BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 4989 kali
Renungan HKBP 2025
Jamita HKBP Minggu, 9 November 2025 - MEMELIHARA DIRI DALAM KASIH TUHAN - Yudas 1:17-23

I. Pengejek dan Orang Duniawi (ay. 17-19), II. Bangunlah Dirimu di Atas Iman yang Paling Suci, III. Berdoalah dalam Roh Kudus (ay. 20),IV. Peliharalah Dirimu dalam Kasih Allah (ay. 21)

Yudas 1:17-23
Nasihat-nasihat untuk meneguhkan iman
1:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. 1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." 1:19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. 1:22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 1:23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. 

Penjelasan:


Horas ma hita sude!
Puji Tuhan, hita pe masih sehat, masih bisa marjamita dohot manghatahon firman Tuhan. Yudas menulis surat ini karena banyak orang Kristen waktu itu sudah mulai “males hidup kudus.” Mereka pikir Tuhan lambat datang, jadi santai-santai, hidup seenaknya.
Nah, mirip juga kan dengan zaman sekarang? Kadang kita bilang, “Ah... Tuhan surga masih jauh, naeng mar pesta ma jolo!” ...

Tapi Yudas ingatkan:

“Peliharalah dirimu dalam kasih Tuhan.”

Jadi tugas kita bukan cuma percaya, tapi juga memelihara diri supaya jangan lepas dari kasih Tuhan.


I. Pengejek dan Orang Duniawi (ay. 17-19)

Yudas bilang di ayat 17-19 bahwa akan muncul pengejek-pengejek.
Artinya orang-orang yang suka mengejek hal rohani.

Contohnya:

Ada yang bilang, “Ah, gereja tiap minggu, hasilnya apa?”

Atau, “Baca Alkitab tiap hari, alai rejeki tetap dang adong!” ...

Na so sadar do ibana, alana on dang soal rezeki, tapi soal hati.
Ada juga yang hidup menurut hawa nafsu, artinya mengikuti keinginan dagingnya saja, bukan kehendak Tuhan.

Orang seperti ini kata Yudas: “orang duniawi yang tidak mempunyai Roh.”

Ibarat hp tanpa sinyal, cantik di luar, tapi tidak ada jaringan sama Tuhan!


II. Bangunlah Dirimu di Atas Iman yang Paling Suci (ay. 20)

Yudas bilang, “Bangunlah dirimu di atas dasar imanmu yang paling suci.”
Berarti, hidup rohani itu harus dibangun, bukan tumbuh sendiri.

Kalau mau rumah kokoh, harus ada pondasi kuat.
Begitu juga iman kita.
Kalau cuma ikut-ikutan ke gereja tanpa dasar, nanti gampang roboh begitu ada masalah.

Kadang Tuhan biarkan badai datang, bukan supaya kita jatuh, tapi supaya kita tahu seberapa kuat iman kita.

Ada ibu bilang:

“Tuhan, kenapa uangku tinggal seribu?”
Tuhan jawab pelan,
“Supaya kau belajar, bukan uang yang menjaga engkau, tapi Aku.” 🙏

III. Berdoalah dalam Roh Kudus (ay. 20)

Banyak orang rajin berdoa, tapi tidak dalam Roh Kudus.
Artinya, doanya cuma formalitas.

Misalnya, makan sudah lapar sekali:

“Tuhan... terimakasih untuk makanannya... (langsung diallang)”
Padahal Tuhan belum bilang “Amin” ....

Berdoa dalam Roh Kudus itu berarti dari hati, dengan kesadaran bahwa kita berbicara kepada Tuhan yang hidup.
Kadang tidak perlu kata-kata panjang.
Yang penting tulus.
Roh Kudus lah yang bantu kita saat kita tidak tahu harus berkata apa (Roma 8:26).

IV. Peliharalah Dirimu dalam Kasih Allah (ay. 21)

Nah ini bagian utama khotbah kita: “Peliharalah dirimu dalam kasih Allah.”
Kata “pelihara” artinya jaga supaya tidak hilang.
Jadi kasih Tuhan memang besar, tapi kita bisa menjauh dari kasih itu kalau kita tidak hati-hati.

Contohnya, kalau kita malas berdoa, malas baca Firman, lama-lama hati jadi dingin.
Kasih jadi berkurang.
Dulu rajin ke gereja, lama-lama jadi “musiman”  kalau natal baru muncul ...

Kasih Tuhan itu seperti api di tungku.
Kalau tidak dijaga, lama-lama padam.
Jadi setiap hari, kita perlu “meniup” kembali api kasih itu dengan doa, pujian, dan persekutuan.

VI. Menantikan Rahmat Tuhan Yesus (ay. 21)

Yudas juga bilang: “Sambil menantikan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal.”
Artinya hidup kita ini bukan cuma untuk dunia ini saja.
Ada rumah kekal yang Tuhan siapkan.
Makanya, jangan rusak diri hanya karena godaan sesaat.

Ada anak muda bilang:

“Abang, dosa dikit aja lah, nanti tobat juga kok.”
Saya jawab,
“Iya, tapi kalau mati duluan sebelum tobat, jadi tinggal ‘dikit’ juga surga hilang.” ...


VI. Miliki Belas Kasihan dan Jiwa Penyelamat (ay. 22-23)

Yudas bilang, “Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu.”
Artinya, kalau ada saudara seiman yang mulai lemah, jangan langsung dihakimi.
Tapi dekati dengan kasih.

Kalau orang mulai jauh dari gereja, jangan langsung bilang “tulah!” tapi doakan dan kunjungi.
Karena Tuhan Yesus juga datang bukan untuk menghukum, tapi menyelamatkan.

Yudas bilang lagi: “Selamatkanlah mereka dengan mencabut mereka dari api.”
Wah, keras tapi indah.
Artinya, kalau ada yang hampir jatuh dalam dosa, kita harus cepat bertindak!
Seperti kalau baju terbakar jangan malah ditonton!

Kadang di gereja, kalau ada jemaat jatuh dalam dosa, orang malah sibuk gosip, bukan tolong ....
Yudas bilang: jangan begitu.
Peliharalah kasih, supaya kasih itu juga yang menyelamatkan orang lain.


VII. Penutup

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Hidup ini penuh godaan dan ejekan. Tapi Yudas mengingatkan kita untuk:
  • Ingat firman para rasul
  • Bangun iman kita di atas dasar yang benar
  • Berdoa dalam Roh Kudus
  • Pelihara diri dalam kasih Tuhan
  • Tunjukkan belas kasihan kepada sesama

Kalau itu kita lakukan, maka kita tidak akan goyah bahkan di zaman yang makin gelap ini.

Mari kita jaga diri kita tetap di dalam kasih Tuhan, sebab kasih itulah yang memampukan kita bertahan sampai akhir.

Doa Penutup:

Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu hari ini.
Ajarlah kami untuk selalu hidup di dalam kasih-Mu,
supaya kami tidak ikut arus dunia,
tapi tetap menjadi terang dan garam di manapun kami berada.
Kami ingin menjaga hati kami agar selalu menyala dalam kasih-Mu.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa,
Amin.

***













NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 16 November 2025 - Dihaholongi Debata Do Bangsona (Allah Mengasihi UmatNya) - Maleaki 1:1-6


PREV:
Jamita HKBP Minggu 2 Nopember 2025 - Ditangihon Debata Do Tangiang Ni NaposoNa (Tuhan Mendengar Seruan HambaNya) - Nehemia 1:1-11

All Renungan HKBP 2025
(57)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 16 November 2025 - Dihaholongi Debata Do Bangsona (Allah Mengasihi UmatNya) - Maleaki 1:1-6


PREV:
Jamita HKBP Minggu 2 Nopember 2025 - Ditangihon Debata Do Tangiang Ni NaposoNa (Tuhan Mendengar Seruan HambaNya) - Nehemia 1:1-11

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de