f Jamita HKBP Minggu, 22 Desember 2024 - Hehe Jala Marsinondang - Yesaya 60:1-7 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
View : 899 kali
Renungan HKBP 2024
Jamita HKBP Minggu, 22 Desember 2024 - Hehe Jala Marsinondang - Yesaya 60:1-7

Apa terang ini, dan dari mana ia berasal: Terang TUHAN terbit atasmu (ay. 2), kemuliaan TUHAN (ay. 1) menjadi nyata atasmu. Allah adalah Bapa dan sumber segala terang, dan di dalam terang-Nyalah kita akan melihat terang.

Yesaya 60:1-7
Bahasa Batak:

I. Panurirangon taringot tu hatiuron na binsar di Sion dohot taringot tu hamubaon ni roha ni angka parbegu tu Jahowa 1-9.
II. Halak na pulik marga paulihon dohot pasangaphon Sion sogot 10-16. III. Hamuliaon ni Jerusalem na imbaru sogot 17-22
1(I.) Hehe ma ho! Marsinondang ma ho! Ai na ro ma panondangmu, jala hamuliaon ni Jahowa binsar di atasmu. 2Ai ida ma, haholomon do manghungkupi tano on, jala hagolapon angka bangso; alai na binsar ne ma Jahowa di atasmu, jala marsinondang hamuliaonna di atasmu. 3Jadi dapothonon ni angka bangso parbegu ma panondangmu dohot angka raja mandapothon sinondang naung binsar di ho. 4Patonggor matam mamereng humaliang! Luhut ma nasida marrongoman ro mandapothon ho. Angka anakmu ro sian na dao, dohot angka borum abingabingonna. 5Ia dung diida ho nasida marroan sihar ma panailim, jala hinsa jala lumbang roham hilalaonmu, ai turun ma tu ho hamoraon ni laut dohot hinagok ni angka parbegu ro tu ho. 6Tutupon ni angka parduaan ni unto ma tanom, angka hoda parhuli sian Midian dohot Epah, saluhut nasida ro sian Seba, mangusung sere dohot daupa, jala angka pujipujian ni Jahowa baritahononnasida. 7Saluhut dorbia sian Kedar marpungu tu ho, angka birubiru tunggal sian Nabaiot mangoloi ho; manaek nasida tu langgatanku bahen pelean lomo ni roha, jala marmulia bahenonku joro ni hamuliaonku.

Bahasa Indonesia:
Kemuliaan Sion yang akan datang
60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. 60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. 60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. 60:4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. 60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. 60:6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. 60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

Penjelasan:
* Pertambahan Jemaat (60:1-8)

Di sini dijanjikan bahwa Bait Allah Injil itu akan sangat terang dan sangat besar.

I. Bait itu akan sangat terang: Terangmu datang. Ketika bangsa Yahudi kembali dari pembuangan, mereka mendapatkan kelapangan hati dan sukacita, kegirangan dan kehormatan. Mereka lalu dibuat mengenal TUHAN dan bersukacita karena kebaikan-Nya yang besar. Dan karena hal-hal inilah maka terang mereka datang. Ketika Sang Penebus datang ke Sion, Dia membawa terang bersama-Nya, Dia sendiri datang untuk menjadi terang. Nah sekarang perhatikanlah,

1. Apa terang ini, dan dari mana ia berasal: Terang TUHAN terbit atasmu (ay. 2), kemuliaan TUHAN (ay. 1) menjadi nyata atasmu. Allah adalah Bapa dan sumber segala terang, dan di dalam terang-Nyalah kita akan melihat terang. Sejauh kita memiliki pengenalan akan Allah di dalam diri kita, dan perkenanan Allah terhadap kita, maka terang kita sudah datang. Ketika Allah menyatakan diri-Nya kepada kita, dan kita mendapatkan penghiburan dari perkenanan-Nya, maka kemuliaan TUHAN terbit atas kita seperti terang pagi. Ketika Dia menyatakan diri-Nya kepada kita, dan kita diakui karena perkenanan-Nya, ketika Dia menunjukkan kepada kita beberapa tanda kebaikan dan menyatakan perkenanan-Nya kepada kita, maka kemuliaan-Nya tampak atas kita, seperti atas Israel dalam tiang awan dan api. Ketika Kristus bangkit sebagai surya kebenaran, dan di dalam diri-Nya surya pagi dari tempat yang tinggi melawat kita, maka kemuliaan TUHAN menjadi nyata atas kita, kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Sulung Bapa.

2. Penghalang seperti apa yang akan ada bagi terang ini: Kegelapan menutupi bumi. Tetapi, walaupun itu merupakan kegelapan yang besar, kegelapan yang dapat saja dirasakan, seperti yang di Mesir, yang akan melingkupi orang-orang, namun jemaat, seperti Gosyen, akan memiliki terang pada waktu yang sama. Ketika keadaan suatu bangsa yang tidak memiliki Injil akan sangat menyedihkan, penjuru-penjuru gelap di bumi penuh sarang-sarang kekerasan bagi jiwa-jiwa yang malang, maka keadaan jemaat akan sangat menyenangkan.

3. Tugas apa yang diserukan oleh terang yang terbit ini: “Bangkitlah, menjadi teranglah, jangan hanya menerima terang ini saja, dan“ (seperti tafsiran yang diperluas) “diterangi olehnya, tetapi juga pantulkanlah terang ini, bangkit dan pancarkan terang dengan sinar yang dipinjam darinya.” Anak-anak terang harus bersinar sebagai terang di dunia ini. Jika kemuliaan Allah terlihat nyata atas kita sehingga menjadi kehormatan bagi kita, maka kita tidak boleh dengan bibir kita saja, melainkan juga dengan hidup kita, mengembalikan pujian bagi kemuliaan-Nya itu untuk kehormatan-Nya (Mat. 5:16; Flp. 2:15).

II. Bait itu akan sangat besar. Ketika bangsa Yahudi kembali tinggal di tanah negeri mereka sendiri, setelah pembuangan mereka, banyak orang dari negeri itu menggabungkan diri dengan mereka. Namun tampaknya tidak pernah ada banyak penambahan terhadap jumlah mereka yang dapat memenuhi penggenapan nubuat ini. Dan oleh karena itu kita harus menyimpulkan bahwa nubuat ini memandang jauh ke depan, kepada dibawanya orang-orang bukan Yahudi ke dalam jemaat Injil, bukan berduyun-duyunnya mereka ke satu tempat tertentu, walaupun peristiwa itu di sini digambarkan dengan perlambang seperti itu. Tidak ada satu tempat khusus apa pun saat ini yang menjadi pusat kesatuan jemaat. Sebaliknya, janji itu adalah mengenai berduyun-duyunnya orang-orang itu kepada Kristus, dan datangnya mereka dengan iman, dan pengharapan, dan kasih yang kudus, ke dalam kumpulan yang terhimpun karena piagam Injil-Nya, dan kesatuan yang hanya Dia saja pusatnya, yaitu keluarga yang dinamakan berdasarkan nama-Nya (Ef. 3:15). Jemaat Injil dengan jelas disebut Sion dan Yerusalem, dan dengan pemikiran inilah semua orang percaya dikatakan datang ke sana (Ibr. 12:22, Kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi), yang menjadi kunci untuk nubuat ini (Ef. 2:19). Perhatikanlah,

1. Apa yang akan menarik begitu banyak orang ke dalam jemaat: “Mereka akan datang kepada terangmu dan kepada cahaya yang terbit bagimu (ay. 3). Mereka akan tergiur untuk menggabungkan diri denganmu,”

(1) “Oleh karena terang yang bersinar di atasmu,” terang Injil yang mulia, yang jemaat acungkan ke depan, dan yang sebagai akibatnya mereka disebut sebagai kaki dian emas. Terang inilah yang mengungkapkan begitu banyak hal tentang Allah dan kehendak baik-Nya untuk manusia, yang dengannya hidup dan kekekalan menjadi jelas. Ini akan menarik seluruh bagian umat manusia yang hatinya sungguh-sungguh tersentuh untuk datang dan menggabungkan diri dengan jemaat, supaya mereka dapat memperoleh manfaat dari terang itu untuk memberi tahu mereka tentang kebenaran dan kewajiban.

(2) “Oleh karena terang yang dengannya engkau bersinar.” Kemurnian dan kasih orang-orang Kristen mula-mula, cara berpikir mereka yang sorgawi, memandang rendah dunia, dan sabar menanggung penderitaan, adalah terang yang terbit bagi jemaat, yang menarik banyak orang untuk masuk ke dalamnya. Keindahan kekudusan adalah daya tarik yang kuat, yang dengannya Kristus mendapatkan orang-orang yang dengan sukarela dibawa kepada-Nya pada hari tentara-Nya (Mzm. 110:3).

2. Betapa banyaknya orang yang akan bergabung dengan jemaat. Sejumlah besar orang berduyun-duyun datang, orang-orang bukan Yahudi (atau bangsa-bangsa) dari orang-orang yang diselamatkan, seperti yang dirujuk dalam Wahyu 21:24. Bangsa-bangsa akan menjadi murid (Mat. 28:19), dan bahkan juga raja-raja, orang-orang besar, penguasa, dan tokoh-tokoh besar, akan ditambahkan ke dalam jemaat. Mereka datang dari segala tempat (ay. 4): Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka datang, yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit (Kis. 2:5). Lihatlah betapa ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai (Yoh. 4:35). Lihatlah mereka datang dalam satu tubuh, sebagai satu orang, dan dengan satu persetujuan: mereka datang berhimpun, sehingga mereka dapat saling menguatkan, dan memberi semangat satu sama lain. Mari, kita naik (2:3). “Mereka datang dari tempat-tempat yang paling jauh: Mereka datang kepadamu dari jauh, karena telah mendengar kabar tentang kamu, seperti Ratu Syeba, atau melihat bintangmu di Timur, seperti orang-orang bijak, dan mereka tidak akan berkecil hati karena jauhnya perjalanan untuk datang kepadamu. Akan ada yang datang dari kedua jenis kelamin. Anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan akan datang dengan sikap penuh kepatuhan, seperti anak-anak laki-lakimu dan anak-anak perempuanmu, berketetapan hati untuk menjadi keluargamu, untuk tunduk kepada hukum-hukum keluargamu dan menempatkan diri mereka di bawah pengajarannya. Mereka akan datang untuk digendong, dididik olehmu sejak mereka dalam buaian.” Anak-anak jemaat harus diasuh di dekat jemaat, bukan dikirim untuk diasuh di antara orang-orang asing. Di situ, di mana hanya susu firman yang tidak dicampur saja yang diberikan, haruslah bayi-bayi yang baru lahir dari jemaat itu diasuh, supaya olehnya mereka bertumbuh (1Ptr. 2:1-2). Orang-orang yang mau menikmati martabat dan hak-hak istimewa keluarga Kristus harus tunduk kepada tata tertibnya.

3. Apa yang akan mereka bawa bersama mereka dan keuntungan apa yang akan ditambahkan kepada jemaat karena ditambahkannya mereka kepada jemaat. Orang-orang yang dibawa ke dalam jemaat oleh karena anugerah Allah pasti akan membawa masuk segala sesuatu yang berharga bersama mereka, yang bersama dengan diri mereka sendiri akan mereka persembahkan untuk kemuliaan dan pelayanan Allah dan melakukan kebaikan dengannya di tempat-tempat mereka berada.

(1) Para pedagang akan menuliskan kudus bagi TUHAN di atas barang dagangan (KJV) dan upah mereka, seperti pada pasal 23:18. “Kelimpahan dari seberang laut, baik kekayaan yang dikeruh dari laut (ikan, mutiara) maupun yang dibawa masuk melalui laut, semuanya akan beralih kepadamu dan untuk engkau gunakan.” Kekayaan pedagang-pedagang kaya akan dipakai untuk perbuatan-perbuatan saleh dan amal.

(2) Orang-orang perkasa dari berbagai bangsa akan mendayagunakan kekuatannya dalam pelayanan jemaat: “Kekayaan (KJV: kekuatan), atau pasukan bala tentara, bangsa-bangsa akan datang kepadamu, untuk menjaga pantai-pantaimu, menguatkan kepentingan-kepentinganmu, dan apabila perlu, bertempur untukmu.” Kekuatan bangsa-bangsa telah sering menentang jemaat, tetapi sekarang mereka akan mendukungnya. Sebab, sebagai Allah, ketika Dia menghendaki, dapat, dan, ketika kita menyenangkan hati-Nya, akan, membuat bahkan musuh kita pun didamaikan-Nya dengan kita (Ams. 16:7). Begitulah, ketika Kristus mengalahkan orang kuat yang bersenjata, Dia membagi-bagikan barang rampasan-Nya, dan menjadikannya berguna bagi kepentingan-kepentingan-Nya yang sebelumnya telah digunakan untuk melawan mereka (Luk. 11:22).

(3) Kekayaan yang dibawa dengan kereta berkuda melalui darat, selain yang melalui laut, akan digunakan dalam pelayanan untuk Allah dan jemaat (ay. 6): Sejumlah besar unta dan unta-unta muda yang membawa emas dan kemenyan (emas untuk membuat mezbah emas, dan kemenyan dan ukupan untuk dibakar di atasnya), dari Midian dan Syeba, akan membawa barang-barang kebutuhan paling berharga dari negeri mereka, bukan untuk diperjualbelikan, melainkan untuk menghormati Allah, dan bukan dalam jumlah yang sedikit, melainkan dibawa dengan banyak unta. Ini sebagian digenapi ketika orang-orang majus dari Timur (mungkin beberapa negeri yang disebutkan di sini), karena tertarik oleh kecemerlangan bintang itu, datang kepada Kristus, dan mempersembahkan kepada-Nya harta berharga berupa emas, kemenyan, dan mur (Mat. 2:11).

(4) Banyak sekali korban akan dibawa ke mezbah Allah, korban-korban yang berkenan bagi-Nya, dan, walaupun dibawa oleh orang-orang bukan Yahudi, akan mendapatkan perkenanan-Nya (ay. 7). Kedar terkenal karena kawanan ternaknya, dan mungkin domba-domba yang tergemuk adalah yang berasal dari Nebayot. Ini semua akan datang dan diterima di mezbah Allah. Allah harus dilayani dan dimuliakan dengan hal-hal yang kita miliki, karena Dia telah memberkati kita, dan dengan hal-hal terbaik yang kita miliki. Ini digenapi ketika, berdasarkan perintah raja Darius, bupati-bupati daerah seberang sungai (mungkin dari beberapa di antara negeri-negeri ini) diperintahkan untuk memperlengkapi bait di Yerusalem dengan lembu jantan muda, domba jantan, anak domba untuk korban bakaran bagi Allah semesta langit (Ezr. 6:9). Nubuat ini telah digenapai, dan kita percaya akan digenapi lebih jauh lagi, dengan dibawa masuknya sejumlah besar orang-orang bukan Yahudi ke dalam jemaat, yang disebut persembahan korban atau persembahan orang-orang bukan Yahudi kepada Allah (Rm. 15:16). Kambing domba dan lembu-lembu jantan adalah jiwa-jiwa yang berharga, karena mereka dikatakan akan tersedia untuk melayani jemaat, dan datang sebagai persembahan yang hidup, mempersembahkan diri mereka sendiri kepada Allah melalui ibadah yang sejati di atas mezbah-Nya (Rm. 12:1).

4. Bagaimana Allah akan dimuliakan dengan perluasan jemaat dan pertambahan yang sebanyak itu ke dalamnya.

(1) Mereka akan bermaksud untuk memuliakan nama Allah di dalamnya. Ketika mereka membawa emas dan kemenyan, itu bukanlah untuk memamerkan kekayaan negeri mereka, atau untuk mendapatkan tepuk tangan bagi diri mereka sendiri karena kesalehan dan ibadah mereka, melainkan untuk memberitakan perbuatan masyhur TUHAN (ay. 6). Pelayanan dan pemberian kita yang terbesar kepada jemaat tidak lebih berkenan kepada Allah jika kita tidak menjadikan kemuliaan Allah sebagai tujuannya. Dan inilah yang harus kita lakukan jika kita menjalankan ibadah-ibadah bersama, yaitu untuk memberikan kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya. Oleh karena itu, seperti orang-orang ini di sini, kita dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, supaya kita memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kita (1Ptr. 2:9).

(2) Allah akan meninggikan kemuliaan nama-Nya sendiri dengan perbuatan kita itu, seperti yang Dia katakan (ay. 7): Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku. Jemaat adalah rumah keagungan Allah, tempat Dia menyatakan kemuliaan-Nya kepada umat-Nya dan menerima penghormatan yang dengannya mereka memuliakan Dia. Dan untuk kemuliaan rumah ini, dan kemuliaan Dia yang menjaga rumah di situ, orang-orang bukan Yahudi akan membawa persembahan-persembahan mereka dan mereka akan diterima di dalamnya.

5. Bagaimana perasaan jemaat sendiri oleh karena pertambahan jumlah ini (ay. 5).

(1) Jemaat akan mengalami luapan sukacita: “Engkau akan heran melihat dan berseri-seri” (atau beria-ria ke sana kemari), “seperti melonjak-lonjak kegirangan, karena merasa terkejut olehnya, namun sangat senang karenanya.”

(2) Akan ada campuran rasa takut dengan sukacita ini: “Engkau akan tercengang (KJV: merasa takut), ragu-ragu mengenai boleh tidaknya menurut hukum jika pergi bergabung dengan orang-orang yang tidak bersunat dan makan dengan mereka.” Petrus sangat tertegun oleh rasa takut ini sehingga dia membutuhkan sebuah penglihatan dan suara dari sorga untuk membantu dia mengatasinya (Kis. 10:28). Tetapi,

(3) “Ketika rasa takut ini ditaklukkan, hatimu akan menjadi lapang dalam kasih kudus. Begitu lapang hatimu sehingga engkau akan memiliki tempat di hatimu untuk semua orang bukan Yahudi yang berubah menjadi percaya. Engkau tidak akan memiliki jiwa yang begitu sempit seperti yang pernah engkau miliki, atau kasih sayang yang begitu terkungkung dalam kungkungan Yahudi.” Ketika Allah merancang keindahan dan kekayaan bagi jemaat-Nya, Dia memberikan kelapangan hati ini dan kemurahan hati yang sangat luas.













NEXT:
Jamita hkbp Minggu, 29 Desember 2024 - Mandok Mauliate disaluhut Denggan basa ni Jahowa - 1 Timotius 1:12-17


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 15 Desember 2024 - Dapotan Asi Ni Roha Do Ho Di Debata - Lukas 1:26-38 - (Advent III)


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de