f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2024 Renungan HKBP Minggu, 4 Agustus 2024 - Keluaran 16:2-8 Banyak orang yang bisa kita sebut lebih banyak menerima makanan dibanding menerima pengajaran. Namun, orang Israel diberi makanan sedemikian rupa supaya mereka dapat memperoleh pengajaran. Keluaran 16:2-8 16:2 Jadi marmungutmungut ma sandok luhutan ni halak Israel dompak si Musa dohot dompak si Aron di halongonan i. 16:3 Didok halak Israel ma tu nasida: Tung so mate hami dibunu tangan ni Jahowa di tano Misir, di na hundul hami di lambung hudon angka na marisi juhut, di na bosur hami mangan sagusagu; ai ditogihon hamu hami ruar tu halongonan on laho mambunu sandok luhutan on anturaparon. 16:4 Dung i ninna Jahowa ma tu si Musa: Ida ma paroonku ma tu hamu udan sagusagu sian banua ginjang, asa ruar bangso i jala dipapungu sae sadarina i, asa huunjuni nasida manang turuton nasida patikki manang ndang. 16:5 Alai jumpang paonomarihon, paulionnasida ma na binoannasida i, gabe silompit ma i martimbangkon na pinapungunasida siap ari. 16:6 Dung i didok si Musa dohot si Aron ma tu sude halak Israel: Bodari on ma botoonmuna Jahowa paruarhon hamu sian tano Misir. 16:7 Sogot manogot idaonmuna ma hasangapon ni Jahowa, ai nunga di bege Ibana parungutungutonmuna dompak Jahowa. Ai tung ise ma hami pola umbahen tung marmungutmungut hamu dompak hami? 16:8 Angkup ni didok si Musa ma: Molo dilehon Jahowa juhut panganonmuna bodari on jala butongan mangan sagusagu manogotna i, ala naung dibege Jahowa parungutungutonmuna, na marmungutmungut i hamu dompak Ibana, ai tung ise ma anggo hami pola? Ndada dompak hami hamu marmungutmungut, dompak Jahowa do. 16:2 Jadi marmungutmungut ma sandok luhutan ni halak Israel dompak si Musa dohot dompak si Aron di halongonan i. 16:3 Didok halak Israel ma tu nasida: Tung so mate hami dibunu tangan ni Jahowa di tano Misir, di na hundul hami di lambung hudon angka na marisi juhut, di na bosur hami mangan sagusagu; ai ditogihon hamu hami ruar tu halongonan on laho mambunu sandok luhutan on anturaparon. 16:4 Dung i ninna Jahowa ma tu si Musa: Ida ma paroonku ma tu hamu udan sagusagu sian banua ginjang, asa ruar bangso i jala dipapungu sae sadarina i, asa huunjuni nasida manang turuton nasida patikki manang ndang. 16:5 Alai jumpang paonomarihon, paulionnasida ma na binoannasida i, gabe silompit ma i martimbangkon na pinapungunasida siap ari. 16:6 Dung i didok si Musa dohot si Aron ma tu sude halak Israel: Bodari on ma botoonmuna Jahowa paruarhon hamu sian tano Misir. 16:7 Sogot manogot idaonmuna ma hasangapon ni Jahowa, ai nunga di bege Ibana parungutungutonmuna dompak Jahowa. Ai tung ise ma hami pola umbahen tung marmungutmungut hamu dompak hami? 16:8 Angkup ni didok si Musa ma: Molo dilehon Jahowa juhut panganonmuna bodari on jala butongan mangan sagusagu manogotna i, ala naung dibege Jahowa parungutungutonmuna, na marmungutmungut i hamu dompak Ibana, ai tung ise ma anggo hami pola? Ndada dompak hami hamu marmungutmungut, dompak Jahowa do. Baca Juga: Penjelasan: * Bangsa Israel Bersungut-sungut tentang Makanan (16:1-8) Sepertinya, umat Israel membawa serta dari Mesir, perbekalan untuk satu bulan ketika mereka berangkat pada hari kelima belas pada bulan pertama, yang pada hari kelima belas pada bulan kedua sudah habis dimakan. Dan di sini kita dapati, I. Ketidakpuasan dan sungut-sungut mereka akibat keadaan itu (ay. 2-3). Seluruh umat atau sebagian besar dari mereka bergabung dalam pemberontakan ini. Mereka tidak langsung menggerutu kepada Allah, tetapi terhadap Musa dan Harun, wakil-wakil Allah, yang sebenarnya sama saja dengan bersungut-sungut kepada-Nya. 1. Mereka beranggapan bahwa mereka akan mati kelaparan di padang gurun, tidak lebih tidak kurang, begitu muncul kemalangan pertama. Padahal, seandainya TUHAN memang ingin membunuh mereka, Ia dapat melakukan itu dengan mudah di Laut Teberau. Namun, Ia menyelamatkan mereka ketika itu, jadi sekarang pun tentu saja ia mampu mencukupi kebutuhan mereka dengan mudah juga. Sikap mereka itu menunjukkan ketidakpercayaan mendalam terhadap Allah dan kuasa-Nya serta kebaikan-Nya dalam setiap kemalangan dan bahaya yang mengancam nyawa. Mereka tidak membicarakan apa pun selain akan mati dalam waktu singkat. 2. Mereka menuduh Musa dengan cara menyakitkan, bahwa dengan membawa mereka keluar dari Mesir, ia berencana membuat mereka mati kelaparan. Padahal, apa yang telah dilakukannya itu adalah atas perintah Allah dan dengan rencana untuk mendatangkan kesejahteraan bagi mereka. Perhatikanlah, bukan merupakan hal baru apabila kebaikan terbesar pun disalahartikan dan dengan keji disebut sebagai kerugian terbesar. Dalih terburuk adakalanya ditimpakan kepada tindakan terbaik. Bahkan lebih dari itu, 3. Mereka begitu menilai rendah kebebasan mereka, hingga ingin mati di Mesir saja, dan bahkan lebih baik binasa oleh tangan TUHAN saja. Mereka merasa lebih baik binasa akibat beberapa tulah yang telah menghabisi orang Mesir, seakan-akan bukan tangan TUHAN, melainkan tangan Musa sendirilah yang telah membawa mereka ke padang gurun gersang ini. Orang yang tidak melihat bahwa kepedihan, penyakit, atau kesengsaraan yang mereka derita berasal dari suatu penyebab tertentu, biasanya akan berkata, “Semua itulah yang menyukakan hati Allah,” seolah-olah hal itu tidak benar jika kesengsaraan disebabkan oleh tangan manusia atau suatu kecelakaan. Benar-benar kegilaan yang luar biasa! Mereka lebih suka mati di dekat kenyamanan jasmani tempat makanan tersedia dengan limpah, daripada hidup di bawah bimbingan tiang sorgawi di padang gurun, dan dicukupi oleh tangan Allah! Mereka berkata bahwa lebih baik jatuh di tangan musuh-musuh Allah daripada menanggung didikan tegas seorang bapa terhadap anak-anaknya! Sepertinya kurang bisa dipercaya bahwa di Mesir mereka hidup berlimpah, setinggi apa pun mereka membual perihal kenyamanan jasmani di sana. Lagi pula, mereka juga tidak perlu takut mati kelaparan di padang gurun, karena mereka masih mempunyai sejumlah besar ternak. Tetapi, begitulah yang terjadi, ketidakpuasan memang sering membesar-besarkan masa lalu dan menjelek-jelekkan apa yang ada di masa sekarang, tanpa memperhatikan kebenaran atau akal sehat. Tidak ada orang yang bicara dengan lebih tidak masuk akal daripada mereka yang gemar bersungut-sungut. Ketidaksabaran, sikap tidak berterima kasih, dan ketidakpercayaan mereka terhadap Allah, tampak semakin buruk karena mereka baru saja menerima berbagai perkenan yang begitu ajaib. Selain itu, ada banyak bukti-bukti meyakinkan bahwa Allah mampu menolong mereka dalam keadaan darurat yang paling mendesak sekalipun, dan rahmat-Nya selalu tersedia bagi mereka. Lihatlah bagaimana mereka tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, tetapi memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau (Mzm. 106:7-13). Perhatikanlah, segala pengalaman kita dalam menerima rahmat