f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2024 Jamita HKBP Rabu, 15 Mei 2024 - Penuh Keberanian Menghampiri Takhta Kasih Karunia-Nya - Ibrani 4:16 Orang Kristen tidak hanya perlu memulai dengan baik, tetapi juga harus bertahan. Ibrani 4:16 4:16 Antong, marhiras ni roha ma hita mandapothon habangsa parasiasian, asa tajalo talup ni roha, jala asa dapot asi ni roha hita bahen pangurupion, di tingki halehetanna. (Heber 4:16) 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Penjelasan: * Orang Kristen tidak hanya perlu memulai dengan baik, tetapi juga harus bertahan. Barangsiapa bertahan sampai akhir akan diselamatkan, dan tidak ada orang yang akan selamat selain mereka yang bertahan. Kedua, oleh karena keutamaan Imam Besar kita, maka kita harus terdorong untuk menghampiri takhta kasih karunia dengan penuh keberanian (ay. Ibrani 4:16). Di sini perhatikanlah, 1. Ada suatu takhta kasih karunia yang didirikan, dan suatu cara menyembah yang ditetapkan. Di dalamnya, Allah dapat menjumpai orang-orang berdosa yang malang dengan penuh kemurahan, bercakap-cakap dengan mereka, dan mereka dengan penuh harap dapat menghampiri-Nya, sambil bertobat dan percaya. Allah bisa saja menyiapkan suatu persidangan untuk mengadili dengan bengis dan tanpa belas kasihan, menjatuhkan hukuman mati, sebagai upah dosa, kepada semua orang yang dipanggil untuk diadili. Namun, Ia justru memilih untuk mendirikan takhta kasih karunia. Sebuah takhta berbicara tentang wewenang, dan menuntut adanya kekaguman dan penghormatan. Sebuah takhta kasih karunia menyiratkan adanya penghiburan yang besar, bagi orang yang paling berdosa sekalipun. Di takhta itu, kasih karunia memerintah, dan bertindak dengan kebebasan, kuasa, dan kemurahan yang berdaulat. 2. Kita wajib dan perlu untuk kerap didapati berada di hadapan takhta kasih karunia ini, menantikan Tuhan sambil mengerjakan segala kewajiban untuk menyembah Dia, baik secara perseorangan maupun bersama-sama. Adalah baik bagi kita untuk berada di sana. 3. Maksud dan kepentingan kita berada di takhta kasih karunia haruslah supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Rahmat dan kasih karunia adalah hal-hal yang kita butuhkan. Rahmat untuk mengampuni segala dosa kita, dan kasih karunia untuk memurnikan jiwa kita. 4. Di samping bahwa kita memang tergantung setiap hari kepada Allah untuk memenuhi kebutuhan saat ini, adakalanya kita akan sangat membutuhkan rahmat dan kasih karunia Allah. Kita harus memanjatkan doa di masa-masa seperti itu, yaitu di masa pencobaan, entah karena kesukaran ataupun kemakmuran, dan khususnya ketika kita sedang menjelang ajal. Setiap hari kita harus memanjatkan permohonan supaya rahmat diturunkan pada hari terakhir kita. Tuhan berkenan mengaruniakan rahmat-Nya pada hari itu (2Tim. 1:18). 5. Setiap kali kita menghampiri takhta kasih karunia ini untuk meminta rahmat, kita harus datang dengan rasa bebas dan berani yang penuh dengan kerendahan hati, dengan kebebasan di dalam roh dan kebebasan dalam berbicara. Kita harus meminta dengan iman, tanpa ragu. kita harus datang dengan Roh yang menjadikan kita anak Allah, sebagai anak-anak dari Allah dan Bapa yang telah diperdamaikan dengan kita. Kita harus sungguh-sungguh datang dengan sikap hormat dan rasa takut yang kudus, tetapi bukan dengan rasa ngeri dan takjub. Bukan seolah-olah kita diseret ke hadapan sidang pengadilan, melainkan dengan ramah diundang untuk menghampiri takhta rahmat, di mana kasih karunia memerintah, dan senang menyatakan dirinya kepada kita serta bermegah terhadap kita. 6. Jabatan Kristus, sebagai Imam Besar kita, dan sebagai Imam Besar Agung, haruslah menjadi dasar keyakinan kita setiap kali kita menghampiri takhta kasih karunia. Seandainya kita tidak mempunyai seorang Pengantara, kita tidak akan bisa mempunyai keberanian untuk menghampiri Allah, sebab kita adalah makhluk yang berdosa dan cemar. Segala sesuatu yang kita perbuat adalah cemar, sehingga kita tidak dapat masuk ke hadirat Allah sendirian saja. Kita harus pergi dengan pertolongan seorang Pengantara, karena jika tidak demikian, maka hati kita dan pengharapan kita akan mengecewakan kita. Kita memiliki keberanian untuk masuk ke tempat mahakudus oleh darah Yesus. Dialah Pembela kita, dan sementara Ia mengajukan pembelaan bagi umatNya, maka Ia mengajukannya dengan sebuah harga di tangan-Nya, yang dengannya Ia telah membeli segala sesuatu yang jiwa kita ingini atau rindukan.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Jamita HKBP MINGGU, 19 MEI 2024 - KUASA ROH KUDUS YANG MEMPERSATUKAN - EPISTEL (KEJADIAN 41:37-42) - EVANGELIUM (KISAH PARA RASUL 2:1-13) - PENTAKOSTA I PREV: Renungan HKBP SENIN, 13 MEI 2024 - DIAMPUNI DAN MERDEKA - BACAAN PAGI (IBRANI 13:1-6) - BACAAN MALAM (MAZMUR 42:2-6) Minggu, 26 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI - Kisah Rasul 2:22-28 Minggu, 19 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 19 April 2026 - Marlas Roha di Bagasan Tuhan (Bersukacita dalam Tuhan) - Habakuk 3:10-19
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |