f Khotbah HKBP Minggu, 7 September 2025 - Memperbaiki Tingkah Langkah dan Perbuatan - Yeremia 18:1-11 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 5223 kali
Renungan HKBP 2025
Khotbah HKBP Minggu, 7 September 2025 - Memperbaiki Tingkah Langkah dan Perbuatan - Yeremia 18:1-11

1. Tanah Liat Itu Mudah Dibentuk, 2. Tuhan Berhak Mengubah Rencana, 3. Panggilan Untuk Memperbaiki Tingkah Laku

Yeremia 18:1-11
Pelajaran dari pekerjaan tukang periuk
18:1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: 18:2 "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu." 18:3 Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. 18:4 Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. 18:5 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: 18:6 "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! 18:7 Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya. 18:8 Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka. 18:9 Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka. 18:10 Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka. 18:11 Sebab itu, katakanlah kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku ini sedang menyiapkan malapetaka terhadap kamu dan merancangkan rencana terhadap kamu. Baiklah kamu masing-masing bertobat dari tingkah langkahmu yang jahat, dan perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu! 

Baca Juga:

Pendahuluan

Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan!
Hari ini kita belajar dari seorang nabi yang hidupnya penuh drama - Nabi Yeremia. Kadang dipanggil juga nabi yang suka nangis alias nabi cengeng. Coba bayangkan, Yeremia sering menangis karena bangsa Israel bandel, kepala batu, tidak mau bertobat. Mungkin kalau Yeremia hidup di zaman sekarang, beliau sudah sering update status di WA: “Sedih lagi, umat tidak mau dengar firman.

Nah, di pasal 18 ini Tuhan suruh Yeremia pergi ke rumah tukang periuk (pembuat tembikar). Kenapa? Karena di sana Tuhan mau kasih object lesson yang sangat jelas: bangsa Israel itu seperti tanah liat, dan Tuhan adalah tukang periuk.


1. Tanah Liat Itu Mudah Dibentuk (ayat 1-4)

Yeremia lihat tukang periuk bikin bejana. Awalnya gagal - bejananya jelek, mungkin pecah atau miring sebelah. Tetapi tukang periuk tidak buang tanah liat itu. Dia bentuk ulang, diperbaiki, dibuat jadi lebih bagus.

Saudara, itu seperti hidup kita. Kadang kita gagal, salah langkah, bahkan bikin dosa. Tapi kabar baiknya: Tuhan tidak langsung buang kita ke tong sampah. Dia masih sabar, Dia perbaiki, Dia bentuk lagi.

Jadi kalau kita salah, jangan bilang “sudah tamat riwayatku.” Belum! Tuhan masih bisa bikin hidup kita indah.

Coba lihat kanan-kiri sebentar. (Humor) - Ada yang mukanya agak “miring”? Jangan khawatir, mungkin Tuhan masih dalam proses memutar tanah liatnya.


2. Tuhan Berhak Mengubah Rencana (ayat 5-10)

Firman Tuhan datang kepada Yeremia: “Seperti tukang periuk itu, demikianlah Aku dapat memperlakukan kamu, hai kaum Israel!”

Artinya apa? Tuhan punya kuasa penuh atas hidup kita. Kalau kita taat, Tuhan bikin kita jadi bejana mulia. Tapi kalau kita keras kepala, Tuhan bisa ubah rencana-Nya, bahkan menghukum.

Ini serius. Banyak orang Kristen suka bilang, “Saya bebas dong, ini hidup saya.” Iya, bebas sih… tapi kayak tanah liat di tangan tukang periuk - tetap saja Tuhan yang tentukan hasil akhirnya.

Bayangkan tanah liat protes:
“Pak periuk, saya maunya jadi guci bunga.”
Tukang periuk jawab: “Eh, kamu cocoknya jadi piring nasi, bukan guci.”
Saudara, kita sering begitu sama Tuhan: maunya jadi ini, maunya jadi itu, padahal Tuhan tahu bentuk terbaik kita apa.

3. Panggilan Untuk Memperbaiki Tingkah Laku (ayat 11)

Tuhan kasih peringatan: “Bertobatlah masing-masing dari tingkah langkahmu yang jahat, dan perbaikilah perbuatanmu.”

Artinya, kita tidak boleh pasif. Jangan bilang, “Ah, biar Tuhan saja yang bentuk saya.” Iya, tapi kita juga harus mau dibentuk. Kalau tanah liatnya kering dan keras, tukang periuk susah bentuknya. Sama, kalau hati kita keras, Tuhan juga susah mengubah kita.

Jadi apa yang harus kita lakukan?

Perbaiki tingkah langkah -' cara hidup kita sehari-hari.

Perbaiki perbuatan - hal-hal nyata yang kita lakukan, baik di rumah, kerja, sekolah, maupun gereja.

Misalnya:
Kalau dulu tingkah langkahnya suka ngutang nggak bayar, sekarang belajarlah bayar tepat waktu.

Kalau dulu perbuatannya suka ngomel sama pasangan, sekarang belajarlah bilang: “I love you” (meskipun masih pakai wajah judes).

Kalau dulu tingkah langkahnya suka datang terlambat ke gereja, sekarang belajarlah datang lebih awal. Jangan sampai setan sudah duduk manis, eh kita baru muncul.

Aplikasi :

Saudara, Tuhan hari ini mau kita:

Mau dibentuk - Jangan keras kepala.

Bertobat - Tinggalkan tingkah laku lama.

Berubah - Nyatakan dengan perbuatan nyata.

Kalau kita lakukan itu, Tuhan bisa menjadikan hidup kita bejana indah, berharga, dan berguna.


Penutup

Saudara-saudara, Yeremia 18 mengingatkan kita bahwa hidup ini ibarat tanah liat. Kita mungkin sering gagal, retak, atau jelek bentuknya. Tapi Tuhan, Sang Tukang Periuk, tidak menyerah. Dia mau memperbaiki kita.
Maka jangan sia-siakan kesempatan ini. Mari kita memperbaiki tingkah langkah dan perbuatan kita.

Ingat: lebih baik kita berubah sekarang, daripada dipaksa berubah oleh masalah besar nanti.

Amin.















NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 14 September 2025 - Sukacita Atas Kembalinya Anak Yang Hilang - Lukas 15:11-32


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 31 Agustus 2025 - YESUS PEMIMPIN YANG BENAR - Ibrani 13:7-17

All Renungan HKBP 2025
(57)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 14 September 2025 - Sukacita Atas Kembalinya Anak Yang Hilang - Lukas 15:11-32


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 31 Agustus 2025 - YESUS PEMIMPIN YANG BENAR - Ibrani 13:7-17

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de