f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2026 Jamita HKBP Minggu, 1 Maret 2026 - Balga Do Holong Ni Roha Ni Debata Di Portibion (Kasih Allah Besar Akan Dunia Ini) - Yohanes 3:1-17 1. Nikodemus: Orang Pintar yang Masih Bingung, 2. Dilahirkan Kembali: Dari Agama ke Relasi, 3. Kasih Allah Itu Aktif, Bukan Pasif, 4. Ular Tembaga dan Salib Kristus, 5. Jangan Cuma Datang Malam-Malam Yohannes 3:1-17 Percakapan dengan Nikodemus 3:1-21 1Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 2Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: ”Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” 3Yesus menjawab, kata-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” 4Kata Nikodemus kepada-Nya: ”Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” 5Jawab Yesus: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 6Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. 7Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 8Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” 9Nikodemus menjawab, katanya: ”Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” 10Jawab Yesus: ”Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? 11Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. 12Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? 13Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Penjelasan: Pendahuluan: Tuhan Tidak Pelit Kasih Jemaat yang dikasihi Tuhan, Kalau bicara tentang kasih, biasanya kita langsung ingat pasangan, keluarga, atau orang tua. Tapi hari ini kita diingatkan satu hal besar: kasih Allah itu bukan cuma untuk satu orang, bukan cuma untuk satu suku, bukan cuma untuk HKBP saja… tapi untuk dunia ini! Yohanes 3:16 berkata: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…” Bukan tertulis: “Karena begitu besar kasih Allah akan orang baik…” Bukan juga: “Karena begitu besar kasih Allah akan orang Batak…” he he Tetapi: akan dunia ini. 1. Nikodemus: Orang Pintar yang Masih Bingung Dalam Yohanes 3:1-17, kita bertemu dengan seorang bernama Nikodemus. Dia orang Farisi. Anggota Mahkamah Agama. Bisa dibilang tokoh gereja zaman itu. Kalau sekarang mungkin: Pendeta senior, doktor teologi, pengurus pusat, lengkap! Tapi dia datang kepada Yesus malam-malam. Kenapa malam? Mungkin takut ketahuan. Mungkin juga supaya jemaat lain tidak bilang, “Eh, kok dia belajar lagi?” he he Yesus langsung berkata: “Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Nikodemus bingung. Dia pikir lahir kembali itu masuk lagi ke perut ibu. Secara logika tidak masuk akal. Artinya apa? Kasih Allah itu besar, tapi sering tidak kita pahami dengan pikiran lama. 2. Dilahirkan Kembali: Dari Agama ke Relasi
Dilahirkan kembali berarti:
Yesus datang membuat kita hidup baru. Dan inilah inti kasih Allah: Kasih yang mengubah hidup. 3. Kasih Allah Itu Aktif, Bukan Pasif Yohanes 3:16-17 menegaskan: Allah tidak mengutus Anak-Nya untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Kasih Allah bukan teori. Kasih Allah bertindak. Dan menariknya, jemaat, kita melihat hal itu juga dalam kehidupan HKBP hari-hari ini. * Gereja dan Polisi Bersatu Menghijaukan Kota Kita dengar bagaimana HKBP Maduma bersama Polres Pelalawan menghijaukan Pangkalan Kerinci. Ini contoh nyata: Kasih Allah bukan cuma di mimbar, tapi sampai menanam pohon. Bayangkan kalau semua orang Kristen cuma bilang, “Kami peduli lingkungan,” tapi tidak pernah pegang cangkul. he he Kasih Allah itu besar, dan kasih itu harus terlihat. * Bona Taon: Kasih dan Kebersamaan Bupati Sergai mendukung perayaan Bona Taon sebagai ruang kebersamaan warga. Nilai kasih, gotong royong, dan penghormatan adat, itu semua sejalan dengan Injil. Kasih Allah yang besar itu tidak menghapus budaya, tetapi menyucikan dan meneranginya. * Film dan Kesaksian Iman Film “Antara Mama, Cinta dan Surga” menceritakan seseorang yang terjebak antara panggilan hidup dan harapan keluarga. Bukankah itu seperti Nikodemus? Dia tahu kebenaran, tapi ada tekanan sosial. Kasih Allah yang besar memanggil kita berani memilih terang. * Sultan Deli & HKBP Ketika Sultan Deli memuji organisasi gereja dan ingin bertemu pimpinan HKBP, itu menunjukkan satu hal: Kasih Allah membuka pintu dialog dan penghormatan lintas masyarakat. * Road to Konser 165 Perayaan 165 tahun HKBP dengan konser di banyak kota bukan sekadar acara musik. Itu kesaksian: Kasih Allah yang besar telah memelihara gereja-Nya sampai hari ini. 4. Ular Tembaga dan Salib Kristus Yesus mengingatkan Nikodemus tentang ular tembaga di padang gurun. Orang Israel digigit ular karena dosa mereka. Tapi siapa yang memandang ular tembaga itu akan hidup. Demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan. Artinya jelas:
5. Jangan Cuma Datang Malam-Malam Nikodemus datang malam. Tapi setelah Yesus mati, Nikodemus muncul terang-terangan membantu pemakaman Yesus. Kasih Allah yang besar mengubah orang penakut jadi berani. Jemaat yang dikasihi Tuhan, Jangan cuma datang kepada Tuhan saat:
tapi hiduplah dalam terang setiap hari. Penutup: Kasih Allah Lebih Besar dari Dunia Ini Kalau Allah begitu besar kasih-Nya akan dunia ini, maka:
Kasih Allah besar. Kasih itu menyelamatkan. Kasih itu memulihkan. Kasih itu mengutus kita. Hari ini Tuhan bertanya:
Mari kita jawab dengan hidup kita. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini… dan termasuk kita di dalamnya. Amin. ***
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Jamita HKBP Minggu, 8 Maret 2026 - Padiri Roha Dohot Hosa Mangalului Jahowa (Mengarahkan Hati Dan Jiwa Untuk Mencari Tuhan) - 1 Tawarikh 22:14-19 PREV: Jamita HKBP Minggu, 22 Februari 2026 - Jonok do Debata Uju JouJou Ahu (Tuhan Dekat Tatkala aku Memanggil) - Ratapan 3:49-57 Minggu, 26 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI - Kisah Rasul 2:22-28 Minggu, 19 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 19 April 2026 - Marlas Roha di Bagasan Tuhan (Bersukacita dalam Tuhan) - Habakuk 3:10-19
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |