f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2024 Renungan HKBP Minggu, 31 Maret 2024 - Paskah Parjolo - Marlas ni roha mida hatuaonNa i - Jesaya 25:6-9 Yesaya 25:6-9 Keselamatan bagi bangsa-bangsa di Sion 25:6 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya. 25:7 Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa. 25:8 Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. 25:9 Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!" Penjelasan: * Berkat-berkat Injil (25:6-8) Jika kita beranggapan (seperti halnya banyak orang) bahwa ayat-ayat ini mengacu kepada sukacita besar yang tentu terjadi di Sion dan Yerusalem pada waktu pasukan Asyur dikalahkan oleh seorang malaikat, atau ketika orang Yahudi dibebaskan dari penawanan di Babel, atau pada peristiwa pembebasan lain yang sama-sama menakjubkan, mau tidak mau kita juga harus memandang lebih jauh, yaitu kepada kasih karunia Injil dan kemuliaan yang merupakan mahkota serta penggenapan kasih karunia tersebut. Karena pada waktu kebangkitan kita melalui Kristus-lah firman yang dituliskan di sini akan genap. Pada waktu itu saja, dan sampai saat itu terjadi saja (jika kita memercayai Rasul Paulus), barulah firman itu akan digenapi sepenuhnya: Maut telah ditelan dalam kemenangan (1Kor. 15:54). Inilah kunci bagi janji-janji lainnya yang di sini dikaitkan bersama-sama. Demikianlah kita dapati di sini nubuat tentang keselamatan dan kasih karunia yang dibawakan kepada kita oleh Yesus Kristus, yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi (1Ptr. 1:10). I. Bahwa kasih karunia Injil akan menjadi pesta agung bagi semua orang. Bukan seperti pesta yang diselenggarakan oleh raja Ahasyweros, yang dimaksudkan sekadar untuk memamerkan kemegahan yang empunya pesta (Est. 1:4). Pesta karunia Injil ini dimaksudkan untuk memuaskan para tamu, dan oleh sebab itu, sementara segala sesuatu di pesta Ahasyweros sana dimaksudkan untuk pamer, segala sesuatu di pesta di sini dimaksudkan untuk hal yang sebenar-benarnya. Segala persiapan yang dibuat di dalam Injil untuk menyambut para petobat dan orang-orang yang berseru memohon pertolongan Allah, sering kali dinyatakan di dalam Perjanjian Baru dengan perumpamaan perjamuan (Mat. 22:1 dan seterusnya), yang sepertinya dipinjam dari nubuat ini. 1. Allah sendirilah Tuan perjamuan ini, dan kita boleh yakin bahwa Ia mempersiapkannya sesuai Siapa diri-Nya, yang sudah menjadi keharusan-Nya untuk memberi, dan bukan seperti kita yang menerima. TUHAN semesta alam sendirilah yang menyelenggarakan perjamuan ini. 2. Para tamu yang diundang adalah segala bangsa-bangsa, baik orang bukan Yahudi maupun orang Yahudi. Beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Tersedia cukup banyak makanan untuk semua orang. Siapa pun yang mau, boleh datang dan mengambil bagian dengan cuma-cuma, bahkan orang-orang yang dikumpulkan di semua jalan dan lintasan. 3. Tempatnya adalah di gunung Sion. Dari sanalah pemberitaan Injil bermula: para pembawa berita harus mulai dari Yerusalem. Jemaat Injil adalah Yerusalem yang di atas. Di sanalah perjamuan ini diadakan, dan ke sanalah semua tamu yang diundang harus pergi. 4. Hidangannya sangat mewah, dan segala sesuatu yang disajikan itu bermutu terbaik. Ini adalah suatu perjamuan, yang menandakan kelimpahan dan keragaman. Ini merupakan perjamuan tanpa henti bagi orang-orang percaya. Jika tidak demikian, itu adalah salah mereka sendiri. Ini merupakan perjamuan dengan masakan yang bergemuk dan bersumsum. Begitu nikmat, begitu bergizi, segala penghiburan Injil bagi semua orang yang berpesta dengannya dan mencernanya. Anak yang hilang itu dijamu meriah dengan lembu gemuk. Daud menikmati persekutuannya dengan Allah sehingga jiwanya dipuaskan bagaikan dengan masakan yang bergemuk dan bersumsum. Ini juga merupakan perjamuan dengan anggur yang tua yang disaring endapannya, jenis anggur tua yang telah disimpan lama dan disaring endapannya, sehingga menjadi jernih dan murni. Terdapat sesuatu di dalam Injil yang, seperti halnya anggur yang digunakan dengan bijaksana, mampu menggirangkan hati dan mengangkat semangat, dan cocok bagi mereka yang sedang dirundung beban berat karena menyadari dosa dan menyesalinya. Mereka dapat meminumnya lalu melupakan kesengsaraan mereka (sebab untuk itulah kegunaan anggur yang diminum dengan benar, yaitu minuman keras bagi mereka yang membutuhkannya [Ams. 31:5-6]). Mereka dapat bersuka ria karena tahu bahwa dosa-dosa mereka telah diampuni, lalu bersemangat dalam pekerjaan serta peperangan rohani mereka, bagaikan laki-laki kuat yang disegarkan oleh anggur. II. Bahwa dunia akan dibebaskan dari gelapnya ketidaktahuan dan kekeliruan. Di tengah kabut kegelapan itu dunia sudah begitu lama hilang terkubur (ay. 7): Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan (kain penutup wajah) yang melingkupi semua bangsa (dengan selubung atau penutup mata) sehingga mereka tidak bisa melihat jalan atau melakukan tugas mereka, dan oleh karena itu berkeliaran tanpa henti. Wajah mereka terbungkus seperti wajah orang terhukum atau orang mati. Ada kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa, karena mereka semua duduk di dalam kegelapan. Tidaklah mengherankan apabila di antara orang-orang Yahudi sendiri, ada selubung yang menutupi hati mereka (2Kor. 3:15). Namun, kain selubung ini akan dihancurkan Tuhan dengan terang Injil-Nya yang bersinar di dalam dunia, dan dengan kuasa Roh-Nya yang membuka mata manusia supaya bisa menerimanya. Ia akan membangkitkan mereka yang sudah lama mati dalam pelanggaran dan dosa ke kehidupan rohani. III. Maut akan dikalahkan, kuasanya dipatahkan, dan sifatnya diubah: Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya (ay. 8). 1. Kristus sendiri, dalam kebangkitan-Nya, akan menang atas maut, akan mematahkan ikatan belenggunya, dan membuangnya jauh-jauh. Kubur tampaknya menelan Dia, tetapi sebenarnya Dialah yang telah menelannya. 2. Kebahagiaan orang-orang kudus akan berada di luar jangkauan maut, dengan demikian mengakhiri semua kesenangan dunia, membuatnya terasa pahit, dan menodai keindahannya. 3. Orang-orang percaya dapat menang atas maut dan memandangnya sebagai musuh yang telah dikalahkan: Hai maut di manakah kemenanganmu? 4. Saat mayat orang-orang kudus dibangkitkan pada hari besar itu dan kefanaan mereka ditelan kehidupan, maka maut akan ditelan selamanya dalam kemenangan. Dan itulah musuh terakhir. IV. Bahwa dukacita akan diakhiri, dan akan ada sukacita sempurna tanpa akhir: Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka. Orang-orang yang menangisi dosa mereka akan dihibur dan hati nurani mereka akan menjadi tenteram. Di dalam perjanjian kasih karunia akan disediakan semua yang cukup untuk menggantikan semua dukacita yang dialami sekarang, untuk menghapus air mata dan menyegarkan kita. Terutama mereka yang menderita karena Kristus akan menerima penghiburan melimpah, sama seperti penderitaan mereka dulu juga berlimpah. Di dalam sukacita sorga, dan tidak di tempat lain, akan genaplah firman Tuhan yang tertulis seperti sebelumnya, sebab di sanalah Allah akan menghapus segala air mata (Why. 7:17; 21:4). Dan tidak akan ada lagi perkabungan, sebab maut tidak akan ada lagi. Pengharapan akan hal ini sudah seharusnya menghapus air mata kita yang bercucuran, semua ratap tangis yang menghambat kita untuk menabur. V. Bahwa semua kecaman yang dilontarkan ke atas agama dan para pemeluknya yang sejati akan disingkirkan selamanya: aib umat-Nya, yang sudah begitu lama mereka tanggung, fitnah dan penggambaran yang keliru sehingga mencoreng muka mereka, serta penghinaan dan kekejaman para penindas yang telah menginjak-injak mereka, akan dijauhkan. Kebenaran mereka akan bersinar seperti terang di hadapan seluruh dunia yang akan menyadari bahwa mereka bukanlah orang-orang seperti yang dituduhkan dengan cara yang sangat menyakitkan hati itu. Demikianlah keselamatan akan dikerjakan bagi mereka dari semua ketidakadilan yang mereka terima. Adakalanya, Allah mengerjakan bagi umat-Nya sesuatu yang menghindarkan cemooh dari antara manusia. Walaupun begitu, keselamatan itu akan terlaksana dengan sempurna pada hari besar itu, sebab TUHAN telah mengatakannya. Ia mampu dan pasti akan mewujudkannya. Marilah kita dengan sabar menanggung dukacita dan aib sekarang ini, serta memanfaatkan keduanya, sebab tidak lama lagi keduanya akan dihapuskan. * Di sini terdapat, Sambutan yang akan diberikan jemaat terhadap berkat-berkat yang dijanjikan di dalam ayat-ayat sebelumnya (ay. 9): Pada waktu itu orang akan berkata dengan sorak sorai dan sukacita kudus penuh kerendahan hati, Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan! Demikianlah pembebasan jemaat dari penderitaan panjang dan pedih itu akan dirayakan, bagaikan hidup kembali dari antara orang mati. Dengan rasa sukacita yang mendalam dan pujian seperti itulah orang-orang yang mencari Dia dan penebusan di Yerusalem akan menerima kabar kesukaan tentang Sang Penebus. Dengan nyanyian kemenangan seperti inilah orang-orang kudus yang telah dimuliakan akan masuk dan turut dalam kebahagiaan tuan mereka. 1. Allah sendirilah yang harus menerima semua kemuliaan: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, inilah TUHAN kita. Apa yang terjadi ini adalah perbuatan-Nya, yang sungguh mengagumkan di mata kita. Di dalam hal inilah Ia bertindak seperti Siapa diri-Nya sendiri, Ia memuliakan hikmat, kuasa, dan kebaikan-Nya. Di dalam hal ini Ia bertindak bagi kita sebagai Allah kita, Allah yang terikat perjanjian dengan kita, dan yang kita layani.” Perhatikanlah, sorak-sorai kita jangan hanya berhenti pada apa yang dilakukan dan diberikan Allah kepada kita, tetapi harus melintasi semua itu menuju diri-Nya sendiri, yang merupakan Sumber dan Pemberi semuanya itu: Inilah Allah kita. Adakah bangsa di bumi ini yang memiliki Allah yang dapat dipercayai seperti ini? Tidak, sebab gunung batu kita bukanlah seperti gunung batu orang-orang itu. Tidak ada yang seperti Allah Yerusalem. 2. Semakin lama diharap-harapkan, semakin hangat pula sambutan yang diberikan. “Inilah Dia yang telah kita nanti-nantikan sambil bersandar kepada firman dan janji-Nya, serta dengan keyakinan penuh bahwa Ia akan datang pada waktu yang telah ditentukan nanti, dan oleh sebab itu kita bersedia menantikan waktu-Nya. Dan sekarang kita mendapati bahwa sungguh tidak sia-sia menantikan Dia, karena belas kasihan-Nya akhirnya datang juga bersama ganti rugi berlimpah atas penangguhan waktu itu.” 3. Ini merupakan sukacita yang tidak terkatakan: “Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya. Kita yang ikut menikmati manfaatnya akan sepakat menaikkan syukur dengan penuh sukacita.” 4. Ini merupakan dorongan agar mengharapkan kelanjutan dan penyempurnaan keselamatan-Nya ini: inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Ia akan melanjutkan apa yang telah dimulai-Nya, sebab adapun Allah, Allah kita, jalan-Nya sempurna.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Renungan HKBP SENIN, 01 APRIL 2024 - YESUS KRISTUS ANAK DOMBA ALLAH - 1 KORINTUS 5:6-8 - PASKAH II PREV: Renungan HKBP SABTU, 30 MARET 2024 TUHAN MEMBERI KITA PENGERTIAN ! - BACAAN PAGI (MATIUS 27:57-66) - BACAAN MALAM (1 PETRUS 3:18-22) Minggu, 26 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI - Kisah Rasul 2:22-28 Minggu, 19 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 19 April 2026 - Marlas Roha di Bagasan Tuhan (Bersukacita dalam Tuhan) - Habakuk 3:10-19
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |