BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 1555 kali
Renungan HKBP 2026
Jamita HKBP Minggu, 18 Oktober 2026 - DEBATA DO MANJOU JALA MAMILLIT HAMU (DIPANGGIL DAN DIPILIH ALLAH) - 2 Petrus 1:3-10

1. ALLAH TELAH MEMBERIKAN SEGALA SESUATU YANG KITA PERLUKAN, 2. DIPANGGIL ALLAH BUKAN BERARTI HIDUP TANPA MASALAH, 3. PANGGILAN ALLAH HARUS MENGHASILKAN PERUBAHAN HIDUP, 4. PENGUASAAN DIRI SANGAT PENTING

2 Petrus 1:3-10
3Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.
10Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

Baca Juga:

Pejelasan:

Horas, Amang, Inang, dan seluruh jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus!
Puji Tuhan, kita masih diberikan kesempatan berkumpul di rumah Tuhan pada hari Minggu ini.

Ada satu hal yang menarik dalam kehidupan manusia: kita semua senang kalau dipilih.

Kalau di sekolah ada pemilihan ketua kelas, kita senang kalau dipilih.
Kalau di kantor ada orang yang dipercaya menjadi pimpinan, tentu senang kalau nama kita yang dipanggil.
Kalau ada pertandingan sepak bola dan kita dipilih menjadi pemain utama, pasti bangga.
Bahkan kalau ada undian hadiah di pesta keluarga, kita berharap nama kita yang disebut.

Tetapi ada satu pemilihan yang jauh lebih besar daripada semua pemilihan manusia.
Yaitu:
Allah memilih dan memanggil kita untuk menjadi milik-Nya.
Ini bukan karena kita paling hebat.

Bukan karena kita paling pintar.
Bukan karena kita paling kaya.
Bukan karena kita paling suci.
Tetapi karena kasih karunia Allah.

Itulah yang menjadi pesan firman Tuhan bagi kita hari ini:
Kita dipanggil dan dipilih Allah.

Tetapi pertanyaannya:
Kalau kita sudah dipanggil dan dipilih Allah, bagaimana seharusnya kita hidup?
Inilah yang mau kita renungkan.

1. ALLAH TELAH MEMBERIKAN SEGALA SESUATU YANG KITA PERLUKAN
Dalam ayat 3 dikatakan bahwa kuasa ilahi Allah telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh.

Perhatikan kata:
“Segala sesuatu.”

Artinya, ketika Tuhan memanggil kita, Tuhan tidak meninggalkan kita sendirian.
Tuhan memberikan pertolongan.
Tuhan memberikan kekuatan.
Tuhan memberikan hikmat.
Tuhan memberikan kesempatan.
Tuhan memberikan firman-Nya.
Tuhan memberikan Roh Kudus.

Dan yang paling utama:
Tuhan memberikan keselamatan melalui Yesus Kristus.

Kadang-kadang kita merasa:
“Bagaimana saya bisa menjalani hidup ini?”
“Bagaimana saya menghadapi masalah keluarga?”
“Bagaimana saya menghadapi pekerjaan?”
“Bagaimana saya menghadapi penyakit?”
“Bagaimana saya menghadapi ekonomi?”
“Bagaimana menghadapi anak-anak yang susah diatur?”

Amang dan Inang, kadang anak-anak kita bukan tidak bisa diatur.
Kita yang sudah mengatur, mereka yang tidak mau mengikuti!
Itulah kehidupan keluarga.

Tetapi firman Tuhan mengingatkan:
Allah tidak pernah memanggil kita tanpa memberikan perlengkapan.
Kalau Tuhan memberikan tugas, Tuhan juga memberikan kekuatan.
Kalau Tuhan memberikan panggilan, Tuhan memberikan pertolongan.


2. DIPANGGIL ALLAH BUKAN BERARTI HIDUP TANPA MASALAH

Ini penting.

Kadang kita berpikir:
“Kalau saya sudah menjadi orang percaya, hidup saya pasti lancar.”

Belum tentu!

Orang Kristen tetap bisa mengalami masalah.
Tetap bisa sakit.
Tetap bisa kehilangan pekerjaan.
Tetap bisa menghadapi konflik keluarga.
Tetap bisa mengalami kegagalan.

Tetapi bedanya adalah:
Orang yang percaya kepada Tuhan tidak menghadapi masalah seorang diri.
Ada Tuhan bersama kita.

Seperti orang naik kendaraan.
Kalau kita naik mobil bersama orang yang tahu jalan, kita tidak perlu panik setiap kali melihat persimpangan.
Tinggal percaya kepada sopir.
Masalahnya...
Kadang kita mau duduk di kursi penumpang tetapi setirnya masih kita pegang!

Kita berkata:
“Tuhan, pimpin hidup saya.”

Tetapi lima menit kemudian:
“Tuhan, minggir sedikit. Saya yang mengemudi.”
Ini sering terjadi dalam hidup kita.

Kita berdoa:
“Tuhan, kehendak-Mulah yang jadi.”

Tetapi sebenarnya dalam hati kita berkata:
“Tuhan, kehendak-Mu boleh, asal sama dengan kehendakku.”

Inilah yang harus kita perbaiki.

Kalau kita benar-benar percaya bahwa kita dipanggil dan dipilih Allah, maka kita harus belajar menyerahkan hidup kepada-Nya.


3. PANGGILAN ALLAH HARUS MENGHASILKAN PERUBAHAN HIDUP
Ayat 5-7 memberikan sebuah rangkaian yang sangat indah.
Kita diminta menambahkan kepada iman:
- kebajikan,
- pengetahuan,
- penguasaan diri,
- ketekunan,
- kesalehan,
- kasih akan saudara-saudara,
- dan kasih kepada semua orang.
Ini menarik.

Petrus tidak berkata:
“Karena kamu sudah percaya, selesai.”

Tidak!

Iman harus menghasilkan kehidupan yang berubah.
Iman bukan hanya ada di mulut, tetapi harus terlihat dalam kehidupan.

Kalau kita berkata:
“Saya orang Kristen.”
Tetapi setiap hari marah-marah.

Sedikit-sedikit emosi.
Sedikit-sedikit menghina orang.
Sedikit-sedikit menyebarkan gosip.
Sedikit-sedikit berkata:
“Biar Tuhan yang membalas!”
Wah...
Jangan-jangan Tuhan berkata:
“Nak, kamu ini terlalu cepat membantu pekerjaan Tuhan dalam membalas orang.”
Hehehe...

Kadang kita memang begitu.
Kita ingin Tuhan mengampuni kita.
Tetapi kita sulit mengampuni orang lain.
Kita meminta Tuhan sabar kepada kita.
Tetapi kita tidak sabar kepada pasangan.
Kita meminta Tuhan memahami kelemahan kita.
Tetapi kita sulit memahami kelemahan orang lain.
Padahal firman Tuhan berkata:
Iman harus menghasilkan perubahan.


4. PENGUASAAN DIRI SANGAT PENTING

Salah satu yang disebut Petrus adalah penguasaan diri.
Ini sangat relevan dengan kehidupan kita sekarang.
Zaman sekarang orang mudah sekali marah.

Di jalan raya sedikit disalip:
“Eh! Kau!”

Di media sosial ada yang berbeda pendapat:
langsung komentar.
Kadang belum selesai membaca berita, sudah memberikan pendapat.
Lebih parah lagi:
judulnya saja yang dibaca, tetapi komentarnya tiga paragraf!
Hehehe...

Itulah sebabnya orang Kristen membutuhkan penguasaan diri.

Tidak semua yang kita pikirkan harus kita katakan.
Tidak semua yang kita dengar harus kita sebarkan.
Tidak semua yang membuat kita marah harus langsung kita balas.

Ada waktunya kita diam.
Ada waktunya kita berdoa.

Ada waktunya kita berkata:
“Tuhan, tolong saya supaya tidak membalas dengan kejahatan.”
Itulah tanda pertumbuhan iman.


5. DIPILIH ALLAH BUKAN UNTUK SOMBONG, TETAPI UNTUK MELAYANI

Amang dan Inang yang dikasihi Tuhan,
Kalau kita mendengar kata “dipilih”, jangan sampai kita menjadi sombong.

Jangan berpikir:
“Saya dipilih Tuhan berarti saya lebih hebat daripada orang lain.”
Bukan!

Kita dipilih untuk melayani.
Kita dipilih untuk menjadi berkat.
Kita dipilih untuk menunjukkan kasih Kristus.
Kita dipilih supaya kehidupan kita menjadi kesaksian.

Jadi semakin kita dekat kepada Tuhan, seharusnya kita semakin rendah hati.
Semakin banyak kita belajar firman Tuhan, semakin kita sadar:
“Ternyata saya masih banyak kekurangan.”

Orang yang sungguh-sungguh bertumbuh dalam iman tidak semakin sombong.
Sebaliknya, semakin rendah hati.


6. KELUARGA ADALAH TEMPAT PERTAMA UNTUK MENUNJUKKAN IMAN

Kadang-kadang kita sangat baik di gereja.

Di gereja:
“Horasss!”
Senyum.
Salam.
Ramah.
Tetapi begitu sampai di rumah...

“Mana kopi?”
“Kenapa rumah berantakan?”
“Kenapa belum masak?”
Hehehe...

Di gereja kita bisa terlihat sangat rohani.
Tetapi ujian iman yang sebenarnya sering terjadi di rumah.

Bagaimana kita memperlakukan suami atau istri?
Bagaimana kita berbicara kepada anak?
Bagaimana kita memperlakukan orang tua?
Bagaimana kita memperlakukan saudara?

Itulah tempat iman diuji.

Karena mudah mengasihi orang yang hanya kita temui dua jam di gereja.
Tetapi mengasihi orang yang tinggal serumah dengan kita setiap hari...
itu baru perjuangan!
Karena mereka tahu semua kelemahan kita.
Tetapi justru di situlah kasih Kristus harus nyata.


7. JANGAN LUPA PANGGILAN ALLAH

Ayat 10 mengatakan:
“Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.”

Perhatikan:
“Panggilan dan pilihanmu makin teguh.”
Artinya kita tidak boleh hidup sembarangan.
Kita harus terus bertumbuh.
Jangan sampai kita hanya menjadi Kristen secara identitas.

Di KTP Kristen.
Di gereja Kristen.

Tetapi kehidupan sehari-hari tidak menunjukkan Kristus.
Kita dipanggil untuk menunjukkan bahwa Kristus hidup dalam diri kita.
Kalau orang melihat kita, mereka seharusnya bisa berkata:
“Orang ini berbeda. Ada kasih Tuhan dalam hidupnya.”
Bukan karena kita sempurna.
Tetapi karena kita terus mau berubah.


8. JANGAN BERHENTI BERTUMBUH

Iman seperti tanaman.

Kalau tanaman tidak bertumbuh, ada masalah.
Begitu juga kehidupan rohani.

Kita harus terus bertumbuh melalui:
Firman Tuhan.
Doa.
Persekutuan.
Pelayanan.
Kasih kepada sesama.

Dan tentu saja melalui pengalaman hidup.

Kadang Tuhan memakai berkat untuk mengajar kita bersyukur.
Kadang Tuhan memakai masalah untuk mengajar kita percaya.
Kadang Tuhan memakai orang lain untuk mengajar kita mengampuni.
Kadang Tuhan memakai kegagalan untuk mengajar kita rendah hati.

Karena itu jangan selalu bertanya:
“Mengapa Tuhan memberikan masalah ini kepada saya?”

Cobalah bertanya:
“Tuhan, apa yang sedang Engkau ajarkan kepada saya melalui masalah ini?”
Pertanyaan itu bisa mengubah cara kita melihat kehidupan.


9. DIPANGGIL DAN DIPILIH BERARTI HIDUP KITA BERHARGA

Amang dan Inang,
Ada orang yang merasa dirinya tidak berharga.
Merasa sudah tua.

Merasa tidak punya kemampuan.
Merasa tidak punya pendidikan tinggi.
Merasa tidak punya uang banyak.
Merasa tidak punya jabatan.

Tetapi firman Tuhan berkata:
Engkau dipanggil.
Engkau dipilih.
Artinya hidupmu berharga di hadapan Tuhan.

Jangan pernah berkata:
“Saya tidak berguna.”
Mungkin manusia tidak melihat kemampuan kita.
Tetapi Tuhan melihat hati.
Mungkin manusia tidak memberikan penghargaan kepada kita.
Tetapi Tuhan melihat kesetiaan kita.

Seorang ibu yang setiap pagi menyiapkan makanan untuk keluarganya mungkin tidak pernah mendapatkan penghargaan.
Tetapi Tuhan melihat.
Seorang ayah yang bekerja keras demi keluarga mungkin tidak pernah dipuji.
Tetapi Tuhan melihat.

Seorang anak yang merawat orang tuanya mungkin tidak mendapatkan penghargaan manusia.
Tetapi Tuhan melihat.

Seorang jemaat yang diam-diam mendoakan orang lain mungkin tidak diketahui siapa-siapa.
Tetapi Tuhan melihat.

Tidak ada pelayanan yang sia-sia di hadapan Tuhan.


10. KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI BERKAT

Tujuan akhir panggilan Allah bukan hanya supaya kita diselamatkan.
Tetapi supaya melalui kehidupan kita, orang lain juga merasakan kasih Allah.

Kalau kita dipanggil menjadi suami atau istri:
jadilah pasangan yang menjadi berkat.

Kalau kita dipanggil menjadi orang tua:
jadilah orang tua yang membawa anak semakin dekat kepada Tuhan.

Kalau kita dipanggil menjadi anak:
jadilah anak yang menghormati orang tua.

Kalau kita dipanggil menjadi pekerja:
jadilah pekerja yang jujur.

Kalau kita dipanggil menjadi pemimpin:
jadilah pemimpin yang melayani.

Kalau kita dipanggil menjadi jemaat:
jadilah jemaat yang membawa damai.

Kalau kita dipanggil menjadi pelayan Tuhan:
jangan hanya mencari jabatan.

Carilah kesempatan untuk melayani.


ILUSTRASI: “DIPILIH TAPI TIDAK MAU”

Ada cerita sederhana.
Seorang anak dipilih menjadi ketua kelas.
Dia pulang ke rumah dengan bangga.
“Mama! Saya dipilih menjadi ketua kelas!”
Mamanya berkata:
“Wah, bagus! Berarti teman-teman percaya sama kamu.”
Anaknya menjawab:
“Iya, Ma.”
Besoknya dia datang ke sekolah.

Ketika guru berkata:
“Tolong rapikan kelas.”
Dia menjawab:
“Bukan saya, Bu. Saya ketua kelas.”
Guru berkata:
“Justru karena kamu ketua kelas.”

Anak itu menjawab:
“Wah, saya kira dipilih itu untuk dihormati, bukan untuk bekerja!”
Hehehe...

Kadang kita juga begitu dengan Tuhan.
Kita senang mendengar:
“Kamu dipilih Tuhan.”

Tetapi ketika Tuhan berkata:
“Layani.”
Kita berkata:
“Wah, Tuhan, jangan saya.”
Tuhan berkata:
“Kasihi.”

Kita berkata:
“Yang itu susah, Tuhan.”
Tuhan berkata:
“Maafkan.”

Kita berkata:
“Yang itu tidak bisa, Tuhan. Dia sudah keterlaluan!”
Padahal kita sendiri sudah berkali-kali diampuni Tuhan.

Karena itu:
Dipilih bukan hanya untuk mendapat kehormatan, tetapi untuk menjalankan tanggung jawab.


PENUTUP

Amang dan Inang yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita diingatkan:
Kita dipanggil.
Kita dipilih.
Tetapi panggilan dan pilihan itu harus terlihat dalam kehidupan kita.

Karena itu mari kita bertumbuh dalam:
iman,
kebajikan,
pengetahuan,
penguasaan diri,
ketekunan,
kesalehan,
kasih persaudaraan,
dan terutama kasih kepada semua orang.

Jangan hanya menjadi orang yang berkata:
“Saya sudah dipilih Tuhan.”

Tetapi jadilah orang yang berkata:
“Karena saya sudah dipilih Tuhan, saya mau hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.”
Kalau kita dipanggil menjadi orang tua, mari menjadi orang tua yang baik.
Kalau kita dipanggil menjadi suami atau istri, mari menjadi pasangan yang setia.
Kalau kita dipanggil menjadi anak, mari menghormati orang tua.
Kalau kita dipanggil menjadi pekerja, mari bekerja dengan jujur.
Kalau kita dipanggil menjadi pelayan Tuhan, mari melayani dengan rendah hati.

Dan kalau Tuhan memberikan masalah dalam kehidupan kita, jangan langsung berkata:
“Tuhan, mengapa saya?”
Tetapi katakan:
“Tuhan, saya percaya Engkau tidak meninggalkan saya. Tunjukkan kepada saya apa yang harus saya pelajari dan lakukan.”
Sebab kita bukan orang yang berjalan tanpa tujuan.

Kita adalah orang yang:
DIPANGGIL ALLAH.
DIPILIH ALLAH.
DITEGUHKAN ALLAH.

Dan akhirnya:
DIPAKAI ALLAH MENJADI BERKAT.

Kiranya melalui kehidupan kita, keluarga kita, gereja kita, dan masyarakat di sekitar kita semakin melihat kasih Kristus.



DOA PENUTUP KHOTBAH

Tuhan Allah Bapa kami yang penuh kasih,
Kami bersyukur karena melalui firman-Mu hari ini kami diingatkan bahwa kami adalah orang-orang yang Engkau panggil dan Engkau pilih.
Tuhan, kami mengakui bahwa sering kali iman kami masih lemah. Kami mudah marah, mudah kecewa, sulit mengampuni, dan kadang lebih suka mengikuti keinginan sendiri daripada kehendak-Mu.
Ampunilah kami.
Ajarlah kami untuk bertumbuh dalam iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih persaudaraan dan kasih kepada semua orang.
Tuhan, berkatilah keluarga kami.
Berkatilah suami dan istri.
Berkatilah anak-anak kami.
Berkatilah orang tua kami.
Berkatilah pekerjaan dan usaha kami.
Berikan kesehatan kepada yang sakit, kekuatan kepada yang lemah, penghiburan kepada yang berduka, dan pengharapan kepada setiap orang yang sedang menghadapi pergumulan.
Tuhan, jadikan kami bukan hanya orang yang menerima berkat, tetapi juga orang yang menjadi berkat.
Karena kami sadar bahwa kami dipanggil dan dipilih bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk melayani dan memuliakan nama-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur.
Amin.















NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 25 Oktober 2026 - Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa (Mencari Perlindungan pada Nama TUHAN) - Zefanya 3:9-15


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 11 Oktober 2026 - Dihalomohon Debata do holong ni roha (Allah menghendaki cinta kasih) - Hosea 6:1-6

All Renungan HKBP 2026
(45)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 25 Oktober 2026 - Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa (Mencari Perlindungan pada Nama TUHAN) - Zefanya 3:9-15


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 11 Oktober 2026 - Dihalomohon Debata do holong ni roha (Allah menghendaki cinta kasih) - Hosea 6:1-6

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de