f Jamita HKBP Minggu, 18 Agustus 2024 - Amsal 9:1-6 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
View : 939 kali
Renungan HKBP 2024
Jamita HKBP Minggu, 18 Agustus 2024 - Amsal 9:1-6

Ikutilah jalan pengertian. Aturlah dirimu mulai dari saat ini dengan aturan-aturan agama dan akal budi. Meninggalkan orang bodoh saja tidak cukup, kita juga harus bergabung dengan orang-orang yang berjalan di dalam hikmat.

Amsal 9:1-6
9:1 Nunga dipajongjong hapistaran i jabuna, jala nunga, didakdak tiangna batu sipitupitu i.
9:2 Nunga dipotongi pinahanna pamuean jala dipapang anggurna, nunga huhut dipadiri mejana.
9:3 Nunga disuru surusuruanna boruboru, manggokkon jolma di atas buntulbuntul ni huta i:
9:4 Manang ise na tobok, ro ma ibana tuson! Tu ganup na hurangan roha hatana songon on:
9:5 Ro ma hamu, pangan hamu ma sian rotingku, jala inum hamu sian anggur ma hupapang i.
9:6 Tadingkon hamu ma angka na neang roha, asa mangolu hamu, jala ihutihut hamu ma dalan hapantason.

Undangan hikmat dan undangan kebodohan
9:1 Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya, 9:2 memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya. 9:3 Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota: 9:4 "Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada yang tidak berakal budi katanya: 9:5 "Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur; 9:6 buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."

Penjelasan:
* Undangan Hikmat (9:1-6)
Hikmat di sini diperkenalkan sebagai ratu yang megah dan murah hati, amat agung dan sangat royal. Firman Allah itu adalah Hikmat ini, yang di dalamnya Allah menyatakan kehendak baik-Nya terhadap manusia. Allah Sang Firman adalah Hikmat ini, yang kepada-Nya Bapa telah menyerahkan seluruh penghakiman. Dia yang, dalam pasal sebelumnya, menunjukkan semarak dan kemuliaan-Nya sebagai Pencipta dunia, di sini memperlihatkan anugerah dan kebaikan-Nya sebagai Penebus dunia. Kata yang digunakan di sini jamak, Hikmat-hikmat. Sebab, di dalam Kristus tersembunyi segala harta hikmat, dan dalam pekerjaan-Nya tampaklah pelbagai ragam hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia.

Sekarang amatilah di sini:
I. Melimpahnya persediaan yang sudah dipersiapkan oleh Hikmat untuk menerima semua orang yang mau menjadi murid-muridnya. Hal ini digambarkan dengan perumpamaan tentang sebuah pesta yang mewah, yang dari sini, ada kemungkinan, Juruselamat kita meminjam perumpamaan-perumpamaan yang di dalamnya Ia membandingkan Kerajaan Sorga dengan perjamuan besar (Mat. 22:2; Luk. 14:16). Dan demikianlah perjamuan itu dinubuatkan (Yes. 25:6). Ini seperti perjamuan yang diadakan Ahasyweros untuk memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya. Demikian pula anugerah Injil diperhadapkan kepada kita dalam ketetapan perjamuan Tuhan. Untuk menyambut orang-orang yang diundangnya,
        1. Disediakan sebuah istana yang megah (ay. 1). Hikmat, karena tidak menemukan rumah yang cukup luas untuk semua tamunya, sengaja membangun satu rumah lagi, dan, untuk memperkuat dan memperindah rumah itu, ia telah menegakkan ketujuh tiangnya, yang menjadikannya sangat kokoh, dan tampak amat megah. Sorga adalah rumah yang sudah dibangun Hikmat untuk menjamu semua tamunya yang dipanggil untuk merayakan perjamuan kawin Anak Domba. Itulah rumah Bapanya, di mana ada banyak tempat tinggal (istana), dan ke sana ia telah pergi untuk menyiapkan tempat bagi kita. Ia telah menggantungkan bumi dalam kehampaan, jadi di dalamnya tidak ada kota yang abadi. Tetapi sorga adalah kota yang memiliki fondasi, memiliki tiang-tiang. Jemaat adalah rumah Hikmat, ia mengundang tamu-tamunya untuk masuk, dengan didukung oleh kuasa dan janji Allah, seperti oleh tujuh tiang. Ada kemungkinan Salomo merujuk pada bait Allah yang baru saja dibangunnya sendiri untuk keperluan agama, dan ke sanalah ia ingin mengajak orang untuk menenangkan diri, baik dalam menyembah Allah maupun dalam menerima didikan-didikan Hikmat. Menurut sebagian orang, rumah yang dimaksudkan di sini adalah sekolah-sekolah para nabi.
        2. Dipersiapkan sebuah perjamuan yang mewah (ay. 2): ia telah memotong ternak sembelihannya. Ia telah mencampur anggurnya. Berlimpah-limpah makanan dan minuman telah disediakan, dan semuanya dari jenis terbaik. Ia telah memotong korbannya (begitulah kata yang digunakan di sini). Perjamuan itu mewah, tetapi suci, perjamuan untuk menikmati daging korban. Kristus telah mempersembahkan diri-Nya sebagai korban untuk kita, dan daging-Nyalah yang benar-benar makanan dan darah-Nyalah yang benar-benar minuman. Perjamuan Tuhan adalah pesta pendamaian dan sukacita atas korban penebusan. Anggur itu dicampur dengan sesuatu yang lebih kaya daripada anggur itu sendiri, untuk menjadikannya lebih daripada minuman dan aroma biasa. Ia telah rampung menyiapkan hidangannya dengan segala kepuasan yang dapat diinginkan jiwa, yaitu kebenaran dan anugerah, kedamaian dan sukacita, jaminan-jaminan akan kasih Allah, penghiburan-penghiburan Roh, dan segala janji serta pertanda kehidupan kekal. Cermatilah, semua itu adalah perbuatan Hikmat sendiri, dialah yang memotong ternak sembelihannya, dialah yang mencampur anggurnya, yang menandakan baik itu kasih Kristus, yang mengadakan persediaan itu (Ia tidak menyerahkannya kepada orang lain, tetapi mengerjakannya dengan tangan-Nya sendiri), dan menyiapkannya dengan luar biasa. Apa yang dipersiapkan oleh Hikmat sendiri pasti akan memenuhi tujuannya secara tepat.

II. Undangan yang penuh rahmat yang telah diberikannya, bukan kepada teman-teman tertentu, melainkan kepada semua orang, untuk datang dan ambil bagian dalam semua yang telah disediakan ini.
        1. Dia mempekerjakan hamba-hambanya untuk menyebarkan undangan itu ke sekeliling negeri: pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya (ay. 3). Hamba-hamba Injil diberi mandat dan perintah untuk mengumumkan persiapan-persiapan yang telah dibuat Allah, di dalam kovenan kekal, bagi semua orang yang bersedia memenuhi persyaratan-persyaratannya. Mereka, dengan kemurnian seorang gadis, tidak merusak diri mereka sendiri atau firman Allah, dan dengan menjalankan secara tepat apa yang diperintahkan kepada mereka, harus mengundang semua orang yang mereka jumpai, bahkan di semua jalan dan lintasan, untuk datang dan berpesta bersama-sama dengan Hikmat, sebab segala sesuatu sudah siap (Luk. 14:23).
        2. Ia sendiri berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota, sungguh-sungguh menginginkan kesejahteraan anak-anak manusia, dan berduka melihat mereka menolak segala belas kasihan bagi diri mereka sendiri demi berhala yang sia-sia. Yesus Tuhan kita adalah Pemberita bagi Injil-Nya sendiri. Sesudah mengutus murid-murid-Nya, Ia mengikuti mereka untuk meneguhkan apa yang mereka katakan. Bahkan, Injil itu mula-mula diberitakan oleh Tuhan (Ibr. 2:3). Dia berdiri, dan berseru, marilah kepada-Ku. Kita sudah melihat siapa yang diundang.

Sekarang marilah kita amati:
            (1) Kepada siapa undangan itu ditujukan: siapa yang tak berpengalaman dan yang tidak berakal budi (ay. 4). Jika kita ingin mengadakan perjamuan, maka dari semua jenis orang, yang tidak boleh kita pedulikan untuk diundang, apalagi sampai membujuk-bujuk, adalah kawanan orang-orang yang seperti itu. Sebaliknya, lebih baik kita memilih para ahli pikir dan kaum terpelajar, agar kita bisa mendengar hikmat mereka dan mendapat manfaat dari percakapan dengan mereka di meja makan. “Apakah aku butuh orang gila?” Tetapi Hikmat justru mengajak orang-orang seperti itu, karena apa yang diberikannya adalah apa yang paling mereka butuhkan, dan kesejahteraan merekalah yang dicarinya, dan yang ditujunya, dalam membuat persiapan dan undangan itu. Orang yang tak berpengalaman diundang, agar ia menjadi bijaksana, dan orang yang tidak punya hati (begitulah kata yang digunakan di sini) hendaklah ia datang ke sana, maka ia akan mendapatkannya. Persiapan-persiapan itu lebih berkaitan dengan tubuh daripada makanan, dan dirancangkan bagi kesembuhan yang paling berharga dan paling diinginkan, yaitu kesembuhan akal budi. Undangan ini ditujukan kepada umum, kepada siapa saja, tanpa kecuali, selain mereka yang mengecualikan diri mereka sendiri. Sekalipun mereka begitu bodoh, namun,
                [1] Mereka akan disambut.
                [2] Mereka dapat ditolong. Mereka tidak akan direndahkan atau dibuat putus harapan. Juruselamat kita datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, bukan orang yang bijaksana menurut pandangan mereka sendiri, yang menyangka bahwa mereka melihat (Yoh. 9:41), tetapi orang yang tak berpengalaman, yang sadar akan ketidaktahuan mereka dan malu karenanya, dan orang yang bersedia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat (1Kor. 3:18).
            (2) Apa isi undangan itu.
                [1] Kita diundang ke rumah Hikmat: singgahlah ke mari. Saya katakan kita, sebab siapakah di antara kita yang tidak mau mengaku memiliki sifat orang yang diundang itu, yang tak berpengalaman dan tidak berakal budi? Pintu-pintu Hikmat tetap terbuka bagi orang-orang seperti itu, dan ia ingin bercakap-cakap sebentar dengan mereka, satu kata demi kebaikan mereka, dan ia pun tidak mempunyai rancangan lain bagi mereka.
                [2] Kita diundang ke mejanya (ay. 5): marilah, makanlah rotiku, maksudnya, kecaplah kenikmatan-kenikmatan sejati yang hanya ditemukan dalam pengetahuan dan rasa takut akan Allah. Dengan menjalankan iman yang didasarkan atas janji-janji Injil, dengan menerapkannya kepada diri kita sendiri dan menerima penghiburan-penghiburannya, itu berarti kita telah makan, kita telah berpesta menikmati segala persediaan yang telah dibuat Kristus bagi jiwa-jiwa yang miskin. Apa yang kita makan dan kita minum menguntungkan diri kita sendiri, kita disehatkan dan disegarkan olehnya. Demikian pula yang dilakukan terhadap jiwa kita oleh firman Allah. Di dalamnya ada makanan dan minuman bagi orang-orang yang berakal budi.
            (3) Apa yang dituntut dari orang-orang yang bisa mendapatkan keuntungan dari undangan ini (ay. 6).
                [1] Mereka harus memutuskan segala pergaulan yang buruk: “Buanglah kebodohan, janganlah bergaul dengan orang bodoh, janganlah mengikuti jalan-jalan mereka, janganlah bersekutu dengan pekerjaan-pekerjaan kegelapan, atau dengan orang-orang yang berurusan dengan pekerjaan-pekerjaan semacam itu.” Langkah pertama menuju kebajikan adalah menghindari perbuatan tercela, dan oleh sebab itu menghindari orang-orang tercela.Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.
                [2] Mereka harus bangun dan bangkit dari antara orang mati. Mereka harus hidup, bukan dalam kesenangan (sebab orang-orang yang berbuat demikian berarti sudah mati selagi mereka hidup), melainkan untuk melayani Allah. Sebab hanya orang-orang yang melakukan itulah yang benar-benar hidup, hidup untuk suatu tujuan. “Janganlah sekadar hidup seperti hewan, seperti binatang, tetapi sekarang, pada saat ini juga, hiduplah seperti manusia. Hiduplah maka kamu akan hidup. Hiduplah secara rohani, maka kamu akan hidup secara kekal” (Ef. 5:14).
                [3] Mereka harus memilih jalan-jalan Hikmat, dan tetap berada di dalamnya: “Ikutilah jalan pengertian. Aturlah dirimu mulai dari saat ini dengan aturan-aturan agama dan akal budi.” Meninggalkan orang bodoh saja tidak cukup, kita juga harus bergabung dengan orang-orang yang berjalan di dalam hikmat, dan berjalan di dalam semangat dan langkah-langkah yang sama.















NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 25 Agustus 2024 - Efesus 6:10-20


PREV:
Renungan HKBP SABTU, 17 AGUSTUS 2024 - KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN ! - BACAAN PAGI (YEREMIA 4:22-28) - BACAAN MALAM (OBAJA 1:4)


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de