f Renungan HKBP Minggu, 28 Mei 2023 - JANGKON MA TONDI PORBADIA (TERIMALAH ROH KUDUS) - Ev. Johannes 20:10-23 - PENTAKOSTA I - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 1476 kali
Renungan HKBP 2023
Renungan HKBP Minggu, 28 Mei 2023 - JANGKON MA TONDI PORBADIA (TERIMALAH ROH KUDUS) - Ev. Johannes 20:10-23 - PENTAKOSTA I

Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,

Minggu, 28 Mei 2023
PENTAKOSTA I
JANGKON MA TONDI PORBADIA (TERIMALAH ROH KUDUS)
Ev. Johannes 20:10-23
Ep. 1 Samuel 10:6-13

Ev. Yohanes 20:10-23
20:10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.
Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena
20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." 20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. 20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya
20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Penjelasan:
* Yoh 20:10 - Pulang ... ke rumah
Pulang ... ke rumah. Ungkapan ini berarti bahwa mereka pulang ke tempat mereka sendiri dan ke tengah-tengah kelompok mereka. Dengan demikian Maria (bdg. 19:27) tentu segera mengetahui kabar tentang kubur yang kosong itu.

* Yoh 20:11 - Menjenguk ke dalam'
Maria Magdalena tetap tinggal. Dengan berharap akan menemukan sebuah petunjuk tentang keberadaan Yesus, sambil menghadapi kesusahan ganda, yakni kematian Yesus dam hilangnya mayat Yesus. Menjenguk ke dalam' (bdg. ay. 5).

* Yoh 20:12 - dua orang malaikat
Dia melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh kedua orang murid tadi dua orang malaikat. Hal itu juga dialami oleh perempuan yang lain (Luk. 24:22, 23).

* Yoh 20:13
Pada umumnya melihat malaikat akan membuat orang gentar. tetapi Maria terlalu bersedih sehingga tidak mampu merasakan hal yang lain. Dia berbalik dan pergi sebelum menerima pemberitahuan dari mereka bahwa Yesus telah bangkit (bdg. Mrk. 16:6).

* Yoh 20:14-15
Maria juga tidak tertarik pada sosok lain yang muncul di hadapannya ketika dia berbalik hendak ke taman. Maria hanya ingin melanjutkan pencarian mayat Yesus, dam ada kemungkinan bahwa orang itu adalah tukang kebun yang mungkin saja telah menyingkirkan mayat itu.

* Yoh 20:16 - Rabuni
Terperanjat karena namanya dipanggil oleh suara Yesus yang sangat dikenalnya, dia langsung berseru, Rabuni. Pada mulanya istilah ini berarti tuanku yang agung, tetapi kata ini kemudian dipakai tanpa arti kepunyaan. Tidak terlalu mengejutkan jika Maria mengenali suara Yesus ketika Yesus memanggil namanya, padahal ia tidak mengenal ketika Yesus pertama kali bertanya kepadanya. Sesuatu yang sudah kita kenal sekalipun dapat tampak asing bagi kita apabila kita menemuinya secara tidak terduga.

* Yoh 20:17 - Janganlah engkau memegang Aku // Aku belum pergi kepada Bapa // saudara-saudara-Ku // Bapa-Ku
Janganlah engkau memegang Aku. Kalimat Yunani ini seharusnya diterjemahkan dengan: Berhentilah terus bergantung kepada-Ku. Rupanya keinginan pertama Maria, dalam sukacitanya yang tak terkatakan, ialah merangkul tubuh yang kudus itu. Yesus tidak menegur perempuan lainnya ketika mereka menyentuh kaki-Nya (Mat. 28:9), sebab ini merupakan tindakan menyembah: Yesus juga tidak segan-segan mengundang Tomas untuk menyentuh diri-Nya (Yoh. 20:27). Tetapi Maria perlu diajari bahwa Tuhan tidak sama dengan Tuhan sebelumnya. Dia kini sudah dipermuliakan. Dia sekarang merupakan bagian dari alam surgawi, sekalipun Dia bersedia tinggal bersama rekan-rekan-Nya untuk sesaat. Aku belum pergi kepada Bapa. Implikasinya adalah bahwa Maria akan dapat menyentuh Yesus setelah Dia naik ke surga, maksudnya: Maria akan dapat menyentuh Yesus melalui iman dalam hidup bahagia oleh Roh. Keakraban dari hubungan yang baru itu dibuktikan melalui kenyataan bahwa Dia menyebut para pengikut-Nya dengan saudara-saudara-Ku (bdg. antisipasi akan hal ini dalam Mat. 12:49). Namun dalam keakraban tatanan yang baru itu sekalipun, Yesus tetap mempertahankan hubungan-Nya yang khusus dengan Allah Bapa. Bapa-Ku adalah bahasa ilahi: Allah-Ku adalah bahasa kemanusiaan.

* Yoh 20:18 - pergi
Karena merasa dirinya berguna, yaitu dengan menaati perintah Yesus untuk pergi kepada para murid, membuat Maria tidak lagi merasa terluka yang mungkin ia alami karena ditegur. Tugasnya merupakan bentuk mini dari tugas yang diberikan kepada seluruh Gereja - pergi dan memberitakan bahwa Yesus telah bangkit.

* Yoh 20:19 - Takut pada orang-orang Yahudi // Damai sejahtera bagi kamu // Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya // Murid-murid itu bersukacita (bdg. 16:22)
Setelah menerima berita dari Maria, sekarang para murid mendapat kesempatan pertama sebagai kelompok untuk melihat Yesus yang telah bangkit. Hari itu adalah malam hari kebangkitan. Takut pada orang-orang Yahudi. Hal ini wajar mengingat larinya mereka dari taman, pertanyaan Hanas tentang mereka (18:19), dan pandangan yang diciptakan oleh ajaran Yesus yang mengatakan bahwa apabila Dia menderita maka mereka juga akan menderita (Mat. 16:24; Yoh. 15:20). Implikasinya jelas bahwa Yesus masuk lewat pintu yang tertutup. Dia memiliki kemampuan untuk membuat diri-Nya menjadi roh. Damai sejahtera bagi kamu (bdg. 14:27; 16:33). 20. Ucapan damai sejahtera menghilangkan ketakutan. Sekarang tepat keadaannya untuk menunjukkan identitas diri-Nya. Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya. Menurut Lukas, pembuktian yang lebih jelas diperlukan untuk meyakinkan mereka (Luk. 4:24; 37:43). Murid-murid itu bersukacita (bdg. 16:22).

* Yoh 20:21 - Damai sejahtera
Damai sejahtera yang pertama (ay. 19) adalah untuk menenangkan hati mereka; yang kedua adalah untuk mempersiapkan mereka guna menghadapi pernyataan baru tentang penugasan mereka (bdg. 17:18). Tidak ada yang diubah dalam rencana sang Guru bagi mereka.

* Yoh 20:22 - Dia menghembusi mereka
Dia menghembusi mereka. Peristiwa ini mengingatkan kita akan penciptaan manusia (Kej. 2:7), seakan-akan untuk mengumumkan penciptaan baru, yang merupakan hasil dari penerimaan Roh Kudus dan bukan penghembusan nafas oleh Allah (bdg. 7:39). Hal ini tidak harus meniadakan setiap hubungan dengan Roh pada saat-saat pemuridan yang lebih awal dan juga tidak harus meniadakan kedatangan Roh atas mereka pada hari Pentakosta. Di sini Roh merupakan perlengkapan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas yang ada di depan, yang diuraikan berikut ini.

* Yoh 20:23
Kristus memberikan kuasa kepada para rasul dan mungkin kepada orang lain (bdg. Luk. 24:33 dst.) untuk mengampuni dan untuk menahan dosa orang. "Para rasul harus memiliki pengertian yang pasti tentang hati manusia (seperti yang dalam kasus-kasus tertentu diberikan kepada seorang rasul, Kis. 5:3). atau pengampunan dosa yang mereka beritakan harus disampaikan dengan syarat. Tidak seorang pun dapat melakukan alternatif yang pertama. Jadi, apa yang diserahkan Tuhan kita kepada para murid-Nya, kepada Gereja-Nya, adalah hak yang benar untuk menyatakan. di dalam nama-Nya, bahwa ada pengampunan bagi dosa manusia, dan apa syarat-syaratnya agar dosa-dosa tersebut diampuni" (Milligan & Moulton, Commentary on John). Tercakup di dalam ini ialah kematian Kristus (luka-luka-Nya ditunjukkan), kebangkitan-Nya (dinyatakan dengan kehadiran-Nya sendiri), dan hasilnya berupa penugasan untuk pergi dan bersaksi tentang Dia, pemberian perlengkapan untuk melaksanakan tugas tersebut, serta amanat itu sendiri yang berpusat pada pengampunan dosa.


Ep. 1 Samuel 10:6-13
10:6 Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. 10:7 Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau. 10:8 Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah, aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan." 10:9 Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada hari itu juga. 10:10 Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka. 10:11 Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: "Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?" 10:12 Lalu seorang dari tempat itu menjawab: "Siapakah bapa mereka?" -- Itulah sebabnya menjadi peribahasa: Apa Saul juga termasuk golongan nabi? 10:13 Setelah habis ia kepenuhan seperti nabi, pulanglah ia.

Penjelasan:
*     Tanda yang paling luar biasa dari semuanya adalah bergabungnya Saul dengan serombongan nabi yang akan dijumpainya, di bawah pengaruh roh nubuat, yang pada saat itu akan berkuasa atas Saul. Perkara yang Allah kerjakan di dalam kita oleh Roh-Nya jauh lebih menguatkan iman dibandingkan segala sesuatu yang dikerjakan bagi kita oleh penyelenggaraan-Nya. Samuel di sini (ay. 5-6) memberi tahu Saul,
        (1) Tempat terjadinya hal ini: di bukit Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin, yang diperkirakan dekat dengan Gibea, kota Saul sendiri, sebab di sanalah tempat pasukan pendudukan orang Filistin (13:3). Mungkin inilah salah satu butir kesepakatan Samuel dengan orang Filistin bahwa mereka akan menempatkan pasukan pendudukannya di sana. Lebih tepatnya, setelah orang Filistin ditaklukkan di awal masa pemerintahan Samuel, mereka berhasil merebut kembali wilayah ini, sampai dapat menempatkan pasukan pendudukan di tempat itu, dan dari tempat itu Allah membangkitkan seorang yang akan menghajar mereka. Di sana, ada tempat yang disebut sebagai bukit Allah, sebab salah satu sekolah nabi Allah di bangun di atasnya. Dan penghormatan yang begitu tinggi diberikan bahkan oleh orang Filistin kepada agama sehingga pasukan pendudukannya membiarkan sekolah nabi Allah itu hidup berdampingan dalam damai dengan mereka. Pasukan itu bukan hanya tidak mengusir para nabi itu, tetapi bahkan tidak membatasi atau mengganggu peribadatan mereka di muka umum.
        (2) Peristiwa terjadinya hal ini. Saul akan menjumpai serombongan nabi dengan musik di depan mereka, kepenuhan seperti nabi, dan bersama-sama dengan mereka, Saul akan menggabungkan diri. Kelihatannya nabi-nabi ini tidak diberi ilham ilahi untuk meramalkan perkara-perkara yang akan datang, dan Allah juga tidak menyingkapkan diri-Nya kepada mereka melalui mimpi dan penglihatan, tetapi mereka bertekun diri dalam mempelajari hukum, dalam mengarahkan sesamanya, dan dalam perbuatan-perbuatan kesalehan, terutama dalam memuji Allah, yang dalam semuanya itu, mereka sangat dibantu dan dilapangkan oleh Roh Allah. Sungguh suatu kebahagiaan bagi Israel bahwa mereka bukan hanya memiliki nabi, tetapi bahkan rombongan nabi, yang memberi mereka petunjuk yang benar dan teladan yang baik, dan sangat menolong mereka untuk tetap setia memelihara agama di tengah-tengah mereka. Nah, firman Tuhan tidaklah jarang, seperti pada waktu Samuel pertama kali dibangkitkan. Samuel berperan sangat penting dalam pendirian perguruan-perguruan ini, atau rumah-rumah ibadat, yang kemungkinan menjadi asal mula sinagoga-sinagoga. Sangat disayangkan bahwa Israel merasa jemu dengan pemerintahan orang seperti ini. Meskipun Samuel tidak, sebagai pahlawan perang, mengusir orang Filistin, namun, (yang lebih menguntungkan bagi Israel), sebagai abdi Allah, ia mendirikan sekolah-sekolah nabi! Musik pada waktu itu digunakan sebagai sarana yang baik untuk mencondongkan hati agar dapat menerima kesan dari Roh yang benar, seperti yang dilakukan Elisa (2Raj. 3:15). Akan tetapi, tidak ada alasan bagi kita untuk mencari kegunaan yang sama di sini, kecuali jika kita melihat bahwa hal itu penting seperti dalam kasus Saul, untuk mengusir roh jahat. Para nabi ini baru kembali dari bukit pengorbanan, kemungkinan untuk mempersembahkan korban, dan kini mereka pulang sambil bermazmur. Sehabis pulang dari melakukan ketetapan-ketetapan Allah, hati kita hendaknya penuh dengan sukacita dan puji-pujian yang kudus (lih. Mzm. 138:5). Saul akan mendapati dirinya sangat tergerak untuk bergabung bersama-sama dengan rombongan nabi itu, dan akan diubahkan menjadi manusia lain yang berbeda dengan manusia lamanya ketika ia masih hidup dalam kemampuannya sendiri. Roh Allah, melalui ketetapan-ketetapan-Nya, membuat manusia menjadi berbeda, dan dengan luar biasa mengubahnya. Saul, dengan memuji Allah dalam kumpulan orang Kudus, menjadi manusia lain, tetapi entah ia menjadi manusia yang baru atau tidak masih dipertanyakan.

* Samuel mengarahkan Saul agar ia melaksanakan pemerintahannya dengan mengikuti tuntunan yang akan diberikan Penyelenggaraan Allah, serta nasihat yang akan diberikan Samuel.

    1. Saul harus mengikuti Penyelenggaraan Allah dalam perkara-perkara yang biasa (ay. 7): “Lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu. Bertindaklah menurut tuntunan kebijaksanaanmu.” Akan tetapi,
    2. Dalam kesesakan luar biasa yang setelah ini akan dialaminya di Gilgal, dan akan menjadi titik penentuan terpenting di atas semuanya, saat ia akan memerlukan bantuan ilahi yang khusus, ia harus menantikan Samuel datang kepadanya, dan harus tujuh hari lamanya menunggu Samuel (ay. 8). Kegagalannya dalam perkara ini mengakibatkan kejatuhannya yang akan kita lihat sesudah ini (13:11). Nah, semua ini menjadi isyarat yang jelas bagi Saul bahwa ia harus menunjukkan tingkah laku yang baik, dan, meskipun seorang raja, harus bertindak sesuai petunjuk Samuel, dan melakukan seturut yang Samuel perintahkan kepadanya. Orang-orang yang paling hebat harus dapat menundukkan dirinya kepada Allah dan firman-Nya.

* Saul di Antara Para Nabi (10:9-16)

    Pada saat ini, Saul sudah meninggalkan Samuel, sambil terkagum-kagum, kita perkirakan, dengan apa yang terjadi pada dirinya, sampai-sampai hampir mempertanyakan apakah dia benar-benar terjaga? Apakah ini hanya mimpi? Nah, di sini diceritakan kepada kita,
        I. Hal-hal yang terjadi di jalan (ay. 9). Tanda-tanda yang diberikan Samuel kepadanya segera tergenapi pada waktunya. Namun, hal yang paling meyakinkan Saul di atas segalahnya, ia segera mendapati bahwa Allah mengubah hatinya menjadi lain. Api yang baru berkobar di dadanya, kobaran api yang belum pernah dialaminya: soal mencari keledai tidak lagi menjadi perhatiannya, sebaliknya, ia tidak bisa berhenti berpikir soal memerangi orang Filistin, memulihkan kepedihan Israel, membuat hukum, melakukan keadilan, dan menciptakan keamanan bagi masyarakat. Perkara-perkara inilah yang sekarang memenuhi kepalanya. Ia mendapati dirinya dibangkitkan pada keberanian yang sedemikan besar dan keperkasaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan dia miliki. Ia tidak lagi memiliki hati seorang petani, yang rendah, sederhana, sempit, dan hanya memusingkan soal gandum dan ternaknya. Sekarang ia memiliki hati seorang pemimpin bangsa, panglima, raja. Orang yang dipanggil Allah untuk suatu pelayanan akan dilayakkan-Nya untuk itu. Jika Allah mengangkat ke posisi yang lain, Dia akan memberi hati yang lain, kepada mereka yang tulus ingin melayani Dia dengan segenap kekuatannya.

        II. Hal yang terjadi ketika Saul hampir tiba di kota asalnya. Mereka sampai di Gibea (ay. 10; KJV: bukit), yang artinya sebuah bukit, sehingga dalam bahasa Aram, nama ini dipakai sebagai nama sebuah bukit. Saul bertemu dengan para nabi seperti yang dikatakan Samuel, dan Roh Allah berkuasa atas dia, dengan kuat dan sekonyong-konyong (demikianlah yang tersirat dari perkataan ini), tetapi tidak sampai tinggal dan berdiam di atasnya. Roh itu berkuasa atasnya untuk kemudian segera pergi meninggalkannya. Namun, untuk saat itu, Roh itu memberi dampak yang tidak biasa atas Saul. Sebab, Saul langsung bergabung dengan para nabi itu dalam penyembahan mereka, dan hal itu dilakukannya dengan ukuran ketertiban dan aliran kasih yang sama dengan setiap nabi itu: Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka.

Nah,
            1. Peristiwa Saul kepenuhan ini dilihat oleh umum (ay. 11-12). Ia sekarang berada di tengah-tengah para kenalannya, yang, saat melihat Saul berada di tengah-tengah para nabi, memanggil satu sama lain untuk menyaksikan suatu pemandangan yang aneh. Hal ini terjadi untuk mempersiapkan mereka menerima Saul sebagai raja, karena meskipun Saul salah seorang dari mereka, mereka melihat betapa Allah mengangkat dia pada kemuliaan seorang nabi. Tujuh puluh tua-tua juga kepenuhan dan bernubuat seperti nabi sebelum mereka diangkat menjadi hakim (Bil. 11:25). Nah,
                (1) Mereka semua terheran-heran melihat Saul ada di tengah-tengah para nabi itu: Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Meskipun sekolah nabi itu berdekatan dengan tempat tinggal ayahnya, namun Saul tidak pernah berhubungan dengan para nabi itu, ataupun menunjukkan penghormatan, mungkin malah kadang-kadang mengucapkan kata-kata yang menghina mereka. Nah, melihat Saul sekarang bernubuat di tengah-tengah para nabi itu menjadi hal yang mengherankan bagi kenalan-kenalannya, seperti yang terjadi lama sesudahnya pada orang yang bernama Saulus, di Perjanjian Baru, yang memberitakan Injil yang pernah dianiayanya (Kis. 9:21). Kepada siapa Allah memberi hati yang lain akan segera tampak dengan sendirinya.
                (2) Salah seorang kenalannya, yang lebih bijaksana dari yang lainnya, bertanya, “Siapakah bapa mereka atau pengajar mereka? Bukankah Allah? Bukankah mereka semua diajar tentang Dia? Bukankah mereka semua mendapat karunia mereka dari Dia? Apakah Dia terbatas? Tidak sanggupkah Dia membuat Saul menjadi nabi, sama seperti setiap mereka, apabila Dia menghendakinya?” Atau, “Bukankah Samuel bapa mereka?” Dalam pandangan Allah, demikianlah adanya. Dan Saul belakangan ini tinggal bersama-sama dengan Samuel, yang mungkin diketahuinya dari bujang Saul. Tidaklah mengherankan bagi orang yang kemarin bermalam di rumah Samuel untuk bernubuat.
                (3) Hal ini menjadi peribahasa, yang lazim digunakan di Israel, saat mereka ingin mengungkapkan keheranan mereka melihat orang jahat menjadi baik, atau setidaknya terlihat bersama kumpulan orang baik, Apa Saul juga termasuk golongan nabi? Perhatikanlah, Saul berada di antara para nabi menjadi hal yang mengherankan sampai menjadi peribahasa. Janganlah putus asa dengan orang-orang yang paling buruk sekalipun, tetapi janganlah pula penampilan ibadah yang tampak dari luar, serta perubahan yang saat ini terlihat dengan tiba-tiba, terlalu diharapkan. Sebab Saul yang berada di antara para nabi tetaplah Saul.
            2. Saul tetap merahasiakan pengurapannya. Setelah Saul selesai bernubuat,
               Tampaknya ia mengutarakan seluruh perkataannya di hadapan Tuhan, dan mempertaruhkan urusannya ke dalam perkenanan-Nya, sebab Saul langsung pergi ke bukit pengorbanan (ay. 13, KJV), untuk mengucap syukur kepada Allah atas belas kasihan-Nya kepadanya, dan memohon agar belas kasihan itu terus berlanjut baginya.













NEXT:
Renungan HKBP Senin, 29 Mei 2023 PESTA PADUAHON PARNINGOTANARI HASASAOR NI TONDI PORBADIA - Bilangan 11:24-30


PREV:
Renungan HKBP Jumat, 26 Mei 2023 - MENCERMINKAN KEMULIAAN TUHAN - 2 Korintus 3:18

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Senin, 29 Mei 2023 PESTA PADUAHON PARNINGOTANARI HASASAOR NI TONDI PORBADIA - Bilangan 11:24-30


PREV:
Renungan HKBP Jumat, 26 Mei 2023 - MENCERMINKAN KEMULIAAN TUHAN - 2 Korintus 3:18

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de