BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 3752 kali
Minggu, 12 Juni 2022
TRINITATIS
HASITOLUSADAON NI DEBATA
Ev. Psalmen 8:1-10
Tutup Langgatan : Na Ratarata
Topik : DEBATANTA NA SANGAP JALA NA TIMBUL (Tuhan Kita Mulia dan Agung)
Jamita Sikkola Minggu : 2 Musa 20:4-6
PHD Remaja : Ulaon ni Apostel 17:22-25
PHD Naposobulung : Hesekiel 36:23-28
PHD Ina : Mateus 28:16-20
PHD Ama : Poda 8:1-4
PHD Lansia : Epesus 1:15-21
PELEAN TU ULAON KATEGORIAL REMAJA HKBP

Ev. Psalmen 8:1-10
-------------------------------
8:1 Ende sian si Daud.
8:2 Ale Jahowa, Sigomgom hami. Mansai sangap do goarmu di liat portibi on, dipatimbul Ho do hamuliaonmu ro di atas ni angka langit.
8:3 Gari sian pamangan ni angka dakdanak dohot angka posoposo dijadihon Ho do paranganmu, ala ni
angka na mangalo Ho, asa paonjaphon musu dohot sitahi sudolsudol.
8:4 Molo hutailihon langitmi, angka jadijadian ni jarijarim, bulan dohot bintang, angka na pinaulim.
8:5 Tung aha ma nian jolma i, umbahen pola ditaringoti roham ibana? Jala anak ni jolma i, umbahen
pola diebati Ho?
8:6 Humurang apala otik do ibana sian Debata dibahen Ho, alai ditalitalihon Ho muse hamuliaon dohot hatongamon tu ibana.
8:7 Dipabangkit Ho do ibana gumomgom angka jadijadian ni tanganmu, sude do tahe dipatunduk Ho tu ibana:
8:8 Angka birubiru dohot lombu sudena ro di binatang angka na di harangan.
8:9 Pidong angka na di toru ni langit dohot angka dengke di laut, ro di sude na manginsir di laut.
8:10 Ale Jahowa, Sigomgom hami, mansai sangap do goarmu di liat portibi on.  

Manusia hina sebagai makhluk mulia
8:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.
(#8-#2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. 8:2 (#8-#3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. 8:3 (#8-#4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: 8:4 (#8-#5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 8:5 (#8-#6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. 8:6 (#8-#7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: 8:7 (#8-#8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; 8:8 (#8-#9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. 8:9 (#8-#10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!  

Penjelasan:
* Mulia untuk memuliakan Allah
Mazmur pujian ini menfokuskan diri pada kemuliaan nama Yahweh (ayat 2, 10). Kemuliaan Yahweh nyata lewat karya-karya ciptaan-Nya yang begitu ajaib. Di dalam Perjanjian Lama, nama menyatakan karakter. Melalui mazmur 8, pemazmur hendak menegaskan bahwa Yahweh bukan hanya Allah Israel, tetapi Pencipta dan Pemilik seisi dunia dan bangsa-bangsa di dalamnya.

Kemuliaan Yahweh semakin nyata justru lewat karya-Nya yang mulia, yaitu manusia (ayat 5). Apa kemuliaan manusia? Manusia diciptakan sebagai gambar Allah (ayat 6a, "hampir sama seperti Allah"; band. Kej. 1:26). Manusia satu-satunya makhluk ciptaan di dunia ini yang dapat berkomunikasi dengan Allah sebagai satu pribadi kepada Sang Pribadi sempurna. Manusia dikaruniai potensi Ilahi untuk mengembangkan diri agar hidupnya dapat dipakai oleh Allah. Lebih daripada itu, manusia dilengkapi dengan otoritas Ilahi untuk mengelola dunia ini atas nama Allah (dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat; 6b). Itu sebabnya, segenap makhluk ciptaan lain di alam semesta ini tunduk pada penguasaan manusia (ayat 7-9).

Bagaimana kita memuliakan Allah? Pertama, lewat ibadah dan penyembahan, baik pribadi maupun bersama umat Tuhan. Nyatakan hormat dan sembah Anda lewat puji-pujian yang agung dan megah. Kedua, lewat menghargai sesama manusia sebagai gambar Allah, termasuk menghargai segala potensi Ilahi yang ada di dalam diri manusia tersebut. Dengan mengembangkan hidup ini menjadi berkat untuk sesama, kita sedang menyaksikan kemuliaan Allah lewat kemuliaan ciptaan-Nya. Ketiga, dengan berperan sebagai jurukunci yang baik bagi semua ciptaan Allah. Tugas kita adalah mengelola alam ini supaya menjadi wadah yang asri dan harmonis, seperti Taman Eden dulu. Mari bangkit dan bangun kembali lingkungan kita dengan memelihara kebersihannya, keseimbangan ekosistemnya, dan mengisinya dengan perilaku hidup yang mulia.

* Mzm 8:1-2 - Betapa mulianya nama-Mu // Jehovah, Tuhan kami // mulia // bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu
Kemuliaan Allah. Betapa mulianya nama-Mu. Pendahuluan ini secara cermat mengidentifikasi "nama" tersebut sebagai Jehovah, Tuhan kami (Adôn). "Megah" atau "agung" akan merupakan terjemahan yang lebih cocok daripada mulia. Frasa bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu mungkin merupakan kiasan bagi manusia di dalam kelemahannya. Pujian yang tulus dari "bayi-bayi" ini sangat berbeda dengan rencana-rencana jahat dari musuh-musuh Allah.

* Mzm 8:3-4 - Jika aku melihat langit-Mu ... apakah manusia?
Manusia Berbeda. Jika aku melihat langit-Mu ... apakah manusia? Pemandangan pada. malam hari membuat pemazmur memuji kemuliaan Allah yang tampak di langit. Bila manusia (enôsh, manusia yang rapuh) dibandingkan dengan , seluruh bentangan langit di atas, betapa tidak berarti kelihatannya dia. Dia memang hanya anak umat manusia (adam, manusia generik).

* Mzm 8:5-6 - Hampir sama seperti Allah
Kedudukan Manusia. Hampir sama seperti Allah. Dapat diterjemahkan, "sedikit lebih rendah dari ilahi." Tiga hal menunjukkan kedudukan manusia: hubungannya dengan Allah, martabatnya (kemuliaan dan kehormatan) serta kekuasaannya.

* Mzm 8:7-8 - Segala-galanya ... kambing domba dan lembu sapi ... burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut // segala-galanya
Ilustrasi tentang Kekuasaan Manusia. Segala-galanya ... kambing domba dan lembu sapi ... burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Makhluk-makhluk hidup yang lebih rendah ini merupakan ilustrasi dari segala-galanya di ayat sebelumnya. Makhluk-makhluk hidup di bumi, air dan udara tercakup di dalam acuan yang jelas kepada kisah penciptaan dalam Kejadian 1 ini.

* Mzm 8:9 - Betapa mulianya nama-Mu
Kidung Pujian. Betapa mulianya nama-Mu. Refrein ini mengingatkan manusia kembali pada kemuliaan Allah agar tidak terlarut di dalam kemegahan dirinya. Manusia bermartabat, namun hanya Allah saja yang memiliki kemegahan.













NEXT:
Renungan HKBP Senin, 13 Juni 2022 - Heber 13:16 - Lukas 10:1-11 - Josua 10:5-15


PREV:
Renungan HKBP Sabtu, 11 Juni 2022 - Josua 1:9 - Ulaon ni Apostel 8:26-35 - Josua 7:16-26

All Renungan HKBP 2022
(231)




NEXT:
Renungan HKBP Senin, 13 Juni 2022 - Heber 13:16 - Lukas 10:1-11 - Josua 10:5-15


PREV:
Renungan HKBP Sabtu, 11 Juni 2022 - Josua 1:9 - Ulaon ni Apostel 8:26-35 - Josua 7:16-26

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de