BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 1509 kali
Renungan HKBP 2026
Jamita HKBP Minggu, 13 September 2026 - Debata Patupa Halongangan Tu BangsoNa (TUHAN MELAKUKAN PERBUATAN BESAR BAGI UMAT-NYA) - Keluaran 14:19-31

1. ISRAEL BERADA DI TEMPAT YANG SEPERTINYA TIDAK ADA JALAN KELUAR, 2. KETIKA MANUSIA MELIHAT JALAN BUNTU, TUHAN MELIHAT JALAN KELUAR, 3. TIANG AWAN DAN TIANG API: TUHAN TIDAK MENINGGALKAN UMAT-NYA, 4. TUHAN MEMBUKA LAUT YANG TIDAK BISA DIBUKA MANUSIA

Keluaran 14:19-31
19Lalu malaikat Allah, yang ada di depan pasukan Israel, pindah ke bagian belakang. Dan pindahlah juga tiang awan sampai berada 20di antara pasukan Mesir dan pasukan Israel. Awan itu menimbulkan kegelapan, sehingga sepanjang malam kedua pasukan itu tak dapat saling mendekati.
21Lalu Musa mengacungkan tangannya ke atas laut, dan Tuhan membuat angin timur bertiup dengan kencangnya sehingga air laut mundur. Sepanjang malam angin itu bertiup, dan mengubah laut menjadi tanah kering. 22Air terbagi dua, dan waktu orang Israel menyeberangi laut, mereka berjalan di dasar yang kering, dan air di kanan kirinya merupakan tembok. 23Orang Mesir dengan semua kuda, kereta dan pengendaranya mengejar terus dan mengikuti orang Israel ke tengah laut. 24Menjelang fajar Tuhan memandang dari tiang api dan awan kepada tentara Mesir dan mengacaubalaukannya. 25Ia membuat roda-roda kereta mereka macet, sehingga dengan susah payah mereka maju. Kata orang Mesir, “Tuhan berjuang untuk orang Israel melawan kita. Mari kita lari dari sini!”
26Kata Tuhan kepada Musa, “Acungkanlah tanganmu ke atas laut, maka air akan kembali, dan menenggelamkan orang Mesir, kereta-kereta dan pengendara-pengendaranya.” 27Lalu Musa mengacungkan tangannya ke atas laut dan pada waktu fajar merekah, air kembali pada keadaannya yang semula. Orang Mesir berusaha menyelamatkan diri, tetapi Tuhan menenggelamkan mereka ke dalam laut. 28Air laut berbalik dan menutupi kereta-kereta, pengendara-pengendara, dan seluruh tentara Mesir yang mengejar orang Israel ke tengah laut, sehingga mereka mati semua. 29Tetapi ketika orang Israel menyeberangi laut, mereka berjalan di dasar yang kering, dan air merupakan tembok di kanan kirinya.
30Pada hari itu Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari serangan orang Mesir, dan mereka melihat mayat-mayat orang Mesir terdampar di pantai. 31Ketika orang Israel melihat bagaimana Tuhan yang dengan kuasa-Nya yang besar mengalahkan orang Mesir, mereka heran sekali sehingga percaya kepada-Nya dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

Baca Juga:

Penjelasan:

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Horas!
Horas ma di hita sudena!

Puji Tuhan, kita boleh berkumpul kembali di rumah Tuhan pada hari Minggu ini.

Ada yang datang dengan hati penuh sukacita.
Ada yang datang dengan masalah.
Ada yang datang karena bersyukur.
Ada juga yang datang karena... di rumah tidak ada kerjaan!

Hehehe...

Tapi saya percaya, tidak ada satu pun yang kebetulan datang ke gereja hari ini.

Sebab Tuhan mau mengatakan sesuatu kepada kita:

“Jangan takut. Aku menyertai engkau. Aku sedang melakukan perbuatan besar dalam hidupmu.”

Itulah pesan besar dari Keluaran 14:19-31.

1. ISRAEL BERADA DI TEMPAT YANG SEPERTINYA TIDAK ADA JALAN KELUAR

Saudara-saudara,

Bayangkan keadaan bangsa Israel.

Mereka baru keluar dari Mesir.

Di depan mereka ada Laut Teberau.
Di belakang mereka ada tentara Firaun.
Di kiri-kanan?

Tidak ada jalan.

Kalau mereka melihat ke depan:
air.

Kalau melihat ke belakang:
tentara.

Kalau melihat ke samping:
tidak ada jalan.

Mereka mungkin berkata:
“Musa, bagaimana ini?”

Ada orang yang kalau menghadapi masalah seperti Israel:

langsung panik.

Ada yang kalau punya masalah sedikit:
“Waduh! Selesai sudah hidupku!”

Padahal masalahnya baru:
HP jatuh ke lantai.

Sudah seperti kiamat.

Hehehe...


Ada juga orang Batak.

Kalau ada masalah sedikit, telepon keluarga:
“Lae, bagaimana ini?”

Dijawab:
“Tenang.”

Lima menit kemudian:
“Lae, sudah saya ceritakan kepada semua keluarga.”

Hehehe...

Tetapi Israel benar-benar berada dalam keadaan sulit.

Mereka tidak tahu harus ke mana.


2. KETIKA MANUSIA MELIHAT JALAN BUNTU, TUHAN MELIHAT JALAN KELUAR

Inilah yang luar biasa.

Manusia melihat laut.
Tuhan melihat jalan.

Manusia melihat tentara Firaun.

Tuhan melihat keselamatan umat-Nya.

Manusia berkata:
“Tidak mungkin.”

Tuhan berkata:
“Aku sanggup.”

Ini penting untuk kita renungkan.

Sering kali kita terlalu cepat menyimpulkan keadaan.

Kita melihat:
“Tidak mungkin.”

Tetapi Tuhan berkata:
“Belum selesai.”

Kita berkata:
“Sudah tidak ada jalan.”

Tuhan berkata:
“Aku adalah jalan.”

Kita berkata:
“Sudah habis.”

Tuhan berkata:
“Aku belum selesai bekerja.”

Saudara-saudara,

mungkin hari ini ada jemaat yang sedang menghadapi masalah ekonomi.
Ada keluarga yang sedang menghadapi persoalan rumah tangga.

Ada orang tua yang sedang memikirkan anaknya.
Ada anak muda yang bingung menentukan masa depan.
Ada yang sedang mencari pekerjaan.
Ada yang sedang berjuang dalam usaha.
Ada yang berdoa untuk kesehatan keluarganya.

Dan mungkin kita bertanya:
“Tuhan, kapan pertolongan-Mu datang?”

Firman Tuhan hari ini mengingatkan:
Jangan menentukan masa depan berdasarkan keadaan hari ini.

Karena Tuhan masih bekerja.


3. TIANG AWAN DAN TIANG API: TUHAN TIDAK MENINGGALKAN UMAT-NYA

Ayat 19-20 menggambarkan malaikat Tuhan dan tiang awan yang bergerak dari depan ke belakang.

Ini indah sekali.

Ketika Israel berjalan:
Tuhan di depan.

Ketika musuh mengejar:
Tuhan berada di belakang.

Artinya apa?

Tuhan tidak hanya memimpin kita ketika keadaan baik.

Tuhan juga menjaga kita ketika keadaan buruk.

Kadang kita berkata:
“Tuhan, kok masalah saya banyak sekali?”

Tetapi mungkin kita tidak menyadari:
berapa banyak masalah yang sebenarnya Tuhan sudah cegah sebelum sampai kepada kita.

Kita hanya melihat masalah yang datang.

Kita tidak melihat:
masalah yang Tuhan sudah jauhkan.

Kita hanya menghitung air mata.
Tuhan menghitung pertolongan.

Kita menghitung kegagalan.
Tuhan melihat proses.

Kita melihat hari ini.
Tuhan melihat seluruh perjalanan hidup kita.


4. TUHAN MEMBUKA LAUT YANG TIDAK BISA DIBUKA MANUSIA

Kemudian Tuhan berkata kepada Musa:
“Angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah itu...”

Dan apa yang terjadi?

Laut terbelah!

Saudara-saudara,

ini perbuatan besar Tuhan.

Tetapi coba kita perhatikan.

Tuhan tidak mengatakan:
“Musa, tunggu saja. Jangan lakukan apa-apa.”

Tidak!

Musa harus:
mengangkat tongkat.

Bangsa Israel harus:
maju.

Ini pelajaran penting.

Mukjizat Tuhan bukan alasan untuk kita berhenti bergerak.

Kita berdoa:
“Tuhan, berkatilah usaha saya.”

Tetapi usaha juga harus dilakukan.

Kita berdoa:
“Tuhan, berikan saya pekerjaan.”

Tetapi CV juga harus dikirim.

Hehehe...

Kita berdoa:
“Tuhan, anak saya supaya pintar.”

Tetapi anaknya juga jangan setiap malam:

main HP sampai jam dua!

Hehehe...

Kita berdoa:
“Tuhan, berkati gereja kami.”

Tetapi kalau ada gotong royong:
“Maaf, Pendeta, saya ada acara.”

Hehehe...

Iman tidak berarti duduk diam.

Iman berarti:
percaya kepada Tuhan sambil melangkah dalam ketaatan.


5. TUHAN MEMBUKA JALAN BUKAN HANYA UNTUK MUSA, TETAPI UNTUK SELURUH UMAT

Yang menarik dalam cerita ini:
Tuhan tidak membuka laut hanya untuk Musa.

Tuhan membuka jalan bagi seluruh bangsa Israel.

Ini penting bagi gereja.

Berkat Tuhan tidak boleh berhenti pada diri kita sendiri.

Kalau Tuhan memberkati kita:
kita menjadi berkat.

Kalau Tuhan memberikan kemampuan:
kita melayani.

Kalau Tuhan memberikan harta:
kita berbagi.

Kalau Tuhan memberikan jabatan:
kita menggunakannya untuk kebaikan.

Kalau Tuhan memberikan pendidikan:
ilmu itu digunakan untuk membangun sesama.

Inilah semangat transformasi gereja.


6. HKBP DIPANGGIL UNTUK MENJADI BERKAT BAGI MASYARAKAT

Saudara-saudara,

Ada berita yang sangat menarik beberapa hari terakhir.

Pada 6 September 2026, Kapolres Langkat melakukan Safari Kamtibmas dan program kepedulian terhadap tempat ibadah di Gereja HKBP Bukit Mas Besitang.

Dalam kegiatan itu diserahkan 100 sak semen untuk pembangunan gereja. Pihak Polres Langkat menyebutnya sebagai bagian dari sinergi dengan masyarakat dan dukungan terhadap kehidupan beragama.

Apa yang bisa kita lihat dari berita ini?

Jangan hanya melihat:
“Oh, gereja dapat semen.”

Lebih dalam daripada itu.

Kita melihat:
Ada sinergi.
Ada gereja.
Ada pemerintah/aparat.
Ada masyarakat.
Ada kepedulian.
Ada pembangunan.

Inilah gereja yang hadir di tengah masyarakat.

Dan menariknya, pada Pesta Puncak Tahun Transformasi HKBP Distrik XIII Asahan-Labuhanbatu, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan juga menegaskan bahwa transformasi gereja harus diwujudkan melalui perubahan nyata di tengah kehidupan masyarakat.

Jadi transformasi bukan sekadar:
ganti spanduk.

Bukan sekadar:
ganti tema.

Bukan sekadar:
rapat lagi, rapat lagi.

Hehehe...

Transformasi berarti:
gereja semakin hadir, semakin melayani, semakin berdampak, dan semakin menjadi berkat bagi masyarakat.


7. “TUHAN MELAKUKAN PERBUATAN BESAR” BUKAN BERARTI KITA TIDAK MELAKUKAN APA-APA

Saudara-saudara,

Kadang kita salah memahami mukjizat.

Kita berpikir:
“Kalau Tuhan melakukan perbuatan besar, berarti manusia tinggal duduk.”

Tidak!

Lihat Israel.

Tuhan membelah laut.

Tetapi Israel harus berjalan melewati laut.

Tuhan menyediakan jalan.
Tetapi mereka harus melangkah.

Tuhan menyediakan pertolongan.
Tetapi mereka harus percaya.

Inilah yang sering menjadi masalah kita.

Kita berdoa:
“Tuhan, bukakan jalan!”

Tuhan menjawab:
“Sudah Kubuka.”

Kita bertanya:
“Di mana?”

Tuhan berkata:
“Di depanmu!”

Kita menjawab:
“Tapi saya takut.”

Hehehe...

Saudara-saudara,
jalan Tuhan kadang baru kelihatan setelah kita berani melangkah.


8. JANGAN KEMBALI KE MESIR

Ada satu hal lagi yang penting.

Ketika Israel melihat tentara Firaun, mereka mulai takut.

Bahkan sebelumnya mereka berpikir:
“Lebih baik kita kembali ke Mesir.”

Ini manusiawi.

Kadang ketika kehidupan sekarang sulit, kita tergoda kembali kepada kehidupan lama.

Dulu sudah meninggalkan kebiasaan buruk.

Tetapi ketika ada masalah:
kembali lagi.

Dulu sudah berjanji:
“Saya mau berubah.”

Tetapi ketika ada tekanan:

kembali ke kebiasaan lama.

Dulu berkata:
“Saya mau dekat dengan Tuhan.”

Tetapi setelah masalah selesai:
Tuhan ditinggalkan lagi.


Saudara-saudara,

jangan kembali ke “Mesir”.

Karena Mesir adalah masa lalu.

Tuhan sedang membawa kita menuju masa depan.


9. PERBUATAN BESAR TUHAN HARUS MELAHIRKAN IMAN

Ayat 31 mengatakan bahwa ketika Israel melihat perbuatan besar yang dilakukan Tuhan, mereka menjadi takut akan Tuhan dan percaya kepada Tuhan serta kepada Musa.

Ini tujuan mukjizat.

Bukan supaya manusia berkata:
“Hebat saya!”

Tetapi:
“Hebat Tuhan!”

Bukan:
“Saya berhasil.”

Tetapi:
“Tuhan yang menolong saya.”

Bukan:
“Saya kuat.”

Tetapi:
“Karena Tuhan menyertai saya.”

Ini penting dalam kehidupan kita.

Ketika usaha kita berhasil:
puji Tuhan.

Ketika anak kita berhasil:
puji Tuhan.

Ketika gereja berkembang:
puji Tuhan.

Ketika pembangunan gereja selesai:
puji Tuhan.

Jangan sampai setelah berhasil kita berkata:
“Saya hebat.”

Karena sebelum berhasil kita berdoa:
“Tuhan, tolong saya.”

Setelah berhasil jangan Tuhan malah:
dilupakan.

Hehehe...


10. GEREJA YANG MENGALAMI PERBUATAN BESAR TUHAN HARUS MENJADI GEREJA YANG BERGERAK

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Saya melihat pesan Keluaran 14 ini sangat relevan dengan HKBP hari ini.

HKBP sedang berbicara tentang:
TRANSFORMASI.

Transformasi berarti perubahan.

Tetapi perubahan bukan hanya di atas kertas.

Perubahan harus terlihat dalam kehidupan.

Kalau gereja berbicara tentang kasih:
masyarakat harus merasakan kasih itu.

Kalau gereja berbicara tentang kepedulian:
orang yang kesusahan harus merasakan kepedulian itu.

Kalau gereja berbicara tentang iman:
iman itu harus terlihat dalam kehidupan.

Kalau gereja berbicara tentang pelayanan:
jemaat harus semakin suka melayani.

Dan kalau gereja berbicara tentang transformasi:
masyarakat harus melihat dampaknya.


11. PERBUATAN BESAR TUHAN TIDAK SELALU BERUPA LAUT TERBELAH

Saudara-saudara,

Kita sering berpikir mukjizat harus seperti Laut Teberau.

Laut terbelah.

Air berdiri di kiri-kanan.

Israel berjalan di tengah.

Tetapi dalam kehidupan kita sekarang, perbuatan besar Tuhan bisa muncul dalam bentuk yang sederhana.

Seorang anak yang kembali ke gereja.
Seorang ayah yang mau meminta maaf kepada keluarganya.
Seorang ibu yang tetap setia berdoa.
Seorang pemuda yang meninggalkan narkoba.
Seseorang yang berhenti berjudi online.
Seorang pengusaha yang memilih jujur.
Seorang pejabat yang tidak menyalahgunakan kekuasaan.
Seorang jemaat yang menolong tetangganya.
Sebuah gereja yang membangun masyarakat.

Itu juga perbuatan besar Tuhan.

Bahkan kadang:
satu sak semen pun bisa menjadi bagian dari pekerjaan besar Tuhan.
Seratus sak semen untuk pembangunan gereja mungkin kelihatannya sederhana.

Tetapi kalau dilihat dengan mata iman:
Tuhan sedang menggerakkan banyak orang untuk membangun rumah Tuhan.


12. JANGAN TAKUT TERHADAP LAUT DI DEPANMU

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Mungkin hari ini ada “Laut Teberau” dalam kehidupan kita.

Bagi seseorang:
masalah ekonomi.

Bagi yang lain:
masalah keluarga.

Bagi yang lain:
masa depan anak.

Bagi yang lain:
pekerjaan.

Bagi yang lain:
pelayanan.

Bagi yang lain:
pergumulan pribadi yang tidak diketahui siapa-siapa.

Tetapi Firman Tuhan hari ini berkata:
Jangan takut!

Mengapa?

Karena:
Tuhan ada di depan kita.
Tuhan ada di belakang kita.
Tuhan berjalan bersama kita.

Dan ketika kita sampai pada tempat yang menurut kita tidak mungkin dilewati,

Tuhan dapat membuka jalan.


PENUTUP

Saudara-saudara,

Mari kita ingat tiga kalimat sederhana hari ini.


Pertama: JANGAN TAKUT.

Masalah kita besar.

Tetapi Tuhan kita lebih besar.


Kedua: JANGAN BERHENTI BERJALAN.

Tuhan membuka jalan.

Kita harus melangkah.


Ketiga: JANGAN LUPA BERSYUKUR.

Ketika Tuhan sudah menolong kita,
jangan lupa siapa yang menolong.

Ada saatnya kita seperti Israel:
di depan laut, di belakang musuh.

Tetapi jangan lupa:
Tuhan ada bersama kita.

Dan mungkin hari ini kita berkata:
“Tuhan, saya tidak melihat jalan.”

Tuhan menjawab:
“Percayalah. Aku sedang membuat jalan.”

Kita berkata:
“Tuhan, masalah saya terlalu besar.”

Tuhan berkata:
“Tidak ada masalah yang terlalu besar bagi-Ku.”

Kita berkata:
“Tuhan, saya tidak sanggup.”

Tuhan berkata:
“Aku menyertai engkau.”

Karena itu, saudara-saudara:
Jangan takut kepada laut.
Jangan takut kepada Firaun.
Jangan takut kepada masa depan.

Sebab Tuhan yang membelah Laut Teberau adalah Tuhan yang sama yang kita sembah hari ini.

Dan Tuhan yang dahulu melakukan perbuatan besar bagi Israel,

masih sanggup melakukan perbuatan besar bagi umat-Nya hari ini.

Bukan supaya kita menjadi sombong.

Tetapi supaya kita berkata:
“Soli Deo Gloria!”

Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.
TUHAN MELAKUKAN PERBUATAN BESAR BAGI UMAT-NYA!


Doa Penutup

Bapa kami yang di sorga,

Kami bersyukur karena melalui firman-Mu hari ini kami diingatkan bahwa tidak ada jalan buntu bagi orang yang percaya kepada-Mu.

Ketika kami melihat laut di depan kami, ajarlah kami melihat kuasa-Mu.
Ketika kami melihat musuh di belakang kami, ajarlah kami melihat penyertaan-Mu.
Ketika kami takut melangkah, berikanlah kami iman dan keberanian.

Tuhan, berkatilah keluarga kami, pekerjaan kami, anak-anak kami, pemuda-pemudi kami dan seluruh jemaat-Mu.

Berkatilah HKBP dalam semangat transformasi, supaya gereja bukan hanya kuat di dalam tetapi juga menjadi berkat bagi masyarakat.

Ajarlah kami menjadi jemaat yang tidak hanya pandai berdoa, tetapi juga mau bergerak.

Tidak hanya menerima berkat, tetapi juga menjadi berkat.
Tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi melakukan kasih.

Dan ketika Engkau melakukan perbuatan besar dalam hidup kami, biarlah kami tidak melupakan-Mu.

Segala kemuliaan hanya bagi nama-Mu.

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kami, kami berdoa dan mengucap syukur.

Amin.
















NEXT:
Jamita HKBP Minggu 20 September 2026 - SALUHUT DO TARPATUPA AHU MARHITE IBANA (Segala Perkara Dapat Kutanggung di Dalam Tuhan) - Filipi 4:10-19


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 6 September 2026 - MANGHAHOLONGI DEBATA DOHOT DONGAN JOLMA (Mengasihi Tuhan Allah dan sesama manusia) - Lukas 10:25-37 - MINGGU XIV DUNG TRINITATIS

All Renungan HKBP 2026
(41)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu 20 September 2026 - SALUHUT DO TARPATUPA AHU MARHITE IBANA (Segala Perkara Dapat Kutanggung di Dalam Tuhan) - Filipi 4:10-19


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 6 September 2026 - MANGHAHOLONGI DEBATA DOHOT DONGAN JOLMA (Mengasihi Tuhan Allah dan sesama manusia) - Lukas 10:25-37 - MINGGU XIV DUNG TRINITATIS

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de