f Renungan HKBP Jumat, 29 Maret 2024 - PERINGATAN HARI KEMATIAN TUHAN YESUS, 29 MARET 2024 - YESUS MEMBUKA JALAN YANG BARU DAN YANG HIDUP - IBRANI 10:16-25) - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
View : 962 kali
JUMAT PERINGATAN HARI KEMATIAN TUHAN YESUS, 29 MARET 2024
YESUS MEMBUKA JALAN YANG BARU DAN YANG HIDUP
BE. 86:1+3 SILANG NA BADIA
Silang na badia i Ho do lombulombungki
Maralohon dosa i dohot pandelean i
Di sude sitaonon i Ho ma lombulombungki
Ro do au nuaeng tu Ho, sai palambas ma rohaM.
Nunga pola mate Ho, ala asi ni rohaM
Jangkon au na dangol on, sai ulosi tondingkon.
EPISTEL (MAZMUR 22:1-6)
EVANGELIUM (IBRANI 10:16-25)

Baca Juga:


IBRANI 10:16-25)

10:16 sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, 10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka." 10:18 Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.
Ketekunan
10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 10:23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. 10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Penjelasan:
*  Rasul Paulus menyarankan Kristus kepada orang Ibrani berdasarkan saksi yang telah diberikan Roh Kudus dalam Kitab Suci mengenai Dia. Ini terutama berkaitan dengan apa yang akan menjadi hasil dan akibat yang membahagiakan dari penghinaan dan penderitaan-Nya. Secara umum, hasil itu adalah perjanjian yang baru dan penuh anugerah yang didirikan berdasarkan korban penebusan-Nya itu, dan dimeteraikan oleh darah-Nya (ay. Ibrani 10:15): Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian. Bacaan ini dikutip dari 31, dan dalam perjanjian baru itu Allah berjanji,

    1. Bahwa Ia akan mencurahkan Roh-Nya ke atas umat-Nya, dengan sedemikian rupa sehingga memberi mereka hikmat, kehendak, dan kuasa untuk mematuhi firman-Nya. Ia akan menaruh hukum-hukum-Nya dalam hati mereka, dan menuliskannya dalam akal budi mereka (ay. 16). Hal ini akan membuat kewajiban mereka menjadi jelas, mudah, dan menyenangkan.
    2. Dosa dan pelanggaran mereka tidak akan Ia ingat lagi (ay. 17). Hal ini saja menunjukkan kekayaan anugerah ilahi dan memadainya korban penebusan Kristus, sehingga korban itu tidak perlu diulangi lagi (ay. 18). Sebab tidak akan diingat lagi dosa orang yang betul-betul percaya, entah untuk mempermalukan mereka sekarang atau untuk menghukum mereka nanti. Ini jauh melebihi apa yang dapat dihasilkan oleh imamat dan korban-korban Lewi.
    Sekarang kita telah menelusuri bagian surat yang membahas masalah ajaran, yang di dalamnya kita menjumpai banyak hal yang gelap dan sulit dimengerti. Namun untuk hal ini, kita harus menyalahkan pikiran kita sendiri yang lemah dan tumpul. Rasul Paulus sekarang melanjutkan dengan menerapkan ajaran agung ini, untuk menggugah perasaan mereka, dan membimbing perbuatan mereka, dengan membentangkan di hadapan mereka martabat dan kewajiban-kewajiban zaman Injil.


* Jalan yang Disucikan; Peringatan terhadap Kemurtadan; Ketekunan Ditanamkan (10:19-25)

I. Di sini Rasul Paulus mengemukakan martabat-martabat yang ada di zaman Injil.
Sudah sepatutnya orang-orang percaya mengetahui kehormatan dan hak istimewa yang telah diperoleh Kristus bagi mereka, supaya selagi mereka mendapat penghiburan, mereka juga dapat memberi-Nya kemuliaan atas segala sesuatu. Hak-hak istimewa itu adalah,
            1. Keberanian untuk masuk ke dalam tempat Mahakudus. Mereka mendapat jalan masuk kepada Allah, terang untuk memimpin mereka, kebebasan roh dan kebebasan berkata-kata untuk mematuhi pimpinan itu. Mereka berhak atas hak istimewa dan kesiapan untuk masuk ke dalam tempat Mahakudus, pertolongan untuk menggunakan dan memanfaatkannya, dan jaminan bahwa mereka akan diterima dan dapat mengambil manfaat darinya. Mereka dapat masuk ke dalam hadirat Allah yang penuh rahmat dalam sabda-Nya, ketetapan-Nya, pemeliharaan-Nya, dan perjanjian-Nya yang kudus, dan dengan demikian masuk ke dalam persekutuan dengan Allah. Dalam persekutuan itu mereka menerima hal-hal yang disampaikanNya, hingga mereka siap untuk masuk ke dalam hadirat-Nya yang penuh kemuliaan di sorga.
            2. Imam Besar atas rumah Allah, yaitu Yesus yang terberkati ini, yang memimpin atas jemaat yang giat bergerak, dan setiap anggotanya di bumi, dan atas jemaat yang berkemenangan di sorga. Allah mau berdiam bersama-sama manusia di bumi, dan mau supaya mereka berdiam bersama-Nya di sorga. Tetapi manusia yang jatuh tidak dapat berdiam bersama Allah tanpa Imam Besar, yang merupakan Pengantara yang mendamaikan di dunia ini dan Pengantara yang akan memberikan upah di dunia nanti.

II. Rasul Paulus memberi tahu kita cara dan sarana yang dengannya orang-orang Kristen menikmati hak-hak istimewa itu.
Secara umum, ia menyatakan bahwa hal itu terjadi oleh darah Yesus, berkat darah yang dipersembahkan Yesus kepada Allah sebagai korban penebusan. Kristus telah membeli dengan darah-Nya bagi semua orang yang percaya kepada-Nya jalan masuk yang cuma-cuma kepada Allah berupa ketetapan-ketetapan anugerah-Nya di dunia sini dan di dalam kerajaan kemuliaan-Nya. Darah ini, yang dipercikkan pada hati nurani, menghalau ketakutan yang memperbudak, dan memberikan keyakinan kepada orang percaya akan keamanannya maupun diterimanya ia dalam hadirat ilahi. Sekarang Rasul Paulus, setelah memberikan gambaran umum tentang cara yang dengannya kita mendapat jalan masuk kepada Allah ini, masuk lebih jauh ke dalam hal-hal yang khusus tentang itu (ay. 20). Seperti,
            1. Ini adalah satu-satunya jalan. Tidak ada jalan lain yang tersisa selain jalan ini. Jalan pertama menuju pohon kehidupan sekarang, dan sudah lama, ditutup.
            2. Ini adalah jalan baru, baru dalam arti berlawanan dengan perjanjian yang mengutamakan perbuatan maupun baru bagi masa pelaksanaan Perjanjian Lama. Jalan ini adalah via novissima -” jalan terakhir yang akan pernah dibuka bagi manusia. Siapa yang tidak mau masuk melalui jalan ini berarti mengeluarkan diri mereka sendiri untuk selama-lamanya. Ini adalah jalan yang akan selalu bisa dimasuki.
            3. Ini adalah jalan yang hidup. Kita akan mati jika berusaha datang kepada Allah melalui jalan perjanjian yang mengutamakan perbuatan. Tetapi melalui jalan ini kita bisa datang kepada Allah, dan tetap hidup. Jalan itu melalui Juruselamat yang hidup, yang meskipun sudah mati, sekarang hidup. Jalan itu memberikan kehidupan dan harapan yang hidup kepada mereka yang masuk ke dalamnya.
            4. Jalan ini sudah disucikan Kristus bagi kita melalui tabir, yaitu tubuh jasmani-Nya. Tabir dalam Kemah Suci dan Bait Allah melambangkan tubuh Kristus. Ketika Ia mati, tabir Bait Suci terbelah menjadi dua. Ini terjadi pada waktu korban petang, dan membuat orang dapat melihat secara mengejutkan ke dalam tempat Mahakudus, yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Jalan kita ke sorga adalah melalui Juruselamat yang disalibkan. Kematian-Nya bagi kita adalah jalan kehidupan. Bagi mereka yang mempercayai hal ini, Ia sungguh berharga.

III. Rasul Paulus melanjutkan dengan menunjukkan kepada orang-orang Ibrani kewajiban-kewajiban yang mengikat mereka
oleh karena hak-hak istimewa ini, yang diberikan kepada mereka dengan cara luar biasa seperti itu (ay. 22-23, dst.).

1. Mereka harus mendekat kepada Allah, dan itu harus dengan cara yang benar. Mereka harus mendekat kepada Allah. Karena jalan yang benar untuk masuk dan kembali kepada Allah sudah terbuka, maka sungguh tidak tahu berterima kasih dan menghina Allah dan Kristus jika mereka tetap menjaga jarak dari Dia. Mereka harus mendekat melalui pertobatan, dan dengan berpegang pada perjanjian-Nya. Mereka harus mendekat dalam segala perilaku yang kudus, seperti Henokh yang hidup bergaul dengan Allah. Mereka harus mendekat dalam pemujaan dan kerendahan hati, dengan menyembah di tumpuan kaki-Nya. Mereka harus mendekat dalam kebergantungan yang kudus, dan dengan ketat mengikuti pimpinan ilahi. Mereka harus mendekat dalam kepatuhan terhadap Allah, dan persekutuan dengan Dia, hidup dalam kuasa-Nya yang penuh berkat, sementara tetap berusaha untuk semakin dekat dan dekat lagi, sampai mereka berdiam dalam hadirat-Nya. Tetapi mereka harus memastikan bahwa mereka mendekat kepada Allah dengan cara yang benar.
                (1) Dengan hati yang tulus, tanpa membiarkan adanya tipu daya atau kemunafikan. Allah adalah penyelidik hati, dan Ia menuntut kebenaran dalam batin kita. Ketulusan adalah kesempurnaan kita yang bersifat Injil, walaupun bukan kebajikan yang membenarkan kita.
                (2) Dalam keyakinan iman yang penuh, dengan iman yang bertumbuh menjadi keyakinan penuh bahwa apabila kita datang kepada Allah melalui Kristus, kita akan didengar dan diterima. Kita harus mengusir semua ketidakpercayaan yang berdosa sifatnya. Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Semakin kuat iman kita, semakin besar kemuliaan yang kita berikan kepada Allah. Dan,
                (3) Ketika hati kita sudah dibasuh dari hati nurani yang jahat, dengan cara menerima darah Kristus ke dalam jiwa kita dengan hati yang percaya. Hati kita dibersihkan dari kebersalahan, dari kecemaran, dari rasa takut yang berdosa dan siksaan, dari segala penolakan terhadap Allah dan kewajiban, dari ketidaktahuan, kesalahan, takhayul, dan kejahatan apa saja yang memperbudak hati nurani manusia karena dosa.
                (4) Tubuh kita telah dibasuh dengan air murni, yaitu dengan air baptisan (yang olehnya kita tercatat di antara para murid Kristus, para anggota tubuh mistis-Nya). Atau dengan kuasa Roh Kudus yang menguduskan, yang memperbarui dan mengatur perilaku lahiriah kita dan juga sifat batiniah kita, yang membersihkan kecemaran jasmani dan juga rohani. Para imam di bawah hukum Taurat harus membasuh diri, sebelum menghadap hadirat Tuhan untuk memberikan persembahan di hadapan-Nya. Jadi, harus ada persiapan yang layak bagi kita untuk mendekat kepada Allah.

2. Rasul Paulus menasihati orang-orang percaya untuk berpegang teguh pada pengakuan iman mereka (ay. 23). Di sini cermatilah,
                (1) Kewajiban itu sendiri, yaitu untuk berpegang teguh pada pengakuan iman kita, memeluk semua kebenaran dan jalan Injil, memegangnya teguh-teguh, dan tetap memegangnya melawan segala pencobaan dan perlawanan. Musuh-musuh rohani kita akan melakukan apa saja yang dapat mereka lakukan untuk merampas iman, harapan, kekudusan, dan penghiburan kita dari tangan kita, tetapi kita harus berpegang teguh pada agama kita sebagai harta karun kita yang terbaik.
                (2) Cara kita melakukan ini, yaitu tanpa goyah, tanpa ragu, tanpa berbantah, tanpa bermain-main dengan godaan untuk menjadi murtad. Setelah menetapkan perkara-perkara besar antara Allah dan jiwa kita ini, kita harus teguh dan tidak goyah. Siapa yang mulai goyah dalam perkara-perkara iman dan praktik kristiani terancam bahaya akan menjadi murtad.
                (3) Maksud atau alasan untuk menegaskan kewajiban ini: Ia, yang menjanjikannya, setia. Allah telah membuat janji-janji yang besar dan berharga bagi orang-orang percaya, dan Ia adalah Allah yang setia, setia kepada perkataan-Nya. Tidak ada kepalsuan atau berubah-ubah sikap pada Dia, dan demikian pula tidak boleh ada pada diri kita. Kesetiaan-Nya seharusnya menggugah dan mendorong kita untuk setia, dan kita harus lebih bergantung pada janji-janji-Nya kepada kita daripada janji-janji kita kepada-Nya. Kita harus menyerukan kepada-Nya janji-Nya dalam memberi kita anugerah yang memampukan kita.
        IV. Kita mendapati sarana-sarana yang ditetapkan untuk mencegah supaya kita tidak murtad, dan mendorong supaya kita setia dan bertekun (ay. 24-25, dst.). Rasul Paulus menyebutkan beberapa hal, seperti,
            1. Bahwa kita harus saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Orang-Orang Kristen harus saling memperhatikan dan memedulikan dengan sungguh hati. Dengan rasa kasih mereka harus memperhatikan apa saja kebutuhan, kelemahan, dan pencobaan saudara-saudara mereka. Mereka harus melakukan ini, dan bukannya mencela satu sama lain, membuat marah satu sama lain, melainkan supaya saling mengasihi dan berbuat baik. Mereka harus saling mengajak untuk lebih lagi mengasihi Allah dan Kristus, untuk lebih lagi mencintai kewajiban dan kekudusan, untuk lebih lagi mencintai saudara-saudara mereka di dalam Kristus, dan untuk melakukan segala perbuatan baik berdasarkan kasih kristiani, baik itu terhadap tubuh maupun jiwa satu sama lain. Teladan baik yang diberikan kepada orang lain merupakan dorongan terbaik dan paling berhasil untuk saling mengasihi dan berbuat baik.
            2. Untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita (ay. 25). Sudah menjadi kehendak Kristus supaya murid-murid-Nya berkumpul bersama-sama, terkadang lebih secara pribadi untuk bertemu dan berdoa, dan di waktu lain bersama-sama untuk mendengarkan firman dan bersatu dalam melaksanakan semua ketetapan ibadah Injil. Di zaman para Rasul, dan seharusnya di setiap zaman, ada pertemuan-pertemuan Kristen untuk menyembah Allah, dan membangun satu sama lain. Tetapi bahkan di masa-masa itu tampak ada sebagian orang yang meninggalkan pertemuan-pertemuan ini, dan dengan demikian mulai murtad dari agama itu sendiri. Persekutuan para kudus merupakan hak istimewa dan hal yang sangat membantu, juga sarana yang baik supaya kita tetap teguh dan tekun. Dengan persekutuan para kudus, hati dan tangan mereka saling dikuatkan.
            3. Untuk menasihati satu sama lain, untuk menasihati diri kita sendiri dan satu terhadap yang lain, untuk mengingatkan diri kita sendiri dan satu sama lain akan dosa dan bahaya jika kita undur. Untuk mengingatkan diri kita sendiri dan sesama orang Kristen akan kewajiban kita, akan kegagalan dan kebobrokan kita, untuk menjaga satu sama lain, dan cemburu kepada diri kita sendiri dan satu sama lain dengan cemburu yang saleh. Semuanya ini, dengan dipimpin oleh roh Injil yang benar, akan menciptakan persahabatan yang terbaik dan terhangat.
            4. Bahwa kita harus memperhatikan dekatnya masa-masa pencobaan, dan dengan begitu terdorong untuk lebih giat lagi: Dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Orang-orang Kristen harus memperhatikan tanda-tanda zaman, seperti yang sudah dinubuatkan Allah. Akan datang hari, hari yang mengerikan bagi bangsa Yahudi, ketika kota mereka akan dihancurkan, dan mereka sebagai umat akan ditolak Allah karena mereka menolak Kristus. Ini akan menjadi hari di mana umat pilihan yang tersisa akan terpencar dan ditimpa pencobaan. Sekarang Rasul Paulus mengajak mereka memperhatikan apa tanda-tanda mendekatnya hari yang mengerikan seperti itu, dan mengingatkan mereka supaya lebih tekun dalam bertemu bersama-sama dan saling menasihati, supaya mereka lebih siap menghadapi hari itu. Akan datang hari pencobaan pada kita semua, yaitu hari kematian kita, dan kita harus memperhatikan semua tanda mendekatnya hari itu, dan memanfaatkannya untuk lebih waspada dan tekun dalam menjalankan kewajiban.



* Sahabat Ikutlah Aku yang dikasihi Tuhan Yesus !
Bicara mengenai kesempurnaan akan membawa kita membandingkan dengan ketidak-sempurnaan. Demikian yang dilakukan penulis surat Ibrani ketika membicarakan karya keselamatan Kristus yang sempurna. Dalam hal ini penulis membandingkan secara tajam antara kurban yang dipersembahkan Yesus dengan kurban-kurban hewan yang dipersembahkan para imam. Mengapa hanya kurban Yesus yang sempurna? Pertama, karena Yesus adalah Anak Allah -- Anak yang kekal. Sebagai Anak Allah, Ia menunjukkan ketaatan-Nya kepada Bapa melalui ketabahan-Nya untuk menderita bahkan mati disalib sebagai kurban penghapus dosa (Yoh.18-19). Sebagai Anak Allah, Yesus lebih tinggi dari nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. Ia pun lebih tinggi dari malaikat atau Musa sendiri. Namun Ia taat pada Bapa untuk menjadi kurban penghapus dosa. Kedua, karena Yesus adalah Imam Agung yang lebih tinggi daripada imam-imam dalam Perjanjian Lama (ay. 21), dengan perantaraan Yesus, orang yang percaya kepada-Nya dibebaskan dari dosa dan dari ketakutan dan kematian. Sebagai Imam Agung, Yesus memberikan kepada manusia keselamatan sejati yang tidak dapat diberikan oleh upacara-upacara persembahan kurban dan upacara-upacara lainnya di dalam agama Yahudi. Upacara-upacara itu hanya dapat memberikan gambaran dari keselamatan sejati itu saja, lain tidak. Hari ini, kita memperingati karya keselamatan Allah yang sempurna di dalam kematian Kristus di kayu salib. Dalam kesetiaan dan ketaatan-Nya pada Bapa, Ia tabah menghadapi derita salib. Hal ini seharusnya membawa kita juga untuk setia dan taat pada Allah dalam hidup ini sekalipun di dalam pergumulan dan penderitaan yang mungkin kita hadapi. Karena itu marilah kita datang ke Perjamuan Kudus-Nya dengan hati yang murni dan penuh syukur atas keselamatan sempurna yang dianugerahkan-Nya kepada kita. Selamat memperingati Jumat Agung, selamat memperingati kemurahan Allah terbesar bagi kita semua, kiranya Tuhan menolong kita juga untuk bermurah hati kepada sesama. Amin
DOA :
“KasihMu paling Agung mengingatkan kami selalu akan keselamatan yang Tuhan berikan bagi kami. Amin”













NEXT:
Renungan HKBP SABTU, 30 MARET 2024 TUHAN MEMBERI KITA PENGERTIAN ! - BACAAN PAGI (MATIUS 27:57-66) - BACAAN MALAM (1 PETRUS 3:18-22)


PREV:
Renungan HKBP RABU, 27 MARET 2024 - TUHAN ITU GEMBALA KITA - BACAAN PAGI (MATIUS 26:26-28) - BACAAN MALAM (1 YOHANES 1:5-9)


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de