BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
|
Renungan HKBP 2025 Jamita HKBP Minggu, 18 Mei 2025 - Allah Mengaruniakan Pertobatan (Dibasabasahon Debata do Hamubaon Ni Roha) - Kisah Para Rasul 11:1-18 1. Pertobatan Itu Diberikan Tuhan, Bukan Hasil Prestasi, 2. Allah Menyuruh Kita Berubah Pikiran, Bukan Cuma Penampilan, 3. Jangan Halangi Orang Bertobat Karena Selera Kita Horas saudaraku! Kalau kita bicara soal pertobatan, biasanya langsung terbayang yang berat-berat: menangis, puasa, meninggalkan dosa, berhenti marah-marah di jalan karena macet. Tapi mari kita lihat hari ini: pertobatan itu bukan cuma meninggalkan dosa, tapi juga cara Tuhan menyentuh hidup kita lewat kasih dan pengampunan. Bahkan untuk orang-orang yang menurut kita “tidak pantas”. 1. Pertobatan Itu Diberikan Tuhan, Bukan Hasil Prestasi Dalam Kisah Para Rasul 11 ini, Petrus dikritik habis-habisan oleh teman-teman seiman Yahudi karena dia masuk ke rumah orang non-Yahudi (Cornelius) dan bahkan makan bersama mereka. Luar biasa ya, sudah dari zaman dulu memang... orang sibuk mengurusi siapa yang pantas dan tidak pantas masuk surga. Orang Yahudi pikir keselamatan itu milik mereka sendiri. Tapi ternyata, Tuhan membalik semua itu. Tuhan memberi Roh Kudus kepada Cornelius dan keluarganya sebelum mereka disunat, sebelum mereka jadi “orang dalam”! Jadi... keselamatan bukan karena marga, bukan karena bisa marhobas di gereja, bukan karena tahu semua nomor lagu Buku Ende... Tapi karena Allah yang mengaruniakan pertobatan. Bukan karena kita layak, tapi karena Dia penuh kasih. 2. Allah Menyuruh Kita Berubah Pikiran, Bukan Cuma Penampilan Petrus semula juga bingung. Tapi Tuhan beri dia penglihatan - ada kain besar turun dari langit berisi binatang haram, lalu Tuhan berkata: “Apa yang telah ditahirkan Allah, jangan engkau najiskan.” Sederhananya begini: Tuhan tidak lihat kulitnya, marganya, gerejanya... tapi hatinya. Terkadang kita juga terlalu cepat menilai. Kalau ada yang rambutnya dicat, bajunya sobek-sobek, langsung kita bilang: “Wah, ini anak zaman akhir... cocoknya di hukum Tuhan!” Padahal bisa jadi, hatinya sedang mencari Tuhan. Sementara kita yang bajunya sopan, suara indah di paduan suara... hatinya masih penuh iri, penuh sombong, penuh omongan pahit di warung kopi. Jadi, jangan-jangan, yang butuh pertobatan bukan dia - tapi kita. 3. Jangan Halangi Orang Bertobat Karena Selera Kita Ketika Petrus menjelaskan semua yang Tuhan tunjukkan padanya, akhirnya teman-teman Petrus berkata: “Kalau begitu, kepada bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan.” (Lihat ayat 18) Kadang, yang paling sulit itu bukan orang bertobat, tapi kita menerima bahwa orang lain sudah bertobat. Contohnya begini: Ada teman kita dulu pemabuk. Sekarang sudah aktif pelayanan. Apa kata orang? “Ih dia? Dulu kan sering mangkir dari gotong royong. Sekarang sok suci.” Kita lebih percaya sejarah orang daripada pekerjaan Roh Kudus. Seolah-olah kita komisaris surga yang bisa menentukan: “Kamu bisa naik tingkat ke surga, kamu tunggu dulu di lapangan...” Padahal pertobatan itu milik Tuhan, bukan milik gereja, bukan milik keluarga marga tertentu, dan bukan hak eksklusif HKBP. (Terkejut? Tenang, Tuhan juga sayang orang GKPI dan GBI. 😁) Penutup : Nasihat Penting Bapak/ibu, saudara/i yang terkasih… Kita ini orang Batak. Keras kepala? Sedikit. Penuh semangat? Iya. Suka ngatur orang lain? Kadang-kadang lebih dari Tuhan sendiri. Tapi hari ini mari kita belajar 3 hal: Pertobatan adalah hadiah, bukan hasil kerja keras. Jangan sombong karena kita rajin ke gereja, dan jangan rendah diri kalau kita pernah jatuh. Belajar melihat orang lain dengan mata Tuhan. Jangan cepat menilai orang dari masa lalunya. Jadilah jembatan bagi orang bertobat, bukan temboknya. Jangan halangi karena dia tidak cocok dengan selera kita. Karena sesungguhnya: Kalau Tuhan bisa menyentuh Cornelius dan keluarganya, Tuhan juga bisa menyentuh tetangga kita, mertua kita, bahkan mantan kita. Amin?
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Jamita HKBP Minggu, 25 Mei 2025 - Manangianghon Hasonangan Ni Huta (Berdoa Untuk Kesejahteraan Bersama) - Yeremia 29:7-14 PREV: Jamita HKBP Minggu, 11 Mei 2025 - Allah Menggembalakan UmatNya - Yehezkiel 34:11-16 - MINGGU Jubilate All Renungan HKBP 2025
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Jamita HKBP Minggu, 25 Mei 2025 - Manangianghon Hasonangan Ni Huta (Berdoa Untuk Kesejahteraan Bersama) - Yeremia 29:7-14 PREV: Jamita HKBP Minggu, 11 Mei 2025 - Allah Menggembalakan UmatNya - Yehezkiel 34:11-16 - MINGGU Jubilate Minggu, 6 September 2026 Jamita HKBP Minggu, 6 September 2026 - MANGHAHOLONGI DEBATA DOHOT DONGAN JOLMA (Mengasihi Tuhan Allah dan sesama manusia) - Lukas 10:25-37 - MINGGU XIV DUNG TRINITATIS Minggu, 30 Agustus 2026 Jamita HKBP Minggu, 30 Agustus 2026 - FIRMAN TUHAN MENJADI KEGIRANGAN BAGIKU - 2 Timotius 4:6-8
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |