f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2022 Renungan HKBP Minggu, 25 September 2022 - Ev. 1 Timoteus 6:6-9 - Ep. Psalmen 146:1-10 - MINGGU XV DUNG TRINITATIS Minggu, 25 September 2022 MINGGU XV DUNG TRINITATIS Ev. 1 Timoteus 6:6-9 Ep. Psalmen 146:1-10 Tutup Langgatan : Na Ratarata Topik : HADAULATON MARDONGAN SABAM NI ROHA (Ibadah Disertai Rasa Cukup) Jamita Sikkola Minggu : Heber 13:5 PHD Remaja : Josua 24:14-16 PHD Naposobulung : Heber 12:25-29 PHD Ina : 1 Musa 12:1-3 PHD Ama : Amos 5:4-6 PHD Lansia : Nehemia 9:6-8 Ev. 1 Timoteus 6:6-9 6:6 Pangomoan godang do tutu hadaulaton, anggo mardongan sabam ni roha. 6:7 Ai ndang adong taboan tu hasiangan on, jala ndang tarboan hita agia aha laho ruar. 6:8 Alai molo adong di hita sipanganon dohot parabiton, tahasabamhon ma i! 6:9 Ia angka na naeng gabe mamora, madabu do tubagasan pangunjunan dohot sambil dohot tu lan hahisapon haotoon, angka na mangago, na mangalonongkon jolma i tubagasan jea dohot hamagoan. 6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Pejelasan: * Sikap yang Benar dari Guru-guru Sejati (6:6-10). Keuntungan besar. Kata-kata ini rupanya memiliki pengertian yang sama, "cara memperoleh keuntungan," "sarana untuk mendapatkan nafkah," yang menjadikan ayat ini lebih mudah dipahami. Paulus bermaksud mengatakan, "Iman Kristen dengan kecukupan untuk kehidupan ini merupakan cara luar biasa untuk memperoleh keuntungan." Paulus sudah mengatakan (dalam 4:8, yang mengatakan hal yang sama dan merupakan sebuah tafsiran yang baik) bahwa kesalehan menguntungkan dalam segala hal, dengan memberikan janji itu bukan hanya untuk kehidupan ini, tetapi juga untuk kehidupan yang akan datang. Penekanan eskatologis inilah yang terus ditekankan oleh Paulus dalam sisa surat ini. Dalam ayat 7, 8 sang rasul menunjukkan kebodohan manusia yang menaruh harapan dan keinginannya pada dunia yang bersifat sementara ini. Orang seharusnya puas dengan makanan dan pakaian. Pada ayat 9, 10 ia mengembangkan pemikiran tentang kebodohan orang yang memusatkan perhatian pada pengumpulan kekayaan selaku tujuan hidup. Terjemahan Hendriksen (op.cit) tampaknya lebih disukai: Sebab akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman. Cinta uang sama dengan penyembahan berhala. (Kol. 3:5; Ef. 5:5; I Yoh. 2:15) dan menuntun orang menjauh dari pengharapan sejati orang Kristen. * Nikmatnya Mencukupkan Diri dan Jahatnya Keserakahan (6:6-12) Dengan menyebutkan penyalahgunaan agama Kristen oleh sebagian orang yang memperalatnya untuk mencapai kepentingan duniawi mereka, Rasul Paulus, Mengambil kesempatan untuk menunjukkan nikmatnya mencukupkan diri dan jahatnya keserakahan. 1. Nikmatnya mencukupkan diri (ay. 6-8). Sebagian orang menganggap Kekristenan sebagai agama yang menguntungkan bagi dunia ini. Pengertian mereka itu tidaklah benar. Akan tetapi, benar sekali bahwa, meski Kekristenan tampaknya merupakan tukar-menukar yang paling merugikan, namun ia merupakan panggilan yang terbaik di dunia. Orang-orang yang menggunakannya sebagai suatu usaha mencari untung, demi untuk mencapai tujuan mereka di dunia ini, akan kecewa dan mendapatinya sebagai suatu usaha yang merugikan. Akan tetapi orang-orang yang mencamkannya sebagai panggilan mereka dan bertekun di dalamnya, akan mendapatinya sebagai panggilan yang menguntungkan, sebab di dalamnya terdapat janji kehidupan pada saat sekarang ini dan juga kehidupan yang akan datang nanti. (1) Kebenaran yang dipaparkannya ialah bahwa ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Beberapa mengartikannya sebagai ibadah dengan milik yang secukupnya. Artinya, jika seseorang hanya punya sedikit harta di dunia ini tetapi itu cukup untuk menyokong hidupnya, maka dia tidak perlu menginginkan lebih banyak lagi. Ibadahnya dengan hartanya yang sedikit itu akan menjadi keuntungan besarnya. Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik (Mzm. 37:16). Kita membacanya sebagai ibadah disertai rasa cukup. Ibadah itu sendiri merupakan keuntungan besar, bermanfaat dalam segala hal. Di mana ada ibadah yang benar, di sana ada rasa berkecukupan. Orang-orang yang sudah mencapai puncak tertinggi rasa berkecukupan dengan ibadah mereka tentunya merupakan orang-orang paling berbahagia di dunia ini. Ibadah disertai rasa cukup, yakni rasa cukup kristiani (rasa ini harus berasal dari prinsip ibadah) merupakan keuntungan besar. Itulah seluruh kekayaan dunia ini. Orang yang saleh pastinya akan bahagia juga di dunia lain nanti. Dan jika apa yang dia kerjakan dengan rasa puas dapat membuat dia menyesuaikan diri dengan keadaannya di dunia ini, maka ia pun merasa cukup. Di sini kita mendapati, [1] Keuntungan sebagai orang Kristen, yaitu ibadah disertai rasa cukup. Ini merupakan jalan yang benar untuk mendapatkan keuntungan. Ya, ibadah merupakan keuntungan itu sendiri. [2] Keuntungan sebagai orang Kristen itu besar: tidak seperti sedikit keuntungan para pecinta dunia ini, yang begitu gemar akan keuntungan duniawi yang hanya sedikit. [3] Ibadah selalu diiringi rasa cukup dalam berbagai tingkat. Semua orang saleh sudah belajar bersama-sama dengan Paulus untuk mencukupkan diri dalam segala keadaan (Flp. 4:11). Mereka mencukupkan diri dengan apa pun yang Allah berikan kepada mereka, yakin bahwa itulah yang terbaik bagi mereka. Marilah kita semua berusaha untuk mengejar ibadah yang disertai rasa cukup. (2) Alasan yang diberikan Paulus di sini ialah, sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar (ay. 7). Inilah alasan mengapa kita harus mencukupkan diri dengan sedikit yang kita punya. [1] Sebab kita tidak dapat menuntut apa pun sebagai utang yang harus dibayarkan kepada kita, karena kita datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Apa pun yang kita miliki setelah kita ada di dalam dunia ini, itu karena pemeliharaan Allah saja. Tetapi Dia yang memberi dapat mengambil lagi apa pun dan kapan pun sesuai kehendak-Nya. Kita memiliki keberadaan kita, tubuh kita, hidup kita (yang lebih dari makanan, dan lebih dari pakaian), ketika kita datang ke dunia ini, meski kita datang tanpa sehelai pakaian pun dan tanpa membawa apa-apa bersama-sama dengan kita. Karena itu, layakkah kita tidak merasa cukup saat diri dan hidup kita terus dipelihara, sekalipun kita tidak memiliki apa yang kita inginkan? Kita datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun juga, akan tetapi Allah memelihara kita, merawat kita, dan kita sudah dikenyangkan di sepanjang hidup kita sampai sekarang. Oleh karena itu, saat kita menghadapi kesesakan, kita tidaklah lebih miskin daripada ketika kita datang ke dunia ini, dan kita selalu dipelihara. Oleh karena itu, marilah kita percaya kepada Allah di sepanjang sisa waktu perjalanan hidup kita. [2] Kita tidak akan membawa apa-apa waktu kita meninggalkan dunia ini. Kain kafan, peti mati, dan kuburan, hanya itu sajalah yang dapat dimiliki orang terkaya di dunia ini dari seluruh kekayaannya yang melimpah. Oleh karena itu, mengapa kita harus bersikap serakah? Mengapa kita tidak bisa mencukupkan diri dengan sedikit harta saja, sebab, seberapa banyak pun yang kita miliki, akan kita tinggalkan juga di belakang nanti? (Pkh. 5:14-15). (3) Berdasarkan penjelasan itu, Paulus menyimpulkan, asal ada makanan dan pakaian, cukuplah (ay. 8). Makanan dan pelindung, termasuk tempat tinggal dan pakaian. Perhatikanlah, jika Allah memberi kita tunjangan keperluan hidup kita, kita harus mencukupkan diri dengannya, meskipun kita tidak memiliki keindahan dan kemewahan. Jika sifat alami kita harus berpuas diri dengan sedikit hal, maka kasih karunia harus berpuas diri dengan lebih sedikit lagi hal. Meski kita tidak memiliki makanan yang mewah-mewah dan pakaian yang mahal-mahal, jika kita memiliki makanan dan pakaian yang menjadi bagian kita, maka kita harus mencukupkan diri dengannya. Inilah doa Agur: Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan; Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku (Ams. 30:8). Di sini kita melihat, [1] Bodohnya menggantungkan kebahagiaan kita pada hal-hal tadi, padahal kita tidak membawa apa pun ke dunia ini bersama-sama dengan diri kita, dan kita tidak akan membawa apa pun bila kita pergi nanti. Apa yang bisa dilakukan pecinta dunia ini saat kematian melucuti mereka dari kebahagiaan dan bagian mereka, dan mereka harus meninggalkan seluruh benda-benda yang sangat mereka gemari itu untuk selama-lamanya? Mereka bisa berkata bersama-sama dengan Mikha yang miskin, Allahku kamu ambil, apakah lagi yang masih tinggal padaku? (Hak. 18:24) [2] Kebutuhan hidup merupakan inti dari keinginan orang Kristen yang sejati, dan dengan hal-hal inilah dia berusaha mencukupkan diri. Keinginannya bukanlah keinginan yang tidak terpuaskan. Tidak, hanya sedikit, sedikit kenyamanan dalam hidup ini pun cukup buatnya, dan ini saja yang berharap dinikmatinya: Asal ada makanan dan pakaian. 2. Jahatnya keserakahan. Mereka yang ingin kaya (yang mencondongkan hati mereka pada kekayaan dunia ini, dan bertekad untuk memilikinya tak peduli dengan cara benar ataupun salah), terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat (ay. 9). Di sini tidak disebutkan orang-orang kaya, melainkan orang-orang yang ingin kaya. Artinya, yang menempatkan kebahagiaan mereka dalam kekayaan dunia, yang serakah secara berlebihan, yang begitu bernafsu dan menggunakan kekerasan untuk memilikinya. Orang-orang seperti itu tak ayal lagi terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat. Sebab, ketika si Iblis melihat ke mana nafsu membawa mereka, dia akan segera mengulurkan umpannya sesuai dengan nafsu mereka itu. Dia tahu betapa Akhan akan menyukai batangan emas, dan karena itulah ia meletakkan benda itu di hadapannya. Mereka jatuh ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan. Perhatikanlah, (1) Rasul Paulus percaya bahwa, [1] Sebagian orang ingin menjadi kaya. Artinya, mereka benar-benar bernafsu dan tidak bisa dipuaskan selain dengan kelimpahan besar. [2] Orang-orang seperti itu tidak akan aman atau bukan tanpa salah, sebab mereka menempatkan diri mereka dalam bahaya menghancurkan diri mereka sendiri selama-lamanya. Mereka terjatuh ke dalam pencobaan, jerat, dst. [3] Nafsu duniawi itu hampa dan mencelakakan, sebab keduanya menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. [4] Baiklah jika kita menimbang-nimbang jahatnya nafsu daging duniawi. Nafsu itu hampa, sehingga kita seharusnya merasa malu karenanya, dan mencelakakan sehingga kita seharusnya takut terhadapnya, terutama dengan memikirkan seberapa jauh hal itu dapat mencelakakan, sebab nafsu itu menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (2) Rasul Paulus menegaskan bahwa akar segala kejahatan ialah cinta uang (ay. 10). Dosa apakah yang tidak akan menyedot manusia oleh karena cinta uang? Ini terutama menjadi dasar kemurtadan banyak orang dari iman Kristus. Selagi mereka memburu uang, mereka telah menyimpang dari iman, meninggalkan Kekristenan, dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Perhatikanlah, [1] Apa yang menjadi akar dari segala kejahatan: cinta uang. Orang mungkin memiliki uang tetapi tanpa mencintainya, tetapi jika mereka mencintainya dengan berlebihan, maka itu akan mendorong mereka kepada segala kejahatan. [2] Orang-orang yang tamak akan meninggalkan iman mereka, jika itu menjadi cara untuk mendapatkan uang: Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman. Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku (2Tim. 4:10). Sebab dunia ini lebih berharga baginya daripada Kekristenan. Perhatikanlah, orang-orang yang menyimpang dari iman berarti menyiksa diri mereka sendiri dengan berbagai-bagai duka. Orang-orang yang meninggalkan Allah hanya menimbun kedukaan bagi diri mereka sendiri. Ep. Psalmen 146:1-10 146:1 Halleluya! Ale tondingku, puji ma Jahowa! 146:2 Pujionku ma Jahowa saleleng ahu mangolu, sai endehononku do Debatangku saleleng adong dope ahu. 146:3 Unang marhaposan hamu tu angka pangarajai, tu anak ni jolma, na so umpeop panumpahion di bagasan ibana. 146:4 Ia ruar sogot tondina i, mulak ma ibana tu tanona, di ari na sasada i pesan ma sude angka sangkapsangkapna i. 146:5 Martua ma manang ise, na mambahen Debata ni si Jakkob pangurupina, marpangkirimon ibana di Jahowa Debatana! 146:6 Sitompa langit dohot tano on dohot laut ro di isina sudena, Siingot hasintongan ro di salelenglelengna. 146:7 Sipatingkos uhum tu angka na nirupa, Silehon sipanganon tu angka na male. Jahowa mangkarhari angka na tarrante. 146:8 Jahowa patonggor mata ni angka na mapitung, Jahowa pahehe angka na tungki, Jahowa mangkaholongi angka partigor. 146:9 Jahowa mangaramoti halak na buro, Ibana margogoihon angka na sopot so marama so marina dohot angka na mabalu, jala dipalipe ianggo dalan ni angka parjahat. 146:10 Jahowa do raja ro di salelenglelengna, Debatami, ale Sion, marsundutsundut do Halleluya! Hanya Allah satu-satunya penolong 146:1 Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 146:3 Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. 146:4 Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. 146:5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: 146:6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, 146:7 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, 146:8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. 146:9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. 146:10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Renungan HKBP Senin, 26 September 2022 - 2 Korint 4:14 - 1 Tessalonik 1:2-10 - 2 Rajaraja 23:37 - 24:17 PREV: Renungan HKBP Minggu, 18 September 2022 - DIPATIMBUL DEBATA DO ANGKA NA DANGOL (Tuhan Menegakkan Orang Yang Hina) - Ev. Psalmen 113:1-9 - Ep. Lukas 16:1-13 - MINGGU XIV DUNG TRINITATIS All Renungan HKBP 2022
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Renungan HKBP Senin, 26 September 2022 - 2 Korint 4:14 - 1 Tessalonik 1:2-10 - 2 Rajaraja 23:37 - 24:17 PREV: Renungan HKBP Minggu, 18 September 2022 - DIPATIMBUL DEBATA DO ANGKA NA DANGOL (Tuhan Menegakkan Orang Yang Hina) - Ev. Psalmen 113:1-9 - Ep. Lukas 16:1-13 - MINGGU XIV DUNG TRINITATIS Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |