BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 1761 kali
Renungan HKBP 2025
Jamita HKBP Minggu, 18 Mei 2025 - Allah Mengaruniakan Pertobatan (Dibasabasahon Debata do Hamubaon Ni Roha) - Kisah Para Rasul 11:1-18

1. Pertobatan Itu Diberikan Tuhan, Bukan Hasil Prestasi, 2. Allah Menyuruh Kita Berubah Pikiran, Bukan Cuma Penampilan, 3. Jangan Halangi Orang Bertobat Karena Selera Kita

Horas saudaraku!
Kalau kita bicara soal pertobatan, biasanya langsung terbayang yang berat-berat: menangis, puasa, meninggalkan dosa, berhenti marah-marah di jalan karena macet.

Tapi mari kita lihat hari ini: pertobatan itu bukan cuma meninggalkan dosa, tapi juga cara Tuhan menyentuh hidup kita lewat kasih dan pengampunan. Bahkan untuk orang-orang yang menurut kita “tidak pantas”.

1. Pertobatan Itu Diberikan Tuhan, Bukan Hasil Prestasi

Dalam Kisah Para Rasul 11 ini, Petrus dikritik habis-habisan oleh teman-teman seiman Yahudi karena dia masuk ke rumah orang non-Yahudi (Cornelius) dan bahkan makan bersama mereka.

Luar biasa ya, sudah dari zaman dulu memang... orang sibuk mengurusi siapa yang pantas dan tidak pantas masuk surga.

Orang Yahudi pikir keselamatan itu milik mereka sendiri.

Tapi ternyata, Tuhan membalik semua itu.
Tuhan memberi Roh Kudus kepada Cornelius dan keluarganya sebelum mereka disunat, sebelum mereka jadi “orang dalam”!

Jadi... keselamatan bukan karena marga, bukan karena bisa marhobas di gereja, bukan karena tahu semua nomor lagu Buku Ende...
Tapi karena Allah yang mengaruniakan pertobatan.
Bukan karena kita layak, tapi karena Dia penuh kasih.


2. Allah Menyuruh Kita Berubah Pikiran, Bukan Cuma Penampilan

Petrus semula juga bingung. Tapi Tuhan beri dia penglihatan - ada kain besar turun dari langit berisi binatang haram, lalu Tuhan berkata:
“Apa yang telah ditahirkan Allah, jangan engkau najiskan.”

Sederhananya begini:
Tuhan tidak lihat kulitnya, marganya, gerejanya... tapi hatinya.

Terkadang kita juga terlalu cepat menilai.

Kalau ada yang rambutnya dicat, bajunya sobek-sobek, langsung kita bilang:
“Wah, ini anak zaman akhir... cocoknya di hukum Tuhan!”

Padahal bisa jadi, hatinya sedang mencari Tuhan.
Sementara kita yang bajunya sopan, suara indah di paduan suara... hatinya masih penuh iri, penuh sombong, penuh omongan pahit di warung kopi.

Jadi, jangan-jangan, yang butuh pertobatan bukan dia - tapi kita.


3. Jangan Halangi Orang Bertobat Karena Selera Kita


Ketika Petrus menjelaskan semua yang Tuhan tunjukkan padanya, akhirnya teman-teman Petrus berkata:
“Kalau begitu, kepada bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan.” (Lihat ayat 18)

Kadang, yang paling sulit itu bukan orang bertobat, tapi kita menerima bahwa orang lain sudah bertobat.

Contohnya begini:
Ada teman kita dulu pemabuk. Sekarang sudah aktif pelayanan.
Apa kata orang?
“Ih dia? Dulu kan sering mangkir dari gotong royong. Sekarang sok suci.”

Kita lebih percaya sejarah orang daripada pekerjaan Roh Kudus.

Seolah-olah kita komisaris surga yang bisa menentukan:
“Kamu bisa naik tingkat ke surga, kamu tunggu dulu di lapangan...”

Padahal pertobatan itu milik Tuhan, bukan milik gereja, bukan milik keluarga marga tertentu, dan bukan hak eksklusif HKBP.
(Terkejut? Tenang, Tuhan juga sayang orang GKPI dan GBI. 😁)


Penutup : Nasihat Penting 

Bapak/ibu, saudara/i yang terkasih…
Kita ini orang Batak. Keras kepala? Sedikit.
Penuh semangat? Iya.

Suka ngatur orang lain? Kadang-kadang lebih dari Tuhan sendiri.

Tapi hari ini mari kita belajar 3 hal:

    Pertobatan adalah hadiah, bukan hasil kerja keras. Jangan sombong karena kita rajin ke gereja, dan jangan rendah diri kalau kita pernah jatuh.

    Belajar melihat orang lain dengan mata Tuhan. Jangan cepat menilai orang dari masa lalunya.

Jadilah jembatan bagi orang bertobat, bukan temboknya. Jangan halangi karena dia tidak cocok dengan selera kita.

Karena sesungguhnya:
Kalau Tuhan bisa menyentuh Cornelius dan keluarganya,
Tuhan juga bisa menyentuh tetangga kita, mertua kita, bahkan mantan kita.  Amin?













NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 25 Mei 2025 - Manangianghon Hasonangan Ni Huta (Berdoa Untuk Kesejahteraan Bersama) - Yeremia 29:7-14


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 11 Mei 2025 - Allah Menggembalakan UmatNya - Yehezkiel 34:11-16 - MINGGU Jubilate

All Renungan HKBP 2025
(57)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 25 Mei 2025 - Manangianghon Hasonangan Ni Huta (Berdoa Untuk Kesejahteraan Bersama) - Yeremia 29:7-14


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 11 Mei 2025 - Allah Menggembalakan UmatNya - Yehezkiel 34:11-16 - MINGGU Jubilate

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de