BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 

View : 11927 kali

Download MP3 Music
Sabtu, 10 Oktober 2015
Lukas 18:7
Konteks
18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?


Penjelasan:
* Ayat ini dapat juga dibaca sebagai keterangan dan bukan sebagai pertanyaan (seperti terjadi dalam terjemahan ini). Kalau demikian, maka dikatakan bahwa Allah sabar dan mengulur-ulur waktu. Ayat ini mengingatkan Sir 35:18-19, di mana dikatakan bahwa Allah tidak sabar dan tidak berayal dalam memberi hak kepada orang miskin yang tertindas. Jika Luk 18:17 dibaca sebagai keterangan dan bukan sebagai pertanyaan, perbedaan antara Siria dan Lukas itu agaknya bersangkutan dengan ditundanya Kedatangan Tuhan. Itu dibenarkan dengan menunjukkan kesabaran Tuhan. Keterangan yang serupa terdapat dalam 2Pe 3:9 dan Wah 6:9-11.

* Apa motivasi Anda ikut Yesus?
Ketika kita berdoa, sesungguhnya kita sedang menyatakan kebutuhan kita akan Allah. Selain itu juga menyatakan ketergantungan kita pada-Nya.

Melalui perumpamaan si janda, Yesus mengajarkan pada murid-murid-Nya bahwa mereka harus selalu berdoa dan jangan pernah menyerah sampai mendapatkan jawaban atas permohonan mereka. Lamanya penantian atas sebuah jawaban doa, hendaknya tidak membuat para murid menyerah lalu berhenti berdoa. Untuk itu perlu dipahami bahwa doa yang terus menerus dinaikkan bukanlah tanda kurangnya iman, tetapi justru merupakan ciri kegigihan orang beriman dalam berdoa. Lihat saja si janda. Meski dianggap lemah dan tidak memiliki daya apapun, ia tidak kenal kata menyerah dalam kamusnya. Meski ia harus berhadapan dengan hakim yang tidak takut pada siapapun dan mungkin saja tidak memiliki belas kasihan terhadap siapapun. (3) Karena punya semangat pantang menyerah, si janda tidak pernah diam dalam penantian akan jawaban permohonannya. Dengan gigih ia terus saja meminta. Maka pada akhirnya ia beroleh jawab! (4-5)

Bagaimana dengan kita? Kadang kala ketika masalah hidup terasa menekan, kita malah berhenti berdoa. Ketika merasa bahwa jawaban atas doa kita terlalu lama diberikan, kita berhenti menantikan campur tangan Allah dalam hidup kita. Perumpamaan ini diberikan pada kita agar kita tidak patah semangat dalam berdoa. Tidak ada seorang pun dari kita yang lebih lemah daripada si janda itu. Lagi pula, kita berharap pada Allah, yang kebaikan-Nya melebihi luasnya samudera dan kasih setia-Nya tingginya gunung. Allah pasti akan menyatakan keadilan-Nya atas Anda, orang yang dipilih dan dikasihi-Nya. Oleh karena itu hai orang percaya, meskipun ada masa Anda hampir-hampir putus asa, pantang menyerah! Jangan berhenti menantikan jawaban atas doa Anda!


Label:   Lukas 18:7 











NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 11 Oktober 2015 MINGGU XIX SESUDAH TRINITATIS Markus 10:17-31


PREV:
Khotbah HKBP Jumat, 9 Oktober 2015 Yoel 2:13


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de