f Jamita HKBP Minggu, 23 Februari 2025 - Mengasihi Musuh - Ev. Matius 5:38-48 - Ep. Mazmur 37:1-11 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 2343 kali
Renungan HKBP 2025
Jamita HKBP Minggu, 23 Februari 2025 - Mengasihi Musuh - Ev. Matius 5:38-48 - Ep. Mazmur 37:1-11

Prinsip `Mata Ganti Mata` vs. Ajaran Yesus, Mengasihi Musuh, Menjadi Sempurna Seperti Bapa,

Matius 5:38-48

Bahasa Batak:
-------------
5:39 Alai Ahu mandok tu hamu: Unang alo hamu na jahat! Molo adong na mamastap hurum siamunmi, tarehon ma nang hurummu sihambirang!
5:40 Molo adong na naeng mambahen sindir tu ho, laho mambuat ulosmu, atena ma dohot bajubajum di ibana!
5:41 Molo adong manang ise na manggogoi ho mandongani ibana sapaal, oloi ma ibana dua!
5:42 Lehon na mangido tu ho! Unang tundali na naeng marsali tu ho!
5:43 Dibege hamu do hata na mandok: "Holong ma roham di donganmi; hosom ma ia di musum!"
5:44 Alai Ahu do mandok tu hamu: Holong ma rohamu di musumuna; tangiangkon hamu ma angka na paburuburu hamu.
5:45 Asa tung gabe anak ni Amamuna na di banua ginjang i hamu: Ai dipabinsar do mata ni arina tu angka parroha na jahat nang tu na bonar, diparo do udan tu parroha na tigor nang tu na geduk.
5:46 Ai molo holong rohamuna holan di angka na mangkaholongi hamu, dia ma upamuna? Gari angka sijalobeo, nda songon i do dibahen?
5:47 Dia do hasurunganmuna, molo denggan hatamuna holan tu angka donganmuna? Gari angka sipelebegu, nda songon i do dibahen?
5:48 Ipe, ingkon sun denggan do rohamuna songon Amamuna di banua ginjang na sun denggan roha i!  

Bahasa Indonesia:
-----------------
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. 5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. 5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Baca Juga:

Tata Ibadah HKBP Minggu, 23 Februari 2025 - MINGGU SEXAGESIMA


Penjelasan:

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, pada kesempatan ini kita akan merenungkan firman Tuhan dari Matius 5:38-48, yang mengajarkan tentang pentingnya mengasihi musuh. Yesus memberikan pengajaran yang radikal dan menantang, yang bertentangan dengan cara berpikir duniawi. Dalam bagian ini, Yesus mengajak kita untuk hidup sebagai anak-anak Allah dengan menunjukkan kasih yang tidak bersyarat, bahkan kepada mereka yang memusuhi kita.

1. Prinsip “Mata Ganti Mata” vs. Ajaran Yesus (Ayat 38-42)
Di ayat 38-42, Yesus membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang keadilan dan kasih. Dalam hukum Taurat, ada prinsip “mata ganti mata, gigi ganti gigi” (Keluaran 21:24). Prinsip ini diberikan untuk membatasi balas dendam agar tidak berlebihan. Namun, Yesus mengajarkan sesuatu yang lebih tinggi:

  • “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.”

  • “Siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga pipi kirimu.”

  • “Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.”

Yesus mengajarkan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi untuk merespons dengan kasih dan kerendahan hati. Ini bukan berarti kita membiarkan ketidakadilan, tetapi kita menyerahkan pembalasan kepada Tuhan (Roma 12:19).

2. Mengasihi Musuh (Ayat 43-45)
Di ayat 43-45, Yesus mengangkat standar kasih yang lebih tinggi lagi. Dia berkata:

  • “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.”

  • “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Mengasihi musuh adalah tanda bahwa kita adalah anak-anak Allah. Yesus memberikan alasan yang kuat:

  • “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”

Allah mengasihi semua orang, tanpa memandang kebaikan atau kejahatan mereka. Sebagai anak-anak-Nya, kita dipanggil untuk meneladan kasih-Nya yang tanpa syarat.

3. Menjadi Sempurna Seperti Bapa (Ayat 46-48)
Di ayat 46-48, Yesus menantang kita untuk menjadi sempurna seperti Bapa di sorga. Dia berkata:

  • “Apakah upahmu jika kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?”

  • “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Kesempurnaan yang dimaksud di sini bukanlah kesempurnaan moral tanpa cacat, tetapi kesempurnaan dalam kasih. Kita dipanggil untuk mengasihi seperti Allah mengasihi: tanpa memandang latar belakang, kesalahan, atau permusuhan.

Penerapan dalam Kehidupan

  1. Mengampuni dan Tidak Membalas
    Ketika seseorang menyakiti kita, respons alami kita adalah membalas. Namun, Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni dan merespons dengan kebaikan. Ini adalah tanda bahwa kita hidup dalam terang kasih Kristus.

  2. Berdoa bagi Musuh
    Berdoa bagi mereka yang memusuhi kita adalah langkah praktis untuk mengasihi musuh. Doa mengubah hati kita dan membuka pintu bagi pemulihan hubungan.

  3. Menjadi Teladan Kasih
    Dengan mengasihi musuh, kita menjadi saksi Kristus di dunia. Kasih kita yang tidak bersyarat dapat menjadi kesaksian yang powerful tentang kuasa Injil.


Saudara-saudara, mengasihi musuh bukanlah hal yang mudah. Ini adalah panggilan yang radikal dan membutuhkan kekuatan dari Tuhan. Namun, melalui kasih karunia-Nya, kita dapat melakukannya. Mari kita hidup sebagai anak-anak Allah, yang mengasihi tanpa syarat dan menjadi terang di tengah dunia yang penuh dengan kebencian dan permusuhan.

Mari kita tutup dengan doa:
“Bapa di sorga, ajarlah kami untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi. Berikan kami kekuatan untuk mengampuni dan mengasihi musuh kami, sehingga kami dapat menjadi saksi-Mu di dunia ini. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.”















NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 2 Maret 2025 - MENYATAKAN CAHAYA KEMULIAAN TUHAN - Keluaran 34:29-35


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 16 Februari 2025 - JAHOWA DO PANGHIRIMONTA (TUHAN PENGHARAPAN KITA) - Yeremia 17:12-18

All Renungan HKBP 2025
(57)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 2 Maret 2025 - MENYATAKAN CAHAYA KEMULIAAN TUHAN - Keluaran 34:29-35


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 16 Februari 2025 - JAHOWA DO PANGHIRIMONTA (TUHAN PENGHARAPAN KITA) - Yeremia 17:12-18

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de