f Jamita HKBP Minggu, 29 September 2024 - Pertolongan Kita Adalah Dalam Nama Tuhan - Mazmur 124:1-8 Mazmur 124:1-8 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
View : 716 kali
Mazmur 124:1-8
Terpujilah Penolong Israel
124:1 Nyanyian ziarah Daud. Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, -- biarlah Israel berkata demikian -- 124:2 jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, 124:3 maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita; 124:4 maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita, 124:5 maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu. 124:6 Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! 124:7 Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput! 124:8 Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Baca Juga;


Penjelasan:
* Perlindungan bagi Umat Allah (124:1-5)
Umat Allah, yang di sini diajak untuk memuji Allah karena telah dibebaskan, harus memperhatikan,

I. Kejahatan manusia, yang sudah nyaris membinasakan mereka. Biarlah bangsa Israel berkata bahwa hanya tinggal selangkah saja jarak yang memisahkan mereka dengan maut. Sebab semakin parah penyakitnya, semakin dahsyat pula keterampilan Sang Tabib untuk menyembuhkannya.

Perhatikanlah:
        1. Dari mana datangnya ancaman bahaya itu: Manusia bangkit melawan kita. Mereka adalah sesama jenis kita, tetapi ingin membinasakan kita. Homo homini lupus - manusia adalah serigala bagi sesamanya. Tidaklah mengherankan apabila si naga merah, singa yang mengaum-aum itu, hendak mencoba menelan kita. Namun apabila manusia haus akan darah sesamanya, Absalom haus akan darah ayahnya, dan seorang perempuan mabuk oleh darah orang-orang kudus, itulah yang menurut Yohanes membuat kita sangat heran. Dari manusia kita mengharapkan perikemanusiaan, tetapi ada orang-orang yang belas kasihannya kejam. Namun demikian ada apa dengan orang-orang ini? Amarah mereka menyala-nyala terhadap kita (ay. 3). Mereka marah karena suatu hal, dan tidak ada yang bisa memuaskan mereka selain kehancuran orang-orang yang mereka benci. Panas hati kejam dan murka melanda. Amarah mereka menyala-nyala seperti api yang siap melalap kita. Mereka adalah orang-orang yang congkak. Dan karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas. Mereka berani dalam melakukan usaha mereka. Mereka bangkit melawan kita, bangkit untuk memberontak, dengan tujuan menelan kita hidup-hidup.
        2. Sejauh mana bahaya tersebut berlangsung, dan seberapa mematikan akibatnya jika bahaya itu berlangsung lebih lama lagi sedikit: “Kita pasti telah dilahap seperti seekor anak domba dilahap oleh singa. Tidak hanya dibantai, tetapi juga ditelan, sehingga tidak akan ada bagian tubuh kita yang tersisa. Kita ditelan dengan begitu cepat, sebelum kita menyadarinya, sehingga kita meluncur ke dalam kerongkongannya hidup-hidup. Kita pasti telah dicaplok bagaikan dataran rendah yang diliputi air bah, atau pantai yang diliputi air laut yang sedang pasang.” Perbandingan ini digunakannya, disertai peninggian suara yang menunjukkan bahwa ini adalah nyanyian ziarah, sebagaimana mazmur yang lain. Air telah menghanyutkan kita. Apa yang dihanyutkan dari kita? Sungai telah mengalir melingkupi diri kita, hidup kita, kenyamanan kita, dan segala sesuatu yang kita kasihi. Air apa itu? Air yang meluap-luap. Terkadang Allah membiarkan musuh-musuh umat-Nya berbuat sedemikian jahat terhadap umat-Nya itu, sehingga kuasa-Nya sendiri tampak lebih dahsyat ketika Dia membebaskan mereka.

II. Kebaikan Allah, yang telah menyelamatkan mereka dari kehancuran yang mengancam mereka: “TUHAN memihak kepada kita, dan jikalau bukan demikian, kita pasti telah binasa.”
        1. “Allah memihak kepada kita. Dia mengambil alih tanggung jawab kita, mendukung perkara kita, dan tampil bagi kita. Dia adalah penolong kita, seorang penolong yang sangat terbukti. Penolong yang memihak kepada kita, yang begitu dekat dengan kita. Dia menyertai kita. Bukan hanya bertindak bagi kita, melainkan juga tinggal di antara kita, dan menjadi panglima besar dari pasukan kita.”
        2. Bahwa Allah adalah TUHAN (Yehovah). Di situlah terletak penekanannya. “Jika bukan TUHAN sendiri, yaitu Allah yang sempurna dan tidak terbatas kuasa-Nya, yang telah membebaskan kita, maka tentu musuh kita sudah mengalahkan kita.” Karena itu, berbahagialah orang yang menjadikan TUHAN sebagai Allah mereka, yaitu Allah yang mencukupi segala keperluan mereka. Biarlah bangsa Israel mengatakan hal ini, bagi kemuliaan-Nya, dan bertekad untuk tidak akan pernah meninggalkan Dia.


* Perlindungan bagi Umat Allah (124:6-8)
Dalam ayat-ayat ini, lebih jauh lagi pemazmur mengagungkan pembebasan luar biasa yang baru saja dilakukan Allah bagi mereka.

I. Supaya hati mereka semakin lapang untuk menyatakan syukur kepada-Nya (ay. 6): Terpujilah Tuhan. Allahlah yang merancangkan semua kebebasan yang kita peroleh. Karena itu, Dia harus dipermuliakan atas pembebasan tersebut. Apabila kita tidak mengembalikan ucapan syukur kepada-Nya, berarti kita merampok apa yang menjadi hak-Nya. Terlebih lagi kita wajib memuji Dia karena kita telah dibebaskan dalam keadaan hampir-hampir tidak terselamatkan. Kita dibebaskan,

1. Seperti seekor domba lolos dari rahang pemangsa yang buas. Allah tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka, dan ini menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kuasa terhadap umat Allah selain dari apa yang telah diberikan kepada mereka dari sorga. Umat Allah tidak bisa menjadi mangsa bagi gigi mereka, kecuali Allah menyerahkan mereka. Dan karenanya mereka diselamatkan, karena Allah tidak akan membiarkan mereka dibinasakan.

2. Seperti burung, yaitu burung kecil (kata yang digunakan di sini menunjukkan burung pipit), yang terluput dari jerat penangkap burung. Musuh begitu licik dan penuh kebencian. Mereka membentangkan perangkap bagi umat Allah, supaya umat Allah terjatuh ke dalam dosa dan malapetaka, lalu menahan mereka di situ. Terkadang, sepertinya mereka sangat berhasil dalam mencapai tujuan mereka. Umat Allah terjebak di dalam perangkap, dan sama seperti burung yang bodoh, mereka tidak mampu membebaskan diri sendiri. Pada saat itulah Allah tampil untuk membebaskan mereka, ketika semua sekutu mereka yang lain gagal. Allah memutuskan jerat itu dan mempermalukan musuh mereka. Jerat itu telah putus, dan kita pun terluput. Ishak diselamatkan ketika dia sudah terbaring, siap untuk dikorbankan. TUHAN menyediakan - Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.

II. Supaya hati mereka, dan juga orang lain, semakin tergugah untuk mempercayai Allah di dalam bahaya yang serupa (ay. 8): Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN. Daud telah menyuruh kita ( 121:2) untuk bergantung kepada Allah jika membutuhkan bantuan di dalam masalah yang kita hadapi - Pertolonganku adalah dalam nama TUHAN. Dan karena di sini dia berbicara mengenai kepentingan umum, maka dikatakan, Demikian juga pertolongankita. Bagi semua orang yang menaruh kepentingan bangsa Israel, yang menjadi umat kepunyaan Allah, di dalam hati mereka, merupakan suatu penghiburan bahwa Allah Israel itu sama dengan Dia yang menciptakan dunia. Dengan demikian, Dia akan memiliki jemaat di muka bumi, dan bisa melindungi jemaat itu di tengah marabahaya dan tekanan yang paling luar biasa. Karena itu, biarlah para sekutu umat Allah menaruh pengharapan mereka di dalam Dia, supaya mereka tidak mendapat malu.















NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 6 Oktober 2024 - YANG MUDA YANG MEMBERI TELADAN - 2 Timotius 4:1-5


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 22 September 2024 - KEBESARAN ALLAH DALAM SELURUH CIPTAANYA - Mazmur 104, 1-3 + 13-24


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de