f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Download MP3 Music Khotbah HKBP 2016 Minggu, 19 Juni 2016Minggu, 19 Juni 2016 (Lukas 8:26-39)Khotbah HKBP Minggu, 19 Juni 2016 - Lukas 8:26-39Proper 7 (12) 1 Kings 19:1-4, (5-7), 8-15a and Psalm 42 and 43 Isaiah 65:1-9 and Psalm 22:19-28 Galatians 3:23-29 Lukas 8:26-39 Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa 8:26 Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea. 8:27 Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan. 8:28 Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku." 8:29 Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi. 8:30 Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya: "Legion," karena ia kerasukan banyak setan. 8:31 Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut. 8:32 Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka. 8:33 Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas. 8:34 Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi, mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. 8:35 Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka. 8:36 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan. 8:37 Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali. 8:38 Dan orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya: 8:39 "Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu." Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya. Penjelasan: * Kuasa Kristus atas Angin dan Setan-setan (8:22-39) Di sini kita dapati dua bukti yang menggambarkan kuasa Yesus Tuhan kita, dan yang telah kita baca sebelumnya -- kuasa-Nya atas angin dan kuasanya atas setan-setan (Mrk. 4-5). I. Kuasa-Nya atas angin, atas penguasa kerajaan angkasa yang begitu ditakuti manusia, terutama di laut, dan yang menyebabkan kematian atas banyak orang. Perhatikanlah: . Kristus memerintahkan murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang danau, supaya Ia dapat menunjukkan kemuliaan-Nya atas air dengan membuat teduh gelombang, dan berbuat baik kepada orang yang dirasuk setan di seberang danau. Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya (ay. 22). Mereka yang mengikuti perintah-perintah Kristus boleh merasa yakin akan kehadiran-Nya bersama mereka. Jika Kristus mengutus murid-murid-Nya, Ia akan pergi bersama mereka. Jadi, kita boleh merasa aman dan berani pergi menantang bahaya ke mana pun, karena Kristus menyertai kita. Ia berkata, "Marilah kita bertolak ke seberang danau," sebab ada pekerjaan baik yang harus dilakukan-Nya di sana. Dengan mengambil sedikit jalan berputar, Ia bisa saja ke sana lewat jalan darat, tetapi Ia memilih untuk pergi lewat jalan air, supaya Ia dapat menunjukkan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam. . Orang-orang yang bertolak ke laut yang tenang atas perintah Kristus, harus mempersiapkan diri menghadapi badai dan bahaya luar biasa dalam badai itu. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau (ay. 23), seakan-akan badai telah menanti di tempat itu, bukan di tempat lain. Akhirnya perahu mereka begitu terombang-ambing hingga penuh dengan air dan hidup mereka berada dalam bahaya. Boleh jadi Iblis yang adalah penguasa kerajaan angkasa dan yang membangkitkan badai seizin Allah, merasa curiga mendengar beberapa perkataan yang mungkin diucapkan Kristus, bahwa sekarang Ia sengaja pergi ke seberang danau untuk mengusir pasukan setan dari dalam lelaki malang di seberang itu. Maka ia pun mendatangkan badai ke atas perahu di mana Ia berada, dengan maksud, bila memungkinkan, menenggelamkan Dia dan menggagalkan kemenangan telak itu. . Kristus tertidur di tengah badai itu (ay. 23). Ia memang membutuhkan istirahat bagi tubuh jasmani-Nya dan memilih waktu yang paling tidak mengganggu kerja-Nya. Murid-murid Kristus mungkin saja beroleh anugerah berupa kehadiran-Nya bersama mereka di tengah badai di danau, namun sepertinya Ia sedang tertidur. Sepertinya Ia tidak akan segera bertindak untuk menolong, bahkan saat keadaan semakin genting. Dengan demikian Ia menguji iman dan kesabaran mereka, serta mendorong mereka untuk berdoa dan membangunkan-Nya, sekaligus membuat penyelamatan itu terasa semakin disyukuri ketika akhirnya datang juga. . Keluhan kepada Kristus tentang bahaya yang kita hadapi dan kesukaran yang dihadapi jemaat-Nya, cukup untuk membangunkan-Nya dan tampil bagi kita (ay. 24). Mereka berseru, Guru, Guru, kita binasa! Cara untuk meredakan ketakutan kita adalah dengan membawanya kepada Kristus dan meletakkannya di hadapan-Nya. Orang-orang yang dengan sepenuh hati menyebut Kristus sebagai Guru, dan dengan iman serta kesungguhan menyebut-Nya Guru mereka, boleh yakin bahwa Ia tidak akan membiarkan mereka binasa. Tidak ada pertolongan bagi jiwa-jiwa malang yang berada di bawah perasaan bersalah dan ketakutan akan murka selain datang kepada Kristus dan menyebutnya Guru sambil berkata, "Aku akan binasa bila Engkau tidak menolongku." . Sudah menjadi urusan Kristus untuk meredakan badai, dan urusan Iblis untuk membangkitkannya. Kristus mampu melakukannya, dan Ia telah melakukannya. Ia senang melakukannya sebab Ia datang untuk menawarkan perdamaian di bumi. Ia menghardik angin dan air yang mengamuk itu sehingga langsung menjadi teduh (ay. 24). Bukan sedikit-sedikit atau pelan-pelan, tetapi seketika itu juga danau itu menjadi teduh. Dengan demikian Kristus menunjukkan bahwa sekalipun Iblis berpura-pura menjadi penguasa kerajaan angkasa, bahkan di sana pun Ia membelenggunya dengan rantai. . Ketika bahaya yang kita hadapi telah berlalu, sudah sepantasnya kita merasa malu atas ketakutan kita dan memberikan kemuliaan kepada Kristus atas kuasa-Nya itu. Waktu Kristus mengubah taufan itu menjadi teduh, mereka bersukacita, sebab semuanya reda (Mzm. 107:30). Setelah itu: (1) Kristus menegur mereka karena ketakutan mereka yang tidak keruan itu: "Di manakah kepercayaanmu?" (ay. 25). Perhatikanlah, banyak orang yang memiliki kepercayaan teguh justru kehilangan kepercayaan pada saat mereka harus menggunakannya. Mereka gemetar dan berkecil hati jika keadaan tampak suram. Hal kecil saja menciutkan hati mereka, dan bila demikian halnya, di manakah kepercayaan mereka? (2) Mereka memberikan kemuliaan kepada-Nya atas kuasa-Nya itu: Maka takutlah mereka dan heran. Sesudah bahaya berlalu, orang-orang yang takut pada badai tadi memang pantas merasa takut kepada-Nya setelah Ia meredakan badai itu. Mereka berkata seorang kepada yang lain, "Siapa gerangan orang ini?" Mereka juga bisa berkata, "Siapakah Allah seperti Engkau?" Sebab hanya Allah sajalah yang mampu meredakan deru lautan, deru gelombang-gelombangnya (Mzm. 65:8). II. Kuasa-Nya atas Iblis, si penguasa kerajaan angkasa. Dalam bagian kisah berikutnya, Ia berhadapan lebih langsung dengan Iblis daripada ketika Ia menghardik angin. Tidak lama setelah angin kembali reda, mereka akhirnya sampai juga ke tempat tujuan, yakni di tanah orang Gerasa, dan mereka pun naik ke darat (ay. 26-27). Dan segeralah Ia menjumpai apa yang menjadi tujuan kedatangan-Nya ke sana, dan yang dianggap-Nya berharga walaupun harus menempuh badai sekalipun. Kita bisa belajar banyak dari kisah ini mengenai dunia neraka ini, atau mengenai roh-roh jahat, yang walaupun di zaman sekarang biasanya tidak bekerja seperti yang terlihat di sini, namun harus senantiasa kita waspadai dengan berjaga-jaga. . Jumlah roh-roh jahat ini sangat banyak. Roh-roh yang merasuki orang ini menyebut diri mereka Legion (ay. 30), sebab ia dirasuki oleh banyak setan (ay. 27). Namun, boleh jadi setan-setan yang sudah lama merasuki orang itu, ketika melihat bahwa Juruselamat kita akan datang untuk menyerang mereka dan mereka tidak berhasil menghalangi-Nya melalui badai yang mereka timbulkan itu, lalu mengirimkan anak buah mereka dengan tujuan menjadikan pertempuran ini perang yang menentukan. Sekarang mereka berharap kekuatan mereka terlampau besar bagi Dia yang telah mengusir begitu banyak roh najis, dan bisa mengalahkan-Nya. Roh-roh itu adalah atau setidaknya dianggap satu legion atau pasukan yang hebat, seperti bala tentara dengan panji-panjinya, atau paling kurang, akan menjadi seperti pasukan Romawi kedua puluh yang sudah sejak lama berpangkalan di Chester, yang disebut sebagai legio victrix -- pasukan yang jaya. . Mereka mengadakan permusuhan mendalam terhadap manusia, termasuk terhadap ketenteraman dan kenyamanan hidupnya. Orang yang dirasuki setan-setan sejak lama dan berada di bawah pengaruh mereka ini tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah (ay. 27), padahal pakaian dan tempat kediaman merupakan dua pendukung yang diperlukan dalam hidup ini. Bahkan, karena manusia pada umumnya takut pada tempat kediaman orang mati, setan-setan itu memaksa orang ini tinggal di pekuburan, supaya ia semakin menakutkan bagi diri sendiri dan bagi semua orang di sekitarnya. Dengan demikian jiwanya semakin dibuat merasa jemu dengan hidupnya sendiri dan lebih suka dicekik dan mati. . Setan-setan ini sangat kuat, buas, dan susah diatur. Mereka benci dan tidak suka dikekang: Ia dirantai dan dibelenggu, supaya tidak merugikan orang lain atau diri sendiri, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu (ay. 29). Perhatikanlah, orang-orang yang tidak bisa diatur oleh orang lain menunjukkan bahwa mereka berada di bawah kendali Iblis. Orang-orang seperti ini tidak mau diikat oleh Allah, Kristus, dan sahabat-sahabat terbaik mereka. Mereka hanya mau diikat oleh kehendak mereka sendiri: Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka. Ia dihalau oleh setan itu. Orang-orang yang berada di bawah kendali Kristus akan dibawa dengan lembut dengan tali-tali manusia dan pengikat kasih, sedangkan orang-orang yang berada di bawah perintah Iblis akan dihalau dengan kasar. . Setan-setan itu sangat marah kepada Yesus Tuhan kita, tetapi juga sangat takut kepada-Nya: Ketika orang yang dirasuki oleh setan-setan dan yang berbicara seperti yang dikehendaki mereka itu melihat Yesus, ia berteriak bagaikan orang yang sekarat, dan tersungkur di hadapan-Nya, berusaha menghindari murka-Nya, dan mengakui Dia sebagai Anak Allah Yang Mahatinggi, yang jauh mengatasinya dan terlampau berat baginya. Mereka menyangkal mempunyai hubungan atau persekongkolan apa pun dengan-Nya (dan ini cukup untuk membungkam hujatan para ahli Taurat dan orang Farisi terhadap-Nya): Apa urusan-Mu dengan aku? Setan-setan itu tidak berniat melayani Kristus atau berharap mendapatkan manfaat dari-Nya: Apa urusan-Mu dengan aku? Namun, mereka sangat takut pada kuasa dan murka-Nya: Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku. Mereka tidak berkata, "Aku memohon kepada-Mu, selamatkan aku," melainkan, "Jangan menyiksa aku." Lihatlah bagaimana mereka berkata-kata seperti orang yang hanya merasa takut pada neraka sebagai tempat siksaan, dan sama sekali tidak memiliki kerinduan akan sorga sebagai tempat yang penuh kesucian dan kasih. . Setan-setan itu sepenuhnya ada di bawah perintah dan kuasa Yesus Tuhan kita, dan mereka mengetahui hal ini, sebab mereka memohon kepada-Nya supaya tidak memerintahkan mereka pergi eis ton abysson -- ke dalam jurang maut, tempat siksaan mereka, yang mereka akui sangat mudah dan pantas dilakukan-Nya. Oh, betapa melegakannya hal ini bagi umat Tuhan, bahwa semua kuasa kegelapan berada di bawah kendali Tuhan Yesus! Ia telah membelenggu mereka semua dengan rantai. Ia mampu menyuruh mereka kembali ke tempat kediaman mereka, kapan pun Ia mau. . Mereka senang melakukan kejahatan. Ketika mendapati bahwa tidak ada jalan lain lagi selain harus keluar dari dalam diri orang yang malang ini, roh-roh jahat itu pun memohon agar diperbolehkan memasuki babi-babi (ay. 32). Pada saat setan pertama kalinya membawa manusia ke dalam penderitaan, Iblis juga membawa serta kutuk kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya untuk dijadikan sasaran permusuhan. Dan di sini, untuk menunjukkan rasa permusuhannya yang teramat dalam itu, ia ingin membinasakan babi-babi itu karena tidak mampu membinasakan orang tadi. Bila ia tidak dapat menyakiti tubuh manusia, ia akan menyakiti harta milik mereka, yang adakalanya bisa menimbulkan godaan bagi manusia untuk menjauhkan mereka dari Kristus, seperti yang terjadi di sini. Kristus mengabulkan permintaan mereka untuk memasuki babi-babi itu, guna membuktikan kepada penduduk daerah itu tentang kejahatan apa yang bisa dilakukan Iblis jika Dia mengizinkannya. Begitu setan-setan itu keluar, mereka langsung memasuki babi-babi itu yang kemudian berlarian dan terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas. Sungguh merupakan mujizat yang penuh belas kasihan bila orang-orang yang dirasuk setan tidak sampai binasa dan musnah. Peristiwa ini, dan contoh-contoh lainnya, menunjukkan bahwa singa yang mengaum-ngaum dan naga merah itu selalu mencari-cari apa dan siapa yang dapat mereka telan. . Jika kuasa Iblis dipatahkan dalam jiwa seseorang, jiwa itu akan sembuh dengan sendirinya dan kembali ke keadaannya yang benar, yang berarti bahwa orang-orang yang dirasuk Iblis itu juga tidak menjadi milik diri sendiri lagi: orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus (ay. 35). Ketika masih berada di bawah kuasa Iblis, orang itu siap menyerang Yesus, tetapi sekarang ia duduk di kaki Yesus, pertanda bahwa ia sudah waras. Jika Allah memiliki kita, Ia memelihara supaya kita bisa mengendalikan dan menikmati diri kita sendiri. Namun, jika Iblis memiliki kita, ia akan merampas kedua hal itu dari kita. Oleh sebab itu biarlah kuasanya dalam diri kita dijungkirbalikkan, dan biarlah Dia yang berhak memiliki hati kita itu masuk, dan biarlah kita memberikan hati kita kepada-Nya, sebab kita tidak berhak atas diri kita lebih daripada Dia atas diri kita. Sekarang marilah kita lihat akibat dari mujizat pengusiran setan-setan dari dalam orang ini. (1) Akibat yang ditimbulkan atas diri orang-orang yang kehilangan babi-babi mereka karena peristiwa itu: Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang terjadi, mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya (ay. 34), mungkin juga bertujuan menghasut orang-orang agar menolak Kristus. Mereka menceritakan bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan (ay. 36) oleh-Nya dengan cara menyuruh setan-setan itu memasuki babi-babi. Cara penyampaian ini bisa seperti orang yang sedang marah, seakan-akan Kristus tidak mampu melepaskan orang itu dari cengkeraman setan-setan itu jika tidak menggunakan babi-babi itu. Maka keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi, dan bertanya-tanya tentang hal itu, maka takutlah mereka (ay. 35). Mereka sangat ketakutan (ay. 37). Mereka terkejut dan takjub sehingga tidak tahu harus berkata apa. Mereka lebih memikirkan matinya babi-babi itu daripada kelepasan tetangga mereka yang malang itu dan bebasnya penduduk kampung dari serangan gilanya yang sudah sangat mengganggu ketenangan masyarakat. Oleh sebab itu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka karena takut kalau-kalau Ia akan mendatangkan hukuman lain lagi bagi mereka. Padahal, orang-orang yang bersedia meninggalkan dosa-dosa mereka dan menyerahkan diri kepada Kristus, tidak perlu merasa takut terhadap-Nya. Namun, Kristus mengikuti keinginan mereka: Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali. Dan orang-orang yang lebih mencintai babi-babi mereka itu pun kehilangan Juruselamat dan pengharapan mereka yang ada di dalam diri-Nya. (2) Akibat yang ditimbulkan atas orang malang yang telah disembuhkan itu. Ia sangat merindukan penyertaan Kristus, sama kuatnya seperti ketakutan orang lain akan penyertaan-Nya itu: ia meminta kepada Kristus supaya ia diperkenankan menyertai-Nya, sama seperti orang lain yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit (ay. 2), supaya Ia menjadi Pelindung dan Gurunya, dan supaya ia sendiri dapat mengharumkan nama Kristus dan memuliakan-Nya. Ia enggan tinggal di antara penduduk Gerasa yang kasar, kejam, dan ingin mengusir Kristus itu. Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa. Namun, Kristus tidak mau membawanya serta, tetapi menyuruhnya pulang untuk memberitahukan semua hal yang telah diperbuat Allah baginya kepada orang-orang senegerinya, supaya ia dapat menjadi berkat bagi mereka yang selama ini sudah dibebaninya. Adakalanya kita harus menolak kepuasan diri sendiri, bahkan yang menyangkut manfaat dan kenyamanan rohani sekalipun, supaya bisa memperoleh kesempatan untuk melayani jiwa-jiwa lain. Mungkin Kristus tahu bahwa ketika kemarahan penduduk karena kehilangan babi-babi itu telah agak mereda, mereka dapat lebih merenungkan mujizat itu. Oleh sebab itu, Ia meninggalkan orang itu agar ia dapat menjadi tugu peringatan hidup bagi mereka. Label: Lukas 8:26-39
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Khotbah HKBP Minggu, 26 Juni 2016 - Lukas 9:51-62 PREV: Khotbah HKBP Minggu, 12 Juni 2016 - Lukas 7:36-8:3 All Garis Besar: All Khotbah HKBP 2016 1 Timotius 6:6-19 (1) 2 Timotius 1:1-14 (1) 2 Timotius 2:8-15 (1) Filipi 4:4-9 (1) Ibrani 11:29--12:2 (1) Kejadian 15:1-6 (1) Kejadian 32:22-31 (1) Lukas 10:1-11 (1) Lukas 10:25-37 (1) Lukas 11:1-13 (1) Lukas 13:10-17 (1) Lukas 14:1, 7-14 (1) Lukas 14:25-33 (1) Lukas 15:1-10 (1) Lukas 16:1-13 (1) Lukas 19:28-40 (1) Lukas 2:22-40 (1) Lukas 3:15-17 (1) Lukas 3:15-22 (1) Lukas 4:14-21 (2) Lukas 4:21-30 (2) Lukas 8:26-39 (1) Lukas 9:28-36 (1) Matius 27:57-66 (1) Matius 6:1-21 (1) Roma 15:4-13 (1) Roma 1:1-7 (1) Yesaya 1:10-18 (1) Yesaya 35:1-10 (1) Yohanes 12:1-11 (1) Yohanes 12:1-8 (1) Yohanes 12:20-36 (1) Yohanes 13:21-32 (1) Yohanes 20:1-18 (2) Yohanes 2:1-11 (2) Yohanes 3:13-17 (1)
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Khotbah HKBP Minggu, 26 Juni 2016 - Lukas 9:51-62 PREV: Khotbah HKBP Minggu, 12 Juni 2016 - Lukas 7:36-8:3 Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |