f Renungan HKBP Minggu, 1 Desember 2024 - Dungo Jala Manongtong Martangiang (Berjagajaga Dan Berdoa Senantiasa) - Lukas 21:25-36 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
View : 1075 kali
Renungan HKBP 2024
Renungan HKBP Minggu, 1 Desember 2024 - Dungo Jala Manongtong Martangiang (Berjagajaga Dan Berdoa Senantiasa) - Lukas 21:25-36

Tuhan Yesus menggambarkan kengerian besar yang akan melingkupi orang-orang. Banyak tanda-tanda yang mengerikan pada matahari dan bulan dan bintang-bintang

Lukas 21:25-36
Bahasa Batak:
21:25 Dung i masa ma angka tanda di mata ni ari, di bulan dohot di angka bintang pe; jala hapusohan ma angka bangso di tano on jala bobonosan, bahenon ni gasak ni laut i dohot galumbangna.
21:26 Tarhatos ma jolma i dibahen hatahutonna dohot panagamon ni rohana di na naeng masa tu liat portibi on; ai humuntal ma angka hagogoon ni parlangitan.
21:27 Dung i idaonnasida ma Anak ni jolma i ro marhitehon ombun mantat huaso dohot hasangapon godang.
21:28 Alai molo mamungka masa angka i, dirgak ma hamu; pasindak hamu ma ulumuna, ai nunga jonok haluaonmuna.
21:29 Jala dihatahon ma tu nasida umpama sada: Bereng hamu ma hau ara i dohot angka hau na asing!
21:30 Ia dung martunasi diida hamu, tandaonmuna do sian i, naung jonok partaonan las.
21:31 Suang songon i, ia dung masa angka i diida hamu, boto hamu ma, naung donok harajaon ni Debata.
21:32 Situtu do hatangkon tu hamu: Na so tupa salpu na sabangso on, so jolo songgop saluhutna i!
21:33 Salpu pe sogot langit dohot tano on, anggo hatangki na so tupa salpu!
21:34 Alai jaga hamu ma dirimuna, unang sorat rohamuna binahen ni parminumon dohot parmabuhon dohot panarihon di hangoluan on, gabe tompu ditahopi ari i hamu songon tali rambang.
21:35 Ai hatop ma i songgop tu atas ni sude na maringanan di atas tano on.
21:36 Alai dungo ma hamu tongtong mardongan tangiang, asa margogo hamu, pasiding saluhut na naeng masa i, laho jongjong di jolo ni Anak ni jolma i.

Bahasa Indonesia:
Kedatangan Anak Manusia Perumpamaan tentang pohon ara
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. 21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. 21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." 21:29 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. 21:30 Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. 21:31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. 21:32 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. 21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."
Nasihat supaya berjaga-jaga
21:34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Penjelasan:
* Tuhan Yesus menggambarkan kengerian besar yang akan melingkupi orang-orang. Banyak tanda-tanda yang mengerikan pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, hal-hal yang tidak lazim muncul di langit, dan juga di dunia bawah sini, laut yang berderu dan bergelora, disertai badai dan puting beliung yang mengerikan, yang belum pernah tejadi sebelumnya, di luar batas kejadian alam yang normal. Akibat dari semuanya ini adalah terjadinya kebingungan di segala tempat dan kecemasan di bumi, bangsa-bangsa akan takut dan bingung (ay. 25). Dr. Hammond memahami bangsa-bangsa sebagai pemerintahan gabungan yang mencakup bangsa Yahudi, Yudea, Samaria, dan Galilea. Mereka sungguh akan menemui kebinasaan yang sepenuh-penuhnya. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan (ay. 26), apopsychontōn anthrōpōn -- manusia menjadi tidak berjiwa, rohnya seperti terbang, mati jiwa, sekarat dalam ketakutan. Dengan demikian, mereka berada dalam bahaya maut sepanjang hari, seperti yang dialami rasul-rasul Kristus (Rm. 8:36).

Mereka berada dalam ketakutan akan dibunuh sepanjang hari. Sekalipun sudah berlindung, tetap saja mereka gemetar karena takut akan hal yang lebih buruk lagi, karena melihat segala yang datang menimpa bumi ini. Walaupun rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi, hal itu tidak akan berhenti sampai di situ. Halnya akan terjadi seakan-akan seluruh dunia runtuh berkeping-keping. Jadi, di manakah orang dapat mencari aman? Kuasa-kuasa langit akan goncang dan pilar-pilar bumi akan bergetar. Menurut Dr. Clarke, seluruh rangkaian malapetaka yang tiada tandingannya ini akan menghancurkan seluruh hikmat, agama, hukum, dan pemerintahan Yahudi, dan menimbulkan kebingungan yang luar biasa. Namun, Juruselamat kita menggunakan ungkapan-ungkapan kiasan ini karena pada akhir zaman semua ini akan digenapi secara harfiah, ketika menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab, dan semua kuasa langit tidak hanya goncang, namun juga dipatahkan, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap (2Ptr. 3:10, 12). Sebagaimana pada hari itu segala kengerian dan kehancuran menimpa orang-orang Yahudi yang tidak percaya, begitu juga hal itu akan menimpa semua orang yang tidak percaya pada hari kiamat.

* Ia menjelaskan cara kemunculan Anak Manusia: Orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya (ay. 27). Kehancuran Yerusalem secara khusus merupakan suatu tindakan penghakiman oleh Kristus, penghakiman yang diserahkan kepada Anak Manusia. Agama-Nya tidak dapat benar-benar dimantapkan jika Bait Allah belum dihancurkan dan jabatan keimaman kaum Lewi dan tatanannya belum dihentikan, karena bahkan hati orang-orang Yahudi dan banyak orang bukan-Yahudi masih terpaut ke sana, dan oleh sebab itu, hal ini harus dihancurkan dulu. Jadi, tepatlah kalau kemunculan Anak Manusia dipandang sebagai kedatangan Anak Manusia, dengan segala kekuasaan dan kemuliaan, namun belum secara kelihatan, tetapi dalam awan-awan, karena dalam menjalankan penghakiman seperti ini, awan dan kegelapan mengelilingi-Nya.

    Nah, ini adalah:

. Bukti dari kedatangan Mesias yang pertama, seperti yang dipahami oleh sebagian orang. Pada saat itu, ketika semuanya sudah terlambat, orang Yahudi yang tidak percaya baru akan mengerti bahwa Yesus adalah Mesias. Mereka yang menolak melihat-Nya datang dalam kuasa anugerah-Nya untuk menyelamatkan mereka akan dibuat melihat-Nya datang dalam kuasa murka-Nya untuk membinasakan mereka. Mereka yang menolak-Nya menjadi Raja atas mereka akan mendapati-Nya berkuasa atas mereka.

. Ini adalah suatu kesungguhan mengenai kedatangan-Nya yang kedua. Kemudian pada hari-hari yang mengerikan tersebut, mereka akan melihat Anak Manusia datang dalam awan beserta segala kengerian hari-hari terakhir. Mereka akan menyaksikan suatu contoh peristiwa yang akan memberi gambaran mengenai hal tersebut. Jika kehancuran Yerusalem saja sudah begitu buruk, bagaimana jadinya nanti dengan hari-hari terakhir itu?

* Ia menguatkan hati semua murid-murid-Nya yang setia berkenaan dengan kengerian pada hari itu (ay. 28): "Apabila semuanya itu mulai terjadi, ketika Yerusalem dikepung, dan semua hal terjadi bersamaan dengan kebinasaan orang-orang Yahudi, maka pandanglah ke atas ketika semua yang lain memandang ke bawah. Pandanglah dalam iman, pengharapan, dan doa ke arah sorga, dan angkatlah mukamu dalam sukacita dan iman, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

. Ketika Kristus datang untuk membinasakan orang-orang Yahudi, Ia akan datang untuk menebus orang-orang Kristen yang dianiaya dan ditindas oleh mereka. Dan pada saat itulah jemaat-jemaat berada dalam keadaan damai.

. Ketika Ia datang untuk menghakimi dunia pada hari-hari terakhir, Ia akan menebus semua yang adalah milik-Nya dari segala penderitaan mereka. Nubuat mengenai hari itu sama melegakannya bagi semua orang Kristen yang baik sebagaimana hal tersebut sangat mengerikan bagi mereka yang fasik dan tidak mengenal Allah. Kematian orang-orang Kristen yang benar itu juga demikian adanya. Ketika mereka melihat bahwa hari itu mendekat, mereka dapat mengangkat muka mereka dengan sukacita, sadar bahwa penyelamatan mereka sudah dekat, karena mereka akan pergi menemui Penebus mereka.

* Di sini ada satu perkataan nubuat yang memandang jauh ke depan melebihi apa yang terjadi dengan kehancuran bangsa Yahudi, namun maksudnya tidak mudah untuk dimengerti. Perkataan tersebut terdapat dalam ayat 24: Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.

. Sebagian orang, seperti Dr. Hammond, memahaminya sebagai peristiwa yang telah berlalu. Orang-orang bukan-Yahudi, yang telah menaklukkan Yerusalem, akan memilikinya dan terus menguasainya hingga masa kaum bukan-Yahudi digenapi, yaitu hingga sebagian besar dunia bukan-Yahudi menjadi Kristen. Kemudian setelah Yerusalem dibangun kembali oleh Kaisar Adrian, dengan mengusir semua orang Yahudi dari tempat itu, banyak orang Yahudi akan berbalik menjadi Kristen, dan menggabungkan diri dengan orang-orang Kristen bukan-Yahudi untuk mendirikan suatu jemaat di Yerusalem yang akan berkembang di sana dalam jangka waktu yang lama.

. Sebagian yang lain, seperti Dr. Whitby, memahaminya sebagai hal yang akan datang. Yerusalem akan dikuasai oleh orang-orang bukan-Yahudi, dari bangsa yang satu ke bangsa yang lain, sampai waktunya tiba ketika bangsa-bangsa yang masih kafir akan memeluk iman Kekristenan, ketika kerajaan-kerajaan dunia akan menjadi kerajaan-kerajaan Kristus, dan semua orang Yahudi dipertobatkan. Setelah itu Yerusalem akan dihuni oleh mereka, dan baik mereka maupun kota mereka tidak akan diinjak-injak lagi oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah.


* Nasihat Supaya Berjaga-jaga (21:29-36)

    Di sini, pada akhir uraian ini:

I. Kristus meminta murid-murid-Nya untuk mengamati tanda-tanda zaman yang dapat mereka tentukan dengan keyakinan dan kepastian yang sama sebagaimana mereka dapat menentukan datangnya musim panas dari pohon-pohon yang bertunas, jika mereka memperhatikan arahan-arahan yang diberikan sebelumnya (ay. 29-31). Seperti dalam kerajaan alam ada rangkaian sebab akibat, begitu juga dalam kerajaan Allah Sang Pemelihara ada rangkaian sebab akibat antara kejadian yang satu dengan yang lain. Ketika kita melihat sebuah bangsa sedang memenuhi ukuran kefasikannya, kita dapat menyimpulkan bahwa kebinasaan mereka telah dekat. Ketika kita melihat kehancuran segala kuasa yang menindas sudah semakin mendekat, kita dapat menyimpulkan saat itu bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, bahwa bilamana perlawanan terhadap Kerajaan itu sedang disingkirkan, maka itulah saatnya bagi Kerajaan tersebut untuk menancapkan dirinya. Sebagaimana kita dapat dengan tepat memperkirakan perubahan-perubahan musim ketika tanda-tandanya mulai kelihatan, begitu juga, dengan mengamat-amati peristiwa-peristiwa yang terjadi, kita dapat berharap bahwa sesuatu yang tidak lazim akan terjadi, ketika Allah telah bangkit dari tempat kediaman-Nya yang kudus (Zak. 2:13). Pada saat itu, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan.

II. Ia memerintahkan mereka untuk tidak ragu terhadap hal-hal ini dan tidak menganggapnya sebagai hal yang jauh (karena dengan begitu mereka akan waspada terhadap peringatan-Nya itu dengan sebagaimana mestinya), namun sebagai sesuatu yang pasti dan sangat dekat.

    Kehancuran bangsa Yahudi:

. Sudah dekat (ay. 32): Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Sebagian dari mereka yang masih hidup pada masa itu akan menyaksikannya, yaitu sebagian dari mereka yang mendengar nubuat mengenainya.

. Sudah pasti, ketetapannya tidak dapat diubah. Ini adalah kebinasaan yang sudah pasti. Perintah sudah dinyatakan (ay. 33): "Langit dan bumi akan berlalu lebih cepat daripada setiap perkataan-Ku. Ya, semuanya itu pasti akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Apakah mereka menyimaknya atau tidak, firman-Ku itu akan tetap terlaksana, dan tidak ada satu pun darinya akan gugur" (1Sam. 3:19)

III. Ia memperingatkan mereka terhadap kenyamanan dan pengejaran hawa nafsu, karena hal-hal ini akan menjadikan diri mereka tidak siap dalam menghadapi masa-masa ujian yang sedang mendekat, dan akibatnya akan membuat mereka terkejut dan ngeri ketika berhadapan dengan ujian-ujian itu (ay. 34-35): Jagalah dirimu. Ini adalah perintah yang diberikan kepada semua murid-murid Kristus: "Jagalah dirimu, supaya engkau jangan dikuasai oleh godaan-godaan, atau dibelokkan oleh kecemaran-kecemaran hatimu sendiri." Perhatikanlah, kita tidak dapat selamat jika kita merasa sudah aman dan terjamin. Kita harus selalu waspada, sepanjang waktu, terutama pada waktu-waktu tertentu.

Perhatikanlah di sini:

. Apa yang menjadi bahaya bagi kita: Hari kebinasaan dan kiamat akan mendatangi kita dengan tidak disangka-sangka seperti suatu jerat, ketika kita tidak mengira hari itu akan datang dan tidak siap menghadapinya. Awaslah, jangan sampai terjadi ketika kita dipanggil untuk menghadap Tuhan kita, hal yang harus ada dekat dalam hati kita justru terdapat jauh dari akal pikiran kita. Kalau ini sampai terjadi, maka hari itu akan jatuh ke atas diri kita seperti suatu jerat. Demikianlah yang akan jatuh ke atas sebagian besar orang, yang tinggal di atas bumi, yang hanya memikirkan perkara-perkara duniawi dan tidak mengindahkan sorga. Bagi mereka hal itu akan menjadi seperti suatu jerat (Pkh. 9:12). Hal itu akan menjadi kengerian dan kehancuran bagi mereka. Hal itu akan membuat mereka ketakutan tak terhingga dan lebih meneguhkan lagi kebinasaan mengerikan atas mereka.

. Apa yang menjadi kewajiban kita dalam menghadapi bahaya ini: kita harus menjaga diri dan menguasai hati kita, supaya hati kita tidak dibebani dan kelebihan beban sampai tidak mampu lagi melakukan persiapan untuk menghadapi kematian dan penghakiman. Ada dua hal yang kita harus waspadai, supaya hati kita tidak dibebani secara demikian:

(1) Pemuasan keinginan daging dengan membolehkan diri kita memuaskan diri dengan keinginan-keinginan indrawi secara berlebihan: Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan, makan dan minum secara berlebihan, yang membebani hati, bukan hanya oleh rasa bersalah yang diakibatkannya, namun juga oleh pengaruh buruk terhadap akal budi yang diakibatkan raga yang tidak terkendali tersebut. Semuanya itu membuat manusia lamban dan tidak bergairah terhadap kewajiban mereka, lumpuh dan tidak berdaya untuk melaksanakan kewajiban mereka. Semua itu membodohi hati nurani, dan menyebabkan akal budi mati rasa terhadap hal-hal yang menyentuh sekalipun.

(2) Pengejaran yang berlebihan terhadap hal-hal atau benda-benda duniawi. Hati manusia dikuasai oleh perkara-perkara duniawi. Yang pertama tadi menjadi jerat bagi mereka yang dikuasai oleh nafsu kenikmatan, yang ini akan menjadi jerat bagi para pedagang, yang ingin kaya raya. Kita perlu menjaga kedua tangan kita bukan hanya untuk berjaga-jaga terhadap kematian yang datang sewaktu-waktu, melainkan juga terhadap hati kita, jangan sampai dipenuhi dengan keinginan untuk mengejar benda-benda duniawi ini. Kewaspadaan kita terhadap dosa dan perhatian kita atas jiwa kita sendiri harus dilakukan terus-menerus tanpa henti.

IV. Ia menasihati mereka untuk bersiap menghadapi hari kiamat tersebut (ay. 36).

Perhatikanlah di sini:

. Apa yang seharusnya menjadi tujuan kita, yaitu supaya kita dapat beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu; supaya ketika penghakiman Allah tiba, kita dapat terpelihara dari kesesakan penghakiman itu; supaya kita terhindar dari malapetaka-malapetaka yang terjadi di mana-mana; supaya kita boleh diluputkan dari hal-hal yang akan menimpa semua orang yang lain; supaya kita boleh meloloskan diri dari sengatannya, yang adalah murka Allah dan kutukan neraka. Meskipun demikian, kita harus menetapkan tujuan untuk tidak hanya luput dari semua yang akan terjadi itu, namun juga untuk tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. Tidak hanya untuk tahan berdiri dengan dibenarkan di hadapan-Nya sebagai Hakim kita (Mzm. 1:5), dan berani menghadapi hari Kristus (yang dimaksudkan di sini dengan kita luput dari semuanya itu), namun juga untuk tahan berdiri di hadapan-Nya, menemui-Nya sebagai Tuan kita, berdiri terus di hadapan takhta-Nya, dan melayani-Nya siang dan malam dalam bait-Nya (Why. 7:15), serta selalu memandang wajah-Nya, seperti yang dilakukan para malaikat (Mat. 18:10). Orang-orang kudus dikatakan di sini beroleh kekuatan (KJV: dianggap layak), seperti yang dikatakan sebelumnya (20:35). Melalui pekerjaan baik anugerah-Nya dalam diri mereka, Allah membuat mereka bisa mengecap kebahagiaan tersebut, dan melalui kehendak baik-Nya lewat anugerah-Nya kepada mereka, Ia memandang mereka layak untuk menerima kebahagiaan itu. Akan tetapi, seperti yang Grotius katakan di sini, sebagian besar kelayakan kita diperoleh melalui pengakuan kita mengenai ketidaklayakan kita.

. Apa yang seharusnya menjadi tindakan-tindakan kita dalam mencapai tujuan-tujuan ini: Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa. Berjaga-jaga dan berdoa harus berjalan beriringan (Neh. 4:9). Mereka yang ingin luput dari murka yang akan datang dan memastikan sukacita yang akan datang harus berjaga-jaga dan berdoa, dan harus selalu melakukannya, dan harus menjadikannya sebagai kegiatan pokok dalam hidup mereka yang dilakukan terus-menerus:

(1) Untuk mewaspadai diri mereka sendiri. "Waspadalah terhadap dosa, bersiagalah dalam melakukan setiap kewajiban dan gunakanlah segala kesempatan untuk berbuat baik. Sadarlah, dan tetaplah sadar dalam menantikan kedatangan Tuhanmu, supaya kamu dapat berada dalam keadaan yang layak untuk menerima-Nya dan menyambut-Nya."

(2) Menjaga persekutuan mereka dengan Allah: "Senantiasa berdoa, senantiasa membiasakan diri untuk memenuhi kewajiban tersebut, jangan mangkir dari waktu yang telah ditetapkan, banyak-banyaklah berdoa, lakukanlah dalam segala kesempatan." Mereka yang akan dianggap layak untuk menjalani hidup yang penuh puji-pujian di dunia yang lain adalah mereka yang menjalani hidup yang penuh dengan tindakan doa di dunia ini.














NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 8 Desember 2024 - Pauli Hamu Dalan Di Jahowa (Persiapkan Jalan Untuk Tuhan) - Yesaya 40:1-5 - Minggu Advent ke. II


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 24 November 2024 - HOLAN HUASO NI DEBATA DO NA MANONTONG (KEKUASAAN DAN KERAJAAN ALLAH TIDAK AKAN LENYAP) - Daniel 7:9-14


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de