Allah semakin memberatkan ketidakpercayaan dan sungut-sungut kita. II. Kemurahan hati Allah dalam memperhatikan perbekalan mereka. Sebenarnya Ia pantas berkata, “Aku akan menurunkan hujan api serta belerang ke atas pesungut-sungut ini dan membinasakan mereka.” Akan tetapi, bertentangan dengan itu, Ia justru menjanjikan hujan makanan kepada mereka. Amatilah, 1. Bagaimana Allah memberitahukan maksud-maksud baik-Nya kepada Musa, supaya ia tidak perlu merasa gusar karena sungut-sungut mereka, atau tergoda untuk berharap, seandainya saja ia membiarkan umat itu tetap tinggal di Mesir. (1) Ia memperhatikan keluhan umat itu: Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel (ay. 12). Sebagai Allah yang penuh belas kasihan, Ia sungguh menaruh perhatian atas keperluan mereka, yang menjadi alasan sungut-sungut mereka. Sebagai Allah yang adil dan suci, Ia menaruh perhatian atas celaan tidak pantas mereka terhadap Musa, hamba-Nya, dan sangat tidak berkenan dengan sikap mereka itu. Perhatikanlah, saat mulai menggerutu dan merasa gelisah, kita harus mengingat bahwa Allah mendengar semua sungut-sungut kita, meskipun dilakukan dalam hati sekalipun. Para raja, orangtua, dan majikan tidak mendengar semua sungut-sungut bawahan mereka terhadap mereka, namun baik juga bila mereka tidak mendengarnya, sebab boleh jadi mereka tidak akan mampu menanggungnya. Akan tetapi, Allah mendengar, dan mampu menanggungnya. Janganlah kita berpikir, karena Allah tidak segera membalas kejahatan manusia karena dosa-dosa mereka, maka itu berarti bahwa Ia tidak memperhatikan dosa-dosa mereka. Tidak, Ia mendengar sungut-sungut orang Israel dan dibuat sedih oleh angkatan ini. Namun, Ia tetap memelihara mereka, bagaikan orangtua lembut hati mengurus anak yang berani melawan. (2) Ia menjanjikan persediaan makanan yang akan mereka terima dengan segera, dalam jumlah cukup, dan terus-menerus (ay. 4). Karena manusia berasal dari tanah, dengan bijak Sang Pencipta memberinya makanan dari tanah juga (Mzm. 104:14). Namun, umat Israel yang melambangkan jemaat anak sulung yang tertulis di sorga, yang lahir dari atas, dan berada langsung di bawah tuntunan dan kendali sorga, yang menerima ketetapan, hukum, dan pengangkatan mereka dari sorga, akan menerima makanan mereka dari sorga juga. Karena hukum untuk mereka diberikan melalui pelayanan para malaikat, maka mereka juga menerima makanan malaikat. Lihatlah apa yang direncanakan Allah untuk memberikan perbekalan makanan bagi mereka: supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. - Dengan demikian Ia menguji apakah mereka mau mempercayai-Nya dan hidup menurut hukum iman atau tidak, apakah mereka sanggup hidup dengan memenuhi kebutuhan makan minum saja, dan (meskipun sekarang mereka gelisah karena kehabisan perbekalan) apakah mereka bisa merasa tenang dan puas dengan roti sebanyak yang diperlukan untuk hari itu saja, dan bergantung kepada Allah untuk persediaan segar keesokan harinya. - Demikianlah Ia menguji apakah mereka mau melayani-Nya dan senantiasa setia kepada Tuan sebaik itu, yang mencukupi semua keperluan para pelayannya. Dalam perkara ini Ia menyatakan kepada seluruh dunia betapa umat ini tidak tahu berterima kasih, dan yang hatinya tidak bisa disentuh oleh apa pun sehingga merasa memiliki suatu kewajiban. Mereka ini seperti yang dikatakan dalam firman ini, Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar (Yes. 26:10). 2. Bagaimana Musa memberitahukan semua maksud Allah ini kepada umat Israel, sesuai yang diperintahkan Allah kepadanya. Di sini Harun bertindak sebagai nabinya, seperti di hadapan Firaun dahulu. Musa memberi petunjuk kepada Harun apa yang perlu dikatakan kepada segenap jemaah Israel (ay. 9). Ada yang berpendapat bahwa sementara Harun memanggil umat Israel agar datang dekat ke hadapan TUHAN, Musa mengundurkan diri untuk berdoa, dan bahwa penampakan kemuliaan TUHAN (ay. 10) merupakan jawaban atas doanya. Mereka dipanggil untuk datang mendekat (Yes. 1:18), Marilah, baiklah kita berperkara. Perhatikanlah, Allah merendahkan diri, bahkan bersedia mendengarkan keluhan para penggerutu itu dengan adil. Oleh sebab itu, akankah kita memandang rendah perkara bawahan kita saat mereka berperkara dengan kita? (Ayb. 31:13). (1) Allah meyakinkan mereka akan jahatnya sungut-sungut mereka itu. Mereka menyangka bahwa mereka hanya mempersalahkan Musa dan Harun, namun di sini mereka diberi tahu bahwa Allah turut dihantam dengan sungut-sungut mereka itu juga. Hal ini ditekankan (ay. 7-8): “Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, karena jika memang demikian, kami akan diam saja, tetapi kepada TUHAN. Dia sendirilah yang membawa kalian kepada kesukaran ini, bukan kami.” Perhatikanlah, ketika kita bersungut-sungut kepada mereka yang dipakai sepakai alat untuk mendatangkan rasa tidak nyaman kepada kita, baik itu dilakukan dengan adil ataupun tidak, alangkah baiknya apabila kita merenungkan betapa kita telah menyerang Allah juga melalui sikap kita itu. Manusia hanyalah perpanjangan tangan Allah. Orang-orang yang menentang teguran dan penginsafan firman-Nya, dan marah kepada hamba Tuhan saat merasa tersinggung oleh karenanya, sebenarnya tidak tahu apa yang mereka lakukan, karena dalam hal itu mereka sedang menantang Pencipta mereka. Biarlah pemahaman ini menghentikan mulut yang bersungut-sungut untuk selamanya, karena bersungut-sungut kepada Allah merupakan perbuatan fasik yang nekat, sebab Ia adalah Allah. Bersungut-sungut kepada manusia pun merupakan tindakan kasar yang tidak masuk akal, sebab mereka hanyalah manusia biasa. (2) Allah menjamin persediaan makanan yang mereka inginkan. Mengingat bahwa mereka begitu sering berbicara berulang kali tentang kenyamanan jasmani, maka pada waktu senja mereka akan mendapatkan daging berlimpah, dan roti pada keesokan paginya. Begitulah yang terjadi mulai hari itu dan seterusnya (ay. 8, 12). Banyak orang yang bisa kita sebut lebih banyak menerima makanan dibanding menerima pengajaran. Namun, orang Israel diberi makanan sedemikian rupa supaya mereka dapat memperoleh pengajaran. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya dia (Ul. 32:10, KJV: diajarkan). Dan dalam kejadian ini, Ia memberi engkau makan manna, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja (Ul. 8:3).
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Renungan HKBP SENIN, 05 AGUSTUS 2024 - BUKAN JANJI, TAPI BUKTI - BACAAN PAGI (YEREMIA 2:20-25) - BACAAN MALAM (HOSEA 11:1-4) PREV: Renungan HKBP SABTU, 03 AGUSTUS 2024 - SUNGGUH-SUNGGUH MENGENAL TUHAN ! - BACAAN PAGI (YEREMIA 2:14-19) - BACAAN MALAM (YEHEZKIEL 18:25-32) Minggu, 26 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI - Kisah Rasul 2:22-28 Minggu, 19 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 19 April 2026 - Marlas Roha di Bagasan Tuhan (Bersukacita dalam Tuhan) - Habakuk 3:10-19
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |