f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Download MP3 Music Proper 6 (11) 1 Kings 21:1-10, (11-14), 15-21a and Psalm 5:1-8 2 Samuel 11:26-12:10, 13-15 and Psalm 32 Galatians 2:15-21 Lukas 7:36-8:3 Yesus diurapi oleh perempuan berdosa 7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 7:39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa." 7:40 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru." 7:41 "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 7:42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" 7:43 Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." 7:44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 7:45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 7:46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 7:47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." 7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." 7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" 7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" Perempuan-perempuan yang melayani Yesus 8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, 8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, 8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Penjelasan: * Kristus di Rumah Orang Farisi (7:36-50) Kapan dan di mana penggalan kisah ini terjadi tidak dinyatakan. Dibandingkan dengan para penulis Injil lainnya, dalam penyampaian ceritanya, Lukas tidak terlampau memperhatikan soal urutan waktu kejadian. Namun, tampak di sini bahwa cerita ini disampaikan ketika Kristus dicela sebagai sahabat pemungut cukai dan orang berdosa, dengan maksud untuk menunjukkan bahwa hanya demi kebaikan mereka dan untuk membawa mereka kepada pertobatanlah Ia datang berbincang-bincang dengan mereka. Mereka yang diperbolehkan-Nya mendengar perkataan-Nya kemudian diubahkan, atau diharapkan berubah sama sekali. Siapa perempuan yang di sini memperlihatkan kasih sayang sedalam itu kepada Kristus, tidak disebutkan. Umumnya dikatakan bahwa dia adalah Maria Magdalena, tetapi saya tidak menemukan dasar atas pendapat ini di dalam Kitab Suci. Maria Magdalena digambarkan (Luk. 8:2 dan Mrk. 16:9) sebagai salah seorang yang dibebaskan Kristus dari tujuh roh jahat. Namun, hal itu tidak disebutkan di sini, dan oleh sebab itu ada kemungkinan perempuan ini bukan Maria Magdalena. Sekarang perhatikanlah: I. Hiburan yang diberikan seorang Farisi kepada Kristus, dan kesediaan-Nya untuk menerima undangan itu (ay. 36): Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Mungkin ia menyangka namanya akan terkenal apabila ia mengundang tamu seperti ini dalam perjamuannya, atau kehadiran-Nya bisa menjadi hiburan bagi dia beserta keluarga dan teman-temannya. Sepertinya orang Farisi ini tidak percaya kepada Kristus, sebab ia tidak mau mengakui-Nya sebagai nabi (ay. 39). Walaupun demikian, Kristus menerima undangannya, datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan, agar mereka dapat melihat bahwa Ia mau bergaul dengan siapa saja, baik dengan orang Farisi maupun dengan para pemungut cukai, dengan harapan dapat menolong mereka. Orang-orang yang memiliki cukup hikmat dan anugerah boleh tampil di tengah masyarakat yang berprasangka terhadap Kristus dan agama-Nya untuk mengajar dan berdebat dengan mereka yang berprasangka buruk itu. II. Rasa hormat mendalam ditunjukkan kepada-Nya oleh seorang berdosa yang penuh penyesalan, ketika Ia sedang duduk makan di rumah orang Farisi. Perempuan itu berasal dari kota itu, seorang yang berdosa, seorang bukan-Yahudi, seorang perempuan sundal saya pikir yang dikenal demikian, dan punya nama buruk. Ia mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu. Setelah mendengar khotbah-Nya, ia bertobat dari jalan hidupnya yang buruk dan datang untuk menyatakan kewajibannya kepada-Nya, dan ia belum sempat melakukannya dengan cara selain membasahi kaki-Nya dan mengurapi-Nya dengan minyak harum yang sengaja dibawanya untuk tujuan itu. Cara orang duduk di meja pada zaman itu membuat kaki orang itu berada di belakang sebagian. Jadi, perempuan ini tidak memandang wajah Kristus secara langsung, tetapi menghampiri Dia dari belakang-Nya. Ia melakukan pekerjaan seorang pelayan yang memang bertugas membasuh kaki para tamu (1Sam. 25:41) dan mempersiapkan minyaknya. Sekarang kita amati apa yang dilakukan perempuan yang baik ini: . Ia merasa luar biasa hina karena dosa. Ia berdiri di belakang-Nya sambil menangis. Matanya telah menjadi jalan masuk dan jalan keluar bagi dosa, dan sekarang ia mengubah matanya itu menjadi sumber air mata. Sekarang wajah yang biasanya penuh riasan itu tampak buruk karena menangis. Rambut yang biasanya dikepang-kepang dan penuh hiasan itu sekarang dijadikannya penyeka. Kita punya alasan untuk berpikir bahwa sebelum itu, perempuan ini telah menangis dan menyesali dosanya. Namun, sekarang setelah memperoleh kesempatan untuk datang kepada Kristus, luka itu terbuka kembali dan kesedihannya berulang. Perhatikanlah, alangkah baiknya apabila orang yang datang kepada Kristus dengan penuh penyesalan, kembali menangisi dan merasa malu atas dosanya, waktu Ia mengadakan pendamaian baginya (Yeh. 16:63). . Kasih sayangnya yang mendalam terhadap Tuhan Yesus. Hal inilah yang terutama diperhatikan Yesus Tuhan kita, bahwa perempuan itu banyak berbuat kasih (ay. 42, 47). Ia membasuh kaki-Nya, sebagai tanda bahwa ia rela menundukkan diri untuk melakukan tugas paling hina apa saja untuk menghormati-Nya. Ia bahkan membasuh kaki-Nya dengan air matanya, air mata sukacita. Hatinya sangat bahagia karena bisa berada begitu dekat dengan Juruselamat yang begitu dikasihi jiwanya. Ia mencium kaki-Nya, bagaikan orang yang merasa tidak layak menerima kecupan bibir-Nya, seperti yang begitu didambakan sang mempelai (Kid. 1:2). Ini adalah ciuman penuh pemujaan sekaligus kasih sayang. Ia menyekanya dengan rambutnya, seperti orang yang sepenuhnya mengabdi demi kehormatan-Nya. Kedua matanya mengalirkan air untuk membasuh kaki-Nya, dan rambutnya menjadi kain penyeka. Ia meminyaki-Nya dengan minyak wangi itu, mengakui-Nya sebagai Mesias, Dia yang diurapi. Ia mengurapi kaki-Nya sebagai tanda setuju atas rancangan Allah dalam mengurapi kepala-Nya dengan minyak sebagai tanda kesukaan. Perhatikanlah, semua orang yang benar-benar menyesali dosanya akan sangat mengasihi Tuhan Yesus. III. Serangan yang dilancarkan orang Farisi terhadap Kristus karena menerima penghormatan yang diberikan perempuan yang penuh penyesalan itu (ay. 39): Ia berkata dalam hatinya (tanpa menyadari bahwa Kristus tahu apa yang dipikirkannya), "Jika Ia ini nabi, Ia pasti akan tahu bahwa perempuan ini adalah seorang berdosa, seorang bukan-Yahudi, dan mempunyai nama buruk. Jika Ia begitu suci, Ia tentu tidak akan membiarkan perempuan itu mendatangi-Nya sedekat itu, karena dapatkah orang semacam itu mendekati seorang nabi tanpa membuat hatinya tergetar?" Lihatlah betapa mudahnya orang-orang congkak dan berpikiran sempit menganggap bahwa orang lain juga sama congkak dan suka mengecamnya seperti mereka. Seandainya perempuan itu menyentuh dirinya, Simon mungkin akan berkata, "Menjauhlah, janganlah meraba aku, nanti engkau menjadi kudus olehku" (Yes. 65:5), dan sangkanya, Kristus pun akan berkata demikian. IV. Kristus membenarkan apa yang dilakukan perempuan itu terhadap Dia. Ia juga membenarkan diri-Nya sendiri karena membiarkan hal itu terjadi. Kristus mengetahui apa yang dikatakan orang Farisi itu dalam hatinya, lalu memberikan jawaban, "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu" (ay. 40). Walaupun dilayani dengan baik oleh Simon dalam perjamuannya, Ia tetap menegur Simon karena Ia melihat ada yang salah pada dirinya, dan tidak mau mendatangkan dosa kepada dirinya. Kepada orang-orang yang dalam diri mereka terdapat sesuatu yang tidak disukai Kristus, akan ada yang hendak dikatakan-Nya kepada mereka, sebab Roh-Nya akan menginsyafkan. Simon bersedia mendengarkan, katanya, "Katakanlah, Guru." Meskipun ia tidak dapat memercayai bahwa Dia seorang nabi (sebab Ia tidak tampak sebaik dan seteliti seperti dirinya), ia menyebut-Nya Guru, seperti orang-orang yang berseru, "Tuhan, Tuhan," tetapi tidak melakukan apa yang dikatakan-Nya. Sekarang, sebagai jawaban atas perkataan orang Farisi itu, Kristus mengemukakan alasan demikian: Memang benar bahwa perempuan ini dahulunya orang berdosa. Kristus tahu itu. Namun, sekarang ia adalah seorang berdosa yang telah diampuni, artinya ia seorang pendosa yang telah menyesali dosanya. Apa yang dilakukan perempuan itu terhadap-Nya adalah ungkapan kasih sayangnya yang besar kepada Juruselamatnya yang oleh-Nya dosa-dosanya diampuni. Jika dia yang tadinya sangat berdosa telah diampuni, maka tidak mengherankan apabila ia akan mengasihi Juruselamatnya lebih daripada yang lain, dan akan memberikan bukti yang lebih besar daripada orang lain mengenai kasihnya itu. Jika tindakannya itu adalah buah kasih sayangnya yang mengalir karena rasa syukur atas pengampunan dosanya, hal ini menyenangkan hati-Nya sehingga Ia berkenan menerimanya. Sebaliknya, hal ini membuat orang Farisi itu tidak senang. Kristus mempunyai rencana lebih lanjut mengenai hal ini. Orang Farisi itu ragu-ragu apakah Ia seorang nabi atau bukan. Malah, ia bahkan menyangkali-Nya sebagai seorang nabi. Tetapi Kristus menunjukkan bahwa Ia lebih dari sekadar nabi, sebab di dunia ini Ia berkuasa mengampuni dosa, dan kepada-Nyalah patut diberikan kasih sayang dan ucapan syukur dari orang berdosa yang menyesal dan telah diampuni. Sekarang, dalam jawaban-Nya itu: . Ia memaksa Simon melalui perumpamaan untuk mengakui bahwa semakin besar dosa perempuan ini dahulu, semakin besar pula kasih yang harus ditunjukkannya kepada Yesus Kristus ketika dosa-dosanya diampuni (ay. 41-43). Ada dua orang yang berhutang kepada seseorang, keduanya sama-sama tidak sanggup membayar utang mereka, tetapi salah satu dari mereka berutang sepuluh kali lipat daripada yang satunya. Dengan sangat murah hati, orang yang memiutangi itu menghapuskan hutang kedua orang itu, dan tidak menggunakan jalur hukum untuk melawan mereka. Ia tidak memerintahkan agar mereka beserta anak-anak mereka dijual, atau menyerahkan mereka kepada algojo-algojo. Nah, keduanya sungguh merasakan betapa mereka telah menerima kebaikan yang amat sangat. Tetapi, siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi orang yang membebaskan utang mereka itu? Sudah tentu, kata orang Farisi itu, dia yang paling banyak dihapuskan utangnya. Dan benarlah penilaiannya itu. Jadi, karena itu, kita yang wajib mengampuni, sama seperti kita juga ingin diampuni, dapat belajar di sini tentang kewajiban antara orang yang berutang dan yang memberikan utang. (1) Jika orang yang berutang memiliki sesuatu untuk dibayarkan, ia harus melunasi utangnya itu kepada orang yang memiutangi dia. Tak seorang pun dapat menyebut sesuatu sebagai miliknya atau menikmatinya dengan bebas, kecuali bila semua utangnya telah lunas. (2) Jika Allah dalam pemeliharaan-Nya mengizinkan orang yang berutang itu tidak dapat melunasi utangnya, janganlah si pemberi pinjaman bersikap keras terhadapnya, atau menuntutnya lewat hukum, tetapi menghapuskan utangnya. Summum jus est summa injuria -- Hukum yang diterapkan dengan keras akan menjadi tidak adil. Biarlah para pemberi utang yang tidak kenal kasihan membaca perumpamaan dalam Matius ini (Mat 18:23 dst.), dan menjadi gemetar, sebab mereka akan mendapat hukuman tanpa ampun dan tanpa belas kasihan. (3) Orang berutang yang memperoleh belas kasihan dari si pemberi utang selayaknya bersyukur kepadanya, dan sekiranya ia tidak sanggup melunasi utangnya, ia patut mengasihi si pemberi utang itu. Ada sebagian pengutang pailit yang bukannya bersyukur malah mendendam terhadap si pemberi pinjaman yang sudah menderita rugi karena perbuatannya itu. Pengutang-pengutang seperti ini tidak bisa berkata-kata dengan baik karena hanya mengeluh saja, sementara mereka yang dirugikan itu tidak sempat berbicara. Namun, perumpamaan ini berbicara tentang Allah sebagai Pencipta (atau lebih tepat Tuhan Yesus sendiri, sebab Dialah yang menghapus utang dan dikasihi oleh orang yang berutang), dan orang-orang berdosa sebagai yang berutang. Dengan demikian, kita dapat belajar di sini: [1] Bahwa dosa adalah utang, dan orang berdosa adalah orang yang berutang kepada Allah yang Mahakuasa. Sebagai makhluk ciptaan, kita mempunyai utang, yakni utang ketaatan terhadap peraturan hukum, dan karena tidak melunasinya, sebagai orang berdosa kita dapat dikenai hukuman. Kita belum membayar uang sewa kita. Kita bahkan telah menyia-nyiakan milik Tuhan kita, dan dengan demikian kita menjadi orang yang berutang. Allah akan bertindak terhadap kita atas kerugian yang kita timbulkan pada-Nya dan atas kelalaian kita dalam memenuhi kewajiban terhadap-Nya. [2] Bahwa sebagian orang berutang dosa kepada Allah lebih besar daripada yang lainnya: Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Orang Farisi itu berutang lebih sedikit. Namun, ia juga seorang yang berutang, lebih daripada perkiraannya, bahwa Allah adalah yang memberikan utang kepadanya (Luk. 18:10-11). Perempuan ini, seorang berdosa yang terkenal punya nama buruk, berutang lebih banyak. Sebagian orang berdosa berutang lebih banyak karena memang mereka telah berbuat dosa, dan sebagian orang yang menjadi pengutang lebih besar besar karena melakukan hal-hal yang luar biasa, seperti orang-orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan dan sangat memalukan, yang berdosa terhadap terang dan pengetahuan, dan terlebih lagi terhadap segala bentuk nasihat dan peringatan, rahmat dan segala sarana anugerah. [3] Bahwa, entah utang kita lebih banyak atau sedikit, jumlahnya tetap saja lebih daripada yang mampu kita bayar. Mereka tidak sanggup membayar, sama sekali tidak memiliki apa pun untuk berunding dengan si pemberi utang, sebab utangnya sangat besar. Kita memang tidak memiliki apa pun untuk melunasi utang kita. Emas dan perak tidak akan dapat melunasi utang kita. Korban persembahan pun tidak, sekalipun ribuan domba jantan. Kebenaran dalam diri kita sendiri pun tidak dapat melunasinya, bahkan pertobatan dan ketaatan kita untuk berbuat baik di waktu mendatang sekalipun, sebab kita sudah terikat dengan segala utang kita itu. Hanya Allah sendiri sajalah yang bisa mengerjakan pembayaran utang itu dalam diri kita. [4] Bahwa Allah sorgawi siap mengampuni dan menghapuskan utang orang berdosa sesuai syarat-syarat Injil, meskipun utang mereka teramat besar. Jika kita bertobat dan percaya kepada Kristus, pelanggaran kita tidak akan menjadi kehancuran kita dan tidak akan dituduhkan kepada kita. Allah telah menyatakan bahwa nama-Nya pengasih dan penyayang, serta siap mengampuni dosa. Putra-Nya telah membayar pengampunan bagi orang percaya yang menyesali dosanya. Injil-Nya menjanjikan hal ini kepada mereka, dan Roh-Nya memeteraikannya serta memberi mereka penghiburan. [5] Bahwa orang yang telah diampuni dosanya, wajib mengasihi Dia yang telah mengampuni mereka. Semakin banyak dosa mereka diampuni, semakin mereka harus mengasihi-Nya. Orang yang lebih berdosa sebelum bertobat, harus menjadi orang yang lebih kudus setelah bertobat, semakin keras berusaha bekerja bagi Allah, dan hatinya harus semakin taat kepada-Nya. Ketika Saulus si penganiaya itu berubah menjadi Paulus si pemberita Injil, ia bekerja lebih keras. . Kristus memakai perumpamaan ini untuk menjelaskan watak dan perilaku yang berbeda dari orang Farisi dan orang berdosa terhadap diri-Nya. Meskipun orang Farisi itu tidak menganggap Kristus seorang nabi, Kristus sepertinya siap menganggapnya sebagai orang yang sudah dibenarkan, bahwa dia orang yang telah diampuni, walaupun yang sedikit diampuni. Dia memang menunjukkan sedikit kasih kepada Kristus dengan mengundang-Nya datang ke rumahnya, tetapi tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan yang ditunjukkan perempuan yang malang itu. "Perhatikanlah baik-baik," kata Kristus kepadanya, "perempuan inilah yang telah banyak diampuni, dan oleh sebab itu, sesuai penilaianmu sendiri, ia lebih diharapkan untuk mengasihi lebih banyak daripada engkau, dan memang begitulah yang terjadi. Engkau lihat perempuan ini? (ay. 44). Engkau memandang rendah dia, tetapi pikirkanlah betapa ia lebih bersahabat dan berbaik hati kepada-Ku dibandingkan engkau. Jadi bagaimana mungkin Aku harus menerima kebaikanmu dan menolak kebaikannya?" (1) "Engkau bahkan tidak menyuruh orang membawakan air untuk membasuh kaki-Ku saat Aku masuk, letih dan kotor karena perjalanan, dan air itu dapat menyegarkan-Ku. Tetapi dia telah berbuat jauh lebih banyak: dia telah membasahi kaki-Ku dengan air mata, air mata kasih sayang kepada-Ku, air mata dukacita karena dosa, dan menyekanya dengan rambutnya, sebagai tanda kasihnya yang besar kepada-Ku." (2) "Engkau bahkan tidak mencium pipi-Ku" (ungkapan yang lazim untuk menyambut teman dengan sepenuh hati), "tetapi perempuan ini tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku (ay. 45), untuk mengungkapkan kasih yang rendah hati dan mendalam." (3) "Engkau tidak menyediakan sedikit minyak, seperti yang biasa dilakukan orang, untuk meminyaki kepalaku, tetapi ia telah mencurahkan sebotol minyak wangi berharga ke kaki-Ku (ay. 46). Perbuatannya jauh melebihi engkau." Alasan mengapa sebagian orang selalu mencela jerih payah orang-orang Kristen yang penuh semangat dalam beribadah adalah karena mereka sendiri tidak mau melakukan hal yang sama, dan hanya mau enak saja dengan ibadah yang murahan dan gampangan. . Kristus membungkam keberatan orang Farisi yang mengada-ada itu: Simon, Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni (ay. 47). Kristus mengakui bahwa perempuan itu telah melakukan banyak dosa: "Tetapi dosa-dosanya telah diampuni, dan oleh karena itu sudah sepantasnya aku menerima kebaikan hatinya. Dosa-dosanya telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih." Seharusnya diterjemahkan, karena itu ia banyak berbuat kasih, karena sudah jelas bahwa tujuan pengajaran Kristus adalah bahwa banyak berbuat kasih bukanlah penyebab, melainkan akibat dari pengampunan yang diterimanya dan sukacita penghiburan yang dirasakannya. Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Ia tidak mengampuni kita karena kita mengasihi-Nya terlebih dahulu. "Tetapi orang yang sedikit diampuni, seperti dirimu, sedikit juga ia berbuat kasih, seperti yang kauperbuat." Dengan ini Ia menyiratkan kepada orang Farisi itu bahwa karena kasihnya kepada Kristus begitu sedikit, ia seharusnya berpikir untuk mempertanyakan apakah betul ia sungguh mengasihi-Nya, dan karena itu apakah betul dosanya, yang meskipun sedikit dibandingkan perempuan itu, memang telah diampuni. Kita jangan iri hati dengan pendosa-pendosa besar atas belas kasihan yang mereka dapatkan dari Kristus karena pertobatan mereka, sebaliknya, kita harus merasa tergerak oleh teladan mereka guna memeriksa diri apakah kita benar-benar telah diampuni dan mengasihi Kristus dengan sungguh. . Kristus menenteramkan ketakutan perempuan itu, yang mungkin merasa kecil hati karena perilaku orang Farisi itu. Ia tidak menjadi tawar hati sampai melarikan diri. (1) Kristus berkata kepadanya, "Dosamu telah diampuni" (ay. 48). Perhatikanlah, semakin kita menyatakan kesedihan kita atas dosa dan kasih kita kepada Kristus, semakin jelas bukti bahwa kita telah mendapatkan pengampunan untuk dosa-dosa kita. Melalui pengalaman karya anugerah yang diadakan dalam diri kitalah, kita akan memperoleh kepastian tindakan anugerah yang diadakan bagi kita. Betapa besar balasan yang diterima perempuan itu atas jerih payah dan pengorbanannya, ketika ia dipersilakan pergi dengan perkataan Kristus, "Dosamu telah diampuni!" Betapa kata-kata ini akan mencegahnya berbuat dosa kembali! (2) Di situ hadir orang-orang yang membantah Dia dalam hati karena Ia mengampuni dosa dan memerdekakan orang berdosa (ay. 49), sama seperti yang diperbuat para ahli Taurat (Mat. 9:3). Walaupun begitu, Ia tetap berdiri teguh dengan apa yang telah dikatakan-Nya, sebab sama seperti Ia telah membuktikan bahwa Ia berkuasa mengampuni dosa dengan jalan menyembuhkan orang yang sakit lumpuh itu. Oleh karena itu Ia tidak mau peduli dengan keberatan orang, maka sekarang pun Ia hendak menunjukkan bahwa Ia mengampuni dosa dengan senang hati. Dan itulah yang menjadi kesukaan-Nya. Ia sangat suka mengucapkan kata pengampunan dan damai sejahtera kepada orang-orang yang menyesali dosa mereka. Ia berkata kepada perempuan itu, "Imanmu telah menyelamatkan engkau" (ay. 50). Kata-kata ini akan meneguhkan dan melipatgandakan penghiburan yang dirasakannya karena pengampunan dosanya, yaitu bahwa ia dibenarkan karena imannya. Semua ungkapan kesedihan atas dosa dan kasih kepada Kristus ini adalah hasil dan buah dari iman. Oleh karena itu, sama seperti iman dari semua anugerah yang diberikan membawa kehormatan terbesar bagi Allah, demikian pula Kristus dengan semua anugerah-Nya memberi kehormatan tertinggi kepada iman. Perhatikanlah, mereka yang tahu bahwa iman mereka telah menyelamatkan mereka, dapat pergi dengan damai sejahtera, pergi dengan bersukacita. * Luk 8:1-3 - Pelayanan Kristus Sebagian besar pasal ini merupakan pengulangan berbagai perikop mengenai khotbah-khotbah dan mujizat-mujizat Kristus yang telah kita baca sebelumnya dalam Injil Matius dan Markus. Semuanya begitu penting hingga layak diulang. Itulah sebabnya semua kejadian itu dicatat lagi, supaya melalui tiga, dan bukan hanya dua mulut, kesaksian setiap perkataan dapat diteguhkan. Dalam pasal ini diceritakan tentang: I. Gambaran umum mengenai khotbah Kristus dan bagaimana Ia menghidupi diri-Nya sendiri serta keluarga besar-Nya melalui sumbangan dari orang-orang dermawan (ay. 1-13). II. Perumpamaan tentang penabur dan empat jenis tanah, berikut uraian dan beberapa kesimpulan yang ditarik dari situ (ay. 4-18). III. Sikap Kristus untuk lebih mendahulukan murid-murid-Nya yang taat dibanding sanak keluarga terdekat-Nya sendiri (ay. 19-21). IV. Ia meneduhkan badai di laut dengan satu perkataan (ay. 22-25). V. Ia mengusir banyak setan dari dalam seorang laki-laki yang kerasukan (ay. 26-40). VI. Ia menyembuhkan seorang perempuan yang menderita pendarahan, dan membangkitkan anak perempuan Yairus (ay. 41-56). Pelayanan Kristus (8:1-3) Di sini diceritakan tentang: I. Apa yang senantiasa Kristus kerjakan sepanjang hidup-Nya -- yakni memberitakan Injil, tanpa kenal lelah, dan berbuat kebaikan di mana-mana (ay. 1), sesudah itu -- en tō kathexēs -- ordine, pada saat atau dengan cara yang tepat. Kristus merencanakan apa yang hendak dikerjakan-Nya dan melaksanakannya dengan teratur. Ia memperhatikan rangkaian atau urutan pekerjaan itu, sehingga akhir suatu pekerjaan yang baik merupakan awal pekerjaan baik berikutnya. Sekarang perhatikanlah di sini: . Di mana Ia berkhotbah: Yesus berjalan berkeliling -- diōdeue atau peragrabat. Dia seorang pengkhotbah yang berpindah-pindah tempat. Ia tidak membatasi diri pada satu tempat saja, melainkan memancarkan berkas-berkas cahaya-Nya. Circumibat -- Ia pergi berkeliling sebagai hakim, mencari tempat baru yang paling mungkin menerima khotbah-Nya. Ia berjalan berkeliling dari kota ke kota, supaya tidak ada yang bisa mengeluh tidak diperhatikan. Dengan demikian Ia memberikan teladan kepada murid-murid-Nya, supaya mereka juga pergi mengunjungi bangsa-bangsa melintasi bumi seperti yang dilakukan-Nya di kota-kota di tanah Israel. Ia bahkan tidak menetap di kota-kota besar melainkan masuk ke desa, di antara penduduk desa yang sederhana, untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di pedusunan (Hak. 5:11). . Apa yang dikhotbahkan-Nya: Ia memberitakan berita kesukaan mengenai Kerajaan Allah, yang sekarang akan ditegakkan di antara mereka. Berita tentang kerajaan Allah adalah kabar baik, dan Yesus Kristus datang untuk membawanya guna disampaikan kepada anak-anak manusia, bahwa Allah bersedia melindungi orang-orang yang mau kembali setia mengabdi kepada-Nya. Ini adalah kabar baik bagi dunia, bahwa masih ada harapan bagi dunia untuk diubahkan dan diperdamaikan. . Siapa saja yang menyertai-Nya: Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, bukan untuk berkhotbah selama Dia masih ada, melainkan untuk belajar dari-Nya tentang apa yang kelak harus mereka khotbahkan, cara melakukannya, dan bila memang diperlukan, untuk diutus ke tempat-tempat yang tidak dapat didatangi oleh-Nya. Alangkah bahagianya para pelayan-Nya ini yang mendengar hikmat dari mulut-Nya. II. Dari mana Ia memperoleh dukungan untuk keperluan hidup: Ia hidup dari kebaikan hati sahabat-sahabat-Nya. Ada beberapa orang perempuan, yang dengan teratur mengikuti pelayanan-Nya, yang melayani-Nya dengan kekayaan mereka (ay. 2-3). Beberapa dari mereka disebut namanya, tetapi masih ada lagi banyak perempuan lain, yang menerima pengajaran Kristus dengan tekun, dan menganggap diri mereka pantas menyokong pemberitaan ajaran-Nya itu karena mereka telah merasakan manfaatnya, dan mereka mau beramal, dengan harapan banyak orang akan menerima manfaat yang sama juga. . Kebanyakan dari mereka pernah disembuhkan oleh Kristus dan mereka merupakan bukti dari kuasa dan rahmat-Nya. Mereka telah disembuhkan oleh-Nya dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit. Beberapa dari mereka pernah terganggu pikiran mereka. Ada yang depresi, dan ada pula yang mengalami gangguan kesehatan jasmani, dan Ia menyembuhkan mereka semua dengan kuasa-Nya yang ajaib. Dia adalah penyembuh tubuh maupun jiwa, dan mereka yang telah disembuhkan oleh-Nya layak melakukan apa saja yang bisa mereka persembahkan kepada-Nya. Kita harus peduli untuk mengikuti-Nya, supaya setiap saat kita bisa datang kepada-Nya untuk minta tolong saat tergelincir. Kita juga terikat dalam rasa syukur untuk melayani Dia serta Injil-Nya, karena Dia telah menyelamatkan kita melalui Injil-Nya. . Salah seorang dari perempuan-perempuan itu adalah Maria Magdalena yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, jumlah yang pasti bagi sesuatu yang tidak pasti. Ada yang beranggapan bahwa dahulu ia sangat jahat, dan kita bisa saja menganggap dialah si perempuan berdosa yang baru disebutkan dalam pasal 7:37. Menurut Dr. Lightfoot, yang menemukan dalam tulisan-tulisan para ahli Talmud bahwa Maria Magdalena ini disebut sebagai Maria si pengepang rambut, boleh jadi perempuan ini adalah Maria Magdalena, karena namanya dicatat semasa ia masih dalam keadaan sangat berdosa, karena pada masa itu rambut yang berkepang-kepang dianggap berlawanan dengan cara berdandan yang pantas (1Tim. 2:9). Namun, walaupun ia pernah menjadi perempuan yang tidak pantas, pada saat ia bertobat dan diubahkan, ia memperoleh rahmat dan menjadi murid Kristus yang berapi-api. Perhatikanlah, para pendosa besar tidak perlu merasa putus asa bahwa tidak ada lagi pengampunan bagi mereka. Namun, semakin buruk kehidupan seseorang sebelum bertobat, semakin keras pula ia harus berusaha bekerja bagi Kristus setelah itu. Atau, boleh jadi Maria ini menderita depresi, dan kalau begitu, mungkin saja dialah Maria saudara Lazarus, seorang perempuan yang sangat bersusah hati, yang mungkin berasal dari Magadan tetapi lalu pindah ke Betania. Maria Magdalena yang ini hadir di salib Kristus dan kubur-Nya, dan seandainya dia bukan saudara perempuan Lazarus, maka sahabat dan kesayangan Kristus ini tidak hadir di situ, atau tidak akan diperhatikan oleh para penulis Injil. Namun, pendapat yang mana yang benar, kita tidak dapat menduga. Demikianlah pendapat Dr. Lightfoot. Namun, masih ada sanggahan lain lagi, Maria Magdalena terhitung berada di antara perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea (Mat. 27:55-56), sedangkan Maria, saudara perempuan Lazarus, tinggal di Betania. . Perempuan lain lagi yang ada di antara mereka adalah Yohana istri Khuza bendahara Herodes. Ia pernah menjadi istrinya (menurut beberapa orang), tetapi sekarang sudah menjanda, dan hidupnya sejahtera. Seandainya saat itu dia masih menjadi istri Khuza, kita punya alasan untuk berpikir bahwa meskipun memilih untuk tinggal di istana Herodes, suaminya telah menerima Injil dan sangat mendukung bila istrinya menjadi pendengar ajaran Kristus sekaligus penyokong bagi-Nya. . Banyak dari antara mereka yang melayani rombongan Kristus dengan kekayaan mereka. Ini merupakan contoh keadaan berkekurangan yang rela dijalani Juruselamat kita sehingga Ia memerlukan bantuan, dan juga contoh kerendahan hati dan sikap merendahkan diri yang besar sehingga Ia mau menerimanya. Walaupun sebenarnya kaya, namun demi kita Ia rela menjadi miskin dan hidup dari sedekah. Janganlah orang merasa malu untuk meminta kebaikan hati dari sesamanya ketika Allah membawanya ke dalam kesukaran, tetapi biarlah ia meminta dan bersyukur ketika menerimanya sebagai sebuah kemurahan hati. Kristus lebih suka berutang budi kepada sahabat-sahabat-Nya yang sudah dikenali-Nya demi kesejahteraan diri-Nya dan murid-murid-Nya daripada menjadi beban bagi orang-orang yang tidak dikenal-Nya di kota-kota dan desa-desa yang dikunjungi-Nya ketika berkhotbah. Perhatikanlah, sudah menjadi kewajiban bagi orang-orang yang diajar dalam firman Tuhan untuk berbagi dengan mereka yang mengajarkan banyak hal yang baik kepada mereka. Mereka yang memberi dengan murah hati dan penuh sukacita, menghormati Tuhan dengan kekayaan mereka dan membawa berkat ke atas kekayaan mereka itu.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Khotbah HKBP Minggu, 19 Juni 2016 - Lukas 8:26-39 PREV: Khotbah HKBP Minggu, 27 Maret 2016 - Kebangkitan Yesus - Yohanes 20:1-18 All Garis Besar: All Khotbah HKBP 2016 1 Timotius 6:6-19 (1) 2 Timotius 1:1-14 (1) 2 Timotius 2:8-15 (1) Filipi 4:4-9 (1) Ibrani 11:29--12:2 (1) Kejadian 15:1-6 (1) Kejadian 32:22-31 (1) Lukas 10:1-11 (1) Lukas 10:25-37 (1) Lukas 11:1-13 (1) Lukas 13:10-17 (1) Lukas 14:1, 7-14 (1) Lukas 14:25-33 (1) Lukas 15:1-10 (1) Lukas 16:1-13 (1) Lukas 19:28-40 (1) Lukas 2:22-40 (1) Lukas 3:15-17 (1) Lukas 3:15-22 (1) Lukas 4:14-21 (2) Lukas 4:21-30 (2) Lukas 8:26-39 (1) Lukas 9:28-36 (1) Matius 27:57-66 (1) Matius 6:1-21 (1) Roma 15:4-13 (1) Roma 1:1-7 (1) Yesaya 1:10-18 (1) Yesaya 35:1-10 (1) Yohanes 12:1-11 (1) Yohanes 12:1-8 (1) Yohanes 12:20-36 (1) Yohanes 13:21-32 (1) Yohanes 20:1-18 (2) Yohanes 2:1-11 (2) Yohanes 3:13-17 (1)
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Khotbah HKBP Minggu, 19 Juni 2016 - Lukas 8:26-39 PREV: Khotbah HKBP Minggu, 27 Maret 2016 - Kebangkitan Yesus - Yohanes 20:1-18 Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |