f Jamita hkbp Minggu, 29 Desember 2024 - Mandok Mauliate disaluhut Denggan basa ni Jahowa - 1 Timotius 1:12-17 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
View : 923 kali
Baca Juga:


1 Timotius 1:12-17
Bahasa Batak:
1:12 Mauliate hudok di na margogoihon ahu, i ma Kristus Jesus, Tuhanta i; ai dietong do ahu haposan, umbahen na dipabangkit ahu gabe parhalado.
1:13 Panginsahi do ahu najolo jala pangalele jala siulahon gogo; alai dapotan asi ni roha do ahu, ai ndang huboto na huula i, tagan so porsea i dope ahu.
1:14 Alai gabe lam sumurung do asi ni roha ni Tuhanta i, mantat haporseaon dohot holong ni roha, di bagasan Kristus Jesus.
1:15 Haposan jala sandok tau jaloon do hata on: Nunga ro Kristus Jesus tu portibi on, paluahon angka pardosa; sian angka i do ahu na parjolo.
1:16 Alai ala ni on do, umbahen na diasii ahu: Naeng jumolo marhite sian ahu patuduhonon ni Kristus Jesus sandok lambas ni rohana i, bahen tiruan di angka na naeng porsea di Ibana tu hangoluan salelenglelengna.
1:17 Alai hamuliaon dohot hasangapon sisalelenglelengna ma di Raja na so marmula i; i ma Debata na manongtong, na so dapot idaon, na mamunjung i! Amen.

Bahasa Indonesia:
1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --
1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
1:14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Penjelsan:
* Para Penyesat Ditegur (1:12-17)
Di sini Rasul Paulus,
I. Mengucap syukur kepada Yesus Kristus karena menempatkan dia di dalam pelayanan itu. Amatilah,
            1. Kristuslah yang menempatkan orang di dalam pelayanan (Kis. 26:16-17). Allah mengecam nabi-nabi palsu di antara orang-orang Yahudi dengan kata-kata ini, Aku tidak mengutus para nabi itu, namun mereka giat, Aku tidak berfirman kepada mereka, namun mereka bernubuat (Yer. 23:21). Pelayan-pelayan Tuhan tidak dapat membuat diri mereka sendiri menjadi hamba-hamba Tuhan, sebab itu adalah pekerjaan Kristus, sebagai seorang raja, kepala, dan guru dari jemaat-Nya.
            2. Orang-orang yang Ia tempatkan di dalam pelayanan, Ia layakkan untuk pelayanan itu, siapa yang Ia panggil, Ia jadikan mampu untuk itu. Para pelayan yang tidak pantas untuk melayani, atau tidak memiliki kemampuan untuk itu, bukanlah orang-orang yang ditempatkan Kristus di dalam pelayanan itu, walaupun ada perbedaan kemampuan berkenaan dengan karunia dan anugerah.
            3. Kristus tidak memberikan kemampuan saja, tetapi juga kesetiaan kepada mereka yang ia tempatkan di dalam pelayanan, karena Ia menganggap aku setia. Tidak seorang pun dianggap setia selain mereka yang dibuatnya setia. Para pelayan Kristus adalah orang-orang yang dapat dipercaya, dan seharusnya mereka begitu, karena mereka memiliki kepercayaan begitu besar yang diserahkan kepada mereka.
            4. Panggilan untuk melayani merupakan suatu perkenanan yang besar, sehingga oleh karenanya mereka yang terpanggil itu harus mengucap syukur kepada Yesus Kristus, aku bersyukur kepada Kristus Yesus Tuhan kita, yang telah menempatkan aku di dalam pelayanan.


II. Untuk lebih memegahkan anugerah Kristus yang telah menempatkan dia di dalam pelayanan, ia memberikan penjelasan mengenai pertobatannya.

1. Siapa dia sebelum bertobat, seorang penghujat, seorang penganiaya, dan seorang yang ganas. Saulus selalu mengembuskan ancaman dan pembunuhan terhadap murid-murid Tuhan (Kis. 9:1). Ia berusaha membinasakan jemaat (Kis. 8:3). Ia adalah seorang penghujat Allah, penganiaya orang-orang kudus, dan sangat berbahaya bagi keduanya. Sering kali orang-orang yang direncanakan melakukan pelayanan-pelayanan besar dan menonjol dibiarkan melakukan kehendak dirinya sendiri sebelum pertobatan mereka. Mereka dibiarkan jatuh di dalam kejahatan besar, supaya kasih setia Allah dapat dimuliakan di dalam pengampunan mereka, dan kasih karunia Allah di dalam kelahiran baru mereka. Jika kita sungguh-sungguh bertobat, besarnya dosa tidak menjadi halangan bagi Allah untuk menerima kita, tidak, juga tidak menjadi halangan bagi Dia untuk memakai kita di dalam pelayanan. Amatilah di sini,
                (1) Penghujatan, penganiayaan, dan keganasan merupakan dosa yang sangat besar dan mengerikan. Orang-orang yang melakukan dosa-dosa seperti itu sungguh luar biasa berdosa di hadapan Allah. Menghujat Allah berarti langsung menyerang Allah. Menganiaya umat-Nya berarti berusaha melukai Dia melalui jemaat-Nya. Dan menjadi ganas adalah sama seperti Ismael, yang tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia. Sebab perbuatan-perbuatan seperti itu melanggar hak istimewa Allah serta merampas kemerdekaan sesama makhluk.
                (2) Para petobat sejati, supaya berhasil mencapai maksudnya, tidak akan kembali kepada keadaannya semula sampai mereka dibawa pulang kepada Allah. Rasul yang baik ini sering kali mengaku bagaimana kehidupan lamanya, seperti di dalam Kisah Para Rasul 22:4 dan 26:10-11.

2. Perkenan Allah yang besar kepadanya, tetapi aku telah dikasihinya. Ini adalah kebahagiaan, namun benar-benar suatu perkenan yang besar, bahwa seorang pemberontak yang begitu terkenal jahat memperoleh belas kasihan dari Rajanya.

(1) Jika Rasul Paulus telah menganiaya orang-orang Kristen dengan sengaja karena tahu bahwa mereka adalah umat Allah, maka menurut hemat saya, ia telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni. Akan tetapi, karena ia melakukannya tanpa pengetahuan dan di luar iman, maka ia memperoleh belas kasihan. Perhatikanlah,
                    [1] Apa yang kita lakukan tanpa pengetahuan akan sedikit lebih ringan kadar kejahatannya dari pada yang kita lakukan dengan pengetahuan. Namun dosa tanpa pengetahuan tetaplah sebuah dosa, sebab orang yang tidak tahu kehendak tuannya, tetapi melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia juga akan menerima sedikit pukulan (Luk. 12:48). Dalam beberapa hal, ketidaktahuan bisa meringankan dosa kejahatan, namun tidak menghapusnya.
                    [2] Ketidakpercayaan pada dasarnya adalah perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang berdosa tanpa pengetahuan. Mereka tidak percaya ancaman-ancaman Tuhan, kalau tidak mereka tidak akan dapat melakukan seperti apa yang mereka lakukan.
                    [3] Demi alasan ini Rasul Paulus telah memperoleh belas kasihan, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
                    [4] Inilah belas kasihan yang dianugerahkan kepada seorang penghujat, penganiaya, dan orang yang ganas itu, “Tetapi aku dikasihani-Nya, aku yang adalah seorang penghujat,” dan seterusnya.

(2) Di sini ia memperhatikan kasih karunia yang melimpah dari Yesus Kristus (ay. 14). Pertobatan dan keselamatan dari para pendosa besar berutang pada kasih karunia Kristus, kasih karunia-Nya yang sangat berlimpah-limpah, yaitu kasih karunia Kristus yang muncul di dalam Injil-Nya yang mulia (ay. 15), perkataan ini benar, dan seterusnya. Di sini kita mendapati ringkasan dari keseluruhan Injil, bahwa Yesus Kristus datang ke dunia. Anak Allah mengambil rupa dan sifat kita, menjadi manusia, dan diam di antara kita (Yoh. 1:14). Ia datang ke dalam dunia ini, bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa supaya mereka bertobat (Mat. 9:13). Tujuan-Nya datang ke dalam dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang (Luk. 19:10). Pengesahan dari kasih karunia itu adalah bahwa perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. Itu adalah kabar baik, yang patut diterima sepenuhnya, dan sungguh layak dipercaya, sebab perkataan ini benar. Perkataan itu adalah perkataan yang benar, dan itulah sebabnya patut didekap di dalam lengan-lengan iman. Perkataan itu adalah perkataan yang patut diterima sepenuhnya, dan karena itu harus diterima dengan kasih yang kudus, yang merujuk pada ayat sebelumnya, di mana kasih karunia Kristus dikatakan melimpah di dalam iman dan kasih. Pada bagian penutup ayat itu, Rasul Paulus menerapkannya pada dirinya sendiri, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. Rasul Paulus adalah seorang berdosa peringkat pertama. Begitulah ia mengakui dirinya dahulu seperti itu, sebab ia selalu mengeluarkan ancaman dan melakukan banyak pembunuhan terhadap murid-murid Tuhan, dan seterusnya (Kis. 9:1-2). Penganiaya adalah salah satu pendosa yang paling buruk, dan Paulus telah menjadi orang yang seperti itu. Atau, di antara mereka akulah yang paling berdosa, yaitu, dari orang-orang berdosa yang sudah diampuni, akulah yang paling berdosa. Ini adalah sebuah ungkapan kerendahan hatinya yang sangat besar. Ia yang di tempat lain menyebut dirinya sebagai yang paling hina di antara segala orang kudus (Ef. 3:8), di sini ia menyebut dirinya sebagai orang yang paling berdosa.
                    [1] Kristus Yesus telah datang ke dalam dunia ini. Nubuat-nubuat tentang kedatangan-Nya sekarang sudah digenapi.
                    [2] Ia datang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Dia datang untuk menyelamatkan orang-orang yang tidak dapat menyelamatkan dan menolong diri mereka sendiri.
                    [3] Para penghujat dan penganiaya adalah orang-orang yang paling berdosa, demikianlah pandangan Paulus.
                    [4] Orang-orang yang paling berdosa dapat menjadi orang-orang yang paling kudus. Begitulah Rasul Paulus ini, sebab sedikit pun ia tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu (2Kor. 11:5), sebab Kristus datang untuk menyelamatkan orang-orang yang paling berdosa.
                    [5] Ini adalah kebenaran yang sangat besar, perkataan ini benar. Ini adalah kata-kata yang benar dan tepat, yang dapat diandalkan.
                    [6] Perkataan itu patut diterima dan dipercayai oleh kita semua, supaya kita memperoleh penghiburan dan ketabahan hati.
                (3) Rasul Paulus berbicara tentang belas kasihan yang didapatkannya dari Allah meskipun ia melakukan kejahatan besar sebelum pertobatannya,
                    [1] Untuk mendorong semangat orang-orang lain supaya bertobat dan percaya (ay. 16), tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabarannya, supaya aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya. Ini adalah sebuah contoh kesabaran Kristus, bahwa Ia begitu rela bersabar dengan seseorang yang begitu sangat membangkitkan amarah-Nya. Dan semua ini dirancang sebagai suatu contoh untuk semua orang lain, supaya orang-orang yang paling berdosa tidak berputus asa dalam mencari belas kasihan Allah. Perhatikanlah di sini, pertama, rasul kita ini adalah salah seorang dari orang-orang paling berdosa pertama yang bertobat dan menjadi Kristen. Kedua, Ia bertobat dan memperoleh belas kasihan, demi kepentingan orang-orang lain dan dirinya sendiri. Ia menjadi contoh untuk orang-orang lain. Ketiga, Tuhan Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya di dalam pertobatan orang-orang yang paling berdosa. Keempat, Orang-orang yang memperoleh belas kasihan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, sebab tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibr. 11:6). Kelima, Orang-orang yang percaya kepada Kristus juga percaya bahwa mereka telah memperoleh hidup yang kekal. Mereka percaya akan keselamatan jiwa (Ibr. 10:39).
                    [2] Rasul Paulus menyebutkan hal itu untuk memuliakan Allah sesudah ia berbicara mengenai belas kasihan yang diperoleh dari Allah. Ia tidak dapat melanjutkan suratnya tanpa menyisipkan ungkapan terima kasih atas kebaikan Allah kepadanya, hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin. Amatilah, pertama, bahwa kasih karunia yang membuat kita memperoleh penghiburan Allah harus kita muliakan. Hati orang-orang yang sadar akan kewajiban-kewajiban mereka terhadap belas kasihan dan kasih karunia Allah, akan dipenuhi dengan pujian kepada-Nya. Inilah pujian yang dinaikkan bagi Dia, seperti Raja segala zaman, yang kekal, yang tak nampak. Kedua, ketika kita telah mendapati bahwa Allah itu baik, kita tidak boleh lupa menyatakan bahwa Ia itu agung, dan pemikiran-Nya yang baik tentang kita sama sekali tidak boleh mengurangi pemikiran kita yang luhur tentang Dia, bahkan harus ditingkatkan. Allah menaruh perhatian khusus kepada Rasul Paulus dan menunjukkan belas kasihan kepadanya, membawanya ke dalam persekutuan dengan diri-Nya, namun Rasul Paulus tetap menyapanya sebagai Raja segala zaman dan seterusnya. Tindakan Allah yang penuh kasih karunia dalam berurusan dengan kita, harus membuat kita dipenuhi oleh kekaguman akan sifat-sifat-Nya yang mulia. Ia ada di segala zaman, tanpa hari-hari permulaan, atau akhir kehidupan, atau perubahan waktu. Ia adalah Yang Lanjut Usianya (Dan. 7:9). Ia tidak dapat mati, dan adalah sumber dari segala kekekalan. Dialah satu-satunya yang tidak tunduk kepada maut (6:16), sebab ia tidak dapat mati. Ia tidak dapat dilihat, karena Ia tidak dapat dilihat dengan mata jasmani ini. Ia bersemayam di dalam terang yang tak seorang pun mampu mendekat. Seorang pun tidak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia (6:16). Ia adalah satu-satunya Allah yang bijaksana (Yud. 1:25, KJV), hanya Dia-lah yang bijaksana tanpa batas dan sumber dari segala hikmat. “Bagi Dia-lah kemuliaan sampai selama-lamanya,” atau “Biarlah aku selama-lamanya ditugaskan untuk memberikan hormat dan kemuliaan kepada-Nya, seperti yang dilakukan oleh makhluk-makhluk yang beribu-ribu laksa itu” (Why. 5:11-13).














NEXT:
Jamita HKBP Selasa, 31 Desember 2024 - PASAHAT MA DALANMU TU DEBATA - Mazmur 37:1-11


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 22 Desember 2024 - Hehe Jala Marsinondang - Yesaya 60:1-7


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de