulkanlah dari situ betapa bahagianya orang-orang yang memiliki Allah ini, Allah alam semesta, sebagai Allah mereka untuk selama-lamanya. Cermatilah, (1) Gerakan yang tetap dan teratur dari benda-benda langit, di mana Allah adalah Penggerak pertamanya dan Pengarah utamanya: Ia memberi matahari untuk menerangi siang (ay. 35), tidak hanya membuatnya demikian pada awalnya, tetapi juga masih membuatnya demikian sampai sekarang. Sebab terang dan panas, dan semua pengaruh matahari, terus-menerus bergantung pada Penciptanya yang agung. Ia menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam. Gerakan-gerakan mereka disebut sebagai ketetapan, baik karena gerakan-gerakan itu teratur dan mengikuti aturan maupun karena gerakan-gerakan itu ditentukan dan berada di bawah perintah. Lihat 31-33. (2) Cermatilah pengaturan di laut, dan pengawasan yang diberikan terhadap gelombang-gelombangnya yang congkak: TUHAN semesta alam memecah-belah laut (KJV), atau (seperti sebagian orang membacanya) menenangkan laut, ketika gelombang-gelombangnya ribut (divide et impera -” memecahbelah dan menguasai). Ketika gelombangnya sangat bergelora, Allah tetap menjaganya dalam batas-batasnya (5:22), dan segera mendiamkannya dan membuatnya tenang kembali. Kuasa Allah harus kita agungkan, bukan hanya dalam menjaga gerakan-gerakan yang teratur di langit, tetapi juga dalam mengendalikan gerakan-gerakan yang tidak teratur di laut. (3) Cermatilah luasnya langit dan bentangan cakrawala yang tak terukur. Pasti Allah yang besarlah yang mengatur dunia yang besar seperti ini. Langit di atas tidak terukur (ay. 37), namun Allah memenuhinya. (4) Cermatilah bahkan kerahasiaan dari bagian ciptaan yang di dalamnya kita ditakdirkan hidup, dan yang paling kita kenali. Dasar-dasar bumi di bawah tidak terselidiki, sebab sang Pencipta menggantungkan bumi pada kehampaan (Ayb. 26:7), dan kita tidak tahu atas apakah sendi-sendinya dilantak (Ayb. 38:6). (5) Cermatilah kemantapan yang tak tergoyahkan dari semua ini (ay. 36): Ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan Allah. Segenap tentara langit dan bumi senantiasa ada di pengawasan mata-Nya, begitu pula dengan semua gerak-gerik mereka. Ia telah menetapkan mereka, dan mereka tetap ada, tetap ada menurut hukum-hukum-Nya, sebab segala sesuatu melayani Dia (Mzm. 119:90-91). Langit sering kali mendung, matahari dan bulan sering kali mengalami gerhana, bumi bisa bergoncang dan laut bergelora, tetapi mereka semua tetap berada di tempat mereka. Mereka bergerak, tetapi tidak berpindah. Dalam hal ini kita harus mengakui kuasa, kebaikan, dan kesetiaan sang Pencipta. 2. Jaminan-jaminan kerajaan anugerah yang disimpulkan dari sini: kita bisa yakin akan hal ini, bahwa keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa, sebab Israel rohani, jemaat Injil, akan menjadi bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri (1Ptr. 2:9). Ketika Israel secara jasmani tidak lagi menjadi sebuah bangsa, anak-anak perjanjian akan disebut keturunan yang benar (Rm. 9:8). Dan Allah tidak akan menolak segala keturunan Israel, sekalipun karena segala apa yang dilakukan mereka, sekalipun mereka telah berbuat kefasikan yang sangat besar (ay. 37). Pantas saja jika Ia membuang mereka, tetapi Ia tidak mau. Meskipun Ia mengusir mereka dari negeri mereka, dan merendahkan mereka selama beberapa waktu, namun Ia tidak akan menolak mereka. Sebagian dari mereka telah dibuang-Nya, tetapi tidak semua. Pada hal inilah yang tampaknya dirujuk oleh Rasul Paulus (Rm. 11:1), adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Jangan sampai kita berpikir demikian! Sebab (Rm. 11:5) pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, yang cukup untuk menyelamatkan kepercayaan terhadap janji bahwa Allah tidak akan menolak segala keturunan Israel, meskipun banyak dari antara mereka membuang diri sendiri dengan ketidakpercayaan. Nah, kita dapat dibantu untuk mempercayai hal ini dengan menimbang, (1) Bahwa Allah yang sudah menjaga jemaat adalah Allah yang mahakuasa, yang menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang mahakuasa. Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi, dan yang karena itu dapat berbuat apa saja. (2) Bahwa Allah tidak akan memberikan semua perhatian ini terhadap dunia jika Ia tidak merancangkan suatu kemuliaan bagi diri-Nya sendiri dari situ. Dan bagaimana Ia dapat memperoleh kemuliaan itu kecuali dengan menyediakan bagi diri-Nya sebuah jemaat di dunia, umat yang akan menjadi ternama, dan terpuji bagi-Nya? (3) Bahwa jika tatanan ciptaan tetap teguh, itu karena tatanan tersebut pada awalnya sudah diteguhkan, dan tatanan itu tidak berubah karena tidak perlu diubah. Cara kerja anugerah akan tetap tak berubah untuk alasan yang sama, karena cara itu sudah ditetapkan dengan baik pada awalnya. (4) Bahwa Dia yang telah berjanji untuk menjaga jemaat bagi diri-Nya sendiri telah membuktikan diri-Nya setia terhadap perkataan yang telah diucapkan-Nya mengenai keteguhan dunia. Dia yang setia pada perjanjian-Nya dengan Nuh dan anak-anaknya, karena Ia menetapkannya sebagai perjanjian yang kekal (Kej. 9:9, 16), kita yakin tidak akan mengingkari perjanjian-Nya dengan Abraham dan keturunannya, keturunan rohaninya, sebab perjanjian itu juga merupakan perjanjian yang kekal. Bahkan kesalahan yang telah mereka lakukan, meskipun sudah banyak mereka lakukan, tidak akan berhasil menggagalkan maksud-maksud yang penuh rahmat dari perjanjian itu. Lihat Mazmur 89:31, dst.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Renungan HKBP JUMAT, 22 MARET 2024 - JANGAN BERSEMBUNYI? PASTI KETAHUAN ! - BACAAN PAGI (MAZMUR 44:23-27) - BACAAN MALAM (ZAKHARIA 7:13-14) PREV: Renungan HKBP SABTU, 16 MARET 2024 - TUHAN MELIMPAHI KITA DENGAN KEBAIKAN ! - BACAAN PAGI (YESAYA 66:18-24) - BACAAN MALAM (MALEAKHI 4:1-4) Minggu, 26 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI - Kisah Rasul 2:22-28 Minggu, 19 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 19 April 2026 - Marlas Roha di Bagasan Tuhan (Bersukacita dalam Tuhan) - Habakuk 3:10-19
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |