f Jamita Jumat Agung HKBP - Jumat, 03 April 2026 - Sungguh Yesus adalah Anak Allah - Matius 27:45-56 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
View : 807 kali
Renungan HKBP 2026
Jamita Jumat Agung HKBP - Jumat, 03 April 2026 - Sungguh Yesus adalah Anak Allah - Matius 27:45-56

1. Kegelapan Menyelimuti. Alam Pun Bersaksi, 2. Seruan Yesus - Beban Dosa Kita, 3. Tabir Bait Suci Terbelah - Akses Terbuka, 4. Orang Mati Bangkit - Kematian Dikalahkan, 5. Pengakuan Prajurit - Dari Orang Tak Percaya Jadi Percaya, 6. Perempuan-perempuan Setia - Tetap Dekat Saat Sulit,

Matius 27:45-56
Yesus mati
27:45-56
(Mrk. 15:33-41; Luk. 23:44-49; Yoh. 19:28-30)
45Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. 46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ”Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 47Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: ”Ia memanggil Elia.” 48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. 49Tetapi orang-orang lain berkata: ”Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.” 50Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, 52dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 53Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
54Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: ”Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”
55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. 56Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

Penjelasan:

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
pernah tidak kita salah menilai seseorang?

Kadang kita lihat orang pakai kaos oblong, sandal jepit… kita pikir, “Ah ini orang biasa saja…”
Eh ternyata… bos besar!  

Atau kita lihat makanan murah di pinggir jalan… kita ragu…
Eh begitu dicoba… “Wah, ini Michelin versi rakyat!”  

Hari ini kita belajar dari satu peristiwa paling penting dalam sejarah:
banyak orang salah menilai Yesus saat Ia disalibkan.

Mereka pikir:
  • Dia kalah
  • Dia lemah
  • Dia gagal

Padahal justru di salib itulah:
Yesus dinyatakan sebagai Anak Allah!

1. Kegelapan Menyelimuti. Alam Pun Bersaksi (ayat 45)

Alkitab berkata dari jam 12 sampai jam 3 siang, terjadi kegelapan.

Bayangkan siang bolong tiba-tiba gelap…

Kalau hari ini terjadi, pasti:

WhatsApp grup langsung rame ...
Status WA: “Ini kiamat ya???” .....

Tapi ini bukan gerhana biasa.
Ini tanda dari Allah.

Alam semesta seperti ikut “berkabung”.

Pesan penting:
Bahkan alam pun tahu… sesuatu yang besar sedang terjadi.

Aplikasi:
Kadang manusia tidak sadar siapa Yesus…
tapi ciptaan Tuhan justru “lebih peka”.

2. Seruan Yesus - Beban Dosa Kita (ayat 46)

Yesus berseru:
“Eli, Eli, lama sabakhtani?”
“Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Ini bukan karena Yesus lemah…
Ini karena Yesus sedang menanggung dosa kita.

Bayangkan:
Dosa kita dari lahir sampai sekarang
Dosa yang kita ingat… dan yang kita lupa .....

Semua ditaruh di atas Yesus.

Untuk pertama kalinya, Ia merasakan keterpisahan dari Bapa.

Ilustrasi sederhana:
Seperti anak kecil yang biasanya selalu dekat bapaknya,
tiba-tiba ditinggal sendirian… pasti nangis.

Tapi Yesus mengalami itu…
supaya kita tidak pernah ditinggalkan Tuhan.

3. Tabir Bait Suci Terbelah - Akses Terbuka (ayat 51)

Saat Yesus mati, tabir bait suci terbelah dua.

Ini bukan kain biasa…
Ini tebal sekali!

Kalau sekarang mungkin seperti:
tembok beton dibelah pakai tangan kosong  

Maknanya apa?
  • Dulu manusia tidak bisa sembarangan datang ke hadirat Tuhan.
  • Sekarang… pintu sudah terbuka!

Aplikasi:
Kita bisa berdoa langsung
Tidak perlu perantara manusia
Tidak perlu “pakai jalur orang dalam” 

Yesus sudah buka jalan!

4. Orang Mati Bangkit - Kematian Dikalahkan (ayat 52-53)

Kuburan terbuka… orang mati bangkit.

Ini luar biasa.

Kalau kejadian sekarang:
  • Berita viral 1 dunia
  • TikTok langsung penuh 

Pesannya jelas:

Kematian tidak berkuasa lagi.

Yesus bukan sekadar mati…
Ia mengalahkan maut.

5. Pengakuan Prajurit - Dari Orang Tak Percaya Jadi Percaya (ayat 54)

Yang paling menyentuh…

Seorang kepala pasukan Romawi berkata:

“Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”

Perhatikan…
  • Dia bukan murid Yesus.
  • Dia bukan orang Yahudi.
  • Dia bukan orang gereja.

Dia adalah tentara… yang awalnya mungkin ikut menyalibkan!

Tapi setelah melihat semuanya…
dia mengaku: Yesus adalah Anak Allah.

Ini luar biasa!

Kadang:
  • Orang yang lama di gereja… belum tentu percaya sungguh-sungguh
  • Tapi orang yang “baru lihat”… langsung percaya
6. Perempuan-perempuan Setia - Tetap Dekat Saat Sulit (ayat 55-56)

Di saat murid-murid banyak yang lari…
justru perempuan-perempuan ini tetap setia.

Mereka:
  • Tidak terkenal
  • Tidak banyak bicara
  • Tapi setia sampai akhir

Pesan penting:
Tuhan menghargai kesetiaan, bukan popularitas.

Kesimpulan

Dari peristiwa salib ini, kita melihat:

Alam bersaksi
Yesus menanggung dosa
Akses kepada Tuhan terbuka
Kematian dikalahkan
Orang kafir pun mengaku
Orang setia tetap berdiri

Dan puncaknya adalah pengakuan:

“Sungguh Yesus adalah Anak Allah!”

Aplikasi untuk Jemaat

Sekarang pertanyaannya:

Kita ini seperti siapa?

Seperti orang banyak yang salah menilai Yesus?
Seperti prajurit yang akhirnya percaya?
Atau seperti perempuan yang setia?

Jangan sampai:

Kita sudah lama di gereja
Tapi belum benar-benar mengenal Yesus

Humor penutup:
Jangan sampai nanti di surga kita kaget:
“Loh, si dia masuk… aku malah di luar?”...


Penutup

Saudara,
Yesus bukan sekadar guru…
bukan sekadar nabi…

Dia adalah Anak Allah yang mati untuk kita.

Mari kita percaya sungguh-sungguh,
hidup setia,
dan berkata dengan iman:

“Sungguh Yesus adalah Anak Allah!”

***













NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 12 April 2026 - MANGOLU DI BAGASAN PARANGE NA BADIA (HIDUP DALAM KEKUDUSAN) - 1 Petrus 1:13-16 - MINGGU QUASIMODOGENITI


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 29 Maret 2026 - Yesus Kristus Adalah Tuhan - Filipi 2:5-11


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de