f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2024 Jamita HKBP Minggu, 8 Desember 2024 - Pauli Hamu Dalan Di Jahowa (Persiapkan Jalan Untuk Tuhan) - Yesaya 40:1-5 - Minggu Advent ke. II Nubuat-nubuat Injil Yesaya 40:1-5 Bahasa Batak: 40:1 Apuli, apuli hamu bangsongki, ninna Debatamuna. 40:2 Hata apulapul ma dok hamu tu roha ni isi ni Jerusalem, jala jouhon hamu ma tu nasida: Nunga marujung parungkilonna, ai nunga salese dosana i, ai nunga dijalo sian tangan ni Jahowa silompit dua singkat ni saluhut dosana. 40:3 Soara ni na joujou di halongonan: Pauli hamu dalan di Jahowa; patigor hamu di adaran dalan balobung di Debatanta. 40:4 Ingkon gohan do nasa rura, jala parejeton nasa dolok dohot buntulbuntul, jala gabe na hornop do na marnangkok tuat, jala gabe rura tanggurung ni dolok. 40:5 Jadi patar ma hamuliaon ni Jahowa, jala sange nasa sibuk marnidasa, ai pamangan ni Jahowa do mandok. Bahasa Indonesia: Berita kelepasan 40:1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, 40:2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. 40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! 40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; 40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." Baca Juga: Penjelasan: * Nubuat-nubuat Injil (40:1-2) Kita dapati di sini tugas dan perintah-perintah diberikan, bukan saja kepada sang nabi ini, tetapi juga, bersama dia, kepada semua nabi-nabi Tuhan, dan bahkan kepada semua hamba-hamba Kristus, untuk menyerukan penghiburan kepada umat Allah. 1. Ini bukan hanya menugaskan, tetapi juga memerintahkan, nabi ini untuk membesarkan hati orang-orang benar yang hidup di masanya, yang tidak bisa berbuat apa-apa selain memandang dengan hati hancur bagaimana Yehuda dan Yerusalem sedang melaju menemui kehancuran akibat segala ketidaksalehan yang mereka lakukan dengan berani, dan Allah sendiri bertindak mempercepat kehancuran mereka. Akan tetapi, biarlah orang-orang benar ini yakin, bahwa kendati dengan semuanya ini, Allah masih menyimpan belas kasih-Nya bagi mereka. 2. Ayat-ayat di atas secara khusus adalah sebuah petunjuk bagi nabi-nabi yang harus hidup di masa penawanan itu, ketika Yerusalem dalam kehancuran. Mereka harus membesarkan hati para tawanan untuk mengharapkan kelegaan yang akan datang pada waktunya. 3. Para hamba Injil, yang dipakai oleh Roh Kudus yang terberkati sebagai para penghibur dan yang mengerjakan sukacita bagi orang-orang Kristen, diingatkan di sini mengenai tugas pekerjaan mereka. Di sini kita temukan, I. Kata-kata yang menghibur hati disampaikan kepada seluruh umat Allah di mana saja (ay. 1). Nabi-nabi mendapat petunjuk dari Allah (sebab Dia adalah Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi [Why. 22:6]) supaya mereka menghibur umat Allah. Dan perintah itu diberikan dua kali, Hiburkanlah, hiburkanlah, dan ini bukan karena para nabi itu tidak bersedia melakukan tugas itu (tidak, itulah bagian yang paling menyenangkan dari pekerjaan mereka), melainkan karena terkadang jiwa-jiwa umat Allah menolak untuk dihibur, sehingga para penghibur mereka harus mengulangi dan mengulangi lagi, supaya bisa tertancap kuat pada diri umat. Amatilah di sini, 1. Ada sekumpulan orang di dunia ini yang merupakan umat kepunyaan Allah. 2. Adalah kehendak Allah bahwa umat-Nya menjadi umat yang terhibur, bahkan di masa-masa yang paling sukar. 3. Adalah pekerjaan dan tugas para hamba Allah untuk melakukan sebisa mereka untuk menghibur umat Allah. 4. Kata-kata yang menyatakan kesalahan, seperti yang kita dapati dalam bagian pertama dari kitab ini, harus diikuti juga dengan kata-kata penghiburan, seperti yang kita temukan di sini. Sebab, Dia yang telah menerkam, Dia pula yang akan menyembuhkan kita. II. Kata-kata penghiburan yang ditujukan secara khusus bagi Yerusalem: “Tenangkanlah hati Yerusalem (ay. 2). Perkatakanlah apa yang bisa menghidupkan hatinya, dan menjadi obat yang menyenangkan hatinya. Katakan itu juga kepada semua orang yang memilikinya dan menginginkan yang baik baginya. Jangan hanya berbisik, tetapi serukanlah kepadanya, serukan kuat-kuat, untuk menunjukkan kepada semua orang kudus penghiburan yang menjadi milik mereka serta memperlihatkan kepada para pendosa segala pelanggaran mereka. Buatlah Yerusalem mendengarnya: 1. Bahwa hari-hari kesesakannya dihitung dan sudah selesai: “Perhambaannya sudah berakhir, waktu pergumulannya sudah selesai. Penindasan dari pasukan musuh sekarang sudah berakhir, dan Yerusalem akan kembali boleh diam dengan lega.” Hidup manusia itu adalah suatu pergumulan (Ayb. 7:1); kehidupan Kristen apa lagi. Namun, pertempuran itu tidak akan berlangsung selamanya. Pergumulan akan berakhir, dan lalu para prajurit yang baik tidak hanya akan beristirahat, tetapi juga boleh merasa pasti bahwa mereka akan mendapat upahnya. 2. “Bahwa penyebab kesesakan Yerusalem disingkirkan, dan ketika penyebab itu disingkirkan, maka akibat yang ditimbulkannya juga akan berhenti. Katakan kepadanya bahwa kesalahannya telah diampuni, Allah diperdamaikan dengannya, dan ia tidak akan diperlakukan lagi di hadapan-Nya sebagai orang yang bersalah.” Tidak ada perkataan lain lagi yang menghibur hati selain ini, Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni (KJV: Bergembiralah). Segala kesesakan lenyaplah dalam kasih saat itu ketika dosa diampuni. 3. “Bahwa akhir dari kesukarannya terjawab sudah: Ia telah menerima kesembuhan dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya, yang cukup, malah lebih dari cukup, untuk memisahkan dia dari semua berhala-berhalanya.” Penyembahan terhadap semua berhala itulah yang sebelumnya merupakan dosa besarnya, yang menimbulkan permusuhan Allah terhadap berhala-berhala itu, dan demi mendapatkan Yerusalem kembali Ia merancangkan penawanan mereka di Babel. Demikianlah kesembuhan berlipat ganda itu mendatangkan pengaruh ke atas umat-Nya itu, membuat mereka sangat membenci penyembahan berhala sampai ke akar-akarnya, dan membuat mereka berlipat ganda kuat dalam mengikis pelanggaran itu. Atau, bisa juga kesembuhan itu diartikan sebagai ungkapan akan belas kasihan ilahi: TUHAN tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka (Hak. 10:16), dan seperti seorang Bapa yang lemah lembut, setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya (Yer. 31:20), sehingga Ia tidak akan segan untuk mengatakan bahwa Ia terlalu menghukum mereka. Sebaliknya, mereka, dengan hati yang penuh pertobatan, mengakui bahwa Allah menghukum mereka lebih ringan daripada yang pantas mereka terima karena segala pelanggaran mereka. Orang-orang yang sungguh-sungguh bertobat, dalam Kristus dan penderitaan-Nya, telah menerima pengampunan dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. Sebab, tebusan yang telah dibuat Kristus melalui kematian-Nya itu harganya tak ternilai sehingga tebusan itu berlipat ganda menebus apa yang sepantasnya didapat oleh karena dosa. Sebab Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri. * Nubuat-nubuat Injil (40:3-5) Saat perkenanan untuk Sion, ya, waktu yang ditetapkan, telah tiba, jadi umat Allah harus dipersiapkan, dengan pertobatan dan iman, untuk menerima segala perkenanan yang dicanangkan bagi mereka. Dan untuk memanggil mereka ke dalam pertobatan dan iman, maka kita dapati di sini ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun, yang bisa diartikan sebagai para nabi itu, yang ada bersama dengan para tawanan di dalam keadaan mereka yang seperti di padang gurun, dan yang, ketika melihat bahwa hari pembebasan bangsa itu sudah mendekati fajar, langsung memanggil-manggil mereka dengan sepenuh hati untuk menyiapkan mereka menyambut pembebasan itu, serta menjaminkan bagi mereka bahwa segala kesulitan yang menghadang di jalan pembebasan mereka akan disingkirkan. Tanda yang baik bahwa belas kasih sedang bersiap-siap mendatangi kita adalah jika kita menemukan kasih karunia Allah sedang mempersiapkan kita bagi belas kasih itu (Mzm. 10:17). Namun demikian, suara ini harus diartikan sebagai ditujukan kepada Yohanes Pembaptis. Sebab, meskipun Allah yang berbicara, namun dialah yang menjadi suara orang yang berseru-seru di padang gurun, dan tugasnya adalah mempersiapkan jalan untuk Tuhan, untuk mencondongkan hati dan pikiran manusia untuk menerima dan menyambut Injil Kristus. Jalan untuk Tuhan disiapkan, I. Dengan pertobatan atas dosa. Itulah yang diberitakan oleh Yohanes Pembaptis di seluruh Yudea dan Yerusalem (Mat. 3:2, 5), dan dengan begitu menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya (Luk. 1:17). 1. Tanda peringatan diberikan. Hendaklah semua orang memperhatikannya supaya mereka tidak binasa. Allah sedang mendatangi kita dengan cara yang penuh belas kasihan, dan kita harus bersiap-siap menyambut-Nya (ay. 3-5). Kalau ayat-ayat ini diterapkan pada penawanan mereka, maka itu bisa diartikan sebagai sebuah janji, bahwa kesulitan apa pun yang menghadang jalan mereka, semuanya akan disingkirkan ketika mereka kembali. Suara orang di padang gurun ini (dengan kuasa ilahi mengikutinya) menyiapkan perintis-perintis jalan untuk bekerja meratakan jalan-jalan. Namun, ayat-ayat ini bisa diartikan sebagai sebuah panggilan untuk melakukan kewajiban, dan ini sama dengan kewajiban yang untuknya kita dipanggil, yaitu membuat persiapan bagi Kristus untuk masuk ke dalam jiwa kita. (1) Roh kita harus ada dalam keadaan siap sedemikian rupa sampai kita condong untuk menerima Kristus dan Injil-Nya: Persiapkanlah jalanmu untuk TUHAN. Siapkan dirimu bagi-Nya, dan hancurkan semua yang menghalangi jalan masuk-Nya. Buatlah ruang bagi Kristus: Luruskanlah jalan raya bagi-Nya. Jika Dia telah menyiapkan tujuan bagi kita, maka sepatutnyalah kita menyiapkan jalan bagi-Nya. Bersiap-siaplah bagi Sang Penyelamat. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang (Mzm. 24:7, 9). Bersiap-siaplah untuk keselamatan, keselamatan besar, dan kebebasan-kebebasan kecil lainnya. Mari layakkan diri kita bagi semua keselamatan dan kebebasan itu, dan Allah pun akan mengerjakannya bagi kita. Janganlah kita mengikuti terang kita sendiri, atau menaruh rintangan di pintu kita sendiri, tetapi temukanlah, atau buatkanlah jalan raya bagi-Nya, sekalipun itu di padang gurun yang gersang. Untuk inilah Ia menanti-nanti untuk menunjukkan kemurahan hati-Nya. (2) Kita harus menyediakan hati kita untuk diratakan oleh kasih karunia ilahi. Orang-orang yang terhalang dari penghiburan Kristus oleh karena segala kesusahan hati dan rasa tawar hati, mereka itulah lembah-lembah yang harus ditimbun dan ditutupi supaya rata. Mereka yang terhalang dari penghiburan Kristus oleh keangkuhan diri, karena merasa diri berjasa dan berharga tinggi, mereka itulah gunung dan bukit yang harus direndahkan dan diratakan. Mereka yang berpikiran buruk terhadap firman dan jalan-jalan Allah, yang keras kepala dan cenderung menentang dan melawan kebenaran yang sudah jelas karena itu tidak sejalan dengan kecondongan hati dan kepentingan duniawinya, mereka itulah tanah yang berlekuk-lekuk yang harus diluruskan, tempat-tempat kasar yang harus diratakan. Biarlah Injil Kristus didengarkan dengan semestinya, supaya ia bisa disambut sepenuhnya. Dengan demikian kita menyiapkan jalan untuk Tuhan. Dan dengan begitu Allah pun akan menyiapkan jalan-Nya dengan kasih karunia-Nya di dalam benda-benda belas kasihan-Nya, yang hatinya Ia buka seperti yang Ia lakukan terhadap Lidia. 2. Ketika semua persiapan ini sudah dilakukan, maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan (ay. 5) (1) Ketika persiapan dilakukan bagi pembebasan para tawanan, Raja Koresh akan mengumumkan pembebasan itu, dan yang akan mendapatkan manfaat darinya adalah orang-orang, dan hanya mereka saja, yang hatinya digerakkan Tuhan dengan keberanian dan kebulatan hati untuk menerobos segala rasa tawar hati yang menghadang jalan mereka dan tidak gentar dengan segala bukit, lembah dan tempat kasar. (2) Ketika Yohanes Pembaptis selama beberapa waktu telah memberitakan tentang pertobatan, berbalik dari hawa nafsu, dan pembaruan diri, dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya (Luk. 1:17), maka kemudian Sang Mesias sendiri dinyatakan dalam kemuliaan-Nya, di mana Ia mengerjakan berbagai mujizat, yang tidak dilakukan Yohanes, dan dengan kasih karunia-Nya, yang adalah kemuliaan-Nya, Ia membalut dan menyembuhkan dengan penghiburan orang-orang yang telah terluka oleh perkataan Yohanes yang menyatakan dosa mereka. Dan penyataan kemuliaan ilahi ini akan menjadi terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain (KJV: terang yang menerangi bangsa-bangsa lain). Seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama, dan bukan hanya bangsa Yahudi. Mereka akan melihat dan mengaguminya, melihat dan menyambutnya datang, seperti kembalinya para tawanan dari Babel diperhatikan oleh bangsa-bangsa tetangga (Mzm. 126:2). Dan dengan demikian digenapilah firman Allah, yang tidak satu iota atau titik pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur: Sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya, dan karena itu tangan Tuhan akan menjadikannya.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Jamita HKBP Minggu, 15 Desember 2024 - Dapotan Asi Ni Roha Do Ho Di Debata - Lukas 1:26-38 - (Advent III) PREV: Renungan HKBP Minggu, 1 Desember 2024 - Dungo Jala Manongtong Martangiang (Berjagajaga Dan Berdoa Senantiasa) - Lukas 21:25-36 Minggu, 26 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI - Kisah Rasul 2:22-28 Minggu, 19 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 19 April 2026 - Marlas Roha di Bagasan Tuhan (Bersukacita dalam Tuhan) - Habakuk 3:10-19
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |