f Jamita HKBP Minggu, 3 Mei 2026 - AKU BERNYANYI BAGI TUHAN (Marende do au tu Jahowa) - Keluaran 15:1-14 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 1691 kali
Renungan HKBP 2026
Jamita HKBP Minggu, 3 Mei 2026 - AKU BERNYANYI BAGI TUHAN (Marende do au tu Jahowa) - Keluaran 15:1-14

1. Bernyanyi Karena Tuhan Telah Bertindak (Ayat 1-5), 2. Tuhan Adalah Kekuatan dan Keselamatan (Ayat 2-3), 3. Tuhan Berperang untuk Kita (Ayat 6-10), 4. Nyanyian Itu Kesaksian (Ayat 11-14)

Keluaran 15:1-14
Nyanyian Musa dan Israel
15:1-21
1 Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi Tuhan yang berbunyi:
”Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur,
kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.
2 Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku,
Ia telah menjadi keselamatanku.
Ia Allahku, kupuji Dia,
Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia.
3 Tuhan itu pahlawan perang;
Tuhan, itulah nama-Nya.
4Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut;
para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau.
5Samudera raya menutupi mereka;
ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
6Tangan kanan-Mu, Tuhan, mulia karena kekuasaan-Mu,
tangan kanan-Mu, Tuhan, menghancurkan musuh.
7Dengan keluhuran-Mu yang besar
Engkau meruntuhkan siapa yang bangkit menentang Engkau;
Engkau melepaskan api murka-Mu,
yang memakan mereka sebagai tunggul gandum.
8Karena nafas hidung-Mu segala air naik bertimbun-timbun;
segala aliran berdiri tegak seperti bendungan;
air bah membeku di tengah-tengah laut.
9Kata musuh: Aku akan mengejar, akan mencapai mereka, akan membagi-bagi jarahan;
nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka, akan kuhunus pedangku;
tanganku akan melenyapkan mereka!
10Engkau meniup dengan taufan-Mu, laut pun menutupi mereka;
sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang hebat.
11Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya Tuhan;
siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu,
menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur,
Engkau pembuat keajaiban?
12Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu;
bumi pun menelan mereka.
13Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus;
dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.
14Bangsa-bangsa mendengarnya, mereka pun menggigil;
kegentaran menghinggapi penduduk tanah Filistin.

Baca Juga:


Penjelasan:

Shalom amang, inang, ito dongan sude…

Hari ini kita berbicara tentang satu hal yang sangat dekat dengan kehidupan orang Batak:
Bernyanyi.

Kalau orang Batak tidak bisa nyanyi…
itu sudah mujizat yang jarang terjadi 
  • Di gereja: nyanyi
  • Di pesta: nyanyi
  • Di rumah: nyanyi
  • Bahkan lagi sedih pun… tetap nyanyi

Tapi pertanyaannya:
Untuk siapa kita bernyanyi?

Apakah hanya untuk hiburan?
Atau sungguh-sungguh untuk Tuhan?

Latar Belakang Firman (Keluaran 15:1014)


Perikop ini adalah nyanyian kemenangan bangsa Israel setelah melewati Laut Teberau.

Tokoh utamanya adalah Musa.

Bangsa Israel baru saja mengalami mujizat besar:
- Laut terbelah
- Mereka selamat
- Musuh (tentara Mesir) dikalahkan

Dan respon mereka?
- Mereka bernyanyi bagi Tuhan.

Isi Khutbah

1. Bernyanyi Karena Tuhan Telah Bertindak (Ayat 1-5)

Musa berkata:
“Aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur…”

Artinya:
Nyanyian itu lahir dari pengalaman bersama Tuhan.

Kadang kita ini kebalik:
Lagi tidak ada masalah -- malas nyanyi
Lagi banyak masalah -- tambah diam

Padahal:
Justru karena Tuhan sudah menolong kita, kita harus bernyanyi.

Kadang kita nyanyi di gereja:
Mulut bergerak
Tapi hati mikir: “Nanti makan apa ya?” 

Jadi bukan nyanyi untuk Tuhan…
tapi nyanyi sambil pikir nasi goreng.

2. Tuhan Adalah Kekuatan dan Keselamatan (Ayat 2-3)


Firman Tuhan berkata:
“TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku…”

Artinya:
- Tuhan bukan hanya penolong…
- Tapi sumber kekuatan hidup kita.

Kadang kita bergantung pada:
Uang
Jabatan
Relasi

Begitu itu hilang…
kita langsung goyang.

Tapi kalau kita bergantung pada Tuhan:
Kita tetap kuat.

Seperti orang Batak bilang:
“Asal masih ada Tuhan, masih ada harapan.”

3. Tuhan Berperang untuk Kita (Ayat 6-10)

Firman Tuhan berkata:
“TUHAN itu pahlawan perang…”

Artinya:
Kita tidak sendirian menghadapi hidup.

Masalahnya:
Kita sering merasa harus menghadapi semua sendiri.

Contoh:
Anak bermasalah -- stres sendiri
Ekonomi sulit -- pikul sendiri
Masalah keluarga -- diam sendiri

Padahal Tuhan berkata:
“Aku yang berperang untukmu.”

Humor:
Kadang kita ini seperti orang yang dorong mobil mogok…
Padahal ada orang kuat di belakang siap bantu…
tapi kita tidak mau minta tolong 

4. Nyanyian Itu Kesaksian (Ayat 11-14)

Bangsa-bangsa lain mendengar:
dan mereka takut

Kenapa?
Karena nyanyian Israel menceritakan kebesaran Tuhan.

Artinya:
Nyanyian kita itu kesaksian.

Kalau kita menyanyi dengan sungguh-sungguh:
Orang lain bisa melihat iman kita.

Tapi kalau nyanyi:
Setengah hati
Tidak semangat
Seperti dipaksa

Orang juga lihat:
“Kayaknya Tuhan tidak terlalu penting bagi dia…”

Aplikasi Dalam Hidup

Mari kita evaluasi diri:
Apakah kita bernyanyi:

Hanya karena kebiasaan?
Karena ikut-ikutan?
Atau karena kita sungguh mengasihi Tuhan?

Mulai hari ini:
Nyanyikan lagu untuk Tuhan dengan hati.

Tidak perlu suara bagus:

Tuhan tidak cari suara emas
Tuhan cari hati yang tulus

Penutup

Amang inang, ito…

Bangsa Israel bernyanyi bukan karena hidup mereka sudah sempurna…
Tapi karena Tuhan sudah menolong mereka.

Demikian juga kita:
- Kita bernyanyi bukan karena hidup kita tanpa masalah
- Tapi karena Tuhan setia menyertai kita

Ilustrasi Penutup


Ada satu cerita sederhana:

Seorang ibu sedang memasak di dapur sambil bernyanyi.
Anaknya bertanya:
“Mama, kenapa mama nyanyi terus?”

Ibunya menjawab:
“Supaya mama ingat, Tuhan masih baik sama kita.”

Artinya:
- Nyanyian itu bukan hanya suara…
- Tapi cara kita mengingat kebaikan Tuhan.

Ajakan


Mari kita menjadi jemaat yang:
- Bernyanyi dengan iman
- Bernyanyi dengan sukacita
- Bernyanyi untuk Tuhan

Katakan dalam hati kita hari ini:
“Aku bernyanyi bagi Tuhan!”

Doa Penutup

Mari kita berdoa…

“Tuhan Allah Bapa kami…
Terima kasih untuk firman-Mu hari ini.
Ajari kami untuk selalu memuji dan menyembah Engkau.
Dalam suka maupun duka, biarlah kami tetap bernyanyi bagi-Mu.
Bukan hanya dengan mulut kami, tetapi dengan seluruh hidup kami.

Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”













NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 10 Mei 2026 - Tetap Berdoa -- Dengan Berdoa Kita Ditopang (Ndang Mansohot Martangiang) - Kolose 1:9-14


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI - Kisah Rasul 2:22-28

All Renungan HKBP 2026
(27)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 10 Mei 2026 - Tetap Berdoa -- Dengan Berdoa Kita Ditopang (Ndang Mansohot Martangiang) - Kolose 1:9-14


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 26 April 2026 - HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI - Kisah Rasul 2:22-28

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de