BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 2276 kali
Renungan HKBP 2025
Jamita HKBP Minggu, 6 April 2025 - Dosamu Telah Diampuni - Lukas 7:41-50

Perumpamaan Yesus tentang Dua Orang yang Berhutang, Pengampunan dari Yesus

Lukas 7:41-50
Bahasa Batak:
7:41 Dua do parsingiran ni sada halak sipaanakkon hepeng. Utang ni na sada limaratus rupia, limapulu do di na sada nari.
7:42 Ala soada gararnasida, dibasabasahon ma i tu nasida duansa. Asa ise nasida tagamon na humolong roha di ibana?
7:43 Dialusi si Simon ma: Parsibasabasaan na gumodang i do, anggo di rohangku. Jadi dialusi ma ibana: Tingkos do panimbangmi!
7:44 Dung i didompakkon ma parompuan i, laos ninna ma mandok si Simon: Atehe diida ho do parompuan on? Ro do Ahu tu jabum on, ndang dilehon ho aek pamuri ni pathu; alai anggo ibana, iluilu ni matana do dibahen manonui pathu jala diapusi dohot obukna.
7:45 Ndang diumma ho Ahu; alai anggo ibana, olat ni dung bongot tuson, ndang dipasohot mangumma pathu.
7:46 Ndang dimiahi ho ulungku; alai anggo ibana, dimiahi do pathu dohot miak na hushus.
7:47 Dibahen i hudok ma tu ho: Nunga sesa dosana na godang i, umbahen godang holong ni rohana. Alai anggo otik do disesa, otik ma holong ni rohana.
7:48 Laos didok ma tu parompuan i: Nunga sesa angka dosami!
7:49 Gabe didok angka donganna sapanganan ma sama nasida: Ise do On? Ai dohot do angka dosa disesa?
7:50 Laos didok muse tu parompuan i: Haporseaonmi do paluahon ho. Mardame ma ho muli!  

Bahasa Indonesia:
7:41 "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 7:42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" 7:43 Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." 7:44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 7:45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 7:46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 7:47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." 7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." 7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" 7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

Penjelasan:
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hari ini kita akan merenungkan sebuah kisah yang sangat menyentuh dalam Lukas 7:41-50. Ini adalah kisah seorang perempuan berdosa yang datang kepada Yesus, menangis di kaki-Nya, dan akhirnya menerima pengampunan. Kisah ini mengajarkan kita tentang kasih karunia Allah yang begitu besar bagi orang yang bertobat.

I. Perumpamaan Yesus tentang Dua Orang yang Berhutang (Lukas 7:41-43)
Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang dua orang yang berhutang kepada seorang pemilik uang. Yang satu berhutang 500 dinar, yang lain 50 dinar. Karena keduanya tidak mampu membayar, sang pemilik uang menghapuskan hutang mereka. Lalu Yesus bertanya, "Siapakah yang akan lebih mengasihi pemberi utang itu?" Simon, orang Farisi yang menjadi tuan rumah dalam kisah ini, menjawab, "Orang yang lebih banyak dihapuskan hutangnya."

Yesus menggunakan perumpamaan ini untuk menunjukkan bahwa semakin besar dosa seseorang diampuni, semakin besar pula kasih yang akan ia tunjukkan kepada Tuhan. Perempuan berdosa dalam kisah ini sadar akan dosa-dosanya yang besar, tetapi juga memahami kasih Tuhan yang lebih besar.

II. Tindakan Iman Perempuan Berdosa (Lukas 7:44-47)
Perempuan ini datang kepada Yesus dengan air mata, membasahi kaki-Nya dengan tangisannya, mengelapnya dengan rambutnya, menciumnya, dan mengurapinya dengan minyak wangi. Tindakan ini adalah bentuk kerendahan hati dan pertobatan sejati.

Simon, seorang Farisi yang mengundang Yesus, justru meremehkan perempuan ini. Ia berpikir bahwa jika Yesus benar-benar nabi, Dia pasti tahu siapa perempuan itu dan tidak akan membiarkannya menyentuh-Nya. Namun, Yesus melihat hati perempuan itu, bukan latar belakangnya. Tuhan tidak menolak orang berdosa yang datang dengan hati yang hancur dan bertobat.

III. Pengampunan dari Yesus (Lukas 7:48-50)
Yesus kemudian berkata kepada perempuan itu, "Dosamu telah diampuni." Kata-kata ini mengejutkan para tamu yang lain, karena hanya Tuhan yang berhak mengampuni dosa. Ini adalah bukti bahwa Yesus adalah Tuhan sendiri yang datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

Yesus kemudian menegaskan, "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" Iman perempuan ini bukan sekadar percaya, tetapi iman yang nyata dalam tindakan kasih dan pertobatan. Ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan berdasarkan usaha manusia, tetapi berdasarkan kasih karunia Allah yang diterima dengan iman.

Aplikasi dalam Kehidupan Kita

  1. Mengenali Dosa Kita -” Seperti perempuan dalam kisah ini, kita harus menyadari bahwa kita semua adalah orang berdosa yang membutuhkan pengampunan Tuhan. Roma 3:23 mengatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."

  2. Datang kepada Yesus dengan Iman dan Pertobatan -” Tidak peduli seberapa besar dosa kita, Yesus siap menerima kita. 1 Yohanes 1:9 berkata, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

  3. Mengasihi Tuhan dengan Sepenuh Hati -” Ketika kita menyadari betapa besar pengampunan yang telah kita terima, kasih kita kepada Tuhan pun akan semakin besar. Kasih kepada Tuhan harus tampak dalam tindakan kita sehari-hari.

  4. Hidup dalam Damai Sejahtera -” Yesus berkata kepada perempuan itu, "Pergilah dengan selamat." Hidup dalam pengampunan Tuhan membawa ketenangan dan sukacita sejati.

Penutup
Saudara-saudari, kisah ini mengingatkan kita bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni oleh Tuhan. Jika kita datang kepada-Nya dengan hati yang hancur dan bertobat, Dia akan menyambut kita dengan kasih-Nya. Jangan biarkan rasa bersalah menghalangi kita untuk mendekat kepada Yesus. Percayalah kepada-Nya, karena hanya di dalam Dia ada pengampunan dan keselamatan.

"Dosamu telah diampuni!"

Amin.














NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 13 April 2024 - MENGAKUI KEKUASAAN ALLAH - Mazmur 68:25-36 (Minggu Palmarum)


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 30 Maret 2025 - Tuhan Sumber Air Kehidupan - Bilangan 21:10-20 - MINGGU LETARE

All Renungan HKBP 2025
(57)




NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 13 April 2024 - MENGAKUI KEKUASAAN ALLAH - Mazmur 68:25-36 (Minggu Palmarum)


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 30 Maret 2025 - Tuhan Sumber Air Kehidupan - Bilangan 21:10-20 - MINGGU LETARE

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de