f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Renungan HKBP 2024 Jamita HKBP Minggu, 24 November 2024 - HOLAN HUASO NI DEBATA DO NA MANONTONG (KEKUASAAN DAN KERAJAAN ALLAH TIDAK AKAN LENYAP) - Daniel 7:9-14 Daniel 7:9-14 7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; 7:10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. 7:11 Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. 7:12 Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya. 7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 7:14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. Baca Juga: Penjelasan: * Penglihatan Mengenai Empat Binatang (7:9-14) Entah kita melihat binatang keempat sebagai kekaisaran Siria, atau Romawi, atau Siria menjadi perlambang bagi Romawi, jelas bahwa ayat-ayat ini dimaksudkan untuk menghibur dan menguatkan umat Allah berkenaan dengan penganiayaan yang akan mereka hadapi, baik karena kekaisaran Siria maupun Romawi, dan karena semua musuhnya yang sombong di segala masa. Ayat-ayat ini dituliskan untuk pembelajaran bagi mereka yang akan menghadapi akhir zaman, agar mereka juga, melalui kesabaran dan penghiburan ayat firman Tuhan ini, memiliki pengharapan. Kita menemukan tiga hal yang sangat menguatkan hati di sini: I. Bahwa akan ada penghakiman, dan Allahlah hakimnya. Nah, manusia memiliki hari kejayaannya, dan setiap penipu merasa dia harus mendapatkan hari kejayaannya, dan dia berjuang untuk itu. Akan tetapi, Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat (Mzm. 37:13). Aku terus melihat (ay. 9) sampai takhta-takhta diletakkan, bukan hanya takhta-takhta binatang-binatang besar itu, tetapi segala pemerintahan, kekuasaan, kekuatan yang didirikan menentang kerajaan Allah di antara manusia (1Kor. 15:24). Takhta-takhta ini adalah takhta-takhta kerajaan dunia, dibandingkan dengan kerajaan Allah. Mereka yang melihat takhta-takhta ini ditegakkan hanya perlu menanti sekejap saja sebelum melihat takhta-takhta itu dihancurkan. Aku terus melihat sampai takhta-takhta ditegakkan (bisa juga dibaca demikian), takhta Kristus dan takhta Bapa-Nya. Salah satu rabi mengakui bahwa takhta-takhta ini ditegakkan, satu untuk Allah, dan yang lain untuk Anak Daud. Takhta pengadilan (KJV: penghakiman) yang didirikan di sini (ay. 10). Nah, 1. Takhta penghakiman ini dimaksudkan untuk memberitakan pemerintahan Allah yang bijaksana dan benar atas dunia dengan tindakan penyelenggaraan-Nya. Takhta pengadilan ini juga memberitakan kepuasan tak terkatakan yang diberikannya kepada semua orang benar, di tengah kegoncangan dan perubahan keadaan dan kerajaan, bahwa TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu (Mzm. 103:19), sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi (Mzm. 58:12). 2. Takhta penghakiman ini mungkin mengacu pada penghancuran oleh karena tindakan penyelenggaraan Allah, yang ditimpakan atas kekaisaran Siria, atau Romawi, akibat kelaliman mereka terhadap umat Allah. Akan tetapi, 3. Takhta penghakiman ini tampaknya terutama dipakai untuk menjelaskan penghakiman terakhir. Meskipun penghakiman ini tidak langsung terjadi setelah kekuasaan binatang keempat itu, bahkan, meskipun masih belum terjadi, dan mungkin masih beberapa masa lagi baru terjadi, tetapi umat Allah di segala masa diharapkan menguatkan dirinya, dalam segala kesesakan mereka, dengan mempercayai dan memandang ke depan pada penghakiman itu. Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, menubuatkan hal ini (Yud. 14). Apakah mulut musuh menyombong (KJV: membicarakan hal-hal yang besar) (ay. 8). Inilah hal-hal yang jauh lebih besar lagi, yang dikatakan oleh mulut Tuhan. Banyak nubuat Perjanjian Baru tentang penghakiman yang akan datang jelas mengacu pada penglihatan ini, terutama penglihatan Rasul Yohanes tentang penghakiman (Why. 20:11-12). (1) Hakimnya sendiri adalah Yang Lanjut Usianya, yang kemuliaan hadiratnya dipaparkan di sini. Dia disebut Yang Lanjut Usianya, karena Dia-lah Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Di antara manusia, kita mengakui bahwa hikmat ada pada orang yang tua dan yang sudah lanjut usianya berbicara. Oleh sebab itu, bukankah sudah selayaknya semua makhluk bungkam di hadapan Dia Yang Lanjut Usianya? Kemuliaan Sang Hakim di sini dinyatakan dengan pakaian-Nya, yang putih seperti salju, yang menunjukkan kemegahan dan kemurnian-Nya dalam melakukan keadilan-Nya. Rambut-Nya bersih dan putih, seperti bulu domba, seperti kepala yang putih dan beruban, Dia tampak agung. (2) Takhtanya sangat menakutkan. Kursi-Nya dari nyala api, mengerikan bagi orang jahat yang akan dipanggil ke hadapan-Nya. Dan takhta itu dapat bergerak dengan roda, atau paling tidak dengan kereta yang dikendarai-Nya untuk mengelilingi lintasan itu. Roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar, untuk menghabisi musuh, sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan, dan pada-Nya ada perapian yang abadi (Yes. 33:14). Penyataan ini diuraikan di ayat 10. Bagi semua sahabat setia-Nya, di sana mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu sungai air kehidupan (Why. 22:1), dan bagi semua musuh-Nya yang tidak mau tunduk, di sana timbul dan mengalir dari hadapan takhta-Nya suatu sungai api, sungai belerang (Yes. 30:33), api yang akan menjilat di hadapan-Nya. Dia adalah saksi yang setia, dan perkataan-Nya adalah firman yang digerakkan roda. (3) Pengiring-Nya banyak dan sangat semarak. Shakinah selalu dilayani oleh malaikat-malaikat. Demikian pula di sini (ay. 10): seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Itulah kemuliaan-Nya bahwa Ia memiliki pengiring yang sedemikian banyak, namun kemuliaan-Nya bahkan lebih besar lagi karena Dia tidak membutuhkan mereka dan tidak diuntungkan oleh kehadiran mereka. Lihatlah betapa banyak penghuni sorga yaitu beribu-ribu malaikat, dan betapa tunduknya mereka. Mereka berdiri di hadapan Allah, siap melaksanakan perintah-Nya dan segera menanggapi maklumat kehendak dan kesukaan-Nya. Mereka terutama akan dipakai sebagai pelayan-pelayan bagi peradilan yang akan dijalankan-Nya di hari penghakiman terakhir, ketika Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersamasama dengan Dia. Henokh menubuatkan bahwa Tuhan akan datang dengan beribu-ribu malaikat kudus-Nya. (4) Prosesnya adil dan tidak bisa digugat: Sidang pengadilan digelar, secara umum dan terbuka, agar semua orang dapat menyaksikannya. Kemudian, dibukalah Kitab-kitab. Seperti sidang pengadilan manusia, pemeriksaan perkara dibuat secara tertulis dan tercatat, yang semuanya dibuka saat sidang digelar. Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan dan pernyataan kesaksian diteguhkan dengan sumpah. Untuk memastikan kebenaran perkara, kitab-kitab undang-undang dan hukum diteliti, agar jelas apa yang dikatakan hukum mengenai perkara itu. Jadi, pada hari penghakiman besar itu, keadilan putusannya merupakan bukti yang tidak dapat diragukan, seolah kitab-kitab dibuka untuk membenarkannya. II. Bahwa musuh-musuh jemaat Allah yang sombong dan lalim itu pasti diberi ganjaran dan dihancurkan pada waktunya (ay. 11-12). Hal ini ditunjukkan di sini, 1. Dengan dihancurkannya binatang keempat. Pertikaian Allah dengan binatang keempat ini karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu, menentang sorga, dan bersorak menginjak-injak hal-hal yang kudus. Hal ini membangkitkan murka Allah lebih dari apa pun, yaitu ketika musuh lawan mereka salah mengerti (Ul. 32:27, AYT: menjadi sombong). Oleh karena itu, Firaun harus ditundukkan kesombongannya, karena ia berkata, Siapakah Tuhan? dan berkata, Aku akan mengejar, akan mencapai mereka. Henokh menubuatkan bahwa karena itu Tuhan akan datang untuk menghakimi dunia, agar Ia dapat menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua kata-kata nista mereka, Yud. 15. Perhatikanlah, kata-kata hebat hanyalah kata-kata sia-sia yang harus dipertanggungjawabkan orang pada hari yang hebat itu. Dan lihatlah apa jadinya dengan binatang yang bermulut besar itu: Binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. Setelah pemerintahan Antiokhos, kekaisaran Siria pun hancur. Antiokhos sendiri meninggal karena penyakit yang menyengsarakan dan keluarganya ditumpas. Kerajaannya perlahan-lahan ditumpas oleh Partia dan Armenia, dan akhirnya dibuat menjadi salah satu propinsi kekaisaran Romawi oleh Pompeius. Kekaisaran Romawi sendiri (jika kita menafsirkannya sebagai binatang besar keempat), setelah mulai menganiaya orang Kristen, semakin mengecil dan akhirnya pudar, dan dihancurkan. Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN dan dibunuh di hadapan-Mu. 2. Dengan direndahkan dan dilemahkannya ketiga binatang yang lain (ay. 12): Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut. Mereka dilumpuhkan sehingga tidak dapat lagi melakukan kejahatan-kejahatan seperti yang telah mereka lakukan terhadap jemaat dan umat Allah. Jangka hidup mereka ditentukan, sampai pada waktu dan saatnya, yaitu waktu yang telah ditetapkan, batas yang tidak dapat mereka lewati. Kekuatan kerajaan-kerajaan sebelumnya sebenarnya sudah dihancurkan, tetapi orang-orangnya tinggal lesu, lemah, dan payah. Kita dapat mengaitkan hal ini untuk menjelaskan sisa-sisa dosa yang masih ada dalam hati orang-orang benar. Kecemaran ada dalam diri mereka, dan masa hidup kecemaran itu diperpanjang, sehingga mereka tidak benar-benar bebas dari dosa. Akan tetapi, kekuasaan dosa itu sudah dicabut, sehingga dosa tidak berkuasa lagi di dalam tubuh mereka yang fana. Jadi demikianlah Allah berurusan dengan musuh-musuh jemaat-Nya. Terkadang Allah mematahkan gigi mereka (Mzm. 3:8), saat Dia tidak mematahkan leher mereka. Dia meremukkan perbuatan penganiayaan, tetapi menunda hukuman para penganiaya, untuk memberi mereka waktu untuk bertobat. Dan memang benar bahwa Allah, dalam tindakan-Nya, akan melakukannya menurut waktu dan cara-Nya sendiri. III. Bahwa kerajaan Mesias akan didirikan, dan ditegakkan di dunia, sekalipun ada segala perlawanan dari kuasa-kuasa kegelapan. Biar saja orang fasik rusuh dan gusar sesukanya, Allah tetap akan melantik raja-Nya di Sion, gunung-Nya yang kudus. Daniel melihat hal ini dalam penglihatan, dan menghibur dirinya dan teman-temannya dengan pengharapan itu. Penglihatan ini sama dengan penglihatan Nebukadnezar, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung, yang menghancurkan patung itu berkeping-keping. Namun, lebih banyak Injil murni dinyatakan dalam penglihatan Daniel daripada penglihatan Nebukadnezar. 1. Mesias di sini disebut Anak manusia, seorang seperti anak manusia. Ia datang dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa, dan dalam keadaan sebagai manusia. Aku melihat seorang seperti anak manusia, seorang yang betul-betul sesuai dengan gagasan yang terbentuk dalam tujuan ilahi mengenai Dia yang sesudah kegenapan waktu akan menjadi Pengantara antara Allah dan manusia. Dia seperti anak manusia, tetapi sebenarnya Anak Allah. Juruselamat kita tampak jelas mengacu pada penglihatan ini ketika Dia mengatakan (Yoh. 5:27) bahwa Bapa memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia dan karena Dialah orang yang dilihat Daniel dalam penglihatan, orang yang akan menerima kerajaan dan kekuasaan yang diberikan itu. 2. Ia dikatakan datang dengan awan-awan dari langit. Beberapa orang menafsirkan hal ini sebagai peristiwa penjelmaan-Nya menjadi manusia. Dia turun dalam awan-awan dari langit, datang ke dalam dunia tanpa terlihat, seperti saat kemuliaan Tuhan menguasai Bait Suci dalam awan. Kekaisaran-kekaisaran dunia seperti binatang-binatang besar yang naik dari dalam laut. Akan tetapi, kerajaan Kristus datang dari atas. Dia adalah Tuhan yang berasal dari sorga. Menurut saya, hal ini lebih mengacu pada kenaikan-Nya. Ketika Dia kembali kepada Bapa, mata murid-murid-Nya mengikuti-Nya sampai awan menutup-Nya dari pandangan mereka (Kis. 1:9). Dia menjadikan awan itu kendaraan-Nya, yang dikendarai-Nya dengan jaya penuh kemenangan ke dunia yang ada di atas. Dia datang dengan cepat, tak dapat dilawan, dan dengan megah karena Dia datang dengan awan-awan dari langit. 3. Dia di sini digambarkan memiliki kekuasaan Yang Mahabesar di sorga. Saat awan menutup-Nya dari pandangan murid-murid-Nya, penting sekali kita mempertanyakan (seperti yang dilakukan rombongan nabi mengenai Elia dalam kejadian yang mirip dengan ini) ke mana awan itu membawa-Nya, ke mana awan itu menempatkan-Nya. Di sini kita diberi tahu, terutama untuk menghiburkan kita, bahwa Ia datang kepada Yang Lanjut Usianya itu. Ia pergi kepada Bapa-Nya dan Bapa kita, kepada Allah-Nya dan Allah kita (Yoh. 20:17). Dari Bapalah Dia datang, dan kepada-Nya Dia kembali, untuk dimuliakan bersama-Nya, dan duduk di sebelah kanan-Nya. Dengan penuh sukacita Dia mengatakan, sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku. Akan tetapi, apakah Dia disambut? Ya, Ia pasti disambut, sebab Ia dibawa ke hadapan-Nya. Ia dibawa masuk ke dalam hadirat Bapanya, dengan diiringi dan dipuja oleh semua malaikat Allah (Ibr. 1:6). Allah membuat Dia maju dan mendekat kepada-Nya, sebagai pembela dan penjaga kita (Yer. 30:21), sehingga melalui Dia kita dibuat menjadi dekat. Ia dibawa mendekat kepada Yang Lanjut Usianya itu, yang berarti bahwa Bapa menerima korban yang Dia persembahkan dan tebusan yang telah Dia lakukan, dan Bapa sepenuhnya berkenan pada semua yang telah Dia perbuat. Dia dibawa menghadap sebagai imam besar kita, yang untuk kita masuk sampai ke belakang tabir, dan sebagai Perintis bagi kita. 4. Dia di sini digambarkan memiliki pengaruh mahabesar atas bumi ini (ay. 14). Saat Ia pergi untuk dimuliakan bersama Bapa-Nya, Ia diberi kuasa atas segala yang hidup (Yoh. 17:2, 5). Dengan mata yang tertuju pada peristiwa inilah, Daniel dan teman-temannya dihiburkan, yaitu bahwa bukan saja kekuasaan musuh jemaat akan dicabut (ay. 12), tetapi juga bahwa Sang Kepala dan Sahabat terbaik jemaat akan diberi kekuasaan. Di hadapan-Nya semua orang akan bertekuk lutut dan memuliakan Allah (Flp. 2:9-10). Kepada-Nya diberikan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, dan diberikan oleh Dia yang memiliki hak mutlak untuk memberikannya. Beberapa orang menafsirkan, dengan melihat pada kata-kata ini, Juruselamat kita mengajar kita untuk mengakuinya dalam Doa Bapa Kami, Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Di sini diberitahukan bahwa kerajaan Penebus yang ditinggikan itu akan menjadi, (1) Kerajaan atas seluruh dunia, satu-satunya kerajaan yang berkuasa atas segalanya. Tidak peduli siapa pun yang mengaku-ngaku berkuasa atau hendak berkuasa, Orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa akan takut akan Dia, dan akan berada di bawah kedaulatan-Nya, entah sebagai warga yang sukarela atau sebagai tawanan yang ditaklukkan-Nya, untuk dikuasai atau diperintah oleh-Nya. Dengan cara apa pun, kerajaan-kerajaan dunia akan menjadi milik kerajaan-Nya. (2) Kerajaan yang kekal. Kekuasaan-Nya tidak akan lenyap (KJV: tidak akan diserahkan) kepada penerus mana pun, apalagi kepada penjajah, dan kerajaan-Nya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. Bahkan pintu-pintu alam maut, maupun kuasa dan kekuasaan neraka, tidak akan tahan terhadapnya. Jemaat Allah akan terus giat bekerja sampai akhir zaman, dan berkemenangan sampai selama-lamanya.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Renungan HKBP Minggu, 1 Desember 2024 - Dungo Jala Manongtong Martangiang (Berjagajaga Dan Berdoa Senantiasa) - Lukas 21:25-36 PREV: Jamita HKBP Minggu, 10 November 2024 - MANGALEHON NANG PE HURANGAN (MEMBERI DARI KEKURANGAN) - 1 Raja-raja 17:7-16 - MINGGU XXIV DUNG TRINITATIS Minggu, 26 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI - Kisah Rasul 2:22-28 Minggu, 19 April 2026 Jamita HKBP Minggu, 19 April 2026 - Marlas Roha di Bagasan Tuhan (Bersukacita dalam Tuhan) - Habakuk 3:10-19
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |