f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2022 Renungan HKBP Minggu, 18 September 2022 - DIPATIMBUL DEBATA DO ANGKA NA DANGOL (Tuhan Menegakkan Orang Yang Hina) - Ev. Psalmen 113:1-9 - Ep. Lukas 16:1-13 - MINGGU XIV DUNG TRINITATIS Minggu, 18 September 2022 MINGGU XIV DUNG TRINITATIS Ev. Psalmen 113:1-9 Ep. Lukas 16:1-13 Tutup Langgatan : Na Ratarata Topik: DIPATIMBUL DEBATA DO ANGKA NA DANGOL (Tuhan Menegakkan Orang Yang Hina) Jamita Sikkola Minggu : Lukas 23:39-43 PHD Remaja : 1 Samuel 2:7-10 PHD Ina : Lukas 6:27-36 PHD Ama : Sepanya 2:1-3 PHD Lansia : Jakobus 5:13-18 Ev. Psalmen 113:1-9 113:1 Mamuji ma hamu, ale angka naposo ni Jahowa, puji hamu ma goar ni Jahowa! 113:2 Pinuji ma goar ni Jahowa olat ni on ro di salelenglelengna. 113:3 Sian habinsaran ni mata ni ari ro di hasundutanna do sipujion goar ni Jahowa. 113:4 Tumimbul do Jahowa sian luhut angka bangso, diginjang ni angka langit do hamuliaonna i. 113:5 Tung ise ma songon Jahowa, Debatanta i? Timbo Ibana marhabangsa. 113:6 Hape dipaserep dirina manatap na di angka banua ginjang dohot na di tano on. 113:7 Ibana pahehehon na metmet sian orbuk, dipatimbul do na pogos i sian gambo. 113:8 Laho pahundulhon ibana top dohot angka raja ni bangsona. 113:9 Ibana paian parompuan na hol di jabu, gabe ina na las roha mida angka anakna. Halleluya! TUHAN meninggikan orang rendah 113:1 Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN! 113:2 Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya. 113:3 Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN. 113:4 TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit. 113:5 Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi, 113:6 yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi? 113:7 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, 113:8 untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya. 113:9 Ia mendudukkan perempuan yang mandul di rumah sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita. Haleluya! Penjelasan: * Jilid kelima dari lima bagian ini mencakup beberapa koleksi atau kelompok mazmur yang lebih kecil. Nyanyian-nyanyian Ziarah dan Mazmur-mazmur Haleluya (111-113, 115-117, 146-150) jelas adalah bagian inti yang di sekitarnya mazmur-mazmur lain dikelompokkan bersama. Sebelum ada pembagian menjadi lima bagian ini, mungkin ada pembabakan menjadi tiga bagian di mana Jilid IV dan V merupakan sebuah kumpulan besar. Seluruh bagian secara nyata memperlihatkan tujuan liturgis; yang menimbulkan rasa ibadah bersama yang mendalam, yang mencapai puncak dalam kata-kata penutup Mazmur 150: "Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan. Haleluya." * Mazmur 113. Sikap Allah Yang Merendahkan Diri Nyanyian pujian ini adalah mazmur pertama dari kumpulan yang dalam Talmud dikenal sebagai "Hallel dari Mesir." Sebutan itu muncul dari pemakaian berulang-ulang seruan berbahasa Ibrani Hallelujah (Puji Tuhan), dan dari keterangan mengenai peristiwa Keluaran dalam Mazmur 114:1. Kumpulan ini (113-118) dimasukkan dalam ibadah agama Yahudi pada peristiwa-peristiwa perayaan. * Mzm 113:1-3 - Pujilah nama Tuhan // Nama Pujian bagi Nama-Nya. Pujilah nama Tuhan. Pemazmur mengawali dengan seruan kepada hamba-hamba Tuhan atau para penyembah. Nama yang dimaksud oleh penulis mazmur ini bukan sekadar sebutan yang dikenal secara umum, melainkan karakter Allah yang dinyatakan dan manifestasi-manifestasi pribadi-Nya. Perhatikan bahwa pujian itu harus terus-menerus (ay. 2) dan universal (ay. 3). * Mzm 113:4-6 - Siapakah seperti Tuhan Puji-pujian atas Sifat Tuhan Yang Tidak Ada Bandingan-Nya. Siapakah seperti Tuhan. Sifat Tuhan yang tak ada bandingan-Nya dilukiskan melalui dua segi yaitu sifat transenden-Nya dan imanensi-Nya. Dua aspek ini tidak disajikan secara dikotomis, melainkan saling melengkapi. Kendatipun tertinggi di antara bangsa-bangsa di bumi dan bala tentara surgawi, Allah merendahkan diri-Nya untuk memperhatikan kebutuhan umat manusia. * Mzm 113:7-9 - Ia menegakkan orang yang hina // Orang yang hina, orang yang miskin, perempuan yang mandul Ilustrasi tentang Kerendahan Hati-Nya. Ia menegakkan orang yang hina. Sifat rendah hati Allah yang dikemukakan pemazmur dalam ayat 6, perlu diberi ilustrasi lebih lanjut. Orang yang hina, orang yang miskin, perempuan yang mandul dipilih sebagai ahli waris pemeliharaan khusus Allah. Hal-hal ini disebutkan sebagai contoh dari semua kemurahan Allah terhadap anak manusia. * Sebuah Panggilan untuk Memuji Allah; Kebesaran Allah dan Perendahan-Nya (113:1-9) Dalam mazmur ini, I. Kita dinasihati untuk memberikan kemuliaan kepada Allah, memberi-Nya kemuliaan karena nama-Nya. 1. Undangan itu sangat mendesak: pujilah Tuhan, dan diucapkan berulang kali, pujilah Dia, pujilah Dia. Kiranya nama-Nya dimasyhurkan, sebab nama-Nya harus dipuji (ay. 1-3). Ini menyiratkan, (1) Bahwa memuji Tuhan merupakan kewajiban yang penting dan paling baik, yang sangat menyenangkan hati Allah, dan mendapat tempat yang luas dalam agama. (2) Bahwa memuji Tuhan merupakan kewajiban yang harus memenuhi kita, yang pengerjaannya harus sering-sering kita lakukan, dan yang di dalamnya hati kita haruslah sangat dilapangkan. (3) Bahwa memuji Tuhan merupakan pekerjaan yang di dalamnya kita sangat tertinggal, dan yang untuknya kita perlu digugah dan diberi semangat dengan hukum demi hukum dan ajaran demi ajaran. (4) Bahwa orang-orang yang banyak memuji Allah akan mengajak orang lain untuk berbuat serupa. Bukan hanya karena mereka merasakan beratnya pekerjaan ini, dan bahwa mereka membutuhkan semua pertolongan yang bisa mereka dapat (ada pekerjaan bagi semua hati, semua tangan, dan semua itu pun masih belum cukup), tapi juga karena mereka mendapatkan kesenangan di dalamnya. Mereka berharap agar semua temannya bisa turut berbagi. 2. Undangan itu sangat luas. Amatilah: (1) Dari siapa Allah mendapatkan pujian: dari umat-Nya sendiri. Mereka dipanggil di sini untuk memuji Allah, supaya mereka menjawab panggilan ini: pujilah, hai hamba-hamba TUHAN! Sangatlah beralasan bagi mereka untuk memuji-Nya, sebab orang-orang yang melayani-Nya sebagai hamba-hamba-Nya mengenal-Nya dengan paling baik dan menerima sebagian besar dari kebaikan-kebaikan-Nya. Memang, sudah menjadi pekerjaan mereka untuk memuji-Nya. Itulah pekerjaan yang dihendaki dari mereka sebagai hamba-hamba-Nya: sungguh pekerjaan yang ringan dan menyenangkan untuk mengatakan hal-hal yang baik tentang Tuan mereka, dan memberi-Nya penghormatan yang dapat mereka berikan. Jika mereka tidak melakukannya, lantas siapa lagi? Sebagian orang memahaminya sebagai orang-orang Lewi. Tetapi, kalau memang demikian, semua orang Kristen pun merupakan imamat rajani, supaya memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil mereka (1 Ptr. 2:9). Para malaikat adalah hamba-hamba Tuhan. Namun, kita tidak perlu berseru kepada mereka supaya mereka memuji Allah, karena mereka melakukan pekerjaan ini dengan sendirinya. Hal ini sungguh merupakan suatu penghiburan bagi kita bahwa mereka memuji Dia, dan bahwa mereka memuji-Nya lebih baik lagi daripada yang dapat kita lakukan. (2) Dari mana Ia harus mendapatkan pujian. [1] Dari segala masa (ay. 2), dari sekarang ini dan selama-lamanya. Janganlah pekerjaan ini mati bersama kita, tetapi marilah kita tetap melakukannya di dunia yang lebih baik, dan biarlah orang-orang yang akan datang nanti setelah kita juga melakukannya di dunia ini. Janganlah keturunan kita menjadi merosot, tetapi biarlah Allah dipuji oleh semua angkatan di sepanjang masa, bukan hanya oleh angkatan ini saja. Kita harus memuji Allah di tengah-tengah hari kita, dengan berkata, bersama si pemazmur, terpujilah nama-Nya sekarang dan selama-lamanya. [2] Dari segala tempat, dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari, yakni, di seluruh bagian dunia yang berpenghuni. Biarlah semua orang yang menikmati keuntungan dari terbitnya matahari (dan orang-orang yang menikmatinya harus sadar betul bahwa matahari akan terbenam) bersyukur atas terang itu kepada Bapa segala terang. Terpujilah namaAllah Nama-Nya harus dipuji oleh segala bangsa. Sebab, di setiap tempat, dari timur ke barat, tampaklah bukti-bukti dan dampak-dampak nyata dari hikmat, kuasa, dan kebaikan-Nya. Sungguh perlu diratapi bahwa sebagian besar umat manusia tidak acuh terhadap-Nya, dan mereka malah memberikan kepada yang lain pujian yang hanya layak diberikan kepada-Nya. Tetapi mungkin ada sesuatu yang lebih dalam hal ini. Sama seperti ayat sebelumnya memberi kita gambaran sekilas tentang kerajaan kemuliaan, yang mengisyaratkan bahwa nama Allah akan dimasyhurkan selama-lamanya (ketika waktu sudah tidak ada lagi sehingga pujian akan menjadi pekerjaan sorga), demikian pula ayat ini memberi kita gambaran sekilas tentang kerajaan anugerah yang hadir dalam masa Injil. Ketika jemaat tidak lagi terbatas pada bangsa Yahudi, tetapi akan menyebar ke seluruh penjuru dunia, ketika di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korbanrohani bagi Allah kita (Mal. 1:11), maka dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama TUHAN akan dipuji oleh sebagian orang dari semua bangsa. II. Di sini kita diarahkan untuk hal apa saja kita harus memberi-Nya kemuliaan. 1. Marilah kita menengadah dengan mata iman, dan melihat betapa tinggi kemuliaan-Nya di dunia atas, dan menyebutkan ini sebagai pujian untuk-Nya (ay. 4-5). Kita, dalam puji-pujian kita, harus meninggikan nama-Nya, sebab Dia tinggi, kemuliaan-Nya tinggi. (1) Tinggi mengatasi segala bangsa, mengatasi raja-raja mereka betapa pun megahnya mereka, mengatasi rakyat mereka betapa pun banyaknya mereka. Entah benar atau tidak yang dikatakan orang tentang raja dunia bahwa meskipun ia major singulis -” lebih besar daripada orang-orang secara pribadi, namun ia minor universis -” lebih kecil daripada orang-orang secara keseluruhan, kita tidak mau berbantah mengenai ini. Tetapi, kita yakin bahwa hal itu tidak benar bagi Raja segala raja. Coba kumpulkan semua bangsa bersama-sama, maka Dia tetap mengatasi mereka semua. Di hadapan-Nya mereka tampak seperti setitik air dalam timba dan sebutir debu pada neraca (Yes. 40 :15, 17). Biarlah semua bangsa memikirkan dan mengatakan hal-hal yang tinggi tentang Allah, sebab Ia jauh mengatasi mereka semua. (2) Tinggi mengatasi langit. Takhta kemuliaan-Nya berada di langit tertinggi, yang seharusnya mengangkat hati kita dalam memuji-Nya (Rat. 3:41). Kemuliaan-Nya mengatasi langit, yakni, mengatasi para malaikat. Dia mengatasi kodrat mereka, sebab kecemerlangan mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kecemerlangan-Nya. Dia mengatasi apa yang mereka kerjakan, sebab mereka berada di bawah perintah-Nya dan melaksanakan kehendak-Nya. Dia mengatasi apa yang bahkan sanggup mereka utarakan tentang Dia. Dia ditinggikan mengatasi segala puji dan hormat, bukan hanya segala puji dan hormat kita, melainkan juga segala puji dan hormat mereka. Oleh sebab itu, kita harus berkata, dengan rasa kagum yang kudus, siapakah seperti TUHAN, Allah kita? Siapakah dari antara semua raja dan penguasa di bumi? Siapakah dari antara semua roh yang cemerlang dan terberkati di dunia atas? Tidak ada satu pun yang dapat menandingi-Nya, tidak ada satu pun yang berani dibandingkan dengan-Nya. Allah harus dipuji sebagai Allah yang besar melampaui segalanya, besar tiada tara, dan besar tiada batas. Sebab Ia diam di tempat yang tinggi, dan dari tempat yang tinggi itu Ia melihat semua, mengatur semua, dan dengan sewajarnya menarik semua pujian kepada diri-Nya sendiri. 2. Marilah kita melihat sekeliling dengan mata yang cermat, dan lihatlah betapa luasnya kebaikan-Nya di dunia bawah, dan menyebutkan itu sebagai pujian bagi-Nya. Dialah Allah yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi (kjv: “yang meninggikan diri-Nya untuk berdiam, dan yang merendahkan diri-Nya di sorga dan di bumi” -” pen.). Sebagian orang berpendapat bahwa di sini terjadi perubahan kata, Ia meninggikan diri-Nya untuk berdiam di sorga, dan merendahkan diri-Nya untuk melihat ke bumi. Tetapi, pengertiannya sudah cukup jelas sebagaimana kita memahaminya, hanya cermatilah di sini, Allah dikatakan meninggikan diri-Nya dan merendahkan diri-Nya, keduanya merupakan tindakan dan perbuatan-Nya sendiri. Sama seperti Dia maha-ada, demikian pula Dia merupakan sumber dari kehormatan-Nya sendiri maupun mata air bagi anugerah-Nya sendiri. Kebaikan Allah yang merendah tampak, (1) Dalam perhatian-Nya terhadap dunia di bawah-Nya. Kemuliaan-Nya mengatasi segala bangsa dan mengatasi langit, namun tidak satu pun dari keduanya diabaikan oleh-Nya. Allah itu perkasa, namun tidak memandang hina apa pun (Ayb. 36:5). Ia merendahkan diri-Nya untuk melihat semua makhluk-Nya, semua hamba-Nya, walaupun Ia jauh melampaui mereka. Dengan menimbang kesempurnaan, kecukupan, dan kebahagiaan kodrat ilahi yang tidak terbatas, maka haruslah diakui sebagai suatu perbuatan merendah yang menakjubkan bahwa Allah berkenan membawa ke dalam pikiran-pikiran kehendak-Nya yang kekal, dan ke dalam tangan Pemeliharaan-Nya yang meliputi semua, baik itu bala tentara sorgawi maupun para penduduk bumi (Dan. 4:35). Bahkan dengan kekuasaan ini, Ia merendahkan diri-Nya. (2) Kebaikan Allah yang merendah tampak dalam kebaikan khusus yang kadang-kadang ditunjukkan-Nya kepada para penghuni yang terkecil dan terendah di dunia yang lebih hina dan rendah ini. Ia tidak hanya melihat hal-hal besar di bumi, tetapi juga hal-hal yang paling hina, dan hal-hal yang biasanya diabaikan oleh orang-orang besar. Ia tidak cuma melihat mereka, tetapi juga melakukan keajaiban-keajaiban dan hal-hal yang sangat mengejutkan bagi mereka, yaitu yang ada di luar cara pemeliharaan ilahi dan rantai sebab akibat yang umum. Ini terjadi untuk menunjukkan bahwa dunia tidak dikuasai oleh peredaran alam, sebab peredaran alam akan berjalan di jalur yang sama, melainkan oleh Allah yang berkuasa atas alam, yang bersuka dalam melakukan hal-hal yang tidak kita duga. Ep. Lukas 16:1-13 16:1 Laos didok Ibana ma tu siseanna i: Adong ma sada halak na mora na marjuara bagas. Jadi tarbortik ma tu ibana, dipansuasaehon juara bagas i artana. 16:2 Gabe dijou ma ibana, ninna ma mandok ibana: Dia do i na hubege taringot tu ho? Patuduhon ma paretongan ni hajuaraonmi; ai ndang tarbahen ho be leat ni juara bagas! 16:3 Jadi marhusari ma juara bagas i: Dia nama bahenonku, ai buaton ni tuanki nama sian ahu hajuaraonki. Mamangkur, ndang adong gogongku; manehenehe, maila ahu. 16:4 On ma tahe sibahenonku di rohangku, asa dijangkon nasida ahu tu jabunasida, ia dung dipaijur ahu sian hajuaraonki: 16:5 Jadi sadasada ma dijou nasa parsingiran ni indukna i tu jolona, didok ma tu na parjolo ro i: Sadia sigararonmi tu tuanta? 16:6 Alusna: Saratus gunsi miak. Gabe ninna ma mandok ibana: Alap ma suratmi, dung i hundul ma ho manurathon hatop limapulu! 16:7 Tu na asing muse didok: Ia ho, sadia do sigararonmi? Saratus tuhukan eme! Gabe didok tu ibana: Alap ma suratmi, dung i surathon ma: Ualupulu! 16:8 Jadi dipuji na mora i ma juara bagas na geduk i, ala bisuk pambahenna i. Ai umbisuk do anak portibi on asa anak hatiuron i mangangkupi donganna saroha. 16:9 Ahu pe, hudok ma di hamu: Lului hamu ma di hamu aleale marhitehite Mammon na geduk i; asa ia dung suda i, gabe dijangkon ma hamu tu bagasan angka parmianan sogot. 16:10 Ia haposan halak di na ummotik, haposan ma ibana nang di na godang: Ianggo geduk ibana di na ummotik, geduk ma nang di na godang. 16:11 Asa molo so haposan hamu mangaradoti Mammon na geduk i, ise ma antong pasahathon tu hamu arta na tutu i? 16:12 Jala molo so haposan taringot tu ugasan ni na leban, ise ma olo mangalehon tu hamu na tu hamu hian! 16:13 Ndang haoloan sada anak somang dua induk: Sai hosomanna do na sada, haholonganna do na sada nari; hombaranna do na sada, toisanna do na sada nari. Ndang haoloan hamu Debata rap dohot Mammon i! 16:14 Alai sude hata ondeng dibege halak Parise, angka na impolan di perak; jala manungarnungar ma nasida dompak Ibana. 16:15 Gabe ninna Ibana ma mandok nasida: Ianggo hamu tutu, dipintori hamu do dirimuna di jolo ni halak; alai ditanda Debata do rohamuna. Ai na timbul di roha ni jolma, i do dihagigihon Debata. 16:16 Intap si Johannes do patik i dohot angka panurirang i. Olat ni i ma dibaritahon harajaon ni Debata, jala saluhutna do mambahen gogo tusi. 16:17 Alai ummomo do salpu langit dohot tano, sian na gabe bolong sada gurit ni patik i. 16:18 Pangalangkup do ganup na paluahon niolina, gabe dioli na asing; pangalangkup do nang na mambuat na pinalua ni baoana i. 16:19 Asa adong ma sada halak na mora, na marabithon surta na rara dohot haen bontar na lamot; ariari do ibana marlas ni roha godang. 16:20 Alai adong ma sahalak na pogos, na margoar si Lasarus, peakpeak di jolo pintu ni na mora i; gok baro do dagingna. 16:21 Dipangido rohana do manganhon ebaeba na sian panganan ni na mora i; alai ro ma biang mandilati barona i. 16:22 Dung i mate ma na pogos i, gabe diboan angka surusuruan ma ibana tu ampuan ni si Abraham. Laos mate do nang na mora i, dung i ditanom. 16:23 Jadi sian banua toru i ma ibana manaili tu ginjang, uju di na bernit i ibana, jala ditatap ma si Abraham sian na dao jala si Lasarus di ampuanna i. 16:24 Dung i joujou ma ibana, ninna ma: Ompung Abraham! Asi roham mida ahu: Suru ma si Lasarus manornophon ujung ni jarijarina tu aek, palamohon dilangku, ai bernit do huahap di api on. 16:25 Alus ni si Abraham: Ingot, anaha, naung dijalo ho na denggan, uju di ngolum; ia si Lasarus na porsuk do. Anggo nuaeng, apulon do ibana dison; alai mangae na porsuk nama ia ho. 16:26 Jala angkup ni i muse, dijadihon do lung na bagas holangholangta; asa ndang bolas taripar angka na giot manorusi sian on tu hamu, jala ndang tarbahen na disini manopot hami tuson. 16:27 Ro muse hatana: Molo boti, mangido ma ahu tu ho, ompung, suruonmu ibana tu bagas ni damang. 16:28 Ai lima nari do hahaanggingku; naeng dihatindangkon tu nasida, unang gabe dohot nasida ro tu parhansitan on. 16:29 Alai ninna si Abraham ma: Adong do di nasida surat ni si Musa dohot angka panurirang; angka i ma ditangihon! 16:30 Gabe ninna ma: Ndang i, ompung Abraham; alai aut ni adong sahalak sian angka naung mate ro mandapothon nasida, paubaonnasida ma rohanasida. 16:31 Alai dialusi ma: Anggo so ditangihon nasida si Musa dohot angka panurirang, ndang tagamon mangoloi nasida, nang adong na hehe sian angka na mate. Perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur 16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. 16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. 16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. 16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. 16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? 16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. 16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. 16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. 16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." Setia dalam perkara yang kecil Nasihat 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." 16:14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal. 16:18 Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah." Orang kaya dan Lazarus yang miskin 16:19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. 16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, 16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. 16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. 16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. 16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. 16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. 16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. 16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, 16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. 16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. 16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Renungan HKBP Minggu, 25 September 2022 - Ev. 1 Timoteus 6:6-9 - Ep. Psalmen 146:1-10 - MINGGU XV DUNG TRINITATIS PREV: Renungan HKBP Sabtu, 17 September 2022 - Psalmen 38:10 - Pilippi 1:2-5 - 2 Rajaraja 18:1-12 All Renungan HKBP 2022
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Renungan HKBP Minggu, 25 September 2022 - Ev. 1 Timoteus 6:6-9 - Ep. Psalmen 146:1-10 - MINGGU XV DUNG TRINITATIS PREV: Renungan HKBP Sabtu, 17 September 2022 - Psalmen 38:10 - Pilippi 1:2-5 - 2 Rajaraja 18:1-12 Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |