f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2025 Jamita HKBP Minggu, 23 November 2025 - PANGUHUMAN NA PARPUDI (PENGHAKIMAN TERAKHIR) - Wahyu 20:11-15 (Ujung Taon Parhuriaon) 1. TAKHTA PUTIH YANG BESAR, 2. KITAB-KITAB DIBUKA, 3. SEMUA MANUSIA DIHAKIMI, 4. YANG NAMANYA TIDAK ADA DALAM KITAB KEHIDUPAN, 5. PELAJARAN BAGI KITA DI TENGAH KRISIS Wahyu 20:11-15 Hukuman yang terakhir 20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. 20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. 20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. 20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. 20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. Baca Juga: Penjelasan: Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan! Puji Tuhan kita boleh beribadah hari ini, meskipun akhir tahun 2025 ini terasa berat bagi banyak orang, harga barang naik, biaya hidup tinggi, dan khususnya anak-anak rantau sedang bingung: “Bisa pulang kampung atau tidak ya?” Ada yang sudah beli tiket, ada yang masih berharap bonus akhir tahun, ada yang cuma bisa kirim pesan ke orangtua: “Ma, doakan ya… ongkosnya belum cukup.” Di tengah situasi seperti ini, firman Tuhan hari ini membawa kita kepada sesuatu yang JAUH lebih penting daripada krisis ekonomi, tiket pesawat, atau keadaan dunia: yaitu PENGHAKIMAN TERAKHIR. 1. TAKHTA PUTIH YANG BESAR (AY. 11) Yohanes melihat takhta putih yang besar, tempat Tuhan duduk sebagai Hakim. Ini bukan kursi kantor, bukan kursi goyang di rumah opung, bukan juga kursi plastik pesta adat. Ini adalah kursi penghakiman Allah yang suci. Dan di hadapan takhta ini, tidak ada alasan, tidak ada pembelaan, tidak ada tempat bersembunyi. Di dunia, manusia bisa menghindar:
2. KITAB-KITAB DIBUKA (AY. 12) Ayat 12 berkata: “Kitab-kitab pun dibuka, dan orang mati dihakimi menurut perbuatannya.” Saudara-saudara… Kalau Tuhan buka “buku hidup kita”, mungkin banyak yang gugup:
Tapi Tuhan melihat semuanya. Apa yang manusia sembunyikan, Tuhan tulis dengan jelas. 3. SEMUA MANUSIA DIHAKIMI (AY. 13) Ayat mengatakan bahwa laut, maut, dan kerajaan maut menyerahkan semua orang mati. Artinya:
Jadi buat saudara yang sedang sedih, merindukan orang tua, dan merasa tidak mampu pulang… Ingat: Tuhan tidak lupa engkau. 4. YANG NAMANYA TIDAK ADA DALAM KITAB KEHIDUPAN (AY. 15) Inilah bagian paling serius. Mereka yang tidak terdaftar dalam Kitab Kehidupan… masuk ke lautan api. Ini berarti:
5. PELAJARAN BAGI KITA DI TENGAH KRISIS a. Tuhan melihat air mata anak rantau Tahun 2025 berat. Banyak yang:
Tetapi ingat: Tuhan tidak jauh. Dia dekat, mencatat, dan memperhatikan hidup kita. b. Gunakan hidup sebagai kesempatan bertobat
c. Pastikan nama kita ada dalam Kitab Kehidupan Bagaimana caranya?
6. ILUSTRASI : Bayangkan kalau ada orang Batak berdiri di antrian Penghakiman Terakhir. Dia mungkin akan berkata: “Pak, bisa tukar nomor antrian? Saya ada urusan sebentar.” Tuhan akan jawab: “Ini bukan antrian BPJS, bukan antrian tiket kapal, dan bukan pula antrian pesta adat. Di sini… semua dipanggil tepat waktu dan tepat giliran.” Artinya: Tidak ada jalur cepat, tidak ada suap, tidak ada alasan. Semua manusia dihakimi dengan adil. KESIMPULAN Dari Wahyu 20:11-15 kita belajar bahwa:
PENUTUP Saudara-saudara… Mari kita hidup benar, jujur, dan setia pada Tuhan. Supaya ketika Tuhan membuka Kitab Kehidupan itu, Ia berkata: “Anakku, namamu ada di sini. Masuklah dalam hadirat-Ku.” Amin. ***
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Jamita HKBP Minggu, 30 Nopember 2025 - Berjalan dalam Terang Tuhan (Mardalan Di Hatiuron Ni Jahowa) - Yesaya 2:1-5 - Minggu Advent I PREV: Jamita HKBP Minggu, 16 November 2025 - Dihaholongi Debata Do Bangsona (Allah Mengasihi UmatNya) - Maleaki 1:1-6 All Renungan HKBP 2025
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Jamita HKBP Minggu, 30 Nopember 2025 - Berjalan dalam Terang Tuhan (Mardalan Di Hatiuron Ni Jahowa) - Yesaya 2:1-5 - Minggu Advent I PREV: Jamita HKBP Minggu, 16 November 2025 - Dihaholongi Debata Do Bangsona (Allah Mengasihi UmatNya) - Maleaki 1:1-6 Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